
...🌸🌸 Happy Reading 🌸🌸...
...♧ Manusia dituakan oleh usia, dan di dewasakan oleh keadaan ♧...
Kedua bola mata Eveline serasa mau lompat dari tempatnya, melihat sosok pria yang baru saja beradu mulut dengan sengitnya itu berada dihadapannya.
" KAMUUUU..!"
Ucap mereka berdua sama - sama terkejut.
" Mbak Kun - Kun?"
Joe mendekati Eveline seperti tidak percaya.
" Mbak Kun - Kun gundulmu itu! aku manusia bukan kunti ya! dasar wong edan!"
Teriak Eveline tidak terima.
" EVELINE..! bicara yang sopan! Aa' tidak pernah ngajarin kamu ngomong kurang ajar gitu ya? dia bahkan lebih tua umurnya dari Aa' , minta maaf dan panggil yang benar!"
Teriak Doni memarahi adiknya.
Mereka berdua adalah keturunan Jawa kolaborasi dengan Sunda, dan Eveline tinggal bersama paman dan bibinya sejak kecil di Bandung, tapi Doni selalu memantau pertumbuhan Eveline walau hanya dari jarak jauh.
" TUA nya nggak usah diperjelas juga kali pret! nggak enak banget dengernya!"
Joe menyela amarah Doni.
" Ma.. maaf Pak, tapi jangan panggil aku mbak Kun juga keless!"
Ucap Eveline perlahan sambil menunduk!"
" PAK..? apa kamu bilang? sejak kapan aku jadi bapakmu? astaga..!"
Joe mengusap wajahnya dengan kasar.
" Pffffttttthhh.."
Doni dan Alexa kompak menahan tawanya yang sudah ingin meledak.
" Katanya Bapak lebih tua dari Aa' saya, brati bener dong bapak? Aa' aja udah tua kok, hampir kepala tiga!"
Ucap Eveline dengan polosnya.
" Jadi kalau udah hampir kepala tiga harus dipanggil bapak gitu? seumuran kami itu bukan tua namanya tapi Pria yang sudah matang dalam segala hal, asal kau tahu!"
Joe tidak terima dan makin pusing mendengar ucapan gadis didepannya saat ini.
" Matang kayak buah aja? terlalu matang juga bisa dibilang busuk pak!"
Ucap Eveline tidak ada takutnya sama sekali.
" Astaga..! emang berapa sekarang umurmu!"
Joe makin emosi dibuatnya.
" Mau sembilan belas tahun!"
Ucap Eveline tersenyum ceria.
" APAAAAHH..? kamu? aah... pantas saja, dasar bocah ingusan! ternyata kamu masih anak - anak dibawah umur!"
Ucap Joe memejamkan matanya menahan amarah yang memuncak.
" Beneran bang? Eveline baru mau sembilan belas tahun?"
Tanya Alexa yang ikut tidak percaya.
" Iya.. dia baru saja lulus tahun kemarin."
Ucap Doni membetulkan.
" Tapi penampilannya sudah seperti anak kuliahan?"
Ucap Alexa mengamati calon adek iparnya.
Eveline memang mempunyai postur tubuh yang cukup tinggi, badannya pun ramping tapi berisi, kulit putih gebu dan dia sangat menyukai olahraga, karena dia bercita - cita ingin masuk Polwan, tahun depan dia berencana ikut seleksi Polwan disini.
" Jadi..? tidak salah dong ya, kalau aku panggil bapak?"
Tanya Eveline melihat Alexa dan Joe yang seakan tidak percaya.
" Salah lah! aku bukan bapakmu! jadi jangan panggil aku bapak!"
Joe tetap bersikeras menolak.
__ADS_1
" Om?"
Tanya Eveline kembali.
" Aku juga bukan Om mu!"
Joe jadi sensitif tingkat dewa.
" Pakde?"
" Apalagi itu!"
Joe memelototkan matanya ke arah Eveline.
" Haaah.. Salah lagi, ini salah, itu salah, jadi apa dong?"
Jawab Eveline mrengut.
" Uncle.. jangan buat anak orang bingung deh! Eveline kan adeknya abang, jadi dia panggil uncle juga dong!"
Ucap Alexa menengahi perdebatan kedua orang itu.
" Aku nggak sudi punya calon ponakan yang nakalnya kayak dia!"
Joe segera berlalu meninggalkan meja makan itu dan berniat ingin berendam di kolam renang mendinginkan kepalanya yang memanas gara - gara bocah ingusan itu.
" Apa dia bilang? nakal? haisss.. emang aku ngapain? bener - bener deh orang tua jaman sekarang!"
Eveline kembali duduk dan menghabiskan makanannya kembali.
" Kamu ini, dari dulu bandelnya minta ampun! kamu ini cewek, kalau ngomong lembut dikit napa? yang sopan, siapa nanti yang mau nikah sama cewek pecicilan kayak kamu ini!"
Ucap Doni udah seperti emak - emak saja.
" Bang.. aku kok sedikit tersindir ya dengan nasehat abang itu!"
Bisik Alexa.
Alexa pun dulu, hampir sebelas dua belas sifatnya dengan Eveline.
" Hehe.. tapi kan kamu udah punya abang, jadi jangan risau, abang terima kamu apapun itu sifatmu!"
Bisik Doni tak kalah lembut.
Ucap Alexa sambil memeluk lengan Doni.
" Apa itu?"
Joe mengerutkan dahinya.
" I love you pull.."
Bisik Alexa sambil memonyongkan bibirnya.
" Diiihh.. gumusshhhh deh!"
Ucap Doni sambil mencubit kedua pipi Alexa.
" Eheeemmm.. eheeeemm.. Cangcimen..! Cangcimen..! Kacang, kuaci, permen!"
Ucap Eveline melihat kemesraan kakaknya.
" Apa..? udah selesai makanmu? sana kamu pulang duluan aja, abang masih ada urusan dengan kakak iparmu!"
Ucap Doni.
" Enak aja, aku bareng Aa' aja lah!"
Ucap Eveline.
" Kamu dari dulu pandai kalau urusan berantem, melebihi seorang cowok, masak balik ke apartemen Aa' aja kamu nggak berani?"
Sungut Doni.
" Kalau orang sih kagak masalah, nah kalau Han.. tu? hiiii.. ngeri deh!"
Eveline bergidik ngeri sendiri membayangkannya saja.
" Kamu ini kebanyakan nonton yutum penampakan deh! ini bulan puasa neng!"
Ucap Doni mengacak rambut Eveline.
" Ckk.. pokoknya aku bareng Aa' aja deh, emang mau ngapain lagi sih? ini udah malem A' lanjut besok aja napa?"
" Aa' perlunya sekarang! yaa kan sayang?"
__ADS_1
Ucap Doni menatap Alexa karena masih ingin kangen - kangenan dan menghabiskan waktu lebih dengan pujaan hatinya.
" Diihh.. kayak bukan Aa' aja deh! dulu kayaknya nggak gitu - gitu amat!"
Ucap Eveline.
" Emang dulu abang kayak gimana dek? kalau pacaran gimana dek?"
Alexa jadi kepo dengan masa lalu Doni.
" Dulu tuh ya teh..."
Ucapan Eveline terputus.
" Ayo pulang..! ngoceh aja kamu kayak burung Beo nanti!"
Ucap Doni beranjak mendekati adiknya.
" Diihh abang, orang lagi mau cerita jugak!"
Alexa merasa tidak terima.
" Jangan percaya omongannya, dia suka membual, abang pulang dulu ya sayang, kamu istirahat, capek kan tadi berdiri terus?"
Ucap Doni dengan senyum mengembang.
" Faseh ya sekarang A' kalau panggil sayang! lancar kayak jalan tol!"
Eveline tersenyum miring melihat kelakuan kakaknya.
" Emang dulu...?"
Cup.
Doni berbalik dan langsung meninggalkan kecupan sekilas dibibir ranum gadisnya yang malam ini telah resmi jadi tunangannya.
" Sosorr terus..! lama - lama jadi Angsa Aa' mah!"
Eveline berjalan keluar duluan meninggalkan sepasang kekasih yang lagi kasmaran.
" Abang iih.. ada adeknya kagak malu!"
Ucap Alexa tersenyum tersipu.
" Mau lagi?"
Ucap Doni menaikkan Alisnya.
Alexa tersenyum sambil menggangukkan kepalanya dengan cepat.
Ditariknya tangan Alexa menuju salah satu sudut taman disamping rumahnya, digenggamnya tangan Alexa dengan erat, saling melempar senyuman, saling lempar pandangan dan akhirnya saling memiringkan kepalanya mencari posisi ternyaman, dan...
Klontengggg..
Sebuat botol minuman kaleng kosong berhasil mendarat di Lantai, tepat disamping mereka berdiri dan berhasil membuat sepasang kekasih itu terkejut bukan main.
" Udah malam woooiiiii... ingat masih tunangan, belum menikah, belum muhrim!"
Teriak Joe dari lantai atas.
Dia sedang minum di balkon kamar atas sambil menikmati udara malam dibawah sinar bulan purnama.
" Haiiiissss... unclemu yang satu itu memang tidak bisa melihat orang bahagia sedikit saja!"
Ucap Doni kesal.
" Ngapain sih dengerin uncle Joenes, biarin aja! lanjut aja kali.."
Ucap Alexa malah mengalungkan kedua tangannya di leher Doni dengan santainya.
" Haaah?"
Doni terheran sendiri.
" Woooiiii uncle, lihat baik - baik ya? jangan ngiler tauk!"
Teriak Alexa dan langsung melakukan penyerangan versi cewek, Doni yang memang sudah mood on dari tadi dengan senang hati membalas pagutan Alexa dan langsung melahapnya seperti buah cerry.
" Dasar keponakan durjana, woooiiiiii.. bulan puasa woooiiiii.."
Udah buka uncle Joe, jangan syirik ya 😜😜
Jangan lupa dukungannya ya gaes..
Vote dan jempolnya ditungguuuuu😘
__ADS_1