CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
150. Tiada kata lelah


__ADS_3

...Happy Reading...


πŸ–€πŸ€πŸ–€πŸ€πŸ–€πŸ€πŸ–€πŸ€πŸ–€πŸ€πŸ–€πŸ€πŸ–€πŸ€πŸ–€πŸ€πŸ–€πŸ€


...β€œ Ada hati yang menunggumu pulang, ada hati yang menunggumu kembali, ada hati yang kosong sejak kamu pergi ”...


Ketulusan terkadang mengalahkan segalanya. Entah waktu atau ketidakmampuan menanggapi rindu yang membuncah di hati.


Pada intinya, setiap orang membutuhkan kepastian, dan tidak segampang membalikkan telapak tangan hal ini bisa diwujudkan.


Harus ada pengorbanan dan air mata, kerelaan hati yang tanpa pamrih untuk menanti kehadiran sang pujaan hati mungkin salah satunya.


Seminggu sejak kepergian Eveline, Joe bolak balik menunggu didepan sebuah gedung Akademi Kepolisian, berharap melihat Eveline walau hanya sekejab saja, berharap bisa mengucapkan sesuatu walau hanya say haii atau say hallo.


Tapi itu mustahil baginya, jangankan memberi penjelasan, untuk melihat wajah yang setiap saat berada dipikirannya saja tidak bisa.


Pikiran Joe benar - benar amburadul seminggu ini, bahkan Alexa sampai kuwalahan untuk menasehati pamannya untuk sabar menunggu dan melakukan aktifitas seperti biasanya.


Bahkan proyek yang di Lombok yang ditangani Joe pun dialih tugaskan ke pihak lain, walau masih menggunakan konsep yang Joe berikan, namun yang menjalankan pihak lain, karena Joe benar - benar tidak bisa fokus dalam bekerja.


Akhir pekan ini, akhirnya Doni kembali dari tugasnya di Jepang, masalah sudah terselesaikan walau harus memakan waktu sepekan, namun usahanya tidak sia - sia, berkat kecerdasannya dalam menangani perusahaannya selama ini bersama Vian, hampir semua bisa terselesaikan.


" Abaaaaanngggggg..."


Teriak Alexa ketika sesosok wajah tampan yang dia rindukan muncul didepan pintunya.


" Kangen banget!"


Bisik Doni memeluk Alexa dengan erat.


" Sama.. abang sih lama banget?"


Bibir Alexa udah monyong satu centi.


Cup


Doni langsung menyambar bibir Alexa dengan gemas, baru seminggu berpisah sudah seperti setengah abad tidak bertemu.


" Lagi.."


Pinta Alexa dengan malu - malu.


Doni dengan senang hati mengabulkan permintaan gadisnya, namun saat bibir hampir menempel, terdengar suara bariton memekakkan telinga mereka.


" Kampreeetto..! akhirnya kamu pulang juga! ayok kita temui Eveline!"


Teriak Joe yang baru masuk rumah.


" Haiiissss.. kenapa pamanmu ada disini jam segini?"


Bisik Doni merasa terganggu.


" Ckk..dia hampir gila karena ditinggal adek abang!"


Bisik Alexa kembali.


" Eveline kan cuma pendidikan saja, tiga atau empat bulan lagi juga dia akan pulang! kenapa sampai segila itu?"


Umpat Doni jengah melihatnya.


" Cobalah abang bicara dengan dia, pusing adek bang, selama seminggu ini uncle kayak orang gelandangan kesana - kemari kagak jelas, udah amburadul kayak orang nggak keurus!"


Alexa mengeluarkan segala unek - uneknya selama sepekan ini.


" Diamlah! kamu nggak tahu sesakit apa rasanya ditinggalin tanpa kabar!"


Joe memasang wajah kesalnya melihat sepasang kekasih itu.


" Uncle.. dia cuma pendidikan, bukannya pergi ke ujung kutup, jangan seperti anak abege deh uncle, ingat umur!"


Umpat Doni duduk merangkul Alexa disampingnya.


" Aku pengen ngomong sesuatu ama dia, ayolah Don, kita temui adekmu, sebentar aja, nggak lama kok!"


Pinta Joe seperti anak kecil minta dibeliin mainan.


" Selama pendidikan tidak boleh mengunjunginya uncle, itu sudah peraturannya!"


Ucap Doni jengah menasehati Joe dari tadi.


" Nanti saat pernikahan kita Eveline bisa datang kan bang?"


Tanya Alexa penasaran.


" Abang harap juga begitu, karena cuma dia saudara yang abang punya."


Ucap Doni.


" Nggak papa kalau harus nunda beberapa bulan, yang penting Eveline bisa hadir, menyaksikan pernikahan kita bang."

__ADS_1


Ucap Alexa memberikan pengertian.


Cup


" Terima kasih sayang, kamu baik banget, nggak salah abang milih calon istri seperti kamu."


Doni mendaratkan bibirnya dikening Alexa.


Bugh


Joe melempar bantal kursi kearah mereka.


" Kagak usah pamer kemesraan deh didepan gue, enek tau lihatnya!"


Umpat Joe kesal.


Bukannya marah, sepasang kekasih itu malah tersenyum meledek dan segera memiringkan kepalanya saling memagut melepas rindu yang tertahan dengan hot dan mesrah didepan mata Joe.


" Sialaaaannn.. kalian berdua benar - benar pengen mati ya!"


Joe berlari mendekat sambil membawa sebuah bantal dan langsung memukul mereka.


Doni dengan sigap melindungi wajah Alexa dengan memeluknya dari pukulan Joe sambil tertawa terbahak - bahak.


" Hahahaha.."


Mereka berdua sampai sakit perut menertawakan wajah Joe yang memelas.


" Uncle stop..! atau aku tidak akan membantu uncle menemui Eveline!"


Teriak Doni.


" Benarkah? aku bisa bertemu Eveline?"


Joe langsung menghentikan pukulannya.


" Pastilah..!"


Ucap Doni menahan tawa.


" Kalau gitu kita berangkat sekarang!"


Joe sudah hampir balik kanan.


" Tiga bulan lagi, hahaha.."


Joe kembali ambruk disofa empuk ruang tamu sambil memijit pelipisnya.




TIGA BULAN KEMUDIAN...



Persiapan pernikahan Doni dan Alexa sudah hampir sembilan puluh persen selesai.



Kediaman rumah mewah Alexa sudah disulap oleh WO terkenal dikota itu.



Doni sudah gladi resik untuk latihan melafazkan ijab kabul besok pagi dengan ditemani mentor siapa lagi kalau bukan Vian, sebagai orang yang sudah berpengalaman dengan satu kali tarikan nafas dan berhasil dengan mulusnya mendapatkan kata SAH dari para saksi.



Karena keluarga Herlambang lah yang akan menjadi wakil keluarga Doni besok, jadi Doni sekarang menginap dirumah Vian.



Sedangkan Bening hanya terduduk di sofa sambil berbincang - bincang dengan sanak saudaranya yang spesial diundang untuk ke pernikahan Doni besok, karena usia kandungannya yang hanya tinggal menghitung hari untuk launching babynya.



Sedangkan Joe?



Dialah orang yang paling memprihatinkan diantara puluhan orang yang berbahagia karena hari spesial yang mereka tunggu sudah didepan mata.



Joe hanya terduduk lemas dikursi pojok rumah Alexa sambil melihat WO yang sedang lalu lalang mempersiapkan segala sesuatu agar tidak ada yang terlewatkan.



*Mooyy.. gemooyyku sayang? kenapa kamu belom pulang - pulang? kakak kangen kamu sayang? cepatlah pulang*..!

__ADS_1



Joe kembali menitikkan air mata kesedihannya sambil memijit kepalanya yang kembali terasa pusing.



" Uncle.. ada apa? apa uncle sakit?"


Tanya Alexa mendekat dan melihat pipi Joe sedikit basah.



" Aah.. enggak, cuma kepalaku sedikit sakit saja!"


Ucap Doni mencari alasan.



" Uncle, istirahatlah didalam, susah ada WO yang menyelesaikan segalanya disini."


Alexa prihatin dengan keadaan Joe.



" Apa Doni sudah ngasih kabar tentang adeknya?"


Tanya Joe lemas.



Alexa hanya menggelengkan kepalanya.



" Uncle.. sudahlah, walau sekarang Eveline belom pulang, tapi sebentar lagi dia pasti akan pulang, setelah pendidikannya selesai."


ucap Alexa pelan.



" Tapi ini sudah tiga bulan lebih Le.. kenapa Eveline belom pulang?"


Joe menghantukkan kepalanya ke meja didepannya berkali - kali.



" Uncle.. jangan begini dong!"


Alexa menarik kepala Joe kedalam pelukannya.



" Aku merindukannya Le.. sangat merindukannya!"


Joe menangis dipelukan Alexa.



" Sabar yan uncle, aku yakin Eveline sebentar lagi pasti pulang!"


Alexa mengusap rambut Joe dengan perlahan, ikut merasakan kepedihan yang Joe rasakan.



Sesakit inikah ditinggalkan wanita yang dicintainya tanpa ada kata dan ucapan selamat tinggal?



Tanpa terselip kata maaf dari kekhilafan yang Joe perbuat.



Sepedih inikah rasanya?



Sepahit inikah akhirnya?



Besok kita kondangan ya gaes?



Siapkan amplop kalian πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹



Jangan lupa VOTE dong buat itor kalian🎎

__ADS_1


__ADS_2