
...🍃🍃Happy Reading🍃🍃...
Hari senin telah tiba, hari dimana banyak orang yang kembali memulai rutinitasnya.Berbeda dengan aktifitas Bening, dari pagi sampai menjelang siang dia masih bergelut dengan gulingnya.
Tringggg...
"Hallo assalamualaikum sayang?"
ucap Bening dengan senyum mengembang karena sedari tadi dia menunggu kabar dari kekasihnya.
"Wa'alaikumsalam yank? kamu lagi ngapain?"
tanya Vian.
"Lagi ngak ngapa-ngapain,bete nih yank?jalan-jalan yuk?"
ujar Bening.
"Heeem.. aku lagi dikantor nih yank, masih ada sedikit pekerjaan yang harus aku selesaikan"
ucap Vian.
"Yaaahh..nggak bisa ketemu dong?"
"Udaaah kangen ya?"
ledek Vian.
"Mana ada!"
"Terusss?"
ucap Vian menaikkan alisnya.
"Cuma Rinduuu! hehehe..."
ucap Bening cengar-cengir.
"Hahaha..! sama ajalah itu.. emm.. gimana kalau kamu datang kekantor, sebentar lagi kan makan siang nih, kita bisa makan bareng!"
ajak Vian.
"Emang dimana kantor kamu?"
tanya Bening, kebetulan Bening masih penasaran dimana Vian bekerja, kenapa terkadang diJogja terkadang diJakarta terkadang entah dimana pikirnya.
"Nanti aku kirim alamatnya yank!"
"Okey, kalau gitu aku siap-siap dulu yaa?"
"Okey, sampai jumpa nanti!"
ucap Vian.
Bening segera mandi dan bersiap-siap pergi menemui kekasihnya.
Dia memakai drees selutut berwarna putih kombinasi berenda,dipadukan dengan jaket jeans corp dan sniker faforitnya, simpel, nyaman tapi tetap anggun dan mempesona apalagi dengan rambut panjangnya yang digerai indah dengan ujungnya yang dikeriting gantung.
"Mau pergi kemana nduk, jam segini udah cantik ajah?"
tanya maminya.
"Mau pergi kekantornya mas Vian mi, mau makan siang bareng!"
ucap Bening.
"Waaah..kebetulan, mami masak rendang daging dan capcay banyak, kamu bawain aja sekalian untuk nak Vian"
ucap mami Bening.
"Eeemm..boleh deh mi, kebetulan rendang mami kan rasanya mantap! hehe.."
"Itu sudah jelass, makanya romo mu itu makin cinta ama mami!"
"Diiiihh mami ini, makin terbang, dipuji dikit aja"
seru Bening.
"Biiariiinnn.. yaudah bantuin masukin ke rantangnya ya?"
"Siaaapp mii"
Hampir tiga puluh menit Bening mengendarai mobilnya sampai ke suatu gedung perusahaan yang besar dan megah menjulang tinggi kelangit.
"Besar juga perusahaanya ya? tapi mas Vian kerja dibagian apa ya? mending aku telp dulu deh!"
ucap Bening namun sudah tiga kali dia menghubungi namun tak juga diangkat telponnya.
"Aaahh..mungkin masih kerja kali yaa, jam makan siang masih setengah jam lagi, aku tanya ke satpamnya aja kali ya!"
Bening bergegas masuk gedung itu dan menemui satpam yang bertugas didekat pintu masuk.
"Permisi pak? e....saya mau bertemu dengan mas Vian? bapak tau ruangannya disebelah mana?"
tanya Bening ragu, karna dia memang tidak tahu Vian kerja sebagai apa.
"Mas Vian siapa ya mbak?"
tanya satpam kurang jelas.
"Namanya Alvian Putra Herlambang pak?"
jelas Bening.
"Oohhh.. bapak Alvian? silahkan mbak membuat janji dulu kebagian resepsionist didalam mbak!"
ucap satpam tersebut.
"Ohh gitu, makasih ya pak"
ucap Bening,ngapain buat janji, ribet banget cuma mau makan siang doang pikirnya.
__ADS_1
"Permisi mbak, saya mau bertemu pak Alvian, ruanganya disebelah mana ya?"
tanya Bening
"Maaf mbak, pak Alvian sedang ada meeting, apa mbak sudah membuat janji?
tanya wanita tersebut.
"Tadi udah sih mba!"
ucap Bening.
"Nama mbak siapa?"
"Bening mbak"
"Maaf mbak tapi disini belum ada jadwalnya mbak?"
tanya resepsionist itu.
"Tapi saya tadi udah telpon mba"
ucap Bening kesal.
"Maaf mbak, kalau tidak ada jadwalnya saya tidak bisa mengantarkan mbaknya kedalam!"
ucap perempuan itu sambil mengamati penampilan Bening dari atas sampai bawah.
"Jadi aku harus gimana kalau mau ketemu pak Vian".
Bening makin kesal dibuatnya, mana hp Vian dihubungi ngak diangkat daritadi.
"Mbak silahkan tunggu dilobi sebelah sana, nanti saya akan tanyakan pada sekertarisnya dulu"
ucap resepsionist tersebut.
"Huuuuffftttt! yaudah deh mbak, aku tunggu disana"
ucap Bening kesal, dia sedang malas berdebat.
"Emang jadi apa sih Vian, ribet banget mau ketemu!"
Batin Bening.
Bening berjalan gontai menuju kursi dengan menenteng papeerbag berisikan rantang makananya.
Tanpa sengaja, Doni asisten Vian melihat kearahnya.
"Doniiii?"
seru Bening.
"Nona bening? ngapain disini?"
tanya Doni.
"Mau ngajak kamu kencan!"
ucap Bening meledek.
Doni terkejut.
"Kenapa?"
Bening makin tersenyum senang mengerjai asisten Vian yang kaku, hiburan gratis pikirnya.
"Maaf nona! saya tidak bisa! permisii saya masih banyak pekerjaan!"
ucap Doni gugup dan akan segera pergi kedalam.
"Dasarrr kulkasss! aku kesini mau ketemu mas Vian lah masak kamu! bisa bekuuu entar gue.."
seru Bening tersenyum licik.
"Haaahhh.. anda benar-benar membuat jantung saya mau copot nona!"
ucap Doni bernafas lega.
"Kamu lebayy deh.. hehe"
ujar Bening.
"Kenapa nona menunggu disini? kenapa nona tidak menunggu diruangan bos saja?"
tanya Doni.
"Aku disuruh nunggu disini sama mbaknya yang didepan!"
ujar Bening.
"Astaga..mari nona saya antar keruangan bapak, harusnya nona bisa langsung masuk keruangan bos saja diatas"
ucap Doni menjelaskan.
"Aku nggak tau mana ruanganya Don, lagian kata mbaknya aku disuruh nunggu disana!"
ucap Bening sambil melirik mbak resepsionist saat melewatinya.
"Sayangggg..!"
seru Vian dari pintu masuk dengan sedikit berlari.
Bening,Doni dan semua orang dilantai bawah serentak menoleh kearah pintu masuk, begitu juga dengan resepsionist tadi.
Semua karyawan yang kebetulan disitu semua terkejut, baru kali ini melihat bosnya begitu mesra kepada seorang wanita.
"Kamu dari mana?"
tanya Bening yang tersenyum malu-malu karena Vian berlari dan memeluk Bening didepan banyak orang.
"Aku dari meeting diluar sayangg,kamu udah dari tadi nyampeknya?"
__ADS_1
tanya Vian sambil melepas pelukanya.
"Lumayanlah"
ucap Bening tersenyum.
"Kenapa tidak menunggu didalam sayang?"
"E...aku nggak tau dimana ruanganya?"
jujur Bening.
"Kan bisa tanya resepsionist didepan yank!"
"Aku udah tanya, tapi aku disuruh nunggu disini"
jawab Bening.
Vian langsung menatap tajam resepsionist tadi, yang ditatap langsung keluar keringat dingin ketakutan dan segera menghampirinya.
Digandengnya pinggang Bening sambil menatap resepsionist itu.
"Maafkan saya tuan"
ucap resepsionist itu sambil menunduk ketakutan.
"Kamu tau nggak siapa dia!!dia nona muda disini!berani-beraninya kamu suruh dia menunggu di lobi!"
ucap Vian meninggikan suaranya.
"Maaf tuan saya tidak tahu, maaf nona, tolong maafkan saya"
ucap wanita itu memohon, dia takut ini jadi hari terakhirnya.
"Doniii.. kamu pecatt dia!"
perintah Vian.
"Sayang..sudahlah, dia sudah meminta maaf,aku nggak papa kok, kita masuk kedalam yukk, aku bawain kamu makan siangg!!"
ucap Bening sambil bergelayut manja dilengan Vian.
"Donn..Jangan kamu pecat dia! kasian mbaknya tadi nggak tahu!"
ucap Bening pada Doni.
Doni hanya membungkuk, dan mengikuti mereka dari belakang dan menaiki lift.
"Kamu bawa apa sayang?"
ucap Vian tersenyum senang didalam lift sambil terus merangkul kekasihnya.
"Aku bawa rendang sama sayur capcay, kamu suka nggak?"
tanya Bening manja.
"Aku suka! apalagi sama kamu! sukaaa bangettt!ucap Vian menggoda sambil mencium puncak kepala Bening.
"Eherrrmmmm".
Doni sengaja berdehem sambil memalingkan muka kesamping.
Benar-benar gila kalau orang lagi kasmaran tak tau tempat ucapnya dalam hati.
"Kamu kenapa Don?"
tanya Vian.
"Maaf Tuan sepertinya tenggorokan saya kering!"
ucap Doni kesal.
"Mungkin kamu butuh air kasih sayang Donn, biar nggak dehidrasi akuttt !"
ucap Bening meledek.
"Maaf nona? dimana saya bisa membelinya?"
tanya Doni kesal.
"Padang pasirr! biar meleleh dulu tuh kulkas...!"
ledek Bening sambil tertawa puas.
"Kamu pinter bangeet sih yankk!"
seru Vian ikut meledek asistenya sambil memeluk Bening pamerrr kemesraan.
"Haaaaahhh...baiklah, aku akan segera mencarinya!"
ucap Doni pasrah sambil menjedotkan kepalanya ke dinding lift.
"Nasiiippp jomblo akutt !"
ucap Doni lirih.
.
.
.
.
.
ada yang masih jomblo juga??
Jangan lupa tinggalkan Like,Vote,dan Koment kalian ya gaess🙏🙏
Terima kasih😘😘
__ADS_1