CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
18.Selamat tinggal kenangan


__ADS_3

...⚘⚘Happy reading⚘⚘...


Terdengar suara keras seorang pria dari arah pintu masuk kafe.


Bening dan Alan serentak menoleh...


"Passsss.."


Ucap Bening dalam hati.


Dia datang menyempurnakan kehancuranmu malam ini Alan bagaskoro! seperti bonuss! seperti masak mie pake telor ama sayur dan bonusnya Bakso besar, Heeeerrrmmm komplit!


pikirnya dalam hati.


Vian yang seharusnya diJakarta selama seminggu, tapi karena otak dan pikiranya hanya Bening dan Bening, akhirnya dia menyelesaikan pekerjaannya dengan lebih cepat,lembur dua hari berturut-turut tidak masalah,asalkan cepat kelar pekerjaannya.


Dan akhirnya dia sampai di Yogyakarta dan sebenarnya Vian ingin membuat kejutan pada Bening, ternyata malah dia sendiri yang terkejut dengan keadaan.


Tadi setelah sampai bandara,dia bergegas langsung ke rumah Bening, dan bertanya tentang keberadaanya, walau dengan ragu mama Bening mengatakan keberadaan putrinya itu.


"Lepasskann!"


Vian menarik tangan Bening kedalam pelukanya.


"Siapa kau..?"


tanya Alan terkejut.


"Sayang.. apa yang kamu lakukan disini,mari kita pulang!"


ajak Vian, dia tak memperdulikan omongan Alan.


Prokkk..prokkk....


Alan bertepuk tangan sambil mendekati Bening dan Vian.


"Jadi kamu punya cowok lain dibelakang aku?kamu berani selingkuh dari aku? aku kira kamu perempuan baik-baik ternyata kamu tak lebih dari wanita murahan!"


hardik Alan.


"Tutup mulutmu!"


Vian sudah menarik kerah baju Alan keatas,dan siap mendaratkan bogemnya kewajah Alan.


"Stoooooooppppp! berhentiiiii..!"


tegas Bening.


Bening menarik tangan Vian kebelakang. Dia tidak ingin ada perkelahian dikafe ini, dan menimbulkan keributan yang fatal.


"Siapa cowok brengsek itu Bening!"


ucap Alan kesal.


"Jaga mulutmu Lan,dia bukan pria brengsek dan dia bukan selingkuhanku, dia Kekasihku! dia yang selalu ada untukku ketika kau sakiti aku, ketika kau hianati aku dihari ulang tahunku dan memilih bertunangan dengan sahabatku sendiri! Kamu benar-benar jahattt"


tegas Bening panjang lebar.


"Bening..Sayang..Aku dijodohkan, kemaren bukannya aku sudah menjelaskan!"


suara Alan melunak.


"Jangan pernah panggil aku sayang lagi,aku tidak sudi! "


ucap Bening.


"Bening..Ini hanya salah faham, kita bisa memperbaiki lagi semua? Kita pacaran sudah lama Bening,takkan kita berakhir seperti ini?"


ucap Alan.


"Apa yang perlu kamu jelaskan! aku melihatmu kemarin dikafe saat kau bersama dengan Dewi wanitamu itu! apakah seperti itu perlakuan orang yang terpaksa dijodohkan oleh orang tuanya!haaaa..!"


bentak Bening.


"Bening.."


suara Alan melunak.


Dia kalah telak, ternyata kemaren Bening melihatnya, dia tidak punya alasan untuk membantah, karena memang mereka berdua bersama sore itu.


"Hubungan kita cukup sampai disini saja".


suara bening pun melunak, ada rasa sedih juga berpisah dari Alan yang dulu sangat ia cintai.


"Tapi Bening kita...? Bening... Aku masih sangat menyayangimu Bening? "


Alan tak tahu harus memberikan alasan apalagi, dia buntu.


"Lan... Dengan begini kamu tidak harus membantah kedua orang tuamu, bukanya ayahmu sedang sakit? seharusnya.. Kamu bisa membicarakan ini dari awal denganku lan, kalau kau memang menyayangiku nggak mungkin kamu membiarkan aku terpuruk dihari ulang tahunku!apa kamu tahu betapa hancurnya aku saat aku datang kerumahmu, membawa dua tiket tour ke Bali tiga hari tiga malam, dan apa yang aku lihat?kamu bertunangan dengan Dewi sahabatku..!"


ucap Bening panjang lebar sambil menangis.


"Itu.. yang kamu bilang sayang! itu yang kamu bilang kamu hanya mencintaiku? "


ucap Bening menahan segala tangisanya.


"Bening...? maafkan aku, kita bisa bicarakan ini semua baik-baik?"


ucap Alan memohon.

__ADS_1


"Cukuuuppp..cukuuup.. Lan, inilah jalan terbaik untuk kita semuanya!"


Bening sudah tak tahan lagi.


"Tapi bening..?"


Alan masih terus merayu.


"Bahagialah bersama pilihan orang tuamu,aku lihat kamu bisa bermesraan denganya kemarin, walau bagaimanapun dia pernah jadi sahabat baikku, bahagiakan dia..!"


"Kita cukuup sampai disini!"


ucap Bening sambil menarik tangan Vian untuk segera pergi yang sedari tadi menyimak pertengkaran kekasihnya dengan mantan kekasihnya.


Lutut alan melemas, dia jatuh tersungkur dan meneteskan air mata penyesalanya, dia sangat menyayangi Bening, tapi dia juga tidak bisa melawan kedua orang tuanya.


Didalam mobil Vian terus saja terdiam dari semenjak keluar kafe sampai saat ini.


"Sayang, kamu jam berapa sampai? "


ucap Bening memecah kesunyian daritadi.


Vian terus saja fokus menyetir tanpa menoleh maupun menjawab pertanyaan Bening.


"Sayang..? kamu marah? "


tanya Bening.


Vian masih saja bungkam.


"Sayang... sayangkuuuu, cintaku, kasihku"


goda Bening.


"Kalau nggak mau ngomong aku lompat nih dari jendela!"


Bening sudah membuka kaca pintu lebar-lebar.


Sreeeetttttttt....


Cekiiiiiiiiiiiiiitttttttttt!


Diremnya mendadak mobil Vian dan ditepikanya kepinggir jalan.


"Astagfirullohhh...Yank! aku masih ingin hidup yaa"


Bening memegang dadanya yang hampir copot.


"Jadi ini yang kamu bilang hal penting dan ngak mau nemenin aku ke Jakarta, untuk pergi berkencan dan bermesraan dengannya!"


bentak Vian kesal.


ucap Bening perlahan.


"Tidak bisakah menahan selama beberapa hari saja! apa kamu masih punya perasaan dengannya?"


cercah Vian.


"Enggak yank, aku cuma..."


"Cuma apa? masih sayang? masih cinta? seperti diaa!"


Vian masih tidak mau dibantah.


"Sayang.. aku udah nggak cinta lagi ama dia kok, aku cuma sayang ama kamu!"


Bening memelankan suaranya sambil bergelayut manja dilengan Vian.


"Penipuu..!"


jawab Vian.


"Yaa enggaklah masak nipu, orang beneran kok!"


ucap Bening.


Apa mukaku kelihatan orang berbohong ya.. Baru aja putus, mana bisa langsung lupa begitu saja pikirnya.


"Kamu masih cinta?"


"Enggakkk yankk,suerrr !"


"Kalau begitu kita MENIKAH besokkk..!"


bentak Vian.


"Haaaahhhhh! masak besok yank! "


ucap Bening terkejut.


"Tuhhhkann..Brati kamu masih ngarep ama dia!"


"Yaa enggak yank, tapi ya masak mendadak gini! "


"Ada masalah, besok hari senin kantor KUA buka!"


"Tapi kan yank.. Semua butuh proseskan? "


Bening masih merayu.

__ADS_1


"Kalau cuma masalah surat-surat, aku bisa mengaturnya,kamu nggak perlu capek-capek mikirin itu!!Kita tinggal nikah aja!"


ucap Vian.


(anak sultan mah bebas😂)


"Sayangg.. kita harus buat acara lamaran resmi dulu,baru ntar planing acara nikahnya, kalau terburu-buru gini entar aku dikira hamil diluar nikah yank!"


ucap Bening meyakinkan.


"Emang harus gitu?"


"Yaiyalaahhh.. kita kan harus bicarakan dengan keluarga kita dulu, ada adatnya yank.. Adat jawa lagi banyak acaranya!"


ucap Bening.


"Nggak usah yang ribet-ribetlah yank, cari enaknya ajah"


"Mana bisa gitu, apa kata orang nanti, kita ini keluarga besar lho"


"Ngapain sih mikirin kata orang, yang pentingkan kita bahagia!!"


"Iyaaa..Tapi semua ada prosesnya, yang sabar yaa, nanti kita bicarakan dengan orang tua kita dulu yaa..?"


rayu Bening.


Gila aja langsung nikah, gua aja belom kepikiran ampe sono?"


batin Bening keheranan.


"Begitu? kalau gitu ciuum dulu!"


perintah Vian sambil menyodorkan pipinya.


"Apaan sih, tiba-tiba minta cium!"


"Tuhhhkannn..! ngebantahh mulu..! sayangg ngak sihhh..?"


tanya Vian kesal.


Oh my Godddd..demi apapun! kenapa dia jadi bucin gini pikir Bening, ntah apa yang merasukinya.


"Nanti dilihat orang yank?"


"Tuuhhhkan!"


bentak Vian.


Cup


Bukan cuma dipipi, malah dibibir skalian biar diam.


"Hehehe..."


Vian tersenyum-senyum.


"Ayok jalan, aku udah kedinginan nih".


Bening menutupi bahunya yang terbuka.


"Siapa suruh pakai baju kurang bahan gini, nanti buangg baju ini !"


sungut Vian sambil mengamati penampilan Bening.


"Masak dibuang, mahal ini tauk!"


ucap Bening sombong.


"Aku bisa beliin kamu seratus yang kayak gini.. Eeehh enggak, tokonya juga aku beli! "


"Dihhh sombong!"


"Pokoknya aku ngak mau kamu nemuin cowok lain pake baju kek gini! eehhh... Enggak! aku ngak mau kamu nemuin cowok manapun selain aku titikk!perintah Vian.


"Kalau ayahku? dia juga cowok lho?"


"Yaa selain ayahmu".


Ucap vian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Sepupuku juga cowok lho?"


"Nggak ada.. nggak ada!"


Mereka masih saja berdebat sepanjang jalan tentang apa aja, kadang yang ngak penting juga didebatkan.


Terkadang itulah bumbu-bumbu cinta agar semakin manis terasa..


.


.


.


Jangan lupa dukungan kalian ya gaes..


Klik like,vote dan komen kalian..😘😘


Terima kasih🥰

__ADS_1


__ADS_2