CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
25.Pekerjaan baru


__ADS_3

...🍁🍁Happy Reading🍁🍁...


Akhirnya Alexa menceritakan apa yang terjadi dalam kehidupannya.


"Lexa... tenanglah, ceritakanlah padaku"


ucap Bening menghapus air mata Lexa.


"Aku mau dijodohkan dengan anak teman bisnis papa, namanya Kenand."


"Apakah kamu tidak menyukainya?"


"Dulu dia pacarku kak?"


"Oh yaa.. harusnya kamu senang kalau begitu, kenapa malah kabur?"


"Dia berubah kak, semenjak dia pindah ke LA dia jadi kasar dan suka main cewek kak!"


"Apa orang tuamu tau?"


"Mereka gila harta kak, apapun akan mereka lakukan demi bisnis!"


"Jadi orang tuamu sudah tau kelakuan mantan pacarmu?"


"Aku sudah menceritakan semua kak, tapi mereka seolah tak peduli, mereka tetap menginginkan pernikahan kami terjadi!"


"Hmmm... ya sudahlah, kamu yang sabar yaa, pelan-pelan nanti pasti ada jalan yang terbaik untuk kamu dan keluargamu"


"Amin kak, terima kasih"


"Sekarang kamu istirahat ya, tinggallah disini selama apapun kamu mau, kita bertemu besok pagi okey? aku pulang dulu!"


"Iya kak, hati-hati dijalan".


Keesokan harinya disebuah meja makan besar Bening dan orang tuanya sarapan bersama.


"Romo.. mulai sekarang bening akan membantu bisnis romo dibidang kuliner aja, Bening akan membantu romo mengembangkan restaurant keluarga kita"


ucap Bening.


"Wahhh... romo senang sekali mendengarnya, yaa kan mi?"


"Iya sayang..Bening .. kamu adalah putri kita satu-satunya, sudah seharusnya memang kamu harus meneruskan bisnis keluarga kita, kalau bukan kamu siapa lagi?"


ucap mami Bening.


"Yaudah.. Bening berangkat duluan ya romo, mami!"


pamit Bening sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


Triiiingggg...hape Bening berbunyi.


"Hallo.. Assalamualaikum yank"


jawab Bening.


"Waalaikumsalam, sayanggg.....?"


ucap Vian lirih.


"Iya.. kenapa sayang?"


"Kangeeeennn"


ucap Vian manja.


"Diiihhh..Kumat lebay nya"


"Seriusan! kemarin seharian sibuk sih jadi nggak bisa ketemu?"


"Hmmm... Resiko punya pacar Tuan muda Ceo yang sibuuk terus!"


ledek Bening.


"Kan ini demi kamu juga yank"


"Kok aku?"


"Yaaa.. kamu kan calon ibu dari anak-anakku kelak".


Blusshhhh..


Pipi Bening merona, entah kenapa, dia senang sekali mendengarnya.


"Hehe.. kamu udah dikantor yank?"


ucap Bening malu.


"Udah sayang, nanti makan siang kamu kekantor aku ya?"


"Eemmm.. Kita liat nanti ya?"


"Kok gitu sih yankkk! kamu ngak kangen sama aku? kemarin udah nggak ketemu lho? atau jangan-jangan kemarin kamu......"


"Apa sihhh yank, mulai deh pikirannya kemana-mana!"


"Pokoknya nggak mau tau, nanti jam makan siang kekantor, titik!"

__ADS_1


"Baikkk tuan mudaa!"


ucap Bening pasrah.


"Gitu dong, ama calon suami itu harus nurut!"


"Anda menang Tuan Muda!"


"Haruss dong!"


"Oh ya sayang, mulai hari ini aku udah mutusin untuk bantu mengelola usaha kuliner romo ajalah yank! mereka kelihatanya seneng banget aku membantu mengembangkan usahanya".


"Hemm.. Apapun yang membuat kamu bahagia,aku pasti dukung kamu yank!"


ucap Vian.


"Ini niihh...Yang bikin aku nambah cintronggg!hehe..."


"Kalau gitu cium dong?"


"Diihhh... Lama-lama njenor nih bibir nyium hp mulu!"


"Oo... gitu awass nanti yaa!"


"Diihh... Apaan sih yank! oh yaa... ntar aku bawain makanan aja sekalian ya? kita makan siang dikantor aja?"


"Okey sayang, sampai jumpa nanti ya".


"Okey sayang"


"I love u"


"Love u more"


Sesampainya direstaurant Bening langsung menemui Alexa.


"Pagi Alexa?"


"Pagi kak"


"Apa kamu nyaman tinggal disini?"


"Iya kak, terimakasih yaa"


"Ahh.. trima kasih mulu dari kemarin deh! kamu udah siap kerja disini?"


"Siap kak lahir batin malah! hehe..."


"Yuk aku kenalkan kepada karyawan lainya, mulai sekarang aku juga disini, kalau kamu ada apa-apa, jangan segan memanggilku yaa?"


"Siapp kak"


Siang hari diparkiran, Bening sudah menenteng paperbag berisi makanan menuju ke ruangan Vian, seluruh staf dan karyawan disitu sudah mengetahuinya dan menundukkan badannya ketika berpaspasan denganya.


"Permisi mba? pak vian ada didalam?"


tanya Bening pada sekertaris Vian.


"Oh.. pak Vian masih meeting nona, tapi tadi beliau berpesan kalau nona datang langsung suruh nunggu aja didalam nona?"


"Baiklah aku tunggu didalam yaa mbak"


ucap Bening tersenyum.


Lima belas menit menunggu Vian tak kunjung datang, ditaruhnya paperbag diatas meja, Bening melenggang memasuki kamar Vian dikantor, karna lelah membantu banyak pekerjaan direstaurant Bening ketiduran dikamar Vian.


Ceklekk..pintu terbuka.


"Sayang? kamu dimana"


panggil Vian.


Tak ada sahutan, Vian melihat pintu kamarnya sedikit terbuka, senyum mengembang dipipi Vian ketika melihat kekasihnya tertidur menunggunya.


Di lepasnya jas Vian, digulungnya kemeja dan mendekati Bening, dibelainya rambut Bening yang menjuntai, diusapnnya pipi putih Bening sambil tersenyum.


"Sayanggg.. Aku kangen!"


ucap Vian mencium kening Bening.


"Uuuhh..!"


Bening terbangun mendengar suara kekasihnya.


"Kamu sudah bangun sayang?"


"Kamu sudah selesai meetingnya?"


"Udah, maaf ya nunggu lama?"


ucap Vian menempelkan keningnya ke kening Bening.


"Ngak papa, kita makan yuk, aku udah bawain kamu makanan di luar!"


ajak Bening.


"Sebentar sayang, aku rindu"

__ADS_1


ucap Vian memeluk Bening sambil bersandar dibahu kasur.


"Baru juga sehari nggak ketemu"


ledek Bening.


"Kangeen bangeett! "


Cup..cup..cup..cup..


Diciuminya seluruh wajah Bening, dan yang akhir diciumnya bibir Bening dengan lembut, Bening semakin terbuai dengan permainan lidah Vian, ditekanya tengkuk Bening, diperdalam ciuman Vian sampai Bening mendesah nikmat.


"Sshhhh..ahh"


desah Bening.


Vian yang mendengarnya semakin menjadi, ciumanya turun ke leher jenjangnya Bening, ditinggalkanya jejaknya disana.


Semakin lama Vian semakin terlena dibuatnya, dibukanya kancing kemeja atas Bening, tangannya sudah memegang dua bu*** kemb*r punya bening sambi me*****nya perlahan.


Semakin lama semakin keras desahan Bening, dan kepala Vian sudah tenggelam di**** Bening, ditinggalkanya jejak begitu banyak mengelilingi dua benda kenyal tersebut.


Disaat tangan Bening menjambak rambut Vian, Bening tersadar dan segera menjauhkan muka Vian darinya.


Dan Vian pun tersadar.


"Sayangg.. Maaf, aku khilaf"


ucap Vian menetralkan canggungnya .


"Eemmm..Ya udah kita makan aja yuk, keburu dingin ntar!"


ucap Bening sambil membetulkan bajunya yang berantakan.


"Sayanggg.. Ayok kita percepat pernikahan kita yuk!!"


"Sabar yank.. besok baru mau lamarankan?"


"Tapi aku udah nggak tahan!"


ucap Vian memelas.


"Diiiihhh dasar mesumm!"


"Eehhh.. siapa tadi yang mendesah yaa?"


ledek Vian.


"Diiihhhh... Makan yuk aah, sambil menarik keluar tangan vian untuk makan".


ajak Bening menahan malu.


"Hahahha... tapi suapin yaa"


pinta Vian.


"Diihhhh manja!"


"Manja ama calon istri sendiri ini"


ucap Vian cemberut.


"Baik Tuan muda"


"Duduk sini yankk nyuapinya!"


Vian menepuk kedua pahanya.


"Heemmm... Kek berasa punya bayi tua deh!"


"Hu..um, mama mau cucu lagi"


ucap Vian menirukan suara bayi.


"Diiiihhh.. Bayi tua mesum!"


dicubitnya pinggang Vian.


"Aahhh jangan yang situ sayang, bawahnya dikit agak kekiri!"


"Aissshhh... aku pulang aja yaa!"


ancam Bening.


"Jangan dongggg, aku masih kangen!"


ucap Vian sambil memeluk pinggang Bening.


"Makanya jangan ngeres aja pikiranya!"


"Aaaaa... em"


Bening dengan telaten menyuapi Vian sampai makanannya habis.


Pengacau belum keluar ini yaa😉


Tunggu next episode yaa😊

__ADS_1


Jangan lupa mohon dukungan like,vote dan komen kalian ya..


Terima kasih🥰


__ADS_2