
...🍁🍁 HAPPY READING 🍁🍁...
..." Karena tak ada yang lebih tulus dari hati yang mencintai dalam PERIH,...
...dan mendoakan dalam DIAM "...
Mending cari yang lain ya kan kakak, dari pada mengharapkan milik orang lain, hanya menambahkan luka yang tiada obatnya.
Ciee.. malah jadi curhat thorr 🦧
Naisya yang sering dipanggil dengan sebutan Nay atau Sya itu, tersenyum - senyum sendiri melihat chat dari atasannya, yang bilang mau skalian menjemputnya dinner di restoran VVIP hotel berbintang lima.
Berbagai gaun malam telah dia coba, sampai hampir setengah baju di lemarinya dia obrak abrik mencari warna dan model yang sesuai dengan suasana hatinya malam ini.
Dia lupa atau bahkan pura - pura lupa jika bosnya itu sudah bucin mampus dengan kekasihnya yang bernama Alexa.
Nay memang sudah diberitahu kalau mereka dinner bukan cuma dua orang saja, namun dia tidak berfikir kalau Alexa akan ikut disana, karena dia bukan salah satu karyawan atau klien dari perusahaan Herlambang group.
Deru mobil sport Doni sudah terdengar dihalaman rumah Nay, dia bahkan sudah siap satu jam sebelum Doni sampai, bahkan kaca rias yang jarang dia pakai saat hari biasa pun kalau bisa bicara, dia mau teriak sekencang - kencangnya saja, karena Nay bolak - balik muter kanan kiri melihat penampilannya malam ini.
Lain Naisya lain pula si Alexa, dia hanya menggunakan celana jeans, inner berwarna soft pink dan jacket jeans corp warna navy juga kasut ternyaman yang dia pilih.
Karena rencananya setelah menemukan dua jones itu, mereka akan segera berjalan - jalan mencari udara malam yang sepoi - sepoi.
Alexa dan mahkluk jones bernama Joe itu sudah sampai ditempat yang mereka booking.
Saat mereka sudah hampir sampai, Alexa menahan lengan Joe.
" Uncle.. aku pengen ke kamar mandi dulu."
Ucap Alexa sambil menarik lengan Joe.
" Haiiss.. kamu ini? makan apa tadi?"
Ujar Joe kesal, dia sudah tidak sabar pengen melihat bidadari syurganya, tapi masih dalam angan - angannya saja.
" Rujak buah."
" Haisss.. kamu ini selalu saja buang hajat disaat waktu yang tidak tepat!"
Joe tambah kesal.
" Emang panggilan alam bisa di setting apa?"
Alexa sudah memegangi perutnya.
" Settinglah alarm pup nya pada pagi hari!"
" Haiss.. bomat lah uncle, kalau uncle sudah tidak sabar, uncle duluan saja, bang Doni sama Nay udah dimeja tempat kita reserve kok."
Ucap Alexa berlari ke toilet.
" Haiiss.. dasar bocah tengil!"
Joe berjalan santai menuju meja yang dia booking, terlihat Nay tersenyum manis saat Doni mengajaknya bicara, padahal saat dia mengajak bicara santai sekalipun, tidak ada senyum indah yang tersirat di wajah cantiknya, dia hanya memperlihatkan wajah ketidak nyamanannya saja.
Joe duduk membelakangi meja mereka diam - diam, penasaran obrolan apa yang membuat sesosok wanita seperti Nay bisa tersenyum indah seperti itu.
" Apa kamu juga takut saat pertama kali melihat tuan muda Vian?"
Tanya Doni santai, dia kira akan begitu canggung saat hanya berduaan dari tadi dengan Nay, tapi tanpa dugaan Nay bersikap santai dan selalu membuka obrolan santai terlebih dahulu.
" Hehe.. iya pak, bahkan aku sampai gemeteran menyerahkan kopi saat pertama kali bertemu."
" Apa dia lebih menakutkan daripada hantu?"
" Sebenarnya sih tidak, tapi lebih ke sikapnya yang dingin itu."
" Owh ya?"
" Tapi saat pertama kali melihat tuan muda bersama nona muda, aku benar - benar terkejut, ternyata tuan muda sosok yang sayang istri dan romantis juga ya.. hehe."
Joe menghela nafas panjangnya, apa benar dia Nay yang cuek bebek sedingin es balok satu kontener waktu itu? apa dia sudah menjelma menjadi pribadi yang ramah?
Joe hanya bisa menopang dagunya sambil melihat wanita incarannya yang tengah tersenyum itu.
__ADS_1
" Uncle? kenapa duduk disini?"
Tanya Alexa mendekat.
" Aku nunggu kamu bocah, lama banget sih ke toilet? berapa karung yang kamu buang?"
" Satu ton..! lagian kenapa nggak langsung kesana aja?"
" Aku takut Nay langsung kabur kalau melihatku sendirian."
" Dasar cemen, naklukin satu cewek aja lembek kayak kotoran sapi sih uncle?"
" Sudah uncle bilang dia beda ya beda tengil..!"
Joe menoyor kepala Alexa.
" Yawda ayok kita kesana?"
Jawab Alexa lemas, dia sudah tiga kali bolak balik kamar mandi, kayaknya cabe di dalam bumbu rujaknya tadi mengandung cabai setan ganas, jadi perutnya sampai sekarang terasa panas.
" Hai abangku?"
Ucap Alexa manja sambil mengulurkan tangannya ke arah Doni, dan disambutnya dengan bonus lengkungan senyuman terindah Doni.
" Hai sayangku, kamu kok sedikit pucet sih? kurang tidur ya?"
Tanya Doni langsung menarikkan kursi disampingnya untuk kekasih terseyengnya tanpa memperdulikan orang disèkitarnya.
" Iya, tadi tiga kali bolak balik ke toilet sana."
Jawab Alexa mengaduh bagai anak dengan induknya.
" Emang tadi makan apa?"
Tanya Doni sambil menautkan rambut Alexa yang menjuntai kedepan.
" Rujak buah, kayaknya kebanyakan cabai setannya deh, jadi panas perut aku bang."
" Astaga, kamu sih kayak orang nyidam saja makan rujak segala, mau abang belikan obat?"
Tanya Doni sambil memegang kedua pipi mulus Alexa.
Tolak Alexa.
Joe sedari tadi hanya memandang wajah Nay, yang sedari tadi memperhatikan sepasang kekasih didepannya tanpa mempedulikan seseorang yang duduk disampingnya.
Wajah ceria yang tadi dia tampilkan, kini berubah menjadi wajah datar dan kembali ke wajah cuek bebeknya.
Ada sesuatu yang aneh yang Joe lihat dari tatapan Nay ke Doni, ibarat kata kita melihat Tas limited edition yang turun harga di akhir tahun, dan hanya tinggal satu itu tapi sudah dipegang orang lain walaupun belum dia beli.
Joe kembali menghembuskan nafas panjangnya, sudah sampai sejauh ini, bodo amatlah, mau nggak mau harus tetep aku pepet nie cewek.
" Heii.. kalau mau mesra - mesraan sono noh, booking kamar, nggak tau apa ada dua jomblo di depan kalian?"
Suara Joe menyadarkan tingkah pasangan gesrek itu.
" Maunya sih gitu uncle? emang boleh kah saya ajak Alexa ke kamar hotel?"
" Langkahin dulu mayat tetangga."
" Ciihh.. kirain uncle sudah tidak sayang nyawa lagi!"
" Enak - enak saja."
" Yawda Nay, tolong temenin uncle Joe ini sebentar ya? aku mau mencari obat di apotek terdekat.
" Kalian pesan makan aja dulu ya, skalian pedekate, mana tahu jodoh kan ya?"
Ucap Alexa ceplas - ceplos sambil menggandeng tangan Doni.
Nay hanya menundukkan wajahnya tidak bersemangat lagi.
Sepeninggalan dari mereka, rasa canggung mulai mendera keduanya, bahkan saat makanan datangpun keduanya tetap hanya makan dalam diam.
" Emm.. kamu suka musik enggak?"
__ADS_1
Tanya Joe memulai pembicaraan.
" Lumayan?"
Hanya itu jawaban dari Nay.
" Gimana kalau dengerin aku nyanyi aja, daripada ngebosenin gini ya kan?"
Joe tidak mendapatkan jawaban dari ucapannya, hanya senyuman miring yang dia terima.
Joe melangkahkan kakinya ke atas panggung mini disudut restoran.
Cek.. cek..
Joe menyanyikan sebuah lagu slow kesukaannya.
♡♡♡♡♡
Coba kau ingat ingat kembali
Siapa yang ada saat kau terluka
Aku, bukan dia
Namunnya kau tak pernah merasa
Aku, bukan dia
Namunnya kau tak pernah merasa.
Setelah semuanya kini berlalu
Luka dihatimu tak lagi terasa pilu
Pahit yang ku terima
Manisnya orang lain yang punya
Kekasih...
Dimana kurangnya aku padamu
Sehingga...
Kau tak dapat melihat Cinta
Sakitmu...
Selalu aku yang ada untukmu
Senangmu...
Tak pernah kau bagi untukku
Harusnya aku, bukanlah dirinya
Orang yang pertama kau cinta
Harusnya aku, bukanlah dirinya
Orang yang pertama kau cinta
☆☆☆☆☆
Pandangan mata Joe berpusat kepada satu titik saat menyangikan lagu yang berjudul " Seharusnya aku " itu dengan iringan suara gitar akustik yang dia mainkan.
Semua pengunjung restoran hotel berbintang itupun berdecak kagum dengan suara Joe yang mirip sekali dengan suara penyanyi Thomas Arya itu.
Bahkan cewek - cewek yang masih jomblo pun banyak yang mengabadikan moment Joe malam ini.
Joe hanya tersenyum getir, orang yang dia pandang sedari tadipun tidak pernah memandangnya sama sekali.
Kenapa aku merasa, kamu menyimpan sebuah rasa untuk si kutu kupret itu, kenapa harus dia, kenapa bukan aku, kenapa kau tak melihat perasaanku sedikit saja, bahkan senyummu hanya meninggalkan Tatu untukku.
Gimana kisah uncle tampan kita selanjutnya ya?
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like ya.
Sekedar mawar berduri pun jadilah kak.😘