CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
26.Aku udah nggak tahan..


__ADS_3

...๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ Happy Reading ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ...


Malam ini adalah malam yang telah dinanti - nantikan oleh vian dan keluarga besar Vian juga sudah berada dikediamanya diJogja.


Sementara di dapur keluarga Bening sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan hidangan untuk menyambut calon besan dan keluarga besarnya.


Acara lamaran Bening akan diadakan ditaman belakang rumahnya yang cukup luas, disampingnya juga ada kolam renang yang indah.


Acara lamaran Bening memang hanya didatangi dua keluarga besar dan saudara terdekat saja.


"Mami nanti menunya apa aja?"


tanya Bening.


"Banyak sayang.. Ada sate, gulai kambing, rendang daging, gudeg, rawon sama capcay, apa ada yang lain yang kamu mau?"


"Eemm... Sodara kita kan banyak yang masih muda-muda nih, kayaknya asyik deh mi kalau ada acara barbeque nya, soalnya Bening udah siapin panggung kecil dibelakang buat akustikan ama temen Bening mi.."


jelas Bening panjang lebar.


"Kalau gitu kamu catet aja apa yang dibutuhkan, biar mang Dimang yang belanja!"


jawab mami.


"Emang mang dimang tau dimana belanjanya, ntar bingung lho bedain daging kambing ama sapi?"


"hisss...Jangan salah, mang Dimang ahlinya, dulu mama belajar banyak dari mang Dimang lho".


jawab mami.


Mang dimang adalah sopir keluarga Handoko yang sudah bertahun-tahun, istrinya pun bekerja dirumahnya Bening.


"Okey deh.. Bening cari mang dimang dulu!"


seru Bening.


Disalah satu mall terbesar di Jogja Vian mengajak sepupunya untuk memilih perhiasan yang akan dibawanya nanti untuk melamar Bening.


"Bang.. Mau beli apa? cincin atau kalung?"


tanya Nita sepupu Vian.


"Bagusnya apa dek?"


tanya Vian balek.


"Emm.. Kayaknya kalung aja deh bang, cincinnya ntar pas nikah aja!"


"Hiiihhh.. Kamu kira abangmu ini semiskin itu? beli kok setengah-setengah! pilihkan dua-duanya!"


"Ciiihhh.. Sombongg lu bang! aku pilihkan yang paling mahall aja kalau gitu!"


"Tidak masalah! kalau perlu abang beli sekalian tokonya!"


ucap Vian sambil bersedekap.


"Haiiiissss... dasar sombong level akutt lu bangg!kalau begitu beliin aku satu yaa bang?


ucap Nita menaik turunkan alisnya.


"Ambillah jangan kayak orang susah!"


jawab Vian enteng.


"Haaaah... Sultan mah losss dolll..!"


seru Nita bersorak.


Akhirnya malam yang ditunggu pun tiba,keluarga besar Vian telah datang dan disambut hangat oleh keluarga Bening.


"Hai Herlambangg bagaimana kabarmu, makin tampan aja kamu sekarang!"


tanya Handoko sambil berpelukan.


"Bukanya kita berdua memang tampan dari dulu!"


jawab Herlambang dengan bangga.


"Aahaha.. Kamu memang tidak berubah!"


"Om.. Bening dimana?"


tanya Vian sambil clingak clinguk mencari Bening.


"Heiii boyy... Kamu ini tidak sabaran amat!"


ucap Herlambang sambil tertawa.


"Hahahaa.. anak muda sekarang memang begitu!Dia lagi dikamar, sebentar lagi turun nak!"

__ADS_1


"Hehe.. Om acara pernikahanya ntar jangan lama-lama ya om?"


ucap Vian tak tanpa segan.


"Masya alloh nak? kenapa kamu ngebet bangettt, emang ada sainganmu?"


ucap ibu Vian menepuk bahu putranya.


"Hehe.. Aku sudah nggak tahan ma..!"


bisik Vian yang didengar mereka semua.


Haahaha.. mereka semua tertawa sambil mengeleng - ngelengkan kepalanya.


Tap..tap..tap..


Terdengar suara ketukan sepatu turun dari tangga, seorang perempuan memakai gaun putih dengan bahu terbuka sebawah lutut dan rambut panjang hitam lurus yang berkilau indah dengan make up flawlessnya membius semua mata yang memandang.


Vian yang pertama menoleh.


"Hem.. bidadari cantikku!"


ucapnya yang seolah terhipnotis dan seakan ingin segera berlari menerkam.


"Viaannnn! kamu mau ngapain!"


ditariknya lengan Vian oleh ibunya.


"Membawa pulang Bening ma..!"


ucap Vian kesal karena ditarik ibunya.


Mereka semua tertawa terbahak-bahak melihat Vian yang sudah tidak sabar lagi memiliki seorang istri seperti Bening.


Acara pemakaian kalung dan cincin berlian yang indah dan tak terkira harganya itu pun sudah berlangsung, dan acara pernikahan sudah ditetapkan satu bulan kemudian.


"Sayang.. kita duduk di gasebo ujung sana yuk?"


ajak Vian pada Bening yang masih ngobrol ama sodaranya.


"Bentar yankk, ngapain kesana? ini makan dulu!"


ucap Bening sambil menyuapkan sosis bakar kemulutnya.


"Nggak mauu!"


ucap Vian menggelengkan kepalanya sambil menarik tangan Bening.


ucap Bening sambil mencomot sosis bakar dan membawanya ke gasebo sebrang kolam renang.


"Yank.. Bilang ama romomu jangan satu bulan yank, kelamaan!"


rengek Vian.


"Kenapa sih yank??satu bulan bukanya waktu yang lama kan??"


ucap Bening santai sambil memakan sosis bakarnya.


"Lama lah yank! satu minggu aja yank! bilang sama romo!"


ujar Vian masih ngotot.


"Aduuh yank, persiapan pernikahan adat jawa itu banyak yank, hari dan tanggal pernikahan yang bagus juga harus dihitung, semua kan udah diputuskan!"


jelas Bening.


"Haisssss.. kenapa selama itu!"


"Sabar ya sayangg.. kamu mau cobain sosisnya?ini enak banget lho?"


ucap Bening sambil mengigit sosisnya.


"Cuupp... Haaappp!"


Vian mencium dan mengambil sosis dari mulut Bening dengan sedikit *******.


"Diiihhh yankk..! kamu ini? jorok deh..!"


ucap Bening terkejut dengan ciuman dadakan Vian.


"Tadi kamu bilang suruh cobain? ya udah aku cobalah!"


senyum licik Vian mengembang.


"Kan ini ada dipiring?"


"Yang dimulut kamu lebih nikmat yank!"


ucap Vian.

__ADS_1


"Dasar mesum!"


"Biarin mesum, yang penting tampan!!"


ucap Vian sambil memegang kedua pipi Bening dan mulai memiringkan kepalanya siap melancarkan aksinya kembali.


Tiba-tiba dari arah belakang..


"Dooorrrrrrr! hayoo kalian mau ngapainnn?hahaha...!"


ledek Nita mendekati mereka.


"Haiiissssss bocah sialan! ganggu ajalah!"


kesal Vian melihat Nita mengganggu aksinya, dan mendapat cubitan dari Bening.


"Hehe..E.. Mataku kelilipan, jadi mas Vian niupin!"


ucap Bening berbohong menahan malu.


"Ohh yaaa? ati-ati ya kak, banyak singa mesum lho didekat sini!"


ucap Nita meledek.


"Haiisss dasar anak kecil, ngapain kamu kesini?sana jauh-jauh!"


usir Vian.


"Itu.. diajak tante foto keluarga! Ayookkk.. Mojok mulu kalian, ingat belum muhrim banyak setan"


kesal Nita.


"Iyaa..Kamu setannya!"


ucap Vian.


"Kamu ini yank kalau ngomong asal ajah, yuk kesana!"


Bening mengandeng tangan Vian.


"Entar kita lanjut lagi ya yankk!"


bisik Vian.


"Hiisss... ada nggak sih yank obat mesum


akutt?"


ledek Bening.


"Hahha...Ada dong!"


"Apaaan?"


"Kamuuu!"


sambil menoel hidung mancung Bening.


Bening hanya tersenyum dan menggeleng-ngelengkan tingkah calon suaminya yang semakin hari semakin parah aja pikirnya.


Setelah acara sesi foto selesai mereka mulai menikmati hidangan utama sambil duduk santai menikmati musik akustik dari sudut panggung yang terhias cantik dengan ditemani cahaya bulan.


"Yankk...Nyanyiin sebuah lagu dong buat aku?"


minta Bening.


"Boleh.. tapi ada syaratnya?"


senyum licik Vian terbit.


"Apa itu?"


tanya Bening.


"Besok temenin aku seharian dikantor!"


"Diiih yankk? ngapain ?"


"Yaudah kalau nggak mau!"


"Emm.. Jam makan siang aja gimana? aku anterin makanan ya?"


rayu Bening.


"Nooo!"


ucap Vian sambil menggelengkan kepalanya.


Nantikan keuwuwan mereka lagi ya gaess

__ADS_1


Jangan lupa mohon dukungan kalian ya gaes, ketik Like, Vote dan Koment kalian ya..๐Ÿ™๐Ÿ™


Terima kasih๐Ÿค—


__ADS_2