CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
135. Ada yang lain


__ADS_3

...🤎🤍 HAPPY READING 🤍🤎...


...♡ Kadang manusia harus sampai kepada titik kehilangan untuk mengerti arti sebuah kehadiran, kasih sayang & kesetian ♡...


Siang harinya mereka berempat sudah bersiap kembali ke Yogyakarta dengan membawa kabar gembira untuk perusahaannya karena semua yang mereka rencanakan berjalan dengan lancar dan semestinya.


Sesampainya di Bandara Doni dan Eveline sudah dijemput oleh sopir perusahaan, sedangkan Joe dijemput oleh sopir Alexa.


" Nay.. mau bareng sekalian apa bareng sama uncle Joe?"


Tanya Doni, karena rumah mereka jalannya searah.


" Emm.. saya bareng pak Joe aja."


Ucap Nay tersenyum canggung.


" Ciee.. teh Nay malu - malu? haha.."


Sahut Eveline meledek Nay yang mukanya sudah bersemu merah.


" Ok baiklah, kami berangkat dulu ya."


Mobil Doni sudah lebih dulu meninggalkan bandara.


Joe yang melihat interaksi diantara mereka hanya tersenyum sambil memasukkan tangannya ke saku celananya dengan santai.


" Ayok kita berangkat sekarang?"


Ucap Joe sambil membukakan pintu mobil buat Nay.


" Terima kasih pak."


Ucap Nay tersenyum malu.


Mereka duduk berdampingan dikursi belakang, tidak ada obrolan hangat yang mereka bicarakan, mereka terpaku dalam lamunan mereka masing - masing.


Saat mereka masih tenggelam dalam lamunannya, tiba - tiba mobil mengerem mendadak karena mobil didepannya tiba - tiba berhenti.


Cekiiitttt..


" Aaaaaaa.."


Nay teriak karena terkejut.


Greeep..


Joe dengan sigap langsung memeluk Nay agar kepalanya tidak terbentur kursi didepannya.


" Kamu tidak apa - apa?"


Ucap Joe mengusap kepala Nay dengan lembut.


" I.. iya, aku tidak apa - apa, terima kasih.."


Ucap Nay tersenyum malu.


" Hemm.. "


Joe memperhatikan wajah Nay dengan intens tapi didalam pikiran dia membayangkan bibir Eveline yang kemarin dia cicipi dengan tidak sengaja.


Nay mukanya makin bersemu merah karena tatapan Joe, jarak wajah mereka sangat dekat, hanya terpaut jarak beberapa inci saja.


" Maniss.."


Ucap Joe tanpa sadar.


" Haah?"


Ucap Nay gemetar.


" Aaahh.. eskrimnya!"


Lanjut Joe gelagapan sambil menjauhkan tubuhnya dari Nay.


" Èskrim apa? bapak mau eskrim?"


Tanya Nay terheran.


" Aaaah.. ya, apa kamu juga mau? kita mampir ke supermarket dulu kalau mau?"


Tanya Joe gelagapan saat menyadari wanita didepannya bukan Eveline bocah tengil yang tidak bisa berhenti ngoceh.


" Emm.. bapak saja, saya tidak begitu menyukai es krim."


Ucap Nay tersenyum manis.


" Oooh begitu? ya sudah kita langsung ke Rumahmu saja kalau begitu."


Ujar Joe dengan tersenyum canggung.


Coba kalau Bocah itu yang diajak beli es krim, pasti sudah jingkrak - jingkrak kesenengan dia, hemm.. eh.. kenapa aku jadi mikirin bocah tengil itu mulu sih, astaga.. ada Nay wanita yang selama ini kamu kagumi Joe, sadar Joe!


Joe menggelengkan kepalanya menyadarkan segala lamunannya.


Malam harinya saat Joe menuruni tangga menuju ruang keluarga Alexa dia melihat Doni sudah duduk manis sambil ngobrol dengan tunangannya.


" Hai uncle..? baru bangun ya?"

__ADS_1


Tanya Doni saat melihat Joe.


" Hemm.. badanku pegel - pegel semua, kamu nggak capek apa emangnya?"


Tanya Joe heran, jam segini Doni sudah bertengger aja dirumah keponakannya setelah perjalanan bisnis yang cukup melelahkan itu.


" Capek banget malah!"


Jawab Doni.


" Trus kenapa sudah nongkrong disini?"


Ucap Joe terheran.


" Karena obat lelahku ada disini.. ya kan sayang!"


Ucap Doni sambil tersenyum memandang tunangannya yang dia rindukan selama dua hari ini.


" Ciiiiihhhh... pengen muntah aku dengernya!"


Joe berdecih sambil duduk disofa berseberangan dengan sepasang kekasih itu.


" Uncle belum tahu aja, kalau udah ngalamin, beuuuhh... mesti kecanduan, haha.."


Sahut Alexa tersipu malu.


" Kamu sendiri aja?"


Tanya Joe melihat ke arah luar.


" Jadi? masak ngapel bawa body guard!"


Jawab Doni sambil tersenyum miring.


" Aaah.. ya!"


Joe menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Mal Al.. mas Rendy.. nona, makan malam sudah siap? mau makan sekarang atau nanti?


Suara Bety menggema dengan centilnya didalam ruangan itu.


" Aah.. Eveline udah makan apa belom bang tadi?"


Tanya Alexa teringat dengan adek kekasihnya.


" Tadi aku tinggal kesini masih tidur sih, mungkin dia masih kecapekan!"


Ucap Doni mengingat tadi.


" Ada makanan nggak dirumah bang? kasian dia kalau bangun laper trus abang kagak ada!"


" Kasihan bang, kalau bangunnya tengah malam trus kelaparan, suruh kesini aja bang, kita makan bareng!"


Ucap Alexa.


" Biar aku jemput saja!"


Ucap Joe tiba - tiba bersuara.


" Haaaah..?"


Doni dan Alexa menoleh ke arah Joe dengan serempak.


" Yaa.. ini kan sudah malem, kasian tu bocah kalau kesini sendirian kan? lagian juga aku e.. mau keluar bentar beli sesuatu!"


Ucap Joe mencari alasan.


" Ya sudah kalau gitu, uncle tau kan alamat apartement abang?"


Ucap Alexa setuju dengan usulan pamannya, walau sedikit aneh tapi ada benarnya.


" Okey siap!"


Joe bergegas mengambil kunci mobilnya.


" Uncle..!"


Teriak Doni yang terheran.


" Apa?"


" Semangat banget kayaknya?"


" Aahhh.. aku harus mampir beli sesuatu dulu, takut kemaleman!"


Ucap Joe menutupi rasa senangnya, entah kenapa dia merasa senang saat membayangkan ingin bertemu dengan bocah abegeh itu.


" Kata sandinya ulang tahun Alexa, takutnya nanti Eveline belum bangun, dia kalau tidur kayak kebo, nggak bakal denger kalau cuma diketok pintu luarnya!"


Ucap Doni kembali.


" Wokeehh.. bye..!"


Joe berlari keluar rumah menuju mobilnya.


Tinggal mereka berdua diruangan itu, Alexa tersenyum tersipu mendengar sandi apartemen kekasihnya menggunakan tanggal lahirnya.

__ADS_1


" Kenapa senyum - senyum begitu?"


Tanya Doni meledek.


" Abang kenapa pake tanggal lahirku untuk sandi apartemet abang?"


" Kenapa? kamu nggak suka? apa harus pake loyalti untuk itu?"


Ledek Doni.


" Hehe.. bukan gitu, cuma kaget aja?"


Alexa cengar - cengir sendiri.


" Biar abang selalu ingat kamu dong?"


Ucap Doni sambil mengusap rambut Alexa dengan lembut.


" Hehe.. abang udah pandai ya sekarang?"


" Pandai apa?"


" Ngegombal.."


" Bahkan abang lebih pandai dibidang yang lain."


" Apaan?"


" Mencintai kamu.."


Cup


Doni mengecup bibir ranum Alexa sekilas.


" Diiih.. abang? entar Ayah dan Mama lihat bagaimana?"


Alexa melihat keadaan rumahnya sekitar.


" Biarin aja, kalau abang disuruh nikahin kamu malam ini juga, abang udah siap kok!"


ucap Doni dengan bersemangat.


" Emang abang kira orangtuaku satpol pp lagi razia apa?"


Ucap Alexa meledek.


" Hehe.. abang udah nggak sabar banget sih nikah sama kamu?"


Doni mencubit gemas pipi Alexa yang tirus itu.


" Cieee... Kebelet banget nih ceritanya?"


Ledek Alexa.


" He.. em, pengen cepet - cepet bisa nerkam kamu!"


Doni makin gencar menggoda kekasihnya.


" Abangggg.. mesum..!"


" Hahaha.."


Mereka berdua tertawa bahagia saling meledek dan menggoda.


Sedangkan Joe sudah sampai dipintu apartement Eveline, dia mengetuk pintu berkali - kali tapi tidak ada jawaban.


" Bener - bener kebo tuh bocah."


umpat Joe kesal.


Joe menekan sandi disamping pintu dan memasuki apartemen perlahan.


" Kamarnya sebelah mana ya?"


Ucap Joe sambil melihat sekitar.


Ceklek..


Joe membuka pintu kamar pertama, kosong tidak ada orang.


" Em.. mungkin ini kamar si kutu kupret itu!"


Joe kembali melangkah ke kamar diujung.


" Pasti ini kamar si bocah tengil itu!"


Tok.. tok..


Joe mengetuk pintu beberapa kali, nihil tidak ada jawaban apalagi pergerakan dari dalam kamar.


" Astaga, dia tidur apa pingsan sih!"


Joe membuka pintu kamar itu dengan perlahan, dia pun terkejut dengan apa yang dia lihat.


" Astagaaa..!"


Waduuuhh.. lagi ngapain tu bocah ya?

__ADS_1


Jangan lupa berbagi VOTE dengan author ya kawan😘


Semoga kita semua diberi kesehatan dan rejeki yang barokah, amin🤩


__ADS_2