
...🌺🌺Happy Reading🌺🌺...
Tepat pukul 12.00 siang Vian sudah sampai di Yogyakarta, ayah Vian dulu memang tumbuh besar disana, beliau merintis usaha batik juga berawal disana.
Keluarga Vian juga memiliki rumah mewah diyogyakarta, sering vian tempati kalau mengecek pekerjaan di Jogja, atau sekedar berlibur disana, karena memang tempat wisata di Yogyakarta banyak dan indah dipandang mata.
"Tuuuuttt"..
Vian menghubungi seseorang.
"Hallo Vian?"
"Haiii Bening..? Coba tebak aku sekarang dimana?"
ucap Vian.
"Dihatiku..hahahhaha!!" jawab Bening asal.
"Aahaha...Siapa yang ngajarin kamu ngegombal hah??" tanya Vian.
"Hermmmm..Mana ada! haha...masih di resort kah?" tanya Bening.
"Ada deh..Kamu tau kafe yang depan Mallioboro itu ngak??" tanya Vian.
"Haaa...emang sekarang kamu disana?" ujar Bening tersenyum.
"Enggaklah..Cuma nanya doang,kamu tau kagak?" tipu Vian.
"Oohh kiraiin...Ya taulah.. Rumahku kan ngak jauh dari situ"
jawabnya pelan.
"Owh yaa..Ntar malam coba deh kesana,,pasti kamu seneng!" ujar Vian.
"Kalau ada kamu aku maulah..Haha" tawa Bening pecah.
"Ciieeee...Ngarepp?" ledek Vian.
"Diiiiihhh..Nyebeliiinnn!!" jawab Bening malu.
"Ahaha...Ntar sore kita ketemuan disana ya?" ujar Vian.
"Benarkahhh?"
Wajahnya mulai merona karena kegirangan.
"Ciiiieeee...Senengg! tapi bo ongggggggg..!ahahahhaha..."
Sebenarnya Vian memang malam nanti berniat membuat surprize dikafe tersebut kusus buat Bening.
"Diiiiiihhhh...Gesreknya kumat deh!"
Sambil memanyunkan bibir mungilnya.
"Kayaknya beneran kangen ini..cieeee..cieee...!" ledek Vian.
"Haiiiissss...B ajah tuh!" ucap Bening malu.
"Yawda aku tutup dulu yaa,aku mau nemuin temen ayah dulu!!bye..."
ucap Vian.
"Okey,take care.."
jawab Bening.
Bening tersenyum senyum sendiri mengingat lelaki yang akhir-akhir ini hilir mudik dipikiranya.
"Aku merindukamu"
ucap Bening ngedumel sendiri.
Vian mulai mengendarai mobil Range rover miliknya mencari alamat teman ayahnya.
Dikantor ayah Vian..
Tringgg..tringggg....
"Hallo..asallamualaikum kawan?"
"Waalaikumsalam..waahh juragan batik menelfon, ada apakah gerangan kawan? haha..."
"Gimana kabarmu Handoko??"ucap Herlambang.
"Yaaaahh..Beginilah, datanglah ke Jogja, lama sekali kita tidak ngopii di angkringan Altar..Haha"
ucap Handoko.
"Hahaha..saya pun rindu makan sego kucing disana, nantilah aku planing liburan kesana.. Owh yaa Handoko, aku mau bicara serius sama kamu"
ucap Herlambang membuka topik.
"Suatu kehormatan bisa berbicara dengan juragan terhebat diindonesia, hahaha..."
__ADS_1
jawab Handoko santai.
"Aaaahh..Kamu bisa aja..Gini han, saya rasa anak kita saling mengenal satu sama lain"
ucap Herlambang to the point.
"Owh yaa? kenapa bisa? apakah anakmu sekarang tinggal di Jogja?"
tanya Handoko terkejut.
"Tidak! anakku tetap ikut tinggal bersama kami di Jakarta, tapi sepertinya mereka bertemu di Bali, putraku membuka resort di Bali, dan saya rasa putrimu menginap disana"
jelas Herlambang.
"Owh..Yaa, kemarin memang dia pamit mau berlibur di Bali"
ucap Handoko mengingat.
"Yaaaaa.. begitulah anak muda jaman sekarang, mudah bergaul dengan siapapun, tapi...?hrrmmm..."
ucapan Herlambang mengantung,dia masih sedikit ragu.
"Tapi kenapa Her?"
"Saya sedikit kuwathir dengan pergaulan jaman sekarang yang terlihat bebass, apalagi mereka adalah putra putri kebanggaan kita"
ucap Herlambang bijak.
"Benar juga, asalkan mereka tetap mengingat yang di Atas, saya rasa mereka tidak akan melampaui batas"
jawab Handoko yakin dengan putrinya.
"Heeeerrrmm...Mereka sudah tumbuh dewasa, bagaimana kalau kita jodohkan mereka, ngak ada salahnya kan kita lebih mempererat silaturahmi keluarga kita"
ucap Herlambang.
"Heeermmm..Memang, tapi saya tidak mau memaksa putriku.. Saya tidak ingin membuat masa depan putriku tertekan Her.."
ucap Handoko
"Apa salahnya kita mencoba, saya takut putraku salah memilih pasangan lagi, saya yakin putrimu juga menyukainya..Saya melihat keakraban mereka sewaktu di Bali" jelasnya.
"Owh yaa..Bukannya putri saya datang bersama teman temannya?"
tanya Handoko heran.
"Saya rasa putrimu datang sendiri"
jawab Herlambang yakin, karena dia sudah menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki semua.
jawabnya ragu.
"Mungkin hari ini putra saya akan datang mengunjungimu, kamu bisa melihatnya nanti, saya sudah menyuruhnya menemuimu"
ucap Herlambang
"Baiklah, apapun itu asalkan mereka bahagia, saya akan menyetujuinya"
jawab Handoko senang.
"Senang bisa menjadi calon besanmu kawan!hahahha..."
ucapnya tergelak.
"Haha..Baiklah, saya tunggu kedatangan putra kesayanganmu kawan"
ucap Handoko ikut tertawa.
"Baiklah, aku rasa cukup sampai disini dulu kawan, lain waktu kita sambung lagi calon besan, haha..asallamualaikum"
pamitnya.
"Waalaikumsalam wr wb".. hermmm, ada apa dengan putriku, bukanya kemarin dia pamit pergi merayakan ultah dibali? kenapa pergi sendiri? apa terjadi sesuatu dengan mereka? aah...Nanti aku akan tanyakan pada putriku"
ucapnya ragu.
Baru mau melangkah masuk pintu, ayah Bening melihat sebuah mobil mewah memasuki halaman rumahnya.
"Permisi om, assalamualaikum"
"Waalaikumsalam..Cari siapa nak?" ujar ayah Bening"
"Apa benar ini kediaman rumah om Handoko?" tanyanya.
Ayah Bening mengingat ingat, anak itu mirip dengan temanya yang menelfon tadi, tapi..Apakah secepat ini sudah sampai sini?"
pikirnya.
"Aaahhh yaa, benar sekali, apakah kamu putra Ryan Herlambang?"
tanyanya lagi.
"Iya om, benar sekali, hehe...!"
__ADS_1
ucap Vian tersenyum.
"Aaaaahhh..Ternyata benar, kamu tampan sekali sekarang ya? mirip sekali dengan Ryan"
ucap Handoko kagum.
"Terima kasih om"
jawab Vian malu.
"Masuklah..terakhir aku melihatmu masih kecil, sebelum kamu pindah ke Jakarta..Duduk nak"
ucap Handoko senang.
"Iya om..Hehe"
Vian tersenyum simpul.
"Sebentar ya nak, om cari Ayuk, putri om dulu untuk buatkan kamu minum, owh ya..namamu siapa nak?"
tanya Handoko.
"Saya Alvian om, panggil aja Vian.."
jawabnya.
"Owh ternyata nama anaknya Ayu"
batin Vian dalam hati.
"Oohh yaa nak Vian, tunggu sebentar ya"
ucap Handoko berlalu ke dapur.
Di dapur Bening.
"Ayu..Buatkan 2 cangkir kopi yaa, punya romo jangan kasih gula ya"
titah Handoko.
"Siap romo"
jawab Bening tersenyum.
"Nanti kamu temenin dulu putra teman romo ya, romo mau sholat dzuhur sebentar"
ucap Romo berlalu masuk kedalam.
"Injih romo"
ucap Bening berbahasa jawa.
"Orangnya ganteng banget lho..Pasti kamu langsung klepek-klepek.. ahahaha.."
ucap Handoko meledek.
"Diihh..Apaan sih romo, ngak tertarik romo!"
ucap Bening asal.
"Owh yaaa.. awasss jangan kaget! Hahahha.."
romo berlalu masuk kamar.
"Nggak jelas baanget romo ini, emang putrimu ini cewek apaan? ngak gampang nakluk in nya romoo, hehehe...tapi...ahhh sudahlah"
ucap Bening mengaduj kopi buatannya.
Bening membawa nampan berisikan dua cangkir kopi dan satu piring cemilan, dia berjalan memasuki ruang tamu dengan sedikit penasaran, benarkah setampan itu, apa lebih tampan dari oppa-oppa Korea yang sering dia tonton live streaming.
"Aaahhhhh...romo ini, aku jadi penasaran ini!"
ucap Bening lirih.
Saat Bening keluar dari dapur, jantungnya seperti berhenti berdetak, seperti tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.
Deeeeeeggggg...!
Hayo..hayo..piye iki🤣
.
.
.
.
.
Jangan lupa Like,Vote dan tinggalkan koment kalian ya gaesss😊😊
Mohon dukungannya,ditunggu jempolnya😁
__ADS_1
Terima kasih😘