
...🌿🌿 HAPPY READING 🌿🌿...
..." Bumi ini cukup untuk TUJUH GENERASI, tapi tidak cukup untuk TUJUH ORANG yang serakah "...
Begitulah pepatah yang menggambarkan pribadi seseorang dibumi ini, yang tidak pernah merasa cukup dan bersyukur.
Atau mungkin Rudy Wilson adalah salah satu dari tujuh orang itu, maybe yes maybe no 🙃
Setelah dua jam dari pemeriksaan, Wilson mulai menggerakkan tangan dan mulai membuka matanya.
" Ayah? kamu sudah sadar?"
Tanya mama Alexa tersenyum melihat suaminya sudah membuka mata.
" Kamu?"
Wilson mengedipkan matanya yang terlihat masih buram.
" Iya.. aku istrimu, apa kamu baik - baik saja? mana yang terasa sakit?"
Kata mama Alexa khawatir.
Wilson mengedarkan pandangannya disekitar ruangan, terlihat Joe berdiri disamping mama Alexa, juga Alexa dan Doni didekatnya.
" Kamu.. apa benar kamu sekarang menjadi salah satu pewaris keluarga Herlambang group yang ada di Tokyo?"
Ucap Wilson dengan suara paraunya.
Dasar orang tua satu ini, baru bangun dari sekaratpun yang diingatnya tetap hanya harta dan jabatan, sungguh manusia tidak ada yang sempurna.
Joe berbisik ditelinga mama Alexa.
" Mbak lihat siapa suami mbak sekarang? pokoknya kita tetap harus meneruskan misi kita, mbak mau suami mbak menjadi salah satu penghuni kerak Neraka suatu saat nanti?"
" Haaah.."
Mama Alexa menghela nafas panjang, ternyata suaminya belum sadar akan arti keluarga yang sesungguhnya.
" Ayah.. jangan berfikir yang terlalu berat, ayahkan baru sadar!"
Ucap Alexa memegang tangan ayahnya.
" Kenapa kau diam saja? apa itu hanya bualan belaka?"
Wilson berkata dengan pelan.
Maafkan aku tuan muda, aku harus bilang iya tentang warisan itu untuk saat ini, daripada makin ribet urusannya.
" Seperti yang anda dengar sendiri om."
Ucap Doni menunduk.
" Wuaaahh.. ternyata kamu sekarang jadi kaya raya juga pret."
Ucap Joe menaikkan salah satu sudut bibirnya.
" Lalu apa kau masih akan tetap membeli saham perusahaanku?"
ucap Wilson menajamkan pandangannya.
Joe menendang kaki Doni pelan tapi pasti, saat Doni hanya menundukkan pandangannya.
" Berbohong untuk kebaikan, tidak akan membuatmu masuk Neraka, anggap saja kamu sedang berjihad."
Bisik Joe pelan.
" Haaah.. iya om."
Jawab Doni terasa berat.
" Kau.."
Wilson merasa sesak mendengarnya, dia berfikir akan benar -benar kehilangan separoh aset kekayaan miliknya.
" Daripada jatuh ke tangan orang lain, lebih baik jatuh ke tangan calon menantu sendiri, om tetap bisa memiliki aset perusahaan om sepenuhnya."
Ucap Doni ketar - ketir.
" Wuaaah.. kamu sudah berani pasang kuda - kuda ya?"
Ledek Joe mendengar penuturan Doni yang di luar dugaan.
" Cieeee.. calon mantu."
Ledek Alexa sambil menyenggol lengan kekasihnya yang sudah merah padam.
__ADS_1
Sudah kepalang basah, ya renang saja, orang sombong dan gila harta memang harus disambut dengan membusungkan dada, bukan dengan menunduk dan perlahan mundur.
Doni bermonolog sendiri dan menebalkan sedikit wajah tampannya.
" Cih.. kau benar - benar berani sekarang!"
Wilson masih bisa berdecih rupanya.
Mama Alexa tersenyum bahagia, sepertinya suaminya akan segera membuka palang untuk hubungan anaknya.
" Om.. tolong restui hubungan kami, saya berjanji akan membahagiakan Alexa, dan akan mengembalikan semua aset dan perusahaan om atas nama om sendiri."
Doni makin lihai dalam bersandiwara.
" Kau berhutang banyak padaku, sebentar lagi akan ku kirim daftar imbalan yang harus kau berikan padaku."
Bisik Joe di telinga Doni.
" Ayah.. tolong restui hubungan kami yah, tolong untuk kali ini saja, buatlah aku bangga memiliki seorang ayah sepertimu."
Alexa menitikkan air matanya.
" Hemm.. dengan satu syarat, teruskan perjuangan ayah mengelola perusahaan Wilson group."
" APAAAA..?"
Semua terkejut mendengar penuturan seseorang yang angkuh, sombong dan gila harta itu.
Beberapa hari hidup sendiri di rumah mewah, megah dan luasnya bisa buat main bola satu kampung itu, Wilson merasakan kesepian, apalagi berjauhan dengan istrinya, segila - gilanya dia soal harta, tapi dia benar - benar tidak bisa jauh dari istrinya yang sangat memperhatikannya.
Saat membuka mata, istrinya tidak ada disampingnya, kandang singa itu berubah menjadi seperti rumah hantu tanpa kehadiran ibu negara.
" Lakukan apa yang kalian mau, dan kembalilah disisiku lagi."
Wilson meraih tangan istrinya ke dalam pelukannya.
" Aah.. sepertinya kita harus meninggalkan dua sejoli ini untuk mengenang jaman kunonya."
Joe mengandeng lengan Alexa keluar dari ruangan itu.
" Ckkk... awas uncle, aku mau ditengah.
Doni langsung memisahkan rangkulan Joe di tubuh Alexa.
" Haiiiisss kau ini..! aku sudah membantumu mendapatkan restu! apa kau lupa?"
" Om kan tidak melakukan semua ini dengan ikhlas?"
Ucap Doni santai.
" Maksudnya gimana ini bang?"
Alexa terheran melihat dua pria tampan disampingnya.
" Dia sudah menyiapkan daftar imbalan yang harus abang bayar untuk paman licikmu itu!"
Ucap Doni berbisik ditelinga Alexa sambil merangkul gemas lengannya.
" Benarkah?"
Alexa ikut merasa kesal, padahal dia sudah bangga sekali tadi melihat hasil rencana pamannya, sekarang sirna sudah, terbawa angin sepoi - sepoi di sore hari.
" Itulah sifat asli pamanmu!"
Bisik Doni lagi.
" Kalau kalian terus mengumpatku yang tidak - tidak, aku akan balik kanan membongkar semua kebohongan ini, biar kalian dipisahkan lagi."
Ucap Joe dengan senyum liciknya.
" Haaiiis.. jangan gitulah uncle, okey - okey.. tulis saja semua yang uncle inginkan!"
Ucap Doni ketakutan.
Yang benar saja, baru saja dia mendapatkan lampu hijau yang sulit dia dapatkan, apapun akan dia lakukan demi dia.. dia siapa? yaa Alexa lah masak demi sang Author yang lemah ini 😛
" Imbalan pertama yang harus kamu bayar adalah?"
Ucap Joe tersenyum miring.
" Apa? "
Doni dan Alexa serentak menoleh.
" Nomor Hp sekertarismu!"
__ADS_1
Joe mengeluarkan smartphone mahalnya.
" Ciiihh.. itu saja?"
Doni terkejut mendengarnya.
" Cieeee.. uncle sudah lelah menjomblo?"
Ledek Alexa sambil tertawa.
" Diamlahh..!"
Teriak Joe.
" Apa uncle mau aku jomblangin sama dia?"
Tanya Doni tersenyum getir mengingat kejadian dosa termanis dengan Naisya saat di apartementnya kala itu.
" Heiii.. kau pikir aku lemah? aku pria sejati yang bisa menaklukan hati seorang wanita dengan gayaku sendiri asal kau tahu!"
Joe tidak terima.
" Lalu kenapa nomor Hp saja uncle tidak bisa mendapatkannya sendiri?"
Alexa ikut menimpali.
" Dia sangat tertutup orangnya, pendiam bahkan seperti terlihat trauma dengan seorang laki - laki, dia bahkan tidak menatapku saat aku ajak bicara, dia benar - benar membuatku penasaran."
Joe mengingat sosok Naisya.
" Penasaran atau naksir nie?"
Ledek Alexa.
Doni menjadi merasa bersalah atas perbuatannya.
Astaga, apa yang sudah aku lakukan, bagaimana kalau dia semakin trauma dengan laki - laki setelah kejadian itu.
" Tenang saja uncle, nanti aku kasih buku panduan seribu satu cara menaklukkan hati wanita dingin."
Ucap Alexa semangat.
" Kayak kamu tau aja, hubungan mu saja harus banyak drama baru dapat restu, sok tahu Lu..!"
" Liat aja entar ya kan bang.. bang? kok malah ngelamun sih? ngelamunin apa?"
Suara cempreng Alexa membuyarkan lamunan Doni tentang sosok sekertaris barunya.
" Aah ya.. kita pasti akan membantumu uncle, pasti itu!"
Doni menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Untuk saat ini nomornya saja dulu, sepertinya dia tidak begitu menyukai pria yang agresif."
" Emm.. atau gini saja, uncle jalin saja kerja sama dengan perusahaan tempat bang Doni, jadikan uncle bisa sering bertemu dengan sekertaris abang."
Ide cemerlang Alexa muncul dengan sendirinya.
" Wuuaaahhh... kau benar - benar keponakan uncle yang cerdas!"
Joe mulai memikirkan siasat terbarunya.
" Siapa dulu dong, Alexa..!"
Alexa mengibaskan rambut panjangnya kebelakang.
" Aku akan segera mendapatkan calon bibi cantik untukmu!"
Joe tertawa bahagia membayangkan segala ekspetasi konyolnya.
" Bibiiii... bersiaplahhh!"
Alexa bersorak riang.
Lain mereka, lain pula Doni yang kembali melamun dengan sejuta penyesalannya.
Semangat uncle Joe.. author mendukungmu.
Hayo..hayo.. mana jempol cantik kalian.
Vote nya jangan lupa, berbagilah di bulan penuh ampunan ini😊
Selamat menjalankan ibadah puasa ya gaes..
Maafkan Author kalian yang masih banyak kekurangan ini.
__ADS_1
Terimakasih😍