CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
133. Pantai Pink jadi kenangan.


__ADS_3

...🏝 Happy Reading 🏝...


...♤ Cinta terkadang dapat mengambil alih tubuhmu dengan menguatkan pikiranmu, yang akan terpaku kepada seseorang yang kamu sayangi ♤...


Pagi menjelang siang, Doni dan Nay sudah bersiap akan menemui klien untuk membahas tentang perizinan pendirian hotel disana.


" Aa' mau kemana?"


Tanya Eveline ketika melihat Doni sudah rapi.


" Berenang..!"


Ucap Doni asal.


" Yang benar saja berenang pakai jas?"


Ucap Eveline sambil mrengut.


Terlihat Nay yang sudah bersiap juga menghampiri Doni.


" Apa kamu sudah siap Nay?"


Tanya Doni.


" Sudah pak."


Jawab Nay dengam senyum termanisnya.


" Semua Dokumennya sudah kamu bawa?"


Tanya Doni kembali.


" Sudah lengkap semua pak."


" Bagus.. ayo kita berangkat!"


Ajak Doni.


" Tungguuuu..!"


Teriak Eveline mendekat.


" Sayangku..? aku nggak dicium dulu nie..!"


Ucap Eveline pura - pura cemberut sambil memonyongkan bibirnya.


Doni mendekati Eveline dan menyentil bibir monyongnya dan mencium puncak kepala adek jahilnya itu.


" Kenapa disitu? sini nih..!"


Ucap Eveline menunjuk bibirnya sengaja membuat suasana pagi ini menjadi panas, dia yakin sekertaris abangnya itu belum tahu kalau dia adeknya, terlihat dari tatapannya yang sedikit aneh.


" Kamu ini udah gede, udah nggak pantes dicium disitu! ini punya tetehmu.. udah nggak boleh diganggu gugat!"


Ucap Doni menunjuk bibirnya sendiri.


Di sebrang laut sana Alexa sudah bersin - bersin tanpa sebab.


Terlihat Nay menajamkan pendengarannya.


" Ciiihh.. geli aku dengernya! trus aku ngapain dong disini? bosen A'.. pengen jelong - jelong deh!"


Eveline bergelayut manja di lengan kakaknya.


" Aah.. kalau begitu kamu ikut saja dengan uncle Joe, dia akan meninjau lokasi deket pantai sana, kamu bisa sekalian jalan - jalan."


Doni mengacak rambut adeknya dengan gemas.


" Emang Aa' pulang jam berapa?"


" Belum pasti lagi, makannya kamu ikut saja bareng uncle Joe!"


" Ckk.. males aku A'.. nanti aku dipanggil Kunti di depan banyak orang kan malu! disangka nanti aku jelmaan mbak Kun lagi!"


Rengek Eveline.


" Haha.. mana ada hantu siang hari dek! jangan ngaco deh!"


Nay sedikit tersenyum ketika mendengar Doni memanggil Eveline dengan sebutan dek.


Ternyata dia adeknya, pantesan pak Doni tidak risih.


" Uncle..!"


Teriak Doni saat Joe melintas.


" Kenapa?"


Ucap Joe yang sudah bersiap meninjau lokasi.


Joe hanya menggunakan celana jeans selutut, t-shirt warna putih ketat dipadukan dengan kemeja warna biru muda tanpa dikancingkan bajunya tak lupa memakai kaca mata hitam faforitnya, simple saja tetapi aura ketampanannya malah makin terpancar saat terkena silaunya sinar matahari.


" Ajaklah Eveline bersamamu, dia pengen jalan - jalan, aku belom tahu lagi pulangnya jam berapa."


Ucap Doni.

__ADS_1


" Emang mau jalan - jalan kemana Kun?"


Tanya Joe mendekat.


" Tuhh kan A'.. dia panggil aku Kun terus! nyebelin deh..!"


Doni, Joe dan Nay serempak tersenyum melihat wajah Eveline yang mrengut, usia memang tak bisa dipungkiri, wajar saja, dia belom lama lulus sekolah.


" Jadi mau ikut tidak? Kun.. Kun? "


Tanya Joe kembali meledek.


" Ogah.. malas! mending aku pergi sendiri!"


Ucap Eveline membantah.


" Aa' nggak izinin kamu keluar kalau cuma sendiri, tidur saja di kamar sana!"


Ucap Doni khawatir.


" Diiihh..aa' kok jadi sama - sama nyebelin sih! aku udah gede! bisa jaga diri sendiri!"


" ENGGAK BOLEH..!"


Ucapan Doni tidak terbantahkan.


" Pffttthhh.."


Joe menahan tawanya.


" Kalau mau ikut bareng uncle Joe, kalau tidak nunggu aa' pulang nanti, tapi aa ' nggak bisa nentuin jamnya!"


Ucap Doni.


" Kalau nggak mau ikut, aku tinggal nih Kun..? speadboadku sudah menanti, aku mau keliling pantai Pink pake speadboad, beuuuuhhh.. pasti mantap jiwa viewnya!"


Ucap Joe mengiming - imingi Eveline.


" Mauk.. mauk.."


Tanpa pikir panjang Eveline mengubah keputusannya.


" Keluarkan ide jahilmu untuk membalas sebutan uncle Joe kepadamu, okey?"


Bisik Doni ditelinga adeknya.


" Asiaap aa'..!"


Eveline kembali bersemangat dan mengikuti Joe dari belakang.


Nay? bagaimana reaksi Nay?



" Waaauuu.. cantik banget Pantainya."


Teriak Eveline kegirangan.


" Dasar bocah..!"


Umpat Joe sambil tersenyum melihat tingkah konyol Eveline.


" Apa kita akan naek perahu itu pak?"


Tanya Eveline bersemangat.


" Kalau kamu mau boleh sih..? tapi ada syaratnya!"


Ucap Joe mengibaskan rambutnya yang terkena angin pantai.


Mulut Eveline sampai melongo melihat ketampanan seorang Joe, walau sudah hampir tiga puluh tahun, tapi aura ketampanannya tidak pudar sama sekali.


" Tutup mulutmu, lalat masuk nanti!"


Ucap Joe menyadarkan kehaluan Evelin.


" Haaah.. ah ya..! apa syaratnya?"


Eveline pura - pura melihat sekeliling pantai.


" Jangan panggil aku pak! aku bukan bapakmu!"


" Ciihh.. jadi maunya apa? pakde? paklek? apa mas Bambang aja?"


Ucap Eveline dengan mulutnya dibuat komat - kamit dengan alaynya.


" Kamu pikir aku setua itu hahh..!"


Joe mendekat dan memiting kepala Eveline juga menggelitik pinggangnya dengan gemasnya.


" Aaawww.. ampun.. ampun.. hahaha.."


Eveline teriak sambil tertawa menahan geli, dia teringat dengan sosok kakaknya yang sering melakukan hal yang sama ketika dia menjahilinya.


" Panggil yang benar!"

__ADS_1


Ucap Joe menggeratkan pitingannya.


" Ahahah.. ampun! kakak.. yah.. kakak okey?"


Eveline sudah tidak tahan lagi.


" Emm.. not bad, okey.. bisa diampuni! ayo kita naik speedboad itu."


Joe melepaskan Eveline sambil tersenyum.


Mereka berkeliling pantai sampai puas, Joe pun sekalian mengobservasi tempat disekelilingnya.


Dengan segala ocehan dan kekonyolan Eveline yang tidak pernah bisa diam walau sebentar saja, membuat Joe sedikit terhibur dan melupakan sejenak kegalauan yang menerpa dirinya hingga sore menjelang.


" Udah buka puasa nih, kita pulang yuk!"


Joe mengajak Eveline pulang.


" Tunggu kak..!"


Eveline menghentikan langkahnya melihat orang jualan es krim.


" Apalagi..!"


" Kakak.. oh.. kakak? beliin aku eskrim ya? rasa coklat mix strobery mix vanilla."


Ucap Eveline tersenyum tanpa malu - malu.


" Ciiiihh.. dasar bocah!"


Ucap Joe terheran, ada rasa kesal, tapi gemes juga melihat wajah imut Eveline ketika merayu seperti itu.


Senyum Eveline mengembang dengan sempurna melihat satu Cup eskrim besar ditangannya.


" Kakak mau coba eskrimnya?"


Eveline melihat Joe berkeringat karena hampir seharian mereka berada dipantai.


" Boleh deh.. haus juga nih!"


Eveline dengan santainya menyuapi eskrim ke mulut Joe.


" Sendoknya bekasmu ya?"


Teriak Joe menyadari.


" Jadi? orang cuma satu sendoknya, masak pake tangan!"


Ucap Eveline.


" Sini.. aku ambil sendiri..!"


Pinta Joe sedikit canggung saat terus disuapi Eveline.


" Nooooo..! nanti kakak sendok banyak - banyak, cepet habis nanti eskrimku!"


Eveline mendekap cup eskrimnya erat - erat.


" Ciih.. hey.. anak dibawah umur! kamu lupa siapa yang beliin eskrim itu?"


Ucap Joe menatap wajah Eveline didepannya.


" Diiih.. beliin eskrim doang diungkit - ungkit, dasar pelitt.!"


Umpat Eveline.


" Apa kamu bilang? aku pelit? haaah?"


Ucap Joe berjalan mundur didepan Eveline.


Duuuugh..


Kaki Joe tanpa sengaja tersandung batu saat berjalan mundur, dengan refleknya dia menarik Eveline sebagai pegangan, namun karena Eveline juga ikut terkejut akhirnya mereka sama - sama terjatuh dengan posisi Joe dibawah.


" Aaawwwww..."


Teriak Eveline jatuh telungkup diatas Joe.


Mulutnya yang belepotan eskrim menempel pas di mulut Joe.


Dunia seakan berhenti berputar, mata mereka saling melotot bersamaan, tapi mulut mereka masih tetap menempel pada posisi yang sama.


" Straw.. bery.."


Ucap Joe tanpa sadar.


" Aaaaaahhhhhhhh..."


Eveline berteriak sekuatnya saat menyadari.


" Aaah.. ENAK..!"


Ucap Joe lirih sambil merasakan bibirnya sendiri.


Gayamu mbak Kun? bilang aja mau lagi? haha..

__ADS_1


Jangan lupa Vote kalian author tunggu ya?


Semoga selalu mendapatkan rejeki yang melimpah ruah buat kalian semua 😘


__ADS_2