CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
118. Rencana Mulia


__ADS_3

...πŸ’šπŸ€ HAPPY READING πŸ€πŸ’š...


..." CINTA itu seperti ANGIN, kamu tidak bisa melihatnya, tapi kamu bisa merasakannya"...


Pagi ini Doni sudah bersiap berangkat ke kantor, tidak lupa dia menjemput tuan mudanya terlebih dulu.


" Selamat pagi tuan muda."


Sapa Doni saat memasuki rumah mewah kediaman Alvian putra herlambang itu.


" Sini tunggu didalam saja Don, mas Vian baru selesai mandi, Tumben jemput kesini? kesepian ya? kamu kan masih single?"


Ucap Bening duduk diruang tv melihat gosip artis pagi hari.


" Sekarang saya sudah nggak jomblo lagi nona?"


Doni protes tidak terima.


" Tipulah."


Ucap Bening santai sambil menyilangkan kakinya.


" Kayaknya bener deh yank, dia sekarang udah jadi bucin juga sama temenmu itu."


Ucap Vian membenarkan ucapan Doni sambil berjalan mendekati istrinya.


" Jangan percaya, emang ada buktinya? KTP dia aja masih lajang!"


Ucap Bening ngasal.


" Ehh.. iya juga ya? sebelum KTPmu berubah menjadi kawin, sebucin apapun kamu tetap belum di akui negara, haha.."


Vian baru menyadari bahwa istrinya memang war byasahh.


" Biasa aja deh tu muka, duduklah, baca - baca dulu sambil nunggu."


Ledek Bening sambil tersenyum tanpa rasa berdosa sama sekali.


" Tidak usah nona, saya tunggu diluar saja."


Ucap Doni takut bos besarnya marah jika bertemu dengan istrinya yang sering jadi aneh saat hamil.


" Duduklah, tunggu sebentar, tenang saja, istriku sudah kembali normal ke kodratnya, jadi dia nggak bakal ciumin wangi parfummu lagi."


Ucap Vian santai.


" Ciihh.. jadi kamu takut dengan wanita cantik sepertiku Don?"


Tanya Bening.


" Sedikit nona, hehe "


Setelah selesai berkemas, mereka segera berangkat ke kantor, semua orang menundukkan kepala mereka tanda hormat kepada dua pria tampan petinggi perusahaan milik Herlambang group itu.


Saat melintasi ruangan sekertarisnya, Doni mampir sebentar.


" Nay.. satu jam lagi temui saya di ruangan ya."


Ucap Doni cepat.


Deg


" Baik pak."


Jantung Nay bergemuruh, ada apa gerangan dengannya? kenapa tiba - tiba ingin bicara, padahal tidak ada masalah atau scedule yang penting hari ini.


Didalam ruangan Vian.


" Tuan muda, apakah hotel baru anda yang ada di Lombok sudah ada pandangan untuk arsiteknya?"


" Emm.. sepertinya belum, apa kamu ada pandangan, atau masukan yang kira - kira arsiteknya mewah dan elegan?"


Tanya Vian.


" Kebetulan paman kekasih saya adalah seorang arsitek dan pemilik perusahaan besar di Korea, kalau tuan muda berkenan, besok saya akan memperkenalkannya dengan anda."


Jawaban Vian memang seperti dugaan Doni, itu mengapa Doni menyanggupi rencana kekasihnya.


" Nggak usah, kamu bawa aja hasil desain grafis karyanya saja, asal tidak plagiat dan njiplak dari karya orang lain saja.

__ADS_1


" Baik tuan muda, saya akan mengurusnya, kalau begitu saya kembali ke ruangan saya."


" Hemm.."


Ucap Vian yang memutarkan kursi singgasananya, dia masih merasa lelah saat tadi pagi sebelum sahur dia tengokin calon bayinya walau dengan banyak drama dari istrinya.


Satu jam kemudian Nay yang sudah bolak balik melihat jam yang tiba - tiba terasa lambat berputar.


" Permisi pak?"


sapa Nay saat waktunya tiba, dia memasuki ruangan Doni.


" Aah ya.. duduk Nay."


Doni mulai menegakkan bahunya.


" Em.. ada yang bisa saya bantu? atau bapak perlukan?"


Tanya Nay tersenyum manis.


" Begini Nay, nanti siang kamu temui klien kita di kantornya,saya sudah membuat janji dengannya, dia calon arsitek yang akan mendesain hotel baru kita yang ada di Lombok, soalnya siang ini saya ada acara lain."


" Baik pak."


Seperti biasa Nay selalu semangat dalam menerima perintah dari Doni.


" Satu hal lagi, saya juga belum tau seperti apa dia, tapi dia adalah salah satu arsitek terbaik dari Korea, sebisa mungkin kamu harus bisa membuat dia menandatangani kontrak dengan perusahaan kita."


" Tapi.. bolehkah saya membawa seorang translate bahasa Korea nanti pak? saya tidak bisa berbahasa korea, bagaimana cara saya merayunya agar bisa bekerjasama dengan kita.


Tanya Nay.


" Hahaha.. dia orang Indonesia, tapi mempunyai perusahaan di Korea, dan menjadi arsitek juga disana."


Allohuakbar.. astaga dia terlihat begitu tampan kalau tertawa lepas seperti itu.


Terlihat Nay begitu terpesona melihat ketampanan natural Doni saat tertawa.


" Jadi nanti saya harus menemuinya di kantor siapa?"


Tanya Nay perlahan.


" Baik pak."


" Kali ini saya percayakan klien kita ini padamu, saya harap kamu kembali nanti membawa kabar yang baik untuk perusahaan kita."


Ucap Doni meyakinkan.


" Pasti pak, saya akan berusaha semaksimal mungkin."


" Baiklah, terima kasih, kamu bisa kembali ke ruanganmu, sebentar lagi saya ada meeting kan?"


" Iya pak, filenya sudah saya siapkan tadi."


" Okey."


Semoga Joe bisa menaklukan perempuan itu kali ini.


Doni melihat punggung Nay sampai menghilang dari pandangannya, kemudian dia segera mengirim chat laporan dunia percomblangan dengan kekasihnya.


Sebelum makan siang Alexa sudah sampai ditempat perusahaan Herlambang group, dia langsung menuju ke ruangan Doni.


" Mbak Nay ya?"


Sapa Alexa di meja sekertaris Doni.


" Aah.. iya, mbak Alexa ya?"


Jawab Nay terkejut melihatnya.


" Iya.. Abang ada didalam?"


" Pak Doni masih meeting, mungkin sebentar lagi selesai."


" Owh iya, mungkin aku terlalu awal datang dari janji kita, boleh aku menunggu disini saja, daripada di dalem sendirian?"


" Tentu mbak, silahkan."


Jadi ini acara lain yang pak Doni maksud, demi Dia pak Doni sampai rela mewakilkan kepada saya bertemu dengan klien penting itu, sebegitu pentingkah gadis ini di hati pak Doni?

__ADS_1


" Jangan panggil saya mbak, panggil saja saya Alexa, sepertinya umurku masih dibawah mbak."


" Ahh ya, Alexa, hehe."


Jawab Nay kaku.


" Mbak sudah punya cowok?"


Tanya Alexa basa basi.


" Em.. belum."


Nay tersenyum malu mengatakannya.


" Tipe cowok idaman mbak kayak apa sih?"


Alexa mulai menyelidik.


" Emm.. yang penting baik aja."


" Yang lebih spesifik lagi gitu mbak, hehe.. penasaran aja, cewek secantik mbak belum punya pacar."


" Hemm.. mungkin lebih ke cowok yang tidak agresif sih."


Nay mulai berbicara santai.


" Mbak nggak suka cowok agresif? kok sama mbak, wahh.. kita cocok nie curhat - curhatan."


Alexa mulai berakting, padahal dalam hatinya dia lebih suka cowok agresif dalam hal positif ya, karena kesannya lebih errgghh gitu."


" Iya, aku bahkan sering merasa takut kalau lihat cowok agresif."


" Apa mbak ada trauma dengan cowok agresif?"


" Emm.. ada sih, tapi emang dari dulu juga nggak suka ama cowok yang kek gitu, apalagi yang suka gombal - gombal ngak jelas gitu, risih aja liatnya."


Wuaah.. benar - benar kebalikan ku kamu mbak, aku malah suka banget digombalin abang.


" Aaah.. sama mbak, aku juga males kek gitu, hehe.."


" Emm.. kalian mau pergi kemana setelah ini?"


Nay memberanikan diri bertanya pada Alexa, dia masih penasaran, kenapa sampai Doni mewakilkan padanya urusan penting kayak gini.


" Aah ya, aku.. aku kangen aja jalan - jalan sama abang, hehe.."


Astaga, hanya untuk menemaninya jalan - jalan sampai mengabaikan klien penting? segitu cintanya pak Doni dengannya?


" Alexa? sayang? kamu udah datang?"


ucap Doni melihat kekasihnya asyik mengobrol di meja sekertarisnya.


" Eh abang, udah lumayanlah."


sapa Alexa.


" Maaf ya nunggu lama?"


" Nggak papa bang, asyik juga ngobrol dengan mbak Nay."


" Benarkah? waah.. dasar wanita kalau udah ngrumpi, gumusshhh deh, boleh cium dikit kagak sih nie?"


Doni mengacak rambut Alexa dengan sweetnya sambil menggoda kekasihnya.


" Abangggg.. puasa ini lah!"


Alexa langsung menjauh dari Doni takut khilaf.


" Yawda.. tunggu di dalam yuk, abang masih ada perkerjaan sedikit ini."


" Baiklah abangku."


Doni merangkul Alexa membawanya ke dalam ruangan Doni.


Sudah bisa diprediksilah ya, muka Nay saat melihat drama live didepan matanya?


Akankah rencana mereka bisa berjalan dengan mulus?


Jangan lupa lho ya?

__ADS_1


Jempolllll mana jempollll??


__ADS_2