CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
57.Kosong


__ADS_3

...🏡🏡🏡 Happy Reading 🏡🏡🏡...


Kedatangan keluarga herlambang disambut hangat oleh keluarga Alberto, untuk sementara mereka tinggal disana, karena untuk mempermudah pengawasan dan penyembuhan Vian.


Keluarga Alberto semuanya adalah seorang dokter dan mempunyai rumah sakit sendiri, mereka sudah seperti keluarga.


"Hai herlambang? lama tidak berjumpa?"


sapa ayah Albert.


"Kau sudah sukses sekarang ya!"


ucap ayah Vian.


"Ini semua juga berkat dukunganmu kawan?"


ujar ayah albert yang saat membuka rumah sakit dulu, keluarga Herlambanglah yang membantu suntikkan dana terbesar.


"Yah..kita sebagai teman memang harus saling membantu, buktinya sekarang aku dan keluargaku sudah merepotkanmu!"


ucap ayah Vian.


"Sama sekali tidak merepotkan, ini tidak seberapa dari apa yang sudah kamu bantu untuk kami, dan kami akan melakukan apapun itu untuk kesembuhan Vian"


ucap ayah Albert.


"Terimakasih..Tolong segera sembuhan dia, aku sudah tidak tahan melihat perangai gilanya itu!"


ucap Herlambang kesal.


"Pastiii..Kami akan melakukan perawatan terbaik untuknya!sekarang kalian istirahatlah, kalian pasti lelah dalam perjalanan jauh!"


ujarnya.


Malam telah berlalu dan pagi pun menjelang, ayah Vian berjalan-jalan ditaman belakang dan ternyata ada Doni yang sedang berdiri melamun memandangi indahnya matahari terbit.


"Donn..Kamu disini?"


sapa ayah Vian.


"Selamat pagi tuan? silahkan duduk disini"


sapa balik Doni.


"Hemmm..e.. aku ingin menanyakan sesuatu!"


ucap ayah Vian.


"Silahkan tuan"


"Apa wanita masalalu Vian pernah menemuinya setelah dia bangun dari koma??"


tanya ayah Vian.


"Aahh...Bukannya dia masih diluar negri tuan, karena beberapa minggu lalu anak buah kita mengatakan wanita itu berpindah-pindah negara, jadi mereka sulit menemukannya tuan, jadi kami hentikan pencariannya! karena pelaku penembakan yang sudah tertangkappun mengakui perbuatannya, dan bukan atas suruhan orang lain?"


ujar Doni.


"Apa kamu percaya begitu saja dengan suruhan wanita ular itu?"


ucap ayah Vian.


"Sebenarnya saya pun curiga tuan, pelakunya adaah orang yang sama! tapi orang dibelakang wanita licik itu begitu kuat tuan, dia bukan dari keluarga sembarangan juga tuan, bahkan wanita itu bekerja sama dengan orang bawah, kita dibuat kewalahan untuk melacaknya, bahkan dalam sehari dia bisa berpindah ke berbagai negara tuan"


"Haaah...Dia pasti sudah bertemu dengan Vian!"


ucap ayah Vian.


"Tapi aku tidak pernah melihatnya tuan?"


ucap Doni heran.


Devina memang baru bertemu dua kali dengan Vian, saat Vian sembuh dari komanya, saat dikafe sendiri dan saat dikantor, tetapi Doni dan sekertarisnya sedang tidak ada ditempat, yang mengetahui hanya resepsionist, tapi dia sudah ditodong dengan pistol kalau melaporkan ini semua pada Doni.

__ADS_1


"Dia pasti sudah merencanakan ini semua Don, karna Vian pernah bilang kalau dia mempunyai kekasih bernama Devina dan telah memfitnah Bening yang tidak-tidak, makannya sekarang dia sangat kasar dengan Bening Don!"


ucap ayah Vian.


"Maaf tuan, saya mungkin kecolongan dengan wanita ular itu, karena akhir-akhir ini saya banyak sekali perkerjaan untuk mengurus proyek besar tuan muda yang sedikit tertunda tuan"


jelas Doni.


"Pastikan kamu menyuruh anak buahmu, untuk tetap mencari wanita itu!"


ucap ayah Vian.


"Kita harus membuat strategi untuk menangkap wanita ular itu tuan, dan umpannya hanya satu, yaitu Tuan muda, hanya dia yang bisa membuat wanita itu datang dengan sendirinya, semoga tuan muda segera mendapatkan kembali ingatannya tuan, barulah kita bisa memusnahkannya sampai ke akar-akarnya".


jelas Doni.


"Haaaah...Saya berharap juga demikian Don, kasian Bening, dia begitu terpukul dibuatnya, apalagi dia sedang mengandung cucuku!"


ucap Herlambang bersedih.


"Apakah hari ini dia sudah akan melakukan perawatannya?"


tanya Herlambang lagi.


"Iya tuan, Alberto sudah mengurus semuanya, dia juga sudah memanggil beberapa dokter dari negara lain untuk membantunya."


jelas Doni.


"Aku yakin, mereka pasti bisa menyembuhkannya!"


ucap ayah Vian.


____________________________________________


____________________________________________


Setelah beberapa purnama datang, dinegara asal mereka, ada dua orang perempuan yang duduk termenung disebuah taman.


"Alexa...!"


"Sudah terasa lama sekali kepergianya, aku sudah sangat merindukannya!"


ucap Bening menunduk sedih, sedangkan kakinya bermain-main dengan daun yang jatuh berguguran.


"Hemmm...aku yakin, kak Vian pasti ditangani oleh dokter terbaik disana kak!"


"Dia bisa sembuh kan lexa? pasti sembuh kan? aku sudah tidak tahan seperti ini terus Lexa?"


ucap Bening menutup mukanya yang sudah mengalirkan air mata dengan derasnya.


"Pasti kak, kita berdoa aja yah!"


ucap Alexa menenangkan.


"Kita pulang ya kak, udaranya dingin sekali, kasian dedek bayi didalam!"


ajak Alexa yang sudah terlalu lama disana.


Keesokan paginya Bening memutuskan akan tinggal beberapa hari dirumah neneknya di Bandung, dia sudah lama tidak pergi kesana.


"Utiiii...?"


panggil Bening, dari kecil dia memanggil neneknya dengan sebutan uti kependekan dari simbah putri.


"Cucuku? akhinya kamu datang, apakah ini calon cicitku?"


ucap uti sambil mengelus perut Bening yang hampir buncit, karena kandunganya sudah menginjak 7 bulan.


"Mana ayahnya? kenapa tidak datang bersama?"


tanya uti lagi.


"Emmm..Dia lagi ada bisnis diluar negri uti!"

__ADS_1


ucap bening tidak ingin membuatnya khawatir.


"masuklah..begitu mamimu bilang kamu akan kesini, uti sudah suruh bibi masak makanan khas bandung, ada rujak cireng juga lho, kamu mau?"


ucap uti.


"Aku sangat merindukannya, makannya aku datang kesini uti!"


ucap Bening tersenyum bahagia.


"Makanlah sepuasnya, besok kita jalan-jalan sekitar Bandung ya, kita cari makanan yang enak enak?"


ucap uti.


"Pasti uti..hehehe...!"


jawab Bening mantap.


"Jangan sampai cicit uti nanti ileran ya!"


ledek uti.


"Diihhh uti, masak ibunya cantik gini anaknya ileran? haha...!"


ucap Bening tertawa.


"E....Ayahmu dulu sempat ileran, gara-gara kakekmu melarang uti untuk bertemu artis idola uti!!"


cerita uti.


"Memangnya artis idola uti siapa?"


tanya Bening heran.


"Itu si Anjasmara dan Lulu tobing!"


jawab uti antusias.


"Waahhh...Uti gaul ya? Hahahaha...kenapa kakek melarang uti?"


tanya Bening.


"Perut uti sudah besar, hampir melahirkan, dan saat itu lagi tenar-tenarnya mereka, harus lari-lari kalau mau bertemu! makannya uti dilarang!"


jawab uti bersedih.


"Pantesan kakek melarang, bisa brojol dijalan nanti uti? haahahha...."


Bening sudah lama tidak tertawa lepas karena terlalu lama bersedih.


"Tapi setelah lahiran.. dan uti sudah sehat kembali, kakekmu langsung mendatangkannya kerumah dong!"


ucap uti sombong.


"Waaaoo..Kakek memang the best!"


ucap Bening mengacungkan jempol.


"Kakekmu memang paling jago merebut hati nenek!"


pamer uti.


"Trus..setelah ketemu, ayah udah nggak ngeces lagi dong?"


tanya Bening penasaran.


"Teteepp aja ngeces, orang udah dari sononya tukang ngeces, hahahhahaha......."


nenek pun tertawa terpingkal-pingkal, untung saja gigi palsunya tidak lepasπŸ˜‚πŸ˜‚


Dasar nenek jaman now ya gaess, dia belum lagi liat mas Aldebaran sama mas Rendy ya kan!πŸ˜‚πŸ˜‚


Jangan lupa dukungannya gaes, klik Like, vote, dan tingalkan jejak kalian dibawah ya..

__ADS_1


Terima kasih😊


__ADS_2