
...💙💙Happy Reading💙💙...
Haiii gaess..Jangan lupa Like,vote dan tinggalkan jejak coment kalian yaa..aku kasih view hotel tempat iya-iya nya Bening dan Vian nih😂😂
Padahal authornya yang rindu negara tetangga😅
Seharian Bening memang dibuat terkapar tidak keluar kamar oleh Vian, dia tak diberi ampun sedikitpun sampai sore menjelang, benar-benar ampuh ramuan yang diberikan Doni😂
Disaat malam menjelang Vian sudah menyiapkan makan malam spesial ditepi kolam renang diatas rooftop hotel yang menampakkan pemandangan indah Kuala lumpur dimalam hari.
"Yank..kita ajak Alexa dan Doni makan bersama disini ya?"
ucap Bening.
"Ngapain yankk? mereka itu makluk penggangu!"
jawab Vian
"Biar asyik yank, kita bisa ngobrol bareng gitu!"
ucap Bening beralasan agar dia tidak diterkam mulu.
"Kita bisa ngobrol berdua, bahkan sampai pagi kalau mau?"
ucap Vian dengan seringai liciknya.
"Pokoknya aku mau telp Alexa"
"Jangan!"
"Kalau gitu kita turun kerestoran bawah aja?gimana?"
"No..!"
"Kalau gitu nggak ada jatah!"
ucap Bening sambil bersedekap.
"Kok gitu yank? nggak boleh lho nolak suami?"
"Biarin..!"
"Yawda.."
"Apa..?"
"Ajak mereka makan disini"
ucap Vian kalah telak.
"Yeeaayyyyy...!"
ucap Bening sumringah sambil menguyel-uyel pipi Vian yang cemberut dan menggemaskan, laki-laki memang selalu kena skakmak kalau sudah berhubungan dengan yang iya-iya😂
Selang beberapa menit Doni dan Alexa datang bersamaan karena kamar mereka memang cuma bersebelahan.
"Selamat malam tuan muda? terima kasih sudah mengundang kami makan malam, setelah seharian kami bersenang-senang hanya didalam kamar saja!"
ucap Doni mengejek.
"Aku memang terbaik!"
ucap Vian sombong dan cuek.
"Ciihhh.. Apakah pertandingan sepak bola tadi malam sampai malam ini sangat menarik?"
tanya Doni memancing.
"Tentu..!"
"Apa pemain utamanya kesulitan dan mendapatkan kartu merah saat akan menjebol pertahanan gawang lawan?"
oceh Doni.
"Yaaah..Walau beberapa kali meleset tapi tetap saja goalll, wajarlah namanya perdana!"
jawab Vian enteng.
"Berapa skornya?"
tanya Doni makin kepo.
"Emmm..Draw!"
jawab Vian asal.
"Memangnya semalam ada pertandingan sepak bola? mana lawan mana? sudah lama sepertinya tidak ada tayangan sepak bola di tv?"
tanya Alexa dengan polosnya.
"Bahahahahahahahahaaaa!!"
mereka berdua tertawa terbahak-bahak.
"Kalian ini bisa tidak diam, mau makan aja berisik deh"
ucap Bening.
"memang diacara chanel apa sih kak, sepak bolanya? tanya alexa kepada bening masih penasaran.
"Ini sepak bola agen dewasa, anak kecil sepertimu mana boleh lihat"
ucap Doni yang menyaut.
"Memang ada batasan umur buat lihat sepak bola?"
tanya Alexa makin bingung.
"Sudah Alexa, jangan dengarkan mereka berdua!mereka berdua itu rajanya julid, omonganya udah kayak panci presto bolong!"
bisik Bening pada Alexa.
"Kamu bilang apa yank?"
__ADS_1
tanya Vian memegang pipi Bening.
"Kamu tampan!"
ucap Bening asal.
"Kalau itu dari dulu, baik hati juga"
ucap Vian sombong.
"Kalau begitu, Tuan muda yang tampan dan baik hati, bisa besok seharian kita jalan-jalan?"
pinta Bening merayu.
"Aahhh...jangan seharian, setengah hari yaa?"
tawar Vian.
"Nggak jadi tampan apalagi baik hati!"
ucap Bening.
"Hehe..Okey, tapi ada syaratnya?"
ucap Vian mulai jail.
"Apa..?"
"Nanti malam kiper diatas"
ucap Vian dengan siasat liciknya.
"Haaahhh? syarat apaan itu?"
ucap Bening.
"Kalau tidak mau sudah!"
ucap Vian cepat.
"Emang kiper ngapain diatas? kalau nanti malam mana lawan mana?"
tanya Alexa menyambar.
"Bahahahhahaa...!"
Vian dan Doni tertawa lagi melihat kepolosan Alexa.
"Hisss...Kalian ini!"
ucap Bening mengeleng-ngelengkan kepalanya.
"Disini ada satu pulau cantik yang pemandanganya indah, sejuk, asri, dan ada jembatan panjangnya diatas pegunungan..apa kamu mau kesana sayank?"
ucap Vian.
"Ooh ya? tentu aku mau kesana, makasih sayang..kamu baik deh"
ucap Bening merayu.
ucap Vian cepat.
"Apaan sih yank, kamu ini mau untung sendiri aja!nggak puas bikin aku gempor seharian?"
ucap Bening keceplosan.
Prok..prok..prok...
Doni menganggakat kedua tangannya dan bertepuk tangan.
"Apa tuan muda butuh sesuatu untuk diminum lagi? Kalian ini seperti tidak menganggap kami ada!"
ucap Doni kesal.
"Haaah...Memang kau beri apa Don? bos mu ini?"
tanya Bening.
"Huuuffft...hei bocah? aku traktir kamu makan sepuasnya dikafe bawah, Kita disini hanya jadi kambing congek!"
ucap Doni sambil menarik tangan Alexa keluar dari sana tanpa menjawab pertanyaan nona mudanya.
"Haaahh?"
ucap Alexa terkejut.
"Baguslah kalau kamu sadar!"
ucap Vian segera mengikuti kepergian mereka untuk mengunci pintu kamarnya.
"Kamu sih yank, mereka jadi pergi?"
ucap Bening.
"Biarlah..Mereka hanya mahluk penggangu"
ucap Vian cuek.
Disebuah kafe disebrang hotel Doni dan Alexa sudah duduk memegang buku menu makanan.
"Hei bocah, kamu mau makan apa?"
tanya Doni.
"Aku bukan bocah, aku tahun ini sudah 21 tahun!"
ucap Alexa kesal.
"Ciiihhh..Tetap saja kamu seperti bocah!"
ucap Doni mengingat kejadian tadi.
"Aahh..Suka hatimulah! aku nggak tahu makanan enak disini, kamu bisa pesankan untukku? apapun yang penting kenyang"
ucap Alexa.
__ADS_1
"Emmm..Ikan tiga rasa, kailan ikan masin, tomyam seafood dan udang goreng tepung, minumnya teh tarik dan kopi O saja!"
ucap Doni pada pelayan kafe tersebut.
"Baiklah..Sila tunggu sekejap ye"
ucap pelayan kafe.
"Kamu sering datang kemari?"
tanya Alexa.
"Tentu..Tuan muda membuka cabang perusahaanya disini!"
jelas Doni.
"Seberapa kaya sih tuan Vian itu?"
tanya Alexa.
"Kenapa? apa kamu berkeinginan menjadi pelakor?"tanya Doni asal.
"Sembarangan!"
ucap Alexa.
"Lalu kenapa kamu tanya soal harta?"
balas Doni.
"Hemmmm...cuma tanya aja, daripada nggak ngomong"
ucap Alexa.
"cihhh...Semua wanita sama saja!"
"Maksudmu?"
"Lupakanlah!"
ucap Doni malas menjawab.
Dan ternyata makanan yang mereka pesan sudah datang, mereka menikmati hidangan malam itu.
Disudut kafe ada sepasang mata yang mengawasi mereka sejak kedatanganya tadi.
Terlihat seorang lelaki membisikkan sesuatu kepada pemain musik diatas pangung.
Jrenggg...
....
Kau yang tlah pergi
Saat-saat terakhirku
Teringat denganmu yang terbayang kini
Dalam genggaman tanganmu
Dalam dekapan tubuhmu
Kurasakan saat-saat bersamamu..
Hanya tangis sedih tak tertahankan
Tetes air mata yang jatuh saat engkau pergi
Dalam isak tangismu
Dalam desah nafasmu bersamamu
Tinggal sebuah kenangan
...
Alexa menghentikan makannya secara tiba-tiba saat mendengarkan suara penyanyi kafe tersebut, namun dia tak berani melihat siapa penyanyi itu, dia hanya terpaku dengan tatapan kosongnya.
..............
Kau tlah pergi
Tinggalkan maaf yang tak terucap
Dan takkan kembali
Tersimpan kini janjiku di hati..
..............
Alexa segera beranjak dan berlari keluar kafe dengan gemetaran, dia tidak perduli dengan suara Doni yang memangilnya daritadi, dia hanya ingin pergi dari situ secepatnya.
Dengan terburu - buru doni mengambil dompetnya dan meninggalkan uang 200 ringgit dan segera berlari mengejar Alexa.
"Alexaaaa, tunggu, kamu kenapa?"
teriak Doni.
"Alexaaaa!"
teriak Doni lagi.
Alexa benar-benar tidak menghiraukanya bahkan tidak mau menoleh kebelakang sedikitpun.
"Alexaaaaa... Awaaasssssssssss!"
teriak Doni sekuat tenaga.
Apa yang terjadi?
Kenapa dengan Alexa?
Tunggu kelanjutanya gaess..
Jangan lupa dukungannya yaa😘😘
__ADS_1