CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
125. Ingin Jujur Saja.


__ADS_3

...🍀🍀 Happy Reading 🍀🍀...


...♧ Seolah kita tahu apa yang dinamakan CINTA, kemudian selalu bertahan dalam rasa sakit, hanya karena takut KEHILANGAN, dan sudah terbiasa ♧...


Nay kembali mendekati Doni yang berjalan kembali ke arah rekan - rekan kerja mereka yang tadi.


" Bapak mau sekalian saya ambilkan sup buah disana?"


Tawar Nay pada Doni.


" Aahh.. tidak, saya sudah kenyang."


Ucap Doni langsung menolak, sambil menengok kearah dalam rumah, takutnya bu hakim masih mengawasinya.


" Atau mau yang lain?"


Tawar Nay kembali.


" Tidak.. tidak usah, nanti saya bisa ambil sendiri kalau mau, saya mau menemui rekan bisnis kita yang lain, kamu nikmati saja hidangannya bersama yang lain ya?"


Ucap Doni makin tidak nyaman dan segera pergi dari sana.


Nay merasa ada yang aneh sejak dia dipanggil masuk ke dalam oleh tuan mudanya, biasanya Doni santai saja berdekatan dan berbincang hangat masalah perkerjaan dengannya.


Kenapa sorot matanya berbeda, kenapa sepertinya dia jadi tidak suka melihatku dan berbicara denganku lagi, owh.. Tuhan rasa ini benar - benar membunuhku.


Nay jadi tidak berselera makan, dia memilih pulang saja, mood dia benar - benar jadi buruk karenanya.


Disisi lain, Doni duduk termenung di Taman samping rumah Vian untuk menghindari Nay.


" Apa Nay benar - benar suka denganku? kenapa aku tidak mengetahuinya, aku kira dia hanya menghormatiku sebagai atasannya, apa Nona Bening saja yang terlalu berlebihan ya? kalau sekedar mengambilkan makanan bagi sekertaris untuk atasannya bukanya itu wajar? why not? tapi memang aku harus menjaga hati Alexa, apalagi uncle Joe, dia sepertinya sangat mengharapkan Nay, gimana caranya menyatukan mereka ya?"


Doni ngedumel sendiri, memikirkan cara agar Nay bisa dekat dengan Joe, dan menampik segala perasaan yang menghantuinya.


" Apa aku tanyakan saja pada Alexa ya, dia pasti punya banyak rencana cemerlang untuk hal seperti itu?"


Doni langsung mendail nomor kekasihnya.


Tulilut..


" Hallo abang? sarangeo?"


Jawab Alexa dengan riang.


" Apaan? mau teh sarang?"


Jawab Doni tersenyum bahagia mendengarnya.


" Apa sih bang? malah ngomongin teh?"


" Hehe.. kamu lagi ngapain yank?"


Doni selalu saja tersenyum kalau berbicara dengan Alexa.


" Bantuin beres - beres, baru selesai acara bukber with big family, abang udah makan belum?"


" Belum."


" Kenapa belum makan? udah jam berapa ini?"


Tanya Alexa sambil membereskan sisa makanan.


" Belum makan kamu? kangen yank..!"


Ucap Doni manja.


" Diiihh.. abang jadi lebay sekarang? mana abang yang dulu galak dan jutek itu?"


Ucap Alexa tersipu malu.


" Kamu mau abang kayak dulu lagi? yakin nie? kagak nyesel?"


Ledek Doni.


" Jangan ding.. ntar hampa hidup adek bang, haha..!"


Keluar gokilnya sudah.


" Gue kawinin juga ini anak orang!"


Sungut Doni.


" Nikah bang, kawin muluk dipikiran abang!"


" Ayookk.. abang udah siap lahir batin ini!"


" Cieee.. yang ngebet nikah?"


" Besok sepulang dari puncak, abang datang kerumah ya yank?"


Doni terlintas satu ide yang lebih indah.


" Ngapain?"

__ADS_1


" Kok ngapain? emang nggak boleh?"


" Ya boleh lah, tapi kenapa harus nanya? biasa nyelonong aja, bahkan naik jendela juga pernah kan? haha.."


Alexa mengingat moment romantis kala itu.


" Lain kali pengen coba lagi deh naik jendela kamar kamu, ada kepuasan tersendiri gitu, lebih kelihatan extream rasanya, haha.."


Doni malah tertawa.


" Kurang kerjaan abang mah, orang dari depan juga udah di izinin kok, cari yang susah?"


" Kapan kamu pulang yank?"


" Palingan hari Jumat sore nyampe sana."


" Mama sama ayah kamu ikut pulang kagak?"


" Emang kenapa hayooo? mau nyuri - nyuri kesempatan ya kalau enggak pulang?"


Alexa malah meledek.


" Abang mau nglamar kamu secara resmi."


Ucap Doni santai.


" Haaaah? nglamar?"


Teriak Alexa.


" Siapa yang ngalamar? kamu mau dilamar Alexa? bukanya kamu udah dilamar? gimana sih nak?"


Keluarga Alexa terkejut dan memberondong berbagai pertanyaan kepada Alexa.


" Maaf.. nanti Alexa jelasin, aku tinggal telpon dulu."


Alexa pergi kabur dari gerombolan netizen emak - emak.


" Bang.. kamu serius mau nglamar resmi nanti?"


" Iya lah yank, ngapain ditunda - tunda lagi, bulan puasa kan juga nggak papa, nanti nikahnya habis lebaran."


Ucap Doni menjelaskan.


Alexa tersenyum bahagia mendengarnya, semoga ini adalah keputusan terbaik dan menjadi jawaban atas semua doa - doanya.


" Yank? kamu nggak pingsan kan, kok diam aja? kamu nggak nolak abang kan?"


Ucap Doni risau takut Alexa kena gosokan netizen disana.


Berrrrrrrrrrrrrrrrr...


Hawa dingin menyelimuti tubuh Doni yang sedari tadi merasa gerah memikirkan soal perasaan Nay yang nggak jelas itu, dan semua hilang seketika mendengar ucapan Alexa.


" Cieeee.. yang udah bucin?"


Ucap Doni menghilangkan rasa gemuruh dihatinya.


" Dih abang.. kok gitu sih jawabnya?"


" My eyes detected, My heart reacted,  between thousand were rejected, but only you were selected to be my swetest love for ever. "


( Hatiku bereaksi , mata ku terdeteksi , antara ribuan ditolak , tetapi hanya Anda yang dipilih untuk menjadi cinta manis saya untuk selama-lamanya. )


" Abang sweet banget deh.. dapet gombalan dari mana tuh? hehe..!"


Alexa benar - benar takjub dengan kata - kata romantis yang jarang dia dengar dari sosok dingin seorang Doni.


" Abang searching di Goggle."


" Diiiih.. abang mah jujur amat, baru dibilang sweet udah nyebelin lagi deh, menghancurkan suasana deh!"


Alexa kesal mendengarnya.


" Kamu kan tanya tadi, jadi abang jawablah, kenapa jadi salah lagi?"


Doni tersenyum mendengarnya.


" Males lah bang, sakkarepmulah sek penting awakmu bahagia..!"


( terserah, yang penting kamu bahagia )


" Hehe.. ngomong apa sih yank?"


Ucap Doni yang tidak begitu mahir dalam bahasa jawa.


" Cendol dawet bang, enak seger lima ratusan..!"


Alexa makin kesal.


" Hehe.. kalau begitu malam Minggu abang datang bawa rombongan ya?"


Ucap Doni.

__ADS_1


" Jadi nih?"


" Lah emang maunya nggak jadi?"


" Diiihh..abangggg..!"


" Utuuutuuu... sayang ku, gemeshh deh pengen cubit pipi gembulnya."


Ucap Doni meledek.


" Yawda deh."


" Yawda apa?"


Tanya Doni ulang.


" Yawda ntar aku bilangin ke keluarga disini sekalian, mumpung masih pada kumpul."


" Gitu dong cantik, cium dulu coba? ehh.. ganti video call ya? pengen liat pipi embulku?"


Doni langsung menggeser ke panggilan video, terpampang wajah cantik nan ayu Alexa di layar handphonenya.


" Kangen."


Ucap Doni sambil tersenyum.


" Aku enggak..!"


Ucap Alexa pura - pura.


" Aku matiin nih!"


Ancam Doni.


" Hehe.. Bo ong deh!"


Alexa tersenyum malu - malu.


" Kamu yaa? kangen nggak hayo..!"


" KANGEENNN BANGET MALAH..! Kangen banget pengen nonjok mukamu yang mesum itu!!"


Teriak Joe, dan wajahnya seketika memenuhi layar handphone Doni.


" Astaga Allohuakbarr..!"


Doni terkejut dan sontak menjatuhkan handphonenya karena terkejut.


" Kenapa? kaget? ganggu orang lagi beres - beres aja, telponan muluk kayak abegeh jatuh cinta!"


Maki Joe yang syirik.


" Susah ngomong sama orang jomblo emang!"


Doni memasang muka jengahnya.


" Tutup nie video callnya!"


Ancam Joe.


" Tutup aja, kalau tidak mau aku deketin sama Nay!"


Ucap Doni mengeluarkan senjata rahasia terbarunya.


" Aaah.. kamu mah nggak asik ngancemnya!"


Ucap Joe melemah kalau soal target cintanya.


" Kasih handphonenya sama yayangku, buruan uncle..!"


Teriak Doni puas.


" Woaaahh.. sudah berani kamu sekarang ya!"


Joe mulai mengeluarkan tanduknya.


" Telpon Nay nie, gagalin kerja sama hotel Lombok nie ya?"


Ledek Doni semangat.


" Haaiiiss... Alexa, nih handphone kamu rusak!"


Ucap Joe sambil mengembalikan pada Alexa.


" Apaan? masak rusak sih?"


Jawab Alexa terheran dan menerima kembali handphonenya.


" Orang yang nelpon tuh, Rusak Resek..!"


Ucap Joe berlalu meninggalkan mereka.


Inilah efek kurang kasih sayang ya kan?

__ADS_1


Tenang uncle, ada saatnya kamu bahagia nanti ya?


Yang setuju angkat jempoollllnya dongg?


__ADS_2