CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
131. Lombok i'm cooming


__ADS_3

...🌲🌲 Happy Reading 🌲🌲...


...♤ Kelak akan ada masanya, KAU yang menunggu, dan AKU yang tak pernah datang ♤...


Hari berganti waktu pun telah berlalu, pekerjaan kantor sudah menumpuk untuk segera disentuh.


Doni yang masih bau - bau kasmaran, yang sudah selangkah lebih dekat dengan bau kembang pelaminan datang lebih awal dengan senyum sejuta watt.


" Selamat pagi tuan muda?"


Sapa Doni ketika melihat Vian datang.


" Ciiihhh.. geli aku lihat senyummu itu!"


Ucap Vian yang malah berdecih melihat asisten yang sudah jungkir balik seratus delapan puluh derajat berubah auranya itu.


" Hehehe.. "


Doni tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Bagaimana proyek hotel kita yang di Lombok?"


Tanya Vian mulai membuka file di mejanya yang sudah menumpuk.


" Ada sedikit kendala dengan perizinannya tuan muda, mungkin kita harus terjun sendiri ke lokasinya."


Ucap Doni menjelaskan.


" Hmm.. istriku pasti tidak akan mengizinkanku pergi ke luar kota, dia akhir - akhir ini jadi manja sekali, dulu aja aku disuruh jauh - jauh, sekarang dia malah maunya nempel melulu."


Vian ngedumel sendiri.


" Pffttt.. apa dia sudah tidak ingin mencium wangi parfumku lagi tuan muda?"


Ledek Doni menahan tawanya.


" Ckk.. aku udah borong parfum yang sama denganmu, eeh.. selang sehari dia sudah kembali ke kodratnya!"


Umpat Vian kesal.


" Hahaha.."


Tawa Doni pecah melihat wajah kesal Big boss nya.


" Diamlah.. berani - beraninya kau menertawakanku!"


" Hemm.. maaf tuan muda."


Doni mengunci rapat mulutnya.


" Begini saja, kau saja yang pergi kesana bersama sekertarismu itu, dia pasti bisa sangat membantumu."


Ucap Vian memberi solusi.


" Emm.. bagaimana kalau saya mengajak Joe sekalian tuan muda."


Ucap Doni.


" Siapa Joe?"


Tanya Vian yang memang belum mengenali secara langsung.


" Dia yang akan mendesain hotel kita nanti."


" Good.. ajaklah dia, biar dia bisa survei langsung tempatnya."


Ucap Vian menyetujui.


" Baik tuan muda, kalau begitu saya akan memberitahunya, besok kami akan berangkat kesana.


" Usahakan semuanya berjalan tepat waktu, saya percayakan hotel itu padamu Don!"


Ucap Vian menepuk bahu Doni.


" Siap tuan muda, saya akan menyiapkan segalanya sekarang, permisi.."


Doni keluar menuju ruangan sekertarisnya.


" Nay.. siapkan file perizinan hotel di Lombok, besok kita berangkat kesana, ada sedikit masalah yang terjadi, jadi kita harus meninjau langsung kesana."


Ucap Doni to the point.


" Baik pak, saya akan menyiapkan semuanya."


Senyum Nay mengembang dengan sempurna.


" Siapkan juga perlengkapanmu, mungkin kita akan menginap semalam disana, karena kita juga akan melihat langsung lokasinya di sekitar pantai nanti."


" Siap pak."


Astaga.. mimpi apa aku semalam, bisa sekalian jalan - jalan menikmati indahnya pantai di Lombok, dan yang terpenting bisa melihatnya walau hanya dari jarak jauh, aku sudah bahagia.


( Tahan.. jangan emosi dulu gaes 😛 )

__ADS_1


Malam harinya Doni mengemasi sedikit baju dan perlengkapan lainnya ke dalam koper kecil miliknya.


" Aa' mau kemana? kenapa masukin baju ke koper?"


Tanya Eveline saat memasuki kamar kakaknya.


" Aa' ada perjalanan bisnis ke Lombok, paling cuma dua hari satu malam aja, kamu berani sendiri kan di Apartement, disini aman kok, bebas dari segala macam hantu, jadi kamu jangan takut, okey?"


Ucap Doni mengacak rambut adeknya.


" Enak aja mau jalan - jalan kagak ngajak - ngajak adeknya, ikuuuuuttlah!"


Ucap Eveline merengek.


" Aa' kerja dek, bukan jalan - jalan!"


Ucap Doni sambil menarik pipi tirus adeknya.


" Sambil menyelam minum susu kan bisa A'..!"


" Minum air oneng!"


Doni menarik telinga adeknya merasa kesal sendiri.


" Hehe.. ya apalah itu, pokoknya aku ikut A', aku udah lama nggak jalan - jalan liat pantai, di Lombok kan banyak pantai, pengen diving A', boleh ya? Aa' ganteng pisan deh?"


Eveline mengeluarkan rayuan termanisnya.


" Ciihh.. kamu ini, Aa' udah ganteng dari sononya kali, selama ini kamu kemana aja!"


" Diihh.. sombong amat! miris amat nasip teh Alexa dapet calon suami kek Aa' ini!"


Eveline mulai jengah melihat perubahan sikap kakaknya yang dulu seperti kulkas itu.


" Enak aja.. tetehmu itu cinta mati sama Aa' asal kau tahu!"


" Diih.. emang kalau misalnya Aa' mati, teh Alexa juga mau ikutan mati apah, paling juga cari lagi!"


Ucap Eveline ceplas - ceplos.


" Kamu ini kalau ngomong kagak pernah disaring, mau Aa" kuliti kamu jadi ayam goreng crispy hah..!"


Doni langsung memiting leher adeknya.


" Aw.. aw.. ampun A', haha.. aku cuma bercanda aja A', kan misalnya, kagak beneran, aku kan cuma punya Aa' doang, hehe.."


Ucap Eveline memberontak.


" Kamu sudah beranjak besar dan dewasa sekarang, Aa' tidak bisa selalu ada disampingmu, jadi kamu harus berjanji sama Aa' untuk menjaga dirimu sendiri, jaga kehormatanmu sebagai wanita, kita memang bukan dari keluarga yang kaya dan terhormat, tapi harga diri kita dan keluarga kita itu yang paling utama."


Ucap Doni memberikan nasehat kepada adek semata wayangnya.


" Baik A', kenapa jadi melow gini."


Air mata Eveline sudah menggenang dipelupuk matannya.


" Karena saudara Aa' cuma kamu, kamu adek semata wayang Aa', dulu ayah selalu berpesan untuk selalu menjaga kamu apapun yang terjadi."


Ucap Doni mengingat sosok almarhum ayahnya.


" Baik A'.."


Air mata Eveline sudah meleleh dengan derasnya membasahi kemeja Doni.


" Mulai sekarang kamu tinggal sama Aa' aja, kamu kan udah lulus sekolah, jadi nggak daftar seleksi Polwannya besok?"


Tanya Doni mengingat cita - cita adeknya.


" Jadi dong A', aku sudah membawa semua syarat - syaratnya, tinggal nunggu pendaftaran di buka aja."


" Good.. jaga diri kamu dan jaga negara kita okey!"


" Siaaaap A'..!"


Evelin memberikan hormat layaknya polisi memberi hormat kepada atasannya.


" Anak pintar, sekarang siapkan bajumu sedikit saja, jangan banyak - banyak, nanti ribet bawanya."


" Yeaaaayyyyyy.. akhirnya jadi berlibur, Lombok i'm cooming..!"


Eveline jingkrak - jingkrak bahagia.


" Dasar bocah..! buruan sana!"


Doni tersenyum melihat tingkah adeknya.


" Terima kasih A', aku sayang Aa' poreperrr deh!"


Eveline berlari keluar setelah kembali memeluk kakaknya sebentar.


Tulilut..


Doni menghubungi kekasihnya.

__ADS_1


" Hallo abang?"


Jawab Alexa disebrang sana.


" Hallo tunanganku, lagi ngapain?"


Sapa Doni sambil menyandarkan kepalanya di bahu kasurnya.


" Lagi nungguin abang."


Ucap Alexa sambil tersenyum.


" Cieee.. Rindu ya? rindu itu berat, kamu nggak akan kuat, biar tukang bangunan aja yang angkat!"


Ucap Doni menggombal.


" Diih.. abang mah, kenapa jadi tukang bangunan sih!"


Alexa terheran dengan gombalan receh kekasihnya yang tidak sesuai ekspetasi.


" Hehe.. suka - suka abang dong, abang yang buat kok!"


" Serah abang deh, janji bahagia."


" Bahagia abang saat bersama kamu sayang."


" Cieee... cin.. bucin!"


Ledek Alexa.


" Hehe.. besok mau ikut abang nggak?"


" Kemana?"


" Ke hatiku? hahaha.."


" Terooss.. terosss.."


" Hehe.. besok abang ada perjalanan bisnis ke Lombok, abang juga rencananya mau ajak uncle Joe sekalian, biar dia bisa melihat langsung tempat hotel yang akan dia desain."


Ucap Doni menjelaskan.


" Besok kapan tepatnya?"


" Besok pagi."


" Yaaah.. kenapa besok pagi, besok aku harus ke perusahaan Ayah, dia mau mengenalkan aku kepada relasi ayah!"


" Relasi mana? kenapa harus mengenalkanmu? biar apa? jangan - jangan ayahmu mau..."


Ucapan Doni terputus.


" Stoppp abang, jangan buruk sangka dulu, ayah sudah berubah sekarang."


Ucap Alexa.


" Tapi kan yank.."


" Abang, tunangan cantikmu ini kan penerus dari Wilson group, ayah kan sudah menyerahkan semua ke aku, jadi aku harus belajar dari sekarang, jadi ayah berniat memperkenalkan aku di depan umum sebagai penerus Wilson group."


" Gitu..? berati tidak personal kan? didepan umum kan? enggak di ruangan tertentu kan?


Ucap Doni menyelidik.


" Cieee.. yang takut tunangannya ditempelin cowok, haha.."


" Kamù kok malah bahagia sih yank!"


Doni jadi kesal mendengarnya.


" Hehe.. hati aku sepenuhnya sudah terisi dengan abang, udah nggak muat lagi buat yang lain!"


" Asyeekk.. gini dong, baru calon istri idaman! boleh cium kagak nie?"


" Cium sonoh bantal guling!"


" Hehe.. yawda, kamu bilang sekalian sama uncle ya untuk siap - siap, bawa baju yang keren gitu, Nay juga ikut besok, sengaja abang ajak paman gilamu itu, biar pedekate dan cepet jadian dan nggak jomblo lagi."


" Emang sama siapa aja bang?"


" Eveline juga merengek ikut tadi, mau sekalian jalan - jalan ke pantai katanya."


" Bagus.. biar dia jadi satpam abang, kalau abang berani nglirik sana - sini, beeuhhh.. Eveline yang mewakilkan."


" Hehe.. kagak bakalan, hati abang udah mentok ke kamu seorang!"


Cieee...😍


Apa yang akan terjadi nanti di Lombok ya?


Jangan lupa jempooolll mana jempolll kalian..


Author pengen lihat jempol cantik kalian.

__ADS_1


__ADS_2