
...🌲 HAPPY READING 🌲...
🦢🦢
Siang menjelang saat Doni terbangun dari tidurnya, badannya mulai terasa ringan, kepalanya sudah membaik, dan suhu tubuhnya sudah kembali normal.
Entah karena obat atau entah karena pelukan seorang gadis yang sangat dia sayangi.
" Abang kamu udah bangun?"
Alexa mulai membuka matanya dan mengeliat meluruskan kedua tangannya keatas.
" Iya.. apa kamu tidak lapar? ini udah menjelang sore lho?"
" Apa badan abang sudah enakan?"
Alexa mengecek suhu badan Doni.
" Udah.. mau cari makan?"
Tanya Doni.
" Mau."
Ucap Alexa cepat.
" Mau makan apa?"
" Emm.. mau Bakso Tumpeng yang ada isinya bakso kerikil dan ulekan cabe rawit."
Alexa sudah membayangkan rasa nikmat dan pedas nampoul bakso itu.
" Dimana?"
Tanya Doni yang memang jarang makan di warung bakso.
" Ada dia daerah deket pantai sana."
" Yawda.. yuk kita berangkat?"
Ajak Doni sudah mulai kembali semangat.
" E.. abang punya motor nggak sih?"
" Punya, emang kenapa?"
" Kita naek motor yuk, sore gini kan asyik motoran sambil lihat suasana."
" Kamu nggak takut masuk angin?"
" Kan ada abang yang selalu menghangatkan hatiku, hahaha.."
Gombalan receh Alexa terbit kembali.
" Cihh.. dasar, gini nih kalau gesreknya udah kumat, emang kamu suka bakso?"
" Sukak.. banget malah."
" Kalau bakso abang suka nggak?"
Doni mulai menggoda kekasihnya.
" Emang abang punya bakso?"
Alexa menjawab dengan polosnya.
" Punya.. dua malah."
Doni menahan tawanya.
" Mana? apa kita makan itu saja? nggak usah beli keluar?"
" Hahaha.. tidak untuk sekarang."
Doni tertawa geli sendiri.
" Kenapa? emang enak?"
" Banget.. kamu pasti suka, mungkin ketagihan malah, haha."
" Masak?"
" Haha.. belom saatnya kamu tahu, ayo itu motor abang."
Doni menunjuk motor sport warna hitam dengan velg berwarna emas, menambah kesan keren dan gaul versi anak jaman now.
" Wuaaaa.. motor abang keren deh, boleh aku yang didepan bang?"
Pinta Alexa yang rindu menaiki motor sport, selain hobi balap mobil Alexa juga lihai dalam mengendarai moge.
" Enggak.. masak aku dibonceng cewek, kagak keren banget."
" Dih.. abang mah, sebentar saja deh."
Alexa mulai merengek seperti anak kecil yang diajak ke market dan melihat kinerdoyy, yang isinya tak sebanding dengan harganya.
" Udah.. abang boncengin aja deh."
" Aku bisa bang, beneran deh, lagian juga abang baru aja sembuh, janji deh kagak bakalan ngebut."
" ENGGAK BOLEH..!"
" Haiss.. abang ini pelit sekali."
__ADS_1
Dilain sisi Joe dan mama Alexa sedang berbincang hangat di balkon kamar hotelnya.
" Mbak.. kayaknya kita harus atur strategi lainnya deh?"
Ucap Joe.
" Strategi apa?"
Tanya mama Alexa.
" Kemarin aku dapet kabar, kak Wilson kalah tender, dan mbak tau siapa yang mengalahkannya?"
" Siapa?"
" Doni."
" Hah? Doni punya perusahaan?"
" Bukan punya Doni sih mbak, punya Bosnya, tapi Doni itu tangan kanannya bosnya, semua pasti dia yang mengurusnya."
" Terus?"
" Gimana kalau kita pura - pura menjual saham kakak lima puluh persen ke perusahaan mereka?"
" APAAA..? kau gila Joe?"
" Pura - pura mbak, hanya pura - pura doang elah, totalitas dong mbak kalau mau akting?"
" Tapi ya jangan keterlaluan gitu dong Joe, kasian kakakmu, kalau sampai perusahaan itu malah mencari keuntungan dibalik sandiwara ini bagaimana?"
" Mbak lupa siapa yang kerja disana? itu calon menantu miris kamu mbak?"
" Tapi?"
" Dimana Bocah tengil itu?"
" Bocah tengil..? ah ya, kenapa jam segini belom pulang tu anak, katanya bentaran doang,ini udah sore?"
" Waah.. emang kemana tu bocah?"
" Tadi sih pamitnya mau ke apartement Doni, soalnya dari kemarin nggak ada kabar."
" Hemm.. kebetulan, suruh Alexa pulang dan bawa si kutu kupret itu skalian mbak."
" Kutu kupret?"
" Doni maksudnya, hehe."
" Kamu ini kalau ngatain orang faseh lah."
Mama Alexa segera menelpon putri kesayangannya.
Tulilut.. tulilut..
" Yank.. hpmu bunyi?"
Ucap Doni
" Nanggung bang, ini lagi belah tumpeng."
Alexa sedang asyik menikmati bakso tumpengnya.
" Ehh.. mama kamu ini yank?"
" Jawab bang, calon mertuamu itu!"
" Hallo tante?"
Jawab Doni disambungan telepon.
" Eeit.. Alexa mana?"
" Ini tante, lagi sibuk makan bakso, hehe?"
" Dasar tu bocah, suruh dia pulang dan kamu ikutlah kemari, SEKARANG JUGA!"
Mama Alexa langsung memutuskan sambungan teleponnya.
Tut..tut..
" Yank, mama kamu marah ya?"
" Marah kenapa? masak makan bakso dimarahin? apa salah dan dosanya si Bakso?"
" Yaelah..bukan baksonya, kamu disuruh pulang, dan aku disuruh ikut, dan telponnya langsung dimatikan tadi, sepertinya mamamu marah deh?"
" Atau jangan - jangan kita disuruh nikah cepet kali bang, udang ditungguin penghulu kali yak?"
Alexa tersenyum jahil melihat kepanikan Doni.
" KUA udah tutup neng jam segini, kamu mah nggak ada takut - takutnya mama kamu marah?"
" Abang takut?"
" Yaa bukan gitu juga, tapi kan nggak enak sama calon mertua."
" Cieee.. yang udah mengakui calon mertua?"
" Hiss kamu ini, mau aku suapin bakso pake bibir disini?"
Joe sudah memotong baksonya besar.
" Maukk..kalau abang mau viral sekarang juga, hehe..."
__ADS_1
Alexa melihat sekitar, pengunjung warung bakso hari ini memang padat merayap.
" Diihh nie bocah, dulu aja kalau aku ancam gitu ketakutan, sekarang malah ketagihan!"
Doni mengacak rambut gadisnya yang tertawa bahagia.
Sore ini jalanan macet, karena memang jam pulang kerja.
" Bang macet parah ini, mama bisa tambah ngomel nanti?"
" Trus gimana? abang udah nyelip - nyelip dari tadi."
" Carilah jalan tikus bang."
" Mana tikusnya, emang muat apa buat kita lewat?"
" Dih abang ini, maksudnya jalan alternatif lain?"
" Ini jalan utama yank, emang mau lewat mana lagi?"
" Turun bang..!"
Saat lampu merah menyala.
" Ngapain?"
" E.. aduh, ini kaki kiriku kram bang, pijitin bentaran aja bang."
Alexa mulai berakting.
Doni langsung menstandarkan motor sport mewahnya, dan langsung jongkok disamping motor.
" Mana yang sakit?"
Doni langsung sigap tanpa peduli orang disekitar lampu merah yang melihat ke arahnya.
Srett..
Alexa beringsut pindah ke jok depan dan mulai menghandel gas motor, karena tinggi badannya yang memang proporsional, dia tidak kesulitan mengendarai motor gede itu.
" Selamat anda kena tipu, haha.. ayo bang buruan naik, keburu ijo lampunya."
" Haiiiss..kau ya Alexa, bandel banget kalau dibilangin?"
Doni berkacak pinggang melihat kelakuan kekasihnya.
" Buruan bang, nanti kita ditabrak dari belakang lho!"
Breeeemmm.. breeeemmmm...
Alexa sudah bermain dengan gasnya, dengan terpaksa Doni naik dijok belakang.
" Bang.. motor ini baru ya?"
Tanya Alexa sambil mengemudi.
" Nggak baru - baru amat sih, cuma jarang abang pake aja."
" Okey.. kalau gitu kita test drive ya bang, seberapa hebatnya motor keren abang ini."
" Heiii.."
Doni yang dalam posisi tidak siap, langsung memeluk pinggang ramping Alexa karena terkejut, dia menambahkan kecepatan motornya dengan tiba - tiba."
" Turunkan kecepatannya yank? bahaya? kamu ini cewek apa siluman cewek sih!"
Doni yang tidak habis pikir melihat kelakuan Alexa.
" Bang.. mau atraksi yang lebih memacu adrenaline lagi kagak?"
" Apaan sih? jangan aneh - aneh ya?"
" Siap - siap ya?"
Siiiittttt...
Saat jalan tikungan Alexa malah menambah kecepatan dan memiringkan motor beberapa centi dari aspal.
" Astaga yank.. kita belum menikah ya? kamu mau kita mati sia - sia kek gini?
Doni benar - benar terkejut dan masih memeluk erat Alexa dengan kepala condong kedepan disamping pipi Alexa.
" Yeeaayy.. asyik kan bang, udah kayak Pakde Palentino rossih?"
Alexa tertawa riang seperti mendapat mainan baru.
" Kamu benar - benar war byasahh yank, jantungku hampir saja copot karenamu!"
" Ini baru yang namanya keren!"
Alexa mengurangi kecepatan motornya agar tidak teriak - teriak ngobrol diatas motor.
Doni malah semakin mengeratkan pelukannya sambil bersandar dibahu Alexa.
Asyik juga naik motor duduk dibelakang, bisa peluk - peluk sampe puas, tau gitu dari kemarin - kemarin aja, aku ajak dia naik motor ini, lumayan nih bisa jadi moodboster, hehe.
Doni cengar - cengir sendiri diatas motor kesayangannya.
Mau juga dong diboncengin babang Doni😂
Jempollll mana jempolnya sayangku..😄
Ditunggu Vote nya juga ya, terima kasih😘
__ADS_1