
...๐ฏ Happy Reading ๐ฏ...
๐๐๐๐๐
Doni dan Alexa sudah bersiap untuk kembali ke negaranya tercinta.
Mereka sedang berbincang hangat dan pamit dengan pemilik Villa mewah nan megah, yaitu Tuan Mike, sambil menunggu kedatangan paman tersayangnya yang sudah dikerjai habis - habisan.
"Tuan Mike, kami mengucapkan banyak terima kasih atas segala bantuannya dan juga sudah memberikan tempat ternyaman selama kami tinggal disini."
Ucap Doni.
"Jangan sungkan, lain kali jika kalian membutuhkan atau sekedar ingin jalan - jalan, bahkan bulan madu mungkin? kalian bisa menghubungiku, kapan saja!"
jawab Mike dengan tersenyum.
"Hehe.. Terima kasih banyak, maaf kami selalu merepotkan!"
"Ahaha..tidaklah, owh ya, jangan lupa sampaikan salamku untuk keluarga Vian, suruhlah mereka berkunjung kemari."
"Pasti saya sampaikan Tuan."
Dari arah pintu terlihat seorang pria tampan yang berjalan lesu ke arah mereka.
" Selamat malam tuan Mike? "
Sapa Joe membungkukkan badannya.
" Malam.. Apa kamu juga mau pulang ke Indonesia?"
Tanya Mike.
" Tidak Tuan Mike, saya masih ada sedikit pekerjaan disini."
Ucap Joe tersenyum.
" Apa misi kita sangat keterlaluan ya yank, kenapa unclemu terlihat lemas begitu?"
Bisik Doni di telinga Alexa.
" Hihi.. mungkin kecapekan cuci piring, atau jalan kaki sampai kemari?"
Jawab Alexa ikut berbisik.
" Masak jalan, orang tadi aku kasih sepuluh Dolar kok?"
" Buat tambah bayar makanan kali?"
" Sepuluh Dolar buat bayar minummu aja belum cukup yank, kan kita tadi pesennya yang mahal semua!"
" Aah..apa kita harus menebus dosa kita?"
" Besok ajalah yank, tunggu hari lebaran saja!"
" Apa nggak kelamaan bang?"
" Anggap saja tidak yank, nanti kan kita kembalikan lagi dompetnya, hehe.. "
Ucap Doni sambil tertawa kecil.
" Kalau begitu, saya pergi dulu, kalian semua hati - hati dijalan ya?"
Pamit Tuan Mike.
" Baik Tuan, sekali lagi kami ucapkan banyak terima kasih. "
" Sama - sama. "
Akhirnya mobil Tuan Mike sudah pergi meninggalkan Villa mewahnya.
" Uncle.. apa mau aku buatkan minum? "
Tanya Alexa tersenyum.
" Apa kalian mengenaliku? "
Tanya Joe kesal.
" Wuaah..apa tadi uncle jatuh trus kejedot batu? sampai amnesia dadakan? "
Ucap Doni tersenyum miring.
" Kalian benar - benar sungguh keterlaluan ya! "
Joe melempar bantal kursi dibelakangnya ke arah Doni.
" Haha.. maafkan kami uncle, kami hanya main - main saja!"
Ucap Doni tertawa sambil menangkis lemparan bantal Joe.
" Main - main kau bilang, jam mahalku melayang hanya untuk membayar makanan yang tidak seberapa itu kau tau! "
Ucap Joe geram.
" Haha.. Kenapa nggak cuci piring aja uncle, pasti kagak bayar deh! "
Alexa ikut tertawa mendengarnya.
" Kau..dasar keponakan durhaka ya! "
Joe sudah siap melempar bantal satunya ke wajah Alexa, tapi tubuh altetis kekasihnya langsung menghadang dengan pelukan hangatnya.
__ADS_1
" Haiisss...dasar kalian berdua ini ya, sempat - sempatnya berpelukan sekarang!"
Ucap Joe mendekati keduanya, dan langsung menjewer telinga keduanya.
" Hahahahah "
" Ampun uncle.. kami minta maaf! "
Ucap sepasang kekasih itu tertawa terbahak - bahak.
" Kapan kalian berangkat? "
ucap Joe sambil membenahi kemejanya yang berantakan.
" Sebentar lagi uncle, apa uncle mau ikut bersama kami? "
Tanya Alexa.
" Kalian pulanglah dulu, uncle masih ada sedikit pekerjaan disini!"
jawab Joe.
" Tapi uncle nanti datang kerumah Alexa kan? "
Ucap Alexa berharap.
" Untuk apa? "
Joe mulai tersenyum miring.
" Bantuin ngomong sama ayah, bantuin jelasin siapa itu Kenand, kalau cuma aku yang bilang entah mereka percaya atau tidak! "
Ucap Alexa memohon.
" Ciihh.. setelah kau mengerjaiku, masih berani minta bantuanku ha? "
Joe mulai berdecih kesal.
" Nggak baik tau uncle jadi pribadi yang pendendam! ".
Sela Doni ikut menimpali.
" Bukanya kalian juga sama! aah..dasar pasangan gila! "
Joe mulai meninggikan suaranya.
" Baiklah, berarti kita semua sama gilanya uncle, hahahah.."
Mereka bertiga sama - sama tertawa.
Pukul sembilan malam mereka sudah sampai di bandara dan sudah bersiap akan menaiki pesawat menuju kembali ke negara tercinta.
" Kalian hati - hati dijalan, uncle akan menyusul besok!"
" Udah.. jangan lama - lama pelukannya!"
Ucap Doni melerai pelukan mereka.
" Haiis.. dasar pria yang satu ini!"
Ucap Joe gemas.
" Hehe.. aku kan juga mau meluk uncle!"
" Hisss.. aku tidak sudi dipeluk pria gila sepertimu!"
Ucap Joe tapi hanya ucapan saja, buktinya dia membiarkan saja Doni memeluknya erat.
" Terima kasih ya uncle, atas semua bantuannya! "
Ucap Doni.
" Sudahlah, jaga Alexa, jangan sampai terjadi apa - apa, kalau sampai lecet sedikit saja, aku gantung kamu di pohon cabe! "
" Haha..nggak ada yang lebih keren dari pohon cabe uncle, pohon kecambah gitu? haha.."
Ucap Doni tertawa.
" Haha.. baiklah, save flight, take care ya sayang! "
Ucap Joe sambil mengacak rambut Alexa.
" Makasih uncle, bye..! "
Akhirnya Alexa dan Doni pergi menaiki pesawat.
Didalam perjalanan Alexa terdiam dan hanya duduk termenung, tidak ceria seperti biasanya.
" Sayang, kenapa dari tadi melamun saja, ada apa? ada yang kamu fikirkan? "
Tanya Doni membelai pipi mulus kekasihnya.
" Huufft.. akhirnya aku harus kembali lagi ke kandang Singa bang, aku malas sekali membayangkannya saja! "
" Hmmm.. sudahlah, kamu pasti akan baik - baik saja! "
Ucap Doni sambil memeluk kekasihnya memberikan ketenangan.
Walau sebenarnya aku pun tak yakin sayang, apa kita tetap akan baik - baik saja.
Doni pun masih belum memikirkan rencana selanjutnya, dia masih mencari keberadaan Kenand, sebelum Kenand tertangkap dia masih sangat khawatir.
__ADS_1
" Abang janji ya, apapun yang terjadi jangan pernah tinggalkan Alexa? "
Ucap Alexa sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang kekasihnya.
" Heemm.. abang akan berjuang sekuat tenaga untuk tetap bersamamu sayang, apapun yang terjadi nanti, cukup kamu tahu, bahwa abang sangat mencintaimu! "
Ucap Doni mencium kening Alexa lama, sebenarnya dia pun takut kehilangan wanita dipelukannya saat ini.
________________________________________________
Pagi menjelang pesawat sudah mendarat dengan aman di bandara Yogyakarta International Airport.
" Sayang, kamu naik taksi duluan aja ya, abang akan mengikutimu dari belakang! "
Ucap Doni.
" Apa tidak sebaiknya kita menemui ayah sekarang dan menjelaskan semua tentang Kenand? "
" Kita belum mengetahui keberadaan Kenand sayang, dan polisi saja belum bisa menangkapnya sampai saat ini? "
" Kita hanya perlu menunjukkan bukti itu, ayah pasti bisa mencari tahu sendiri! "
Ucap Alexa meyakinkan.
" Hemm.. baiklah kalau itu keinginanmu, kita akan temui ayahmu dan menjelaskan semua sekarang juga! "
Ucap Doni tersenyum ragu.
Akhirnya mereka berangkat menuju ke kediaman rumah mewah Alexa, yang dia juluki sebagai kandang Singa itu.
Tok..Tok..
Alexa mengetuk pintu rumahnya.
" Ehh.. non Alexa sudah pulang, woow..siapa pria tampan ini nona? "
Tanya si Bety pembantu rumah Alexa yang centilnya melebihi muatan truk itu.
" KEKASIHKU TERCINTA..! "
Ucap Alexa menekankan kata - katanya, sambil berlalu masuk ke dalam.
" Wuaaah.. mirip artis idolaku ini nona! "
Ucap Bety sambil mengedip - ngedipkan kedua mata besarnya.
Doni hanya tersenyum geli melihat asisten rumah tangga Alexa sambil mengekor dibelakang tubuh Alexa.
" Ayah dimana bi? "
" Ada di teras belakang nona, sedang minum teh bersama nyonya."
Jawab Bety dengan senyum bahagia, seperti mendapat vitamin ekstra di pagi hari.
" Abang ayok kita temui ayah dan mama? "
Alexa menarik tangan kekasihnya.
" Huufft "
Doni menghela nafas panjang, mencari energi dan kekuatan untuk bertemu dengan orang tua Alexa, bahkan ibaratnya Wilson lebih menakutkan dari pada Singa hutan sebenarnya.
" Abang.. santai saja, aku selalu ada dipihakmu! "
Ucap Alexa melihat keraguan di wajah Doni.
" Haaah.. apapun yang terjadi, kamu jangan bersedih ya sayang, kamu harus tetap jadi Alexa yang kuat dan ceria! Okey.. "
" Selagi masih ada abang, aku pasti kuat, tarik nafas dulu bang, inhale... exhale...! "
Ucap Alexa mempraktekan.
" Kamu kira abang mau melahirkan?"
Ucap Doni tersenyum.
Cup
" Biar semangat! "
Kecupan manis mendarat di bibir Doni.
" Mau lagi dong? "
Ucap Doni manja.
Alexa menoleh ke kanan dan ke kiri, sepi..
Ditariknya tangan Doni ke salah satu sudut ruangan, dilahapnya bibir Doni dengan lembutnya, Doni memejamkan matanya menikmati ciuman Alexa, baru kali ini Alexa memulainya terlebih dahulu.
Tanpa sengaja adegan panas itu terlihat oleh Bety yang sedang membawakan teh untuk mereka.
" Astaga.. apakah sinetron faforitku sudah mulai jam segini, mas Al.. mbk An? "
Bety melongo tanpa berkedip sedikitpun melihat acara siaran langsung pagi ini.
Iklan dulu ya gaes, besok kita lihat, Singanya ngamuk apa kagak ya?๐
Author lagi kurang enak badan nih..
Jangan lupa Like..Like..Like, dan berbaik hatilah meninggalkan VOTE kalian.
__ADS_1
Terima kasih atas semua dukungannya๐ฅฐ