
...🌲🌲Happy Reading🌲🌲...
Lima belas menit sudah Bening menunggu Vian yang tak kunjung datang, dia mulai bosan, sudah satu gelas jus jeruk habis diminumnya.
"Aahhh..Kenapa Vian lama sekali!!"
Bening mulai kesal.
Cek..cek..
Terdengar suara merdu seseorang dengan mic diatas panggung kecil disudut kafe tersebut.
"Penyanyi itu kenapa mirip temen gue yaa?"
ucap Bening lirih sambil menyandarkan punggungnya kekursi.
"Untuk gadis cantik baju biru navy diujung sana?apakah mau menyanyikan lagu bersama saya?"
seru seseorang dari atas panggung kearahnya.
"Gue..?"
tanya Bening terkejut.
"Iyaaa...kamu! kamu Bening kan? kemarilah..Sudah lama kita tidak duet bersama!"
ujar Kevin dari atas panggung, ternyata benar dugaan Bening, dia Kevin teman sekelas masa SMA dulu.
"Benar..ternyata dia Kevin!".
Bening maju kedepan dengan tersenyum, dari pada bete nungguin dari tadi mending gue nyanyi dulu pikir Bening.
"Haiii..lama tak berjumpa,apa kamu ingat aku?"
"Kamu Kevin kan? kita dulu satu kelas, mana mungkin aku lupa!"
ucap Bening.
"Kamu suka bernyanyi?"
Bening mengganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Kamu mau nyanyi lagu apa?"
tanya Kevin
Bening berbisik ke telinga Kevin dan Kevin pun mengganguk tanda menyetujui permintaan Bening.
Suara Bening terdengar merdu sekali, seluruh pengunjung kafe terkesima melihatnya, suaranya bagus hampir mirip dengan penyanyinya, dia menyanyikan lagu dari Geisha berjudul
"Lumpuhkanlah Ingatanku"
.....
Lumpuhkanlah ingatan ku
Hapuskan tentang dia..
Hapuskan memoriku tentangnya
Hilangkanlah ingatanku
Jika itu tentang dia
Kuingin ku lupakan nyaaaa...
Ternyata penampilan Bening tak luput dari pandangan seseorang.
Vian sudah muncul didepan kafe saat Bening mulai menyanyikan lagu, kemudian dia berjalan kedepan lewat samping pengunjung, Bening tidak menyadarinya.
Bening mengakhiri lagunya dengan tersenyum kepada semua pengunjung dan disambutnya dengan tepuk tangan yang meriah.
Terlihat seseorang membawa sebuket mawar putih besar dan ditengahnya ada mawar merah berbentuk hati dengan senyuman yang mengembang sedang menaiki panggung.
"Bunga cantik untuk gadis cantik dengan suara cantik pula,maaf aku datang terlambat!"
ucap Vian sambil menyerahkan bunga itu kepada Bening diatas panggung.
Semua pengunjung kembali bertepuk tangan melihat keromantisan mereka yang terkesan uwuuuuww itu.
"Terimakasih sayang"
ucap Bening dengan senyum manis dan memperlihatkan lesung pipinya.
"Kita kembali kemeja yuk"
ajak Vian.
"Kevin aku turun ya"
__ADS_1
seru Bening kepada Kevin yang sedari tadi memandangnya.
"Okey..Terima kasih sudi bernyanyi denganku!!"
ucap Kevin tersenyum, dijawab Bening dengan anggukan.
"Sayang siapa dia? kenapa dia mengajakmu bernyanyi? kenapa kamu tersenyum padanya?dan kenapa kamu menyanyikan lagu itu? kamu masih ingat dengan mantanmu?"
Berderet pertanyaan Vian ia lontarkan sambil menggandeng Bening kembali ke meja mereka.
"Sayang..ayok kita makan, aku sudah lapar, kamu lama sekali!"
ucap Bening tak menggubris pertanyaan Vian.
"Sayang jawab dulu pertanyaanku!"
"Yang mana? satu-satu nanyanya?"
"Siapa dia?"
"Dia temanku waktu sma dulu!"
"Trus kenapa kalian bisa bernyanyi bersama?kamu janjiann yaa!"
tuduh Vian.
Bening menghela nafas panjang, kenapa pacarnya jadi posesif begini pikirnya.
"Tadi dia tak sengaja melihatku dari atas panggung dan mengajakku bernyanyi, daripada bete nunggu kamu lama kan!"
jelas Bening.
"Maaf sayang, tadi macet parahh, tau sendiri kalau malam minggukan! "
Vian menjelaskan.
"Its okey, bisa kita makan sekarang? "
tanya Bening.
"Tunggu! satu lagi! "
"Apalagi yank?"
"Kenapa kamu nyanyi lagu itu, apa kamu mengingatnya kembali kalau aku tidak ada disampingmu!"
"Lagu lainkan banyak, kenapa mesti lumpuhkanlah ingatanku, curhat banget kan itu!"
Vian masih saja protes.
"Aaahhh... Lain kali aku akan menyanyikan lagu Bintang kecil atau balonku ada lima aja kalau begitu!"
ujar Bening kesal.
"Hehehe..Itu lebih bagus, kalau tidak keroncong aja yank"
ucap Vian sambil tertawa.
"Dasar cowok posesif!"
ucap Bening lirih.
"Apa yank?"
"Heemm.. Ayok makan steaknya enak banget deh"
ucap Bening mengalihkan pembicaraan.
Mereka mengghabiskan malam minggu dikafe sambil terus bercanda hingga akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
Doni masih setia menunggu tuan mudanya diparkiran dan segera membukakan pintu belakang untuk tuan mudanya.
"Sayang asistenmu itu umurnya berapa?"
tanya Bening kepada Vian didalam perjalanan pulang kerumah Bening.
"Don..kamu umurnya berapa?"
tanya Vian pada Doni yang sedang fokus mengendarai mobil.
Dia memang tak terlalu ambil pusing dengan siapapun yang diutus ayahnya menemaninya, karena sudah pasti semua orang kepercayaan ayahnya orang hebat dan cerdas.
"25 tahun tuan"
ucap Doni.
"25 tahun sayang"
ucap Vian kepada Bening.
__ADS_1
"Sayang kalau asistenmu dulu kuliah dimana?"
tanya Bening lagi.
Vian sudah mirip seperti perantara padahal tinggal ngomong langsung juga sudah mendengar, tapi Bening malas karena mengingat semua pertanyaan sewaktu mengantar tadi tidak ada jawaban yang pas menurutnya.
"Don..kamu dulu kuliah dimana?"
Vian masih belum menyadari kekonyolannya.
"Di UGM tuan"
jawab Doni singkat.
"Di UGM sayang"
ucap Vian kepada Bening.
"Jurusan apa sayang"
tanya Bening kembali.
"Juru....."
Vian tidak melanjutkan pertanyaanya lagi.
"Sayang! kenapa kamu ingin tau latar belakang Doni! apa kamu menyukainya? apa tadi sewaktu Doni mengantarmu ada sesuatu yang aku tidak tahu!"
seru Vian kepada Bening.
"Donnnn...! berhenti didepan! Turun! kamu pulang naik taksi..!"
perintah Vian kepada Doni.
"Heemmm..Baik tuan muda"
Doni menghela nafas panjang.
"Doniiii..diam disitu!"
Bening angkat bicara.
"Sayangg..Doni itu satu kampus denganku,aku seperti pernah melihatnya makanya aku bertanya padamu!dan sewaktu mengantarku tidak terjadi apa-apa! aku tidak menyukainya, dia dingin kayak kulkass gituh.. mana mungkin aku menyukainya, aku kan sudah punya kamu! aku sangat dan sangat mencintaimu"
Jelas Bening tersenyum malu dan panjang lebar sambil bergelayut manja di lengan Vian, masa bodohlah malu sikit daripada panjang ceritanya batinnya dalam hati.
Bening tak habis pikir kenapa Vian bisa berargumentasi seperti itu padanya.Posesifnya kumat lagi kayaknya.
"Benarkah kamu sangat mencintaiku?"
ucap Vian tersenyum bangga.
"Tentuuulah yank!"
Vian sudah menahan tengkuk Bening dan segera melancarkan aksi ciumanya.
Tapi Bening segera menahan dengan kedua tanganya.
"Sayang..! jangan sekarang..malu ada Doni didepan!"
ucap Bening terkejut.
"Donnnn! kamu tidak melihatnya kan?"
seru Vian.
"Tidak tuan muda"
Sambil memalingkan muka dan melempar pandangan keluar.
"Tuuhhhh.. dia tidak melihat kita!"
ucap Vian langsung menyambar bibir Bening dengan rakusnya yang masih ingin berbicara, dilumatnya semakin dalam sampai Bening melenguh kehabisan nafas.
"Yaa Tuhan, apa mereka kira aku bukan lelaki normal, aku juga menginginkanya! Tuhan beri aku jodoh yang manis dan cantik seperti milik tuan muda"
ucap Doni dalam hati.
Jiwa jomblonya meronta-ronta, selama ini dia hanya fokus bekerja tidak memikirkan pasangan, namun ketika melihat keromantisan tuan mudanya, dia jadi kepikiran.
"Aahh.. Setelah proyek tuan muda yang ini selesai aku akan mengambil cuti dan mencari pasangan!"
ucap Vian mantapp dalam hati.
Ada yang berminat dengan Doni gaesss, nantikan ke uwuwwan mereka lagi yaa..
Jangan lupa tinggalkan Like,Vote,Koment kalian ya gaess😘😘
Terima kasih🥰
__ADS_1