CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
105. Perang melawan kesombongan.


__ADS_3

...πŸƒπŸƒ HAPPY READING πŸƒπŸƒ...


πŸ¦‹


Hari ini keadaan Alexa sudah mulai membaik, siang ini dokter sudah mengijinkannya pulang kerumah dengan syarat harus tetap rawat jalan untuk mengecek kondisi jahitan lengannya.


" Akhirnya kamu sudah diperbolehkan pulang sayang."


Ucap Doni tersenyum lega, melihat keadaannya sudah membaik.


Alexa hanya diam saja, dia malah memasang muka sedihnya.


" Lho.. kamu sudah boleh pulang kenapa malah kelihatan sedih oneng? "


Tanya Joe terheran.


" Aku lebih suka tinggal disini."


Ucap Alexa menunduk.


" Wuaah.. kamu sekarang sudah benar -benar jadi oneng markoneng seutuhnya, baru kali ini ada orang yang lebih suka tinggal dirumah sakit daripada pulang ke istana mewah."


Ucap Joe mengejek.


" Bang.. bilangin sama dokternya dong, sehari lagi aja aku disini? "


Pinta Alexa memasang wajah melasnya.


" Emang kenapa sayang? "


Tanya Doni sambil membelai rambut pujaan hatinya.


" Aku masih pengen deket sama abang, kalau aku pulang entah kapan lagi aku bisa lihat abang? "


Alexa mulai membayangkan suasana kerajaan singa.


" Ciih.. dasar manusia - manusia bucin akut! "


Ucap Joe menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang tunggu.


" Sayang.. abang janji, akan secepatnya mencari solusi terbaik."


ucap Doni menenangkan.


" Janji ya bang."


" Iyah.. sekarang kita siap -siap pulang ya? "


" Janji adalah hutang lho bang, awas saja kalau abang kabur, aku gentayangin tiap malam !"


" Emang kamu dedemit apa?"


Doni tersenyum menanggapi celotehan gadisnya.


" Aku bisa lebih mengerikan dari sekedar dedemit atau sejenis hantu lainnya kalau sudah marah? "


" Huuu.. jadi merinding, jangan - jangan temen kamu dateng lagi? "


" Abanggg..!"


Jerit Alexa.


" Hehe.. iya sayang, abang pasti cari cara untuk menghalalkan kamu nantinya."


Doni memeluk Alexa dengan erat.


" Woooiiii.. masih pagi, belom saatnya tayang drama kalian! "


Joe melempar bantal kecil ke arah Doni.


" Haiiiss.. aku lupa kalau ada jomblo disini! "


Ucap Doni.


" Bentar lagi udah bulan puasa lho uncle, masak masih sendiri aja ? "


Ledek Alexa.


" Apa hubungannya? "


Tanya Joe heran.


" Ntar kagak ada yang bilang, bangun yank sahurr..!"


Ucap Alexa dengan gaya centilnya.


" Ada yank..!"


Sela Doni nimbrung.


" Siapa? "


Tanya Alexa cepat.


" Alarm.. haha."


" Haha..hari gini masih setia aja ama alarm, kacian uncleku yang malang, sia -sia lah Bibi melahirkan putranya dengan wajah tampan tapi kagak laku, haha..!"


Alexa puas meledek.


" Haaiisss.. padahal aku baru menyusun siasat perang melawan kesombongan, tapi kayaknya aku batalin aja deh! "


Ucap Joe geram.


" Maksudnya? "


Tanya Alexa berhenti tertawa mendapat sinyal buruk dari wajah Joe.


" Aah.. sebenarnya sepulang dari sini aku mau menolong kalian untuk mendapatkan restu dari ayahmu, tapi kayaknya aku jadi malas, aku balik Korea aja lah habis dari sini."


Joe mulai merapikan lengan bajunya pura - pura bersiap pergi.


" Uncle ku yang tampan.. aku cuma bercanda, jangan pulang dulu dong aku kan masih rindu."


Cegah Alexa sambil mendekat dan memeluk lengan Joe dengan tangan sebelah.


" Sayang.. ngak usah peluk - peluk gitu juga kali."


Doni melerai pelukan dua bersaudara itu.


" Haah.. aku booking pesawat sekarang ajalah."


Joe melanjutkan dramanya.


" Aww.. aww.. aww.. kenapa lenganku jadi sakit aww..!"


Alexa berakting kesakitan.


" Kenapa? ada apa?"


Dua pria tampan itu serentak berkata dan langsung mendekati Alexa.


" Aahh.. uncle, jahitan tanganku tiba - tiba berdenyut sakit sekali."

__ADS_1


Ting.. Alexa mengedipkan satu matanya ke arah Doni.


" Astaga, apa perlu aku panggilkan dokter? "


" Aah.. sudahlah, tidak apa -apa, ayo kita siap - siap pulang uncle."


" Baiklah.. kita kemasi barang -barangmu dulu."


" Uncle..?"


" Apa? "


" Jangan pulang dulu ke Korea, nanti siapa yang nemenin aku dirumah, abang mana bisa tiap hari temenin aku, bisa di cakar Singa nanti dia."


Rengek Alexa.


" Iya.. uncle akan menemanimu sampai kamu sembuh! "


" Terima kasih uncle ku yang tampan."


Ucap Alexa memeluk Joe dan tangannya ber toss ria dengan tangan Doni.


________________________________________________


Di ruangan kerja Wilson, mama Alexa datang membawakan secangkir kopi untuk menjalankan misinya.


Joe sudah menyiapkan segalanya, dia mengirim semua berkas fail kantor lama maupun baru agar terlihat banyak dan menyuruh orang kantor mengantar kerumahnya.


Joe memang tidak punya saham di perusahaan pusat Wilson group, dia mendapat bagian perusahaan di cabang Korea yang juga sama besarnya, tapi seluruh karyawan kantor pusat mengenalinya karena dia merupakan adik dari pemilik perusahaan tersebut, dan dulu dia juga ikut merintis perusahaan itu dari awal.


" Yah.. ini mama buatkan kopi, sepertinya pekerjaan ayah banyak banget? "


Ucap mama Alexa memulai perjuangannya.


" Hemm.. aku juga heran, baru sehari tidak datang kekantor, kenapa filenya numpuk banyak."


" Mau aku bantu yah, aku juga masih inget lho pekerjaan sekertaris."


Ucap Mama Alexa yang dulu memang menjadi sekertaris suaminya itu.


" Nggak usah, kamu keluar saja, biar aku selesaikan sendiri."


Mama Alexa memutar otaknya, gimana caranya membuat lengah suaminya.


" Sayang.. kalau gitu aku bantu pijit aja, biar kamu sedikit rileks."


Mama Alexa mulai memijit tengkuk leher suaminya dengan pelan dan sedikit memberikan tiupan lembut.


" Mah.. sudahlah.."


Wilson mulai merem melek, merasakan sensasinya, disitulah kelemahan dari sosok pria arogan seperti Wilson, hanya mama Alexa yang mengetahuinya.


" Dilanjut aja yah, itu filenya masih banyak yang belum di tanda tangani."


Wilson mulai membalikkan satu persatu filenya, dan saat file berwarna hijau yang Joe selipkan sudah terlihat, mama Alexa mulai memecahkan konsentrasi suaminya.


" Yah.. apa kamu masih ingat dengan Broto?"


Ucap Mama Alexa perlahan.


" Broto mantan kekasihmu yang gila itu !"


Wilson mulai memanas.


" Hehe.. dia sekarang sukses lho yah jadi juragan."


" Juragan apa..?"


Wilson sudah mulai hilang konsentrasi, pikiran melayang tapi tangan tetap membolak balikkan file didepannya.


" Ciih.. cuma properti aja, tidak ada seujung kukunya dengan kekayaanku! "


Sombongnya mulai keluar.


" Itu yah tanda tangani, kenapa dibolak balik aja dari tadi."


" Ahh.. iya, file apa ini? "


Wilson baru ingin membaca ulang tapi sudah disela ucapan mama Alexa.


" Kata Dian, dia masih terlihat gagah sampai sekarang."


Mama Alexa memejamkan matanya.


" Apah kamu bilang? "


Emosi Wilson keluar.


" Itu kalau menurut Dian, kalau menurut mama sih gagah ayah kemana - mana dong, itu tuh..sambil tanda tangan, entar nggak kelar - kelar kerjaan ayah."


File hijau mulai dibuka.


" Itu sudah ayah bolak balikin ampe berkali - kali yah, masih mau baca lagi, apa ayah sudah mulai pikun? "


" Kamu ngatain aku pikun? "


" Bukan.. udah cepet selesaikan, lagian itu file juga pasti sudah dicek sama asistenmu, kelamaan deh di bolak - balik mulu."


Srett..srettt...


File hijau berhasil ditanda tangani dengan sempurna.


" Apa ayah mau dibawain cemilan? mama udah buatkan puding buah buat ayah, agar tetap awet muda lho."


" Haah.. aku sedang tidak berselera makan! "


Wilson mulai membuka file baru dan menumpuk file hijau dengan yang lainnya.


" Kalau begitu mama ke belakang dulu ya."


" Udah mijitnya? "


" Hehe.. mama haus, mau minum dulu!"


Ucap Mama Alexa keluar dengan senyum merekah.


Dia segera mengetikkan pesan singkat pada Joe menceritakan tentang keberhasilan misi utamanya.


_______________________________________________


Dilain sisi Vian dan Bening yang sedang berduaan dikamar sedang berbincang hangat membicarakan masa depan anaknya nanti.


" Yank.. besok kalau anak kita cewek mau kasih nama apa?"


Ucap Vian sambil mengelus perut istrinya yang sudah sedikit membuncit.


" Siapa ya? emang anak kita cewek ya? bukan cowok?"


Tanya Bening heran.


Tulilutt..


Hp Vian berbunyi.

__ADS_1


" Bentar yank, aku angkat telepon dulu."


Ucap Vian menyambar hp diatas nakasnya.


" Selamat siang bos, saya berhasil menangkap orang yang bernama Kenand, lalu mau kita apakan dia sekarang bos? "


Ucap anak buahnya.


Vian memang langsung mengerahkan anak buahnya untuk mencari Kenand, setelah Doni menceritakan kisah Alexa dalam perjalanan pulang dari Paris yang terkesan mendadak.


" Kerja yang bagus, jaga dia jangan sampai lolos, biar Doni yang mengurusnya, dia yang punya wewenang dengan manusia licik satu itu, aku akan segera menghubunginya."


" Siap Bos."


Vian segera mendail nomor Doni.


Tuuutttt...


Tuuuuttt...


Tuuuuuttt...


" Kemana bocah satu itu, kenapa tidak diangkat."


" Mungkin masih ngurusin Alexa yank, chat aja, nanti juga dibaca."


Saran Bening.


" Iya juga yah."


Vian mulai mengetik pesan dan mengirimnya.


" Beres.. sampai dimana pembahasan dedek kita tadi yank?"


Ucap Vian kembali mengelus perut Bening dengan lembut.


" Cewek apa cowok? "


" Ahaaa...! aku punya ide."


"Apaan? "


" Kamu mau tau, dedek kita cewek apa cowok?"


" He em."


Bening menggangukkan kepalanya.


Sreeekkk...


" Yank.. apaan sih?"


Bening terkejut.


" Biar dedeknya aku tengokin dulu"


" Yank.. ini masih siang!"


" Justru karna siang, cuaca cerah jadi bisa kelihatan."


Vian memulai aksinya.


" Emang bisa yank? "


" Makanya kita coba dulu."


Vian sudah memposisikan wajahnya di sumber yang kelak sudah pindah kepemilikan setelah bayinya melihat dunia.


" Tapi yank..!"


Bening sudah menduga akan ada serangan dadakan.


" Besok kalau dedek lahir masih boleh gini kagak yank?"


Ucap Vian menjeda.


" Ya enggaklah, masak mau rebutan sama dedek!"


Bening menjewer telinga suaminya.


" Yaudah..aku yang lainnya aja deh, hehe.."


Tulilut.. tulilut..


Hp Vian berbunyi.


Diabaikan dong lagi asyik -asyiknya terbang ke nirwana gitu lho.


Tulilut.. tulilutt 10x


" Yank.. angkat dulu itu."


Ucap Bening.


" Biarin.. nangung nih.."


Vian tetap menjalankan pengeboran sumur tadi.


" Berisik yank.."


" Haisss.. siapa sih!"


Vian menjeda.


" Selamat siang tuan muda."


" Haiiss.. kamu Don, kenapa lagi."


Vian kembali melanjutkan karapan sapi yang tertunda dengan santai sambil tetap menempelkan benda pipih itu di telinganya.


" Apa saya boleh sedikit bermain - main dengan Kenand si pria licik itu!"


" Terserah lah.."


Terdengar suara kasak kusuk Bening dibalik layar.


" Tuan muda sedang apa? "


Tanya Doni penasaran.


" Sedang mengunjungi hasil karyaku."


Ucap Vian seperti sedang lari maraton.


" Hasil karya apa? maksudnya gimana?"


" Haaaiisss..kamu mengganggu saja! "


Tuuuttttt.. telepon terputus sepihak.


Doni terbengong seperti orang begok, memikirkan sesuatu hal yang seharusnya tidak dia pikirkan.


Author pun tidak tahu dan tidak mau tahu..🀣

__ADS_1


Dan buat kalian jangan lupa jempolnya ya.. mana hayo LIKE..LIKE..LIKE..ditunggu😘


__ADS_2