CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
104. Pesona uncle Joe


__ADS_3

...πŸƒπŸƒ HAPPY READING πŸƒπŸƒ...


πŸ’™πŸ€πŸ’™πŸ€


Joe seakan terpesona dengan wajah sendu sesosok wanita di balik tembok kaca, yang sedang berdiri mematung melihat dua insan yang sedang melepas rindu.


" Apa kamu jadi iri? dan ingin segera punya pacar? atau ingin segera menikah? setelah melihat drama malam ini? "


" Aah.. maaf, saya permisi."


Ucap Naisya tersadar dari lamunan panjangnya.


" Tunggu..! "


ucap Joe segera mendekat.


" Iya, maaf ada apa ya? "


Naisya menoleh tanpa memandang wajah Joe.


" Minta maaf mulu dari tadi, emang ini hari lebaran? "


Jahilnya seorang Joe mulai keluar.


" Hehe.. maaf."


" Tuh kan maaf lagi, e.. kamu kenal dengan Alexa atau dengan si kutu kupret itu? "


Ucap Joe sambil berjalan beriringan.


" Kutu kupret? "


Naisya menaikkan satu alisnya bingung.


" Aahh ya.. Doni, maksudku, hehe.."


" Owalah.. iya, saya sekertaris barunya pak Doni."


" Owh.. kenalkan saya Joe, pamannya Alexa, kekasih Doni si kutu kupret itu."


Joe mengulurkan tangannya memperkenalkan diri.


" Iya."


Naisya tersenyum membalas jabatan tangan Joe tanpa rasa ingin tahu dan ingin berkenalan dengan Joe.


" Kamu mau kemana? "


" Saya mau pulang."


" Tapi ini sudah larut malam, hampir dini hari lho? apa kamu tidak takut? "


" Nggak papa, insyaalloh saya berani."


" Mau saya antar? "


Tawar Joe sambil tersenyum manis.


" Tidak usah, tidak papa, saya berani sendiri."


" Bahaya tau, jam segini perempuan dijalan sendiri? "


" Aku naik taksi, kalau ada apa -apa nanti bisa langsung telpon polisi."


ucap Naisya santai.


Astaga ini perempuan cuek banget, aku rasa dia cewek korban janji atau korban patah hati kali ya..


Joe merasa penasaran dan ingin tahu lebih dekat dengan sosok gadis disampingnya itu.


" Apa kamu takut padaku, apa kamu fikir aku orang jahat? "


Pancing Joe.


" Aah..bukan seperti itu maksud saya, cuma... "


" Mau temankan aku minum kopi sebentar, aku takut sendiri."


Tipu muslihat Joe beraksi, semakin ditolak dia semakin penasaran.


" Apa? kamu takut? kamu kan..? "


" Iya.. aku trauma, sering dikibulin dan digodain kalau sendirian, bisa temankan aku sebentar saja? "


Joe menahan tawanya dalam hati.


" E.. tapi..?"


" Sebentar saja, aku bukan orang jahat? kalau nggak percaya tanyakan saja pada Doni."


" E.. baiklah, mari."


Naisya merasa tidak enak hati, padahal dia malas sekali minum kopi jam segini, dia pun merasa tidak nyaman ngobrol dengan orang yang baru dia kenal dan terlihat agresif seperti itu.


" Kamu mau minum kopi apa? "


" Apa saja."


ucap Naisya tersenyum menunduk.


" Owh ya, nama kamu siapa? kamu belum memperkenalkan tadi? "


" Saya Naisya."

__ADS_1


" Nama yang cantik, seperti orangnya, hehe.."


Aah.. malas sekali aku ngobrol dengan pria tukang gombal seperti ini.


Naisya hanya tersenyum dan terus menunduk.


" Ada apa sih dibawah? Ada koin jatuh atau emas batangan jatuh? "


Ucap Joe aneh melihat sosok Naisya yang tidak pernah memandangnya saat diajak bicara.


" Hah.. maksudnya? "


" Kenapa nunduk terus? ada apa? "


" Hehe.. maaf."


" Minta maaf lagi? wuaah.. aku rasa dosamu sudah terkikis habis ya, belum melakukan apapun sudah minta maaf terus? "


Ucap Joe heran.


Naisya makin tidak nyaman, rasanya dia sudah ingin kabur saja dari hadapan pria ini.


" E.. maaf, tapi aku harus pulang sekarang, aku sudah dijemput oleh adikku didepan, maaf permisi! "


Ucap Naisya beralasan dan bergegas pergi menggeret kopernya tanpa memperdulikan Joe yang sedang menatapnya tajam.


Kenapa gadis itu, ada apa dengannya? dia aneh sekali, seperti fobia dengan pria? aah.. nanti aku tanyakan saja pada Doni si kutu kupret itu, penasaran aku dibuatnya.


________________________________________________


Di ruang rawat inap Doni masih setia duduk menemani Alexa dengan jemari Alexa yang tidak pernah lepas dari genggaman tangan Doni.


" Abang nggak tidur? "


Tanya Alexa terbangun.


" Kamu tidur aja, abang masih ingin seperti ini."


" Tidurlah.. ranjang ini masih muat untuk meluruskan kaki abang yang panjang itu."


Ucap Alexa tersenyum melihat wajah lelah kekasihnya.


" Apa boleh? "


" Tentu, tidak ada orang disini, siapa yang akan marah? "


" Bilang aja kamu pengen dipeluk abang kan? "


" Dihh..abang mah sotoy."


" Yawda kalau gitu, abang tidur di sofa ajalah."


Doni pura - pura ingin beranjak dari situ.


" Tidak masalah."


Doni berlagak cuek bebek.


" Abang..?"


" Apa?"


" Mau dipeluk."


" Tuh kan, sok jual mahal, tau lah harga cabe sekarang lagi mahal."


Doni menerbitkan senyum kemenangannya.


" Abang sekarang tambah pinter ya?"


" Dari dulu kali yank, hehe.."


Doni duduk dibahu tempat tidur pasien sambil menselonjorkan kakinya yang memang terasa lelah dan pegal dengan tangan setia memeluk Alexa.


" Sebenarnya apa yang terjadi yank? kenapa lenganmu bisa terluka?"


Tanya Doni penasaran.


" Kenand mungkin ingin balas dendam denganku bang, atau mungkin ingin menculikku."


" Apa? jadi Kenand yang melakukan ini? "


" Anak buahnya, Kenand berhasil kabur setelah melihat ketiga anak buahnya terkapar kami hajar."


" Kamu yang menghajarnya? "


" Kami duel satu lawan satu dengan uncle Joe, dan yang satu lagi membawa pisau, saat aku ingin menghindar, lenganku terkena ayunan pisaunya."


" Apa kamu sudah lupa semua jurus taekwondomu? "


" Aku sedang melumpuhkan bodyguard Kenand yang satunya, tiba -tiba dia mengayunkan pisaunya dari belakang! kalau aku tidak menghindar mungkin abang udah nggak bisa liat aku lagi sekarang. "


" Wuaah.. Hebatnya, sayang abang ini? "


" Cihh abang ngejek nih? "


" Hehe.. mana ada ngejek, apa masih sakit? "


" Masih..disini. "


Alexa menunjuk letak jantungnya.


Cup

__ADS_1


Doni langsung menyambar sekilas bibir Alexa, namun karena suasana mendukung Doni melanjutkan aksinya kembali dan melahap habis bibir mungil Alexa cukup lama.


" Yang sakit disini bang, kenapa yang diserang disitu? "


" Kalau disitu lain cerita, takut nggak bisa nahan, hehe.."


Mereka tertawa bahagia seakan melupakan kejadian yang telah lalu.


Dibalik pintu mama Alexa melihat kedua insan yang sedang dilanda asmara itu.


Joe berjalan mendekat, ketika melihat mama Alexa berdiri termenung melihat kebahagiaan putri kesayangannya.


" Mbak.. bisa kita bicara sebentar? "


ucap Joe perlahan.


" Aah.. Joe, kamu mengagetkanku saja! "


mama Alexa mengusap kelopak matanya sekilas.


" Mbak.. selama ini Alexa sudah banyak kehilanan kasih sayang, terutama dari figur seorang ayah, aku hanya takut Alexa jadi trauma kalau hubungannya kali ini juga dilarang."


Ucap Joe sambil berjalan menelusuri lorong rumah sakit.


" Aku pun takut Joe, baru kali ini aku melihat Alexa benar - benar bisa tertawa bahagia walaupun dia sedang sakit, seakan bebannya hilang saat bertemu pria itu."


Ucap Mama Alexa mengingat kejadian tadi.


" Lalu apa mbak tega memisahkan mereka? aku rasa hanya Doni yang bisa membuat Alexa selalu ceria terus."


" Aku pun ingin Alexa bahagia Joe, tapi kamu tau sendiri betapa kerasnya sifat ayahnya, dia bahkan tidak mendengarkanku saat tadi aku membujuknya mati - matian."


" Aku punya sedikit rencana mbak, itu pun kalau mbak setuju, tapi mungkin ini agak sedikit keterlaluan, tapi mungkin bisa sedikit menyadarkan kakak, aku hanya tidak ingin dia terlarut dalam kegilaan hartanya."


" Apa itu Joe? "


tanya Mama Alexa penasaran.


" Kita akan memindahkan hak milik perusahaan utama Wilson group! "


" ApΓ ? maksudnya gimana Joe? "


" Kita pindahkan hak milih kakak menjadi hak milik mbak sepenuhnya, dan kita tinggalkan kakak sementara waktu, tapi itupun semua terserah mbak,mau apa tidak, karna ini akan banyak melibatkan mbak juga."


" Tapi mbak takut Joe."


" Ini hanya sementara mbak, setelah kakak menyadari bahwa keluargalah yang paling penting, kita balikkan semua ke posisi semula."


" Tapi kalau kakakmu jadi membenci mbak bagaimana?"


" Akan kita buat bahwa itu semua surat wasiat dari kakek, kakak tidak akan bisa berkutik."


" Tapi mbak juga takut dia menjadi nekad, dan menghalalkan segala cara Joe, untuk bisa mendapatkan semua yang dia inginkan."


" Kalau dia tidak punya uang dan kekuasaan, tidak ada yang bisa dia lakukan mbak, percayalah."


" Lalu apa yang harus mbak lakuin? "


" Mbak tinggal minta tanda tangannya saja, lainnya biar aku yang mengaturnya."


" Haaah.. tapi aku tidak yakin Joe, dia sangat teliti perihal berkas dan tanda tangan."


Ucap mama Alexa memejamkan matanya tidak yakin.


" Mbak pikirin dulu aja gimana caranya, semua kita lakuin demi kebahagiaan Alexa, Harta akan terputus jika kita meninggal mbak, tapi doa anak kita tidak akan terputus sampai kapanpun itu."


" Mbak akan mencobanya Joe, doain mbak ya, semoga semua berjalan sesuai rencana."


" Pasti mbak, semangat mbak, maju terus pantang mundur! "


Ucap Joe sambil memamerkan lengannya yang berotot.


" Kamu kira mbak mau perang? "


Mama Alexa menjitak kepala Joe gemas.


" Iya, kan sama aja perang melawan kesombongan dong mbak."


" Suka hatimulah Joe, ayo kita balik ke ruangan Alexa, nanti mereka melakukan hal -hal yang diluar batas lagi."


" Luar batas gimana mbak?"


" Hiss.. kamu nggak lihat tadi ada siaran langsung film Teletubies?"


" Teletubies..?"


Joe berfikir keras.


" Berpelukaaannn...!"


Mama Alexa mempraktekan film masa anak - anak yang ngetrend pada jamannya.


" Hahahaha.. aku rasa mereka sudah tanding gulat di kasur pasien! "


" Enak aja kalau ngomong, ayo buruan sebelum ranjang pasien itu jebol! "


Mereka berdua berjalan cepat kembali ke ruang rawat Alexa.


Kita tunggu aksi mereka ya gaes..


Tetap dukung author ya gaes 😁


Jangan lupa Vote dan minta jempolnya ya gaes, berbaik hatilah pada author, semoga rejeki kalian semua melimpah ruah.😍

__ADS_1


Terima kasih😘


__ADS_2