
...🌻🌻🌻Happy reading🌻🌻🌻...
Mobil mewah RangeRover Vian sudah memasuki pelataran rumah Bening,karena Bening menginginkan sementara kembali kerumah Bening dan Vian memakluminya,ia akan mengikuti kemanapun yang Bening mau.
"Mas udah..aku jalan sendiri aja!!"
ucap Bening yang kelabakan karena saat dibukakan pintu tangan Vian sudah cekatan mengendong Bening.
"Kalau gitu kamu gendong mami aja Vian!!"
ucap mami Bening menggoda.
"Dih mami ini genit deh!!"
ucap Bening kesal.
"Aku rindu pelukan nak Vian yang hangat kala itu!opssshh..haha"
tawa mami pecah sambil berjalan memasuki rumahnya dengan santai.
"Haaah..ingatan Mamimu benar-benar luarr binasahhh!"
ucap Vian menahan rasa malunya mengingat masa pingitan yang tidak terlupakan dalam sejarah hidupnya.
"Memori card nya kualitasnya bagus!tidak sepertimu gampang rosak!!"
ucap Bening tersenyum.
"Aku rindu senyuman itu sayang!!"
ucap Vian mengesekkan hidung mancungnya kehidung Bening karena sudah sekian lama tidak melihat senyuman manis terbit dari wanita yang kini dipelukannya itu.
"Ciiihhh..Aku masih marah samu mas,ingat ituuu!!"
ucap Bening meledeknya.
"Aku akan menebusnya dengan segenap jiwa dan ragaku sayang,mau kamu apakan aja tubuhku ini aku pasrah yank!!"
ucap Vian tersenyum menggoda.
"Diiihhh..Kamu promo,kenapa tidak sekalian ada tulisannya buy one get one free!"
ucap Bening heran,benar kata maminya,kalau gombalannya sudah keluar brati dia sudah waras sepenuhnya.
"Emang mau bagi-bagi??"
ucap Vian meledek.
"Aku tidak perdulii,awass minggir,aku mau masuk!!"
ucap Bening kesal.
Greeeeppppp...
"Enggak akan aku bagi-bagi deh,aku milikmu seorang Bening ayu handoko!!"
ucap Vian memeluk Bening dari belakang.
Walaupun kesal seperti apapun,seorang istri pasti bisa memaafkan kesalahan suami yang dicintainya.
Karena itu juga,bukan kesalahan Vian sepenuhnya,bahkan Vian seperti itu juga karena mengorbankan tubuhnya demi melindungi istrinya.
Dalam hidup,Kunci kebahagiaan adalah saling memaafkan.
Dan mereka masih bersenda gurau sampai mereka tertidur berpelukan karena rasa lelah yang melanda sampai siang hari.
Tok..tok..
"Ehh..Den Alan?"
"Mbok..Apa Bening sudah pulang?aku jenguk dirumah sakit katanya dia pulang hari ini!"
ucap Alan.
"Ee...sudah tuan,tapi kayaknya non Bening masih istirahat tuan"
ucap simbok.
"Enggak papa mbok,aku tunggu aja disini sampai Bening bangun!"
ucap Alan santai,dia pikir Vian pasti tidak pulang bersamanya karena kemarin aja masih shock melihat Vian.
"Baik tuan,saya bikinin minuman dulu ya!"
ucap simbok pamit keblakang.
"Makasih mbok"
Saat simbok sampai didapur ternyata Bening sudah duduk didapur sambil minum air putih.
"Eehh..non Bening sudah bangun?kenapa tidak panggil simbok aja kalau haus non??"
__ADS_1
tanya simbok.
"Enggak papa mbok,aku sudah sehat kok!!"
"E..itu depan ada tuan Alan non,dia nungguin nona bangun katanya"
ucap simbok ragu.
"Haaaaah..Alan?"
"I..iya non,apa perlu saya bilang non masih istirahat?"
"Nggak usah mbok,biar kutemui saja!"
ucap Bening beranjak menemui Alan.
"Haii lan?"
sapa Bening datar.
"Bening?kamu sudah sehat?aku tadi menjengukmu dirumah sakit,tapi kata suster kamu sudah pulang!"
"Hiya..Tadi pagi aku udah boleh pulang"
"Bening..are you okey?kamu bisa cerita apapun kepadaku!"
ucap Alan melihat kegelisahan dimuka Bening.
"Aaahh..Im okey!"
ucap Bening tersenyum.
"Bening..Bolehkah aku bertanya??"
ucap Alan ragu.
"Tentu Lan,tanyakan saja.."
"Emmm..Apa..Apa kita bisa memulai semuanya dari awal?aku bisa menunggu sampai kapanpun kamu siap?"
ucap Alan jujur.
"Aahh..Lan?kamu salah paham?"
"Bening..Aku benar-benar masih menyayangimu,aku nggak bisa ngelupain semua tentang kita Bening,terlalu banyak kenangan yang kita lalui,aku rindu masa-masa itu Bening!"
ucap Alan menggebu.
ucap Bening perlahan.
"Bening..suamimu tidak benar-benar mencintamu!"
"Alan cukup!Vian tidak seperti itu!"
ucap Bening kesal.
"Aku bisa membahagiakanmu lebih daripada dia bening?beri aku kesempatan sekali saja!"
ucap Alan memohon.
"Lan..aku..aku..aku tidak bisa!"
"Bening..Aku masih sangat mencintaimu,aku janji aku akan menjagamu sampai maut memisahkan kita,aku tidak akan melepasmu begitu saja,aku janji Bening!"ucap Alan memohon.
"Alan..sudahlah,lupakan aku!"
"Tapi Bening....??"
"Alan aku berterimakasih sekali karena kamu sudah menyelamatkan hidupku,tapi aku minta maaf sekali,aku tidak bisa kembali seperti dulu lagi Lan,aku sudah punya suami!"
ucap Bening.
"Apa kamu bahagia dengannya?"
"Yaa..a..aku bahagia!"
"Kamu masih ragu Bening?kamu pikirkan dulu dengan jernih,aku akan selalu menunggumu?"
ucap Alan perlahan.
"Alan..dalam rumah tangga pasti akan ada batu kerikil yang menghadang dan itu pasti!kita harus melewatinya bukan menghindarinya.
"Bening..Sampai kapanpun,namamu selalu terukir indah dalam hatiku,tolong pikirkan itu lagi..kita bangun kembali semuanya dari awal,aku janji tidak akan menyakitimu lagi Bening?"
"Alan..Sekali lagi aku minta maaf,aku tidak bisa melakukan itu!"
"Tapi Bening..."
"Alan..Terima kasih atas kunjunganmu ya,tapi maaf badanku masih lemas,boleh aku kembali istirahat?"
"Haaah..Baiklah,aku akan pulang,tapi jika kamu merubah keputusanmu,kapanpun itu?aku selalu menantikan itu!"
__ADS_1
ucap Alan pamit.
"Sekali lagi terima kasih ya Lan,kamu sudah menolongku"
ucap Bening sambil mengantar Alan kedepan pintu.
"Untukmu,apapun itu akan aku lakukan!"
ucap Alan meninggalkan senyum yang dulu pernah membuatnya terpesonaa.
Bening masih berdiri didepan pintu memandang jauh keluar mengingat masa-masa indahnya dulu bersama Alan.
"Cieeeee...Yang lagi baperrr!!"
ucap Vian sambil memeluk Bening dari belakang.
"Haaahh..Kamu hobi banget sekarang buat aku jantungan!!"
ucap Bening membalikkan badannya.
Cup..
"Terimakasih sayang karena sudah mau mempertahankan aku,aku tidak akan pernah mengecewakanmu lagi sayang,itu janjiku pada ayah dan ibu kita!"
"Ciiihhh..Ntar kejedot lagi amnesia lagi kagak!"
ucap Bening sambil melepas pelukan Vian dan naik keatas.
"Diihh..Masak doain suaminya jelek sih yank!"
ucap Vian sambil menyambar tubuh Bening kedalam gendongannya kembali.
"Habis kamu kalau amnesia berubah jadi monster seram!"
ucap Bening sambil mengalungkan tangannya keleher Vian.
Ceklek..
Pintu pun tertutup,Vian menidurkan Bening dengan pelan diranjang kingsize empuk itu.
"Sayang..Apa kita sudah bisa mengaduk adonan kue lagi sekarang?"
tanya Vian dengan senyum sejuta rahasia.
"Mana boleh,butuh beberapa waktu lagi untuk itu!"
"Apa itu hanya alasanmu saja karena masih ada yang mengukir namamu dihatinya?"
tanya Vian sambil menggerayangi semua aset Bening yang dia rindukan.
"Ya enggaklah,,kan aku masih tahap penyembuhan,ladangnya belum siap lagi untuk ditabur benih..!"
"Jangan-jangan karena masih ada orang yang mau menunggumu dan akan melakukan apapun untukmu ya?"
ucap Vian sambil mencium seluruh wajah Bening.
"Eng...ngak yank?ka..ka..kamu tadi nguping ya!!"
ucap Bening sambil menahan desahan karena sentuan lembut yang ia rindukan dari suaminya.
"Aku bahkan tadi ingin menendangnya keluar,saat dia mencoba merayumu kembali kepadanya!"
ucap Vian lalu mengigit kecil dua gundukan surgawi baginya.
"Aawww..!"kamu berubah jadi drakula sekarang!waahh..Amnesia benar-benar membuat orang berubah wujud menjadi segala makluk!"
"Aku bahkan bisa jadi kanibal karnamu sayang!!"
ucap Vian sambil membenamkan wajahnya dan meninggalkan jejak diantara dua bukit barisan terlindung.
"Cukuppp mas,jangan turun lagi"
ucap Bening menjambak rambut Vian.
"Aaahh sudah on ini..!"
"Matiin aja saklarnya langsung,bereskan!"
ucap Bening santai.
"Aku akan balas dendam nanti,saat honeymoon season kedua,tunggu saja..!"
ucap Vian kesal.
Bening hanya tersenyum saja melihat wajah suaminya yang semrawut.
Rasain deh mas,mau cenut-cenut ampe ngilu juga bodo' amatt.
Ngelu-ngelu dah babang vian😂😂😂
Jangan lupa dukungan like,vote,dan komen kalian gaess,
__ADS_1
Terimakasih😊😘