
...💮💮Happy Reading💮💮...
Disaat suasana makin rusuh, Bening malah terduduk lemas dikursi pelaminan bahkan hampir pingsan.
"Sayang.. sayang.. kamu kenapa?"
tanya Vian panik sambil terus memegang badan Bening yang ambruk dipangkuannya.
"Vian.. bawa Bening keruangan VVIP sekarang juga! ayah sudah menyuruh anak buah ayah untuk menyelidiki kejadian ini"
ucap ayah Vian.
"Baik yah!"
ucap Vian segera menggendong Bening ke lantai paling atas.
Vian segera menidurkan Bening di kasur kingsize di ruangan VVIP yang memang telah disediakan spesial untuk pasangan pengantin.
"Sayang.. kamu nggak papa kan? apa ada yang sakit? apa perlu aku mintakan obat ke pelayan hotel?"
ucap Vian ketika melihat Bening membuka matanya.
Bening hanya menggelengkan kepalanya, tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
"Sayang.. Bangunlah sebentar, biar aku bantu melepas gaunmu, ini pasti sangat tidak nyaman untuk istirahat"
ucap Vian memapah istrinya yang terlihat masih sangat terpukul dengan kejadian ini.
Setelah Bening selesai mengganti pakaian dengan baju yang telah disediakan hotel, Vian segera menggendong Bening kembali ke tempat tidur.
"Sayang? apa kamu mau minum sesuatu? apa ada yang kamu butuhkan?"
tanya Vian cemas.
Bening hanya kembali menggelengkan kepalanya dengan lemas.
"Sayangggg...Maaf yaa, resepsi pernikahan kita jadi berantakan begini, harusnya inikan menjadi moment bahagia kita"
ucap Vian sambil merengkuh Bening kedalam pelukanya.
Terdengar suara isak tangis Bening didalam pelukan hangat Vian.
"Sayang...Tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa, ayah sudah mengerahkan orang-orang kepercayaannya untuk menangani masalah ini, okeyy?"
ucap Vian menenangkan Bening dengan mencium kening Bening lama.
Bening hanya bisa menggangukkan kepalanya.
Diusapnya air mata Bening yang membanjiri kedua pipi manis Bening dan diciuminya seluruh wajah orang yang sangat dia cintai itu.
Dan Vian berjanji akan mengusut kejadian ini secara tuntas ke akarnya, dia sangat marah, Dan dia segera mencari tahu, siapa orang yang berani-beraninya menghancurkan acara resepsi pernikahan idamanya.
"Sekarang kamu istirahat dulu ya sayang, aku akan mengecek keadaan dibawah?"
ucap Vian menidurkan Bening.
"Jangan tinggalin aku yank! aku takuttt!"
ucap Bening menarik tangan Vian.
"Huffttt.. Sebentar saja yank, aku akan menyuruh dua mami kita menemanimu disini"
ujar Vian.
"Aku takut nanti kamu kenapa-kenapa yank!"
ucap Bening sambil memeluk Vian.
"Its okey sayang, sebentar saja, aku akan mengajak Doni bersamaku, setelah keadaan membaik kita segera meninggalkan tempat ini, okeyy?"
ucap Vian sambil membalas pelukan Bening dan menciumi puncak kepalanya.
"Okey..Hati-hati ya sayang, cepat kembali"
ucap Bening terus meneteskan matanya.
Vian segera memanggil kedua mamanya untuk menemani Bening dikamar, dan dia segera berlari turun kebawah untuk mengecek keadaan.
"Donii..!"
seru Vian saat melihatnya.
"Siap Tuan, apakah anda dan istri anda tidak ada apa-apa?"
__ADS_1
tanya Doni.
"Aku tidak apa-apa, tapi istriku masih sangat shock! Dia benar-benar terpukul dengan kejadian ini"
ucap Vian.
"Maafkan saya Tuan, seharusnya saya mengerahkan pengamanan yang lebih ketat, Saya benar-benar tidak menduga ini bisa terjadi"
ucap Doni merasa bersalah.
"Sudahlahh, ini sudah terjadi, apa sudah ketahuan siapa pelakunya?"
tanya Vian.
"Orang kita sudah menyelidiki dari cctv hotel tuan, dan mereka dan juga polisi sudah melacak keberadaan siapa pelakunya tuan!"
ucap Doni.
"Sebenarnya apa yang terjadi tadi?"
tanya Vian.
"Dari rekaman cctv, terlihat ada dua orang yang berpakaian serba hitam dengan penutup muka mengendarai sebuh motor dan melemparkan satu kantong plastik kresek, dalam hitungan detik plastik itu langsung meledak tuan"
jelas Doni.
"Apa ada korban dari ledakan bom itu?"
tanya Vian.
"Hanya beberapa orang mengalami luka kecil saja tuan, dan sudah dibawa ke klinik setempat, sepertinya itu bukan bom yang berbahaya, mungkin pelaku hanya ingin menakut - nakuti dan membuat kekacauan diacara ini tuan"
jelas Doni.
"Selidiki secara tuntas sekecil apapun masalah ini, siapapun itu, yang berani-beraninya mengacaukan acaraku ini akan menerima hukuman seberat-beratnya!"
ucap Vian geram.
"Siaaaap tuan!"
jawab Doni.
"Selesaikan secepatnya dan segera laporkan kepadaku hasilnya, aku akan membawa Bening dan keluargaku pulang meninggalkan hotel ini."
ujar Vian.
jawab Doni.
"E...dan lagi, itu.. kenapa kamu sempat-sempatnya pacaran diwaktu genting seperti ini?"
tanya Vian melihat Alexa yang berdiri disamping Doni daritadi sambil menyimak obrolan mereka.
"Ee...Tidak Tuan, saya dan Alexa tadi membantu mengevakusi para tamu undangan yang terjatuh karena panik tuan!"
ucap Doni menjelaskan.
"Oohhh...Nama kekasihmu Alexa! okey..Lanjutkan!"
jawab Vian enteng sambil segera berlalu meninggalkan mereka.
"E....ehhh.. anu... E .. bukan Tuan!!"
ucap Doni terbata-bata.
Vian tidak menjawab dan hanya melambaikan tanganya tanpa menoleh ke arah mereka berdua, dia segera naik kembali keatas.
"Sayang.. Apa kamu sudah baikan?"
tanya Vian mendekati Bening yang masih terbaring.
"Naakk.. Sebaiknya kita pulang saja, lebih aman penjagaan dirumah kita!"
ucap ibu Vian.
"Iya ma..tadi Vian sudah mengecek kebawah, ternyata pelaku hanya ingin membuat rusuh diacara pernikahanku"
ucap Vian menjelaskan.
"Apa ada korban dari ledakan tadi nak?"
tanya mami Bening.
"Tidak mi.. hanya ada beberapa orang yang mengalami luka kecil dan sudah memdapat perawatan, mungkin mereka hanya panik dan terjatuh!"
__ADS_1
ucap Vian.
"Syukurlah kalau begitu"
ucap mami Bening.
"Sebaiknya kita segera pulang saja, ma..mi, sayang, ayok kita pulang"
ajak Vian sambil ingin menggendong Bening.
"Aku udah enakkan, aku jalan sendiri aja yank"
ucap Bening tak mau digendong.
"Jangan, nanti kamu jatuh lagi yank, kamu masihh lemas"
ujar Vian sambil terus menggendong Bening ke pelukannya.
"Yankkk, malu dilihat orang nanti"
ucap Bening berontak ingin turun.
"Biarkan saja"
ucap Vian cuek.
Mama Vian dan mami Bening hanya tersenyum - senyum melihat keromantisan mereka walau disaat genting seperti ini.
Mereka berempat beserta sopir menaiki mobil meninggalkan hotel itu.
"Nak dimana ayahmu dan papa Handoko?"
tanya ibu Vian.
"Mereka masih ikut menyelidiki dan menjadi saksi di kantor polisi ma"
ucap Vian.
"Ya sudah.. Kalau sudah selesai suruh papamu segera balik kerumah, mama masih khawatir nak"
ucap ibu Vian.
"Siap ma"
Sesampainya dirumah Vian segera menggendong Bening menuju kamarnya diatas.
"Sayang kamu istirahat ya, apa mau makan?"
tanya Vian menidurkan Bening dikasur empuknya.
"Aku masih kenyang sayang"
"Yasudah.. Aku mandi dulu ya, gerah banget, kamu mau aku mandiin sekarang sayang?"
ucap Vian menggoda.
"Iiihh apaan sih, aku bisa mandi sendiri"
ucap Bening malu.
"Emmm... Nanti aku tetep dapet jatah kan yankk?"
ucap Vian jail.
"Apaan sih yankk, aku masih lemes nih?"
jawab Bening kesal.
"Heeeemmmmm... Masak nggak ada acara gitu-gitu malam ini?"
ucap Vian memelas.
"Gitu apaan ihh, mandi sana!"
ucap Bening makin kesal.
"Sabarrr ya dekkk, hari ini kita puasa"
ucap Vian menunduk sambil mengomel dan berlalu kekamar mandi.
Ada yang nunggu malam pertama nggak nih???
jangan lupa minta dukungan klik LIKE,VOTE dan COMENT kalian ya gaess😊😊
__ADS_1
Terimakasih😘😘