CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
22.Aku mau makan kamu!!


__ADS_3

...🍁🍁Happy Reading🍁🍁...


Sesampainya di ruangan kantor Vian, Bening segera menata makananya diatas meja.


"Donn.. kamu juga belom makan siangkan, makan bareng kita aja, aku bawa banyak kok!"


ucap Bening.


"Maaf nona, saya makan diluar aja nanti"


ucap Doni saat meletakkan berkas diatas meja kerja bossnya.


"Kemarilah Donn, tidak baik menolak makanan!"


titah Vian.


Doni mengganguk dan mulai mengambil makanan yang dibawakan Bening.


"Sayang segini cukup ?"


tanya Bening mengambilkan makanan dan lauk pauknya.


"Sayang..aku harus kirim email ini dulu ke klaen!"


ucap Vian sambil memangku laptopnya.


"Sayang.. nanti keburu dingin kurang sedap lho!"


rayu Bening.


"Gimana kalau kamu suapin aku yank? "


ucap Vian manja.


"Baiklah bossku, dengan senang hati!"


ucap Bening sengaja pamerr didepan Doni, dia suka sekali melihat ekspresi Doni yang lagi kesal.


"Aaaa sayang!"


ucap Bening.


"Kejauhan yank! gimana kalau duduk disini..!"


ucap Vian menyuruh Bening duduk dipangkuanya.


"Baiklahh kesayanganku..!"


Bening segera duduk dipangkuan Vian dan menyuapi kekasihnya.


"Kamu makan juga dong yank! kita makan sepiring berdua!"


ucap Vian sambil mengunyah makanan dan tangan kirinya memeluk pinggang Bening.


Doni sudah tidak tahan melihatnya, dia seperti tidak dianggap ada, rendang yang tadinya terasa lezat jadi hambar rasanya.


"Maaf tuan saya sudah kenyang, saya permisi keluar dulu!"


ucap Doni, dia merasa seperti kambing congek yang tak terlihat.


"Apa rasanya tidak enak?"


tanya Bening karena melihat makann Vian yang belum habis separuh.


"Tidak nona, rasanya sangat lezat!"


ujar Doni, kalian berdua nona yang membuat makanan ini terasa tidak enak ucap Doni dalam hati.


"Kalau begitu habiskan makananmu!"


ucap Vian ikut menimpali ketika melihat makanan didepan Doni.


"Kalau begitu saya teruskan diluar saja tuan!"


ucap Doni sambil membawa makananya keluar.


"Kenapa harus diluar, disini kan banyak kursi kosong!"


tanya Bening, dia sengaja mengejek Doni.


"Maaf nona saya lanjutkan diluar saja, sakit mata saya jika terus disini"


ucap Doni sambil berlalu meninggalkan ruangan bosnya.


"Makanya cari pacar Don! hahaha...!"


Mereka berdua serentak tertawa, puass mengerjai asistennya yang kaku seperti bongkahan es balok itu.


"Kasihan juga lihat tampang kesal Doni yank!"


ucap Vian.


"Biariin ajah, siapa suruh dia kaku banget jadi orang! hehehe..."


ujar Bening tertawa puas.


"Oh ya yank.. kapan aku bisa membawa orang tuaku kerumahmu?


"tanya Vian.

__ADS_1


"Mau ngapain?"


"Kok ngapain sihh!"


kesal Vian.


"Loh..Aku kan nanya sayang? kok jadi marah sih?"


"Heemmmm...Ya bahas masalah lamaran dan pernikahan kita dong!"


sambil menghela nafas panjang.


"Oh gitu? trus maunya gimana?"


ucap Bening cengar cengir.


"Aku mau makan KAMU!"


ucap Vian kesal.


"Haaaahhh...masih lapar yank?"


Ujar Bening melonggo.


Tanpa menunggu lama, ditariknya Bening kepangkuan Vian lagi, disambarnya bibir Bening tanpa ampun, dieksplore nya rongga mulut Bening dengan lembut, ditekannya tengkuk Bening untuk memperdalam ciumannya..


Bening semakin terbuai dengan permainan lidah Vian.


Tanpa sadar ciuman Vian sudah menurun ke leher jenjang bening, di*****nya leher Bening sampai meninggalkan beberapa jejaknya disana, Beningpun terbuai dengan mengeluarkan desahan-desahan kecil.


Tiba-tiba..


Ceklek... pintu terbuka


Mata suci Doni mulai ternodai dengan melihat adegan panas didepanya.


"Astagaaa...! maaf tuan, aku tidak melihatnya!"


ucap Doni segera berbalik keluar menutup pintu ruangan bosnya.


"Yaa Tuhan, ampunilah mataku ini"


ucapnya lirih sambil pergi keruangannya.


Bening segera turun dari pangkuan Vian dan membenahi bajunya yang agak berantakan.


"Eheeemmm..Sayang? apa tidak apa-apa?"


tanya Bening.


"Emaang kenapa sayang? dia sudah pernah melihatnya bukan?"


"Tapi ini kan dikantor!"


"Kenapa? inikan ruanganku, siapa suruh dia tidak mengetuk pintu dulu sebelum masuk!!"


ucap Vian.


Padahal daridulu Doni memang tidak pernah mengetuk pintu kalau keruangannya, Doni sudah terbiasa dan sudah dianggap saudara sama Vian bahkan teman dari segala curhatanya, tidak ada yang ditutupi darinya.


"Untung yang masuk tadi Doni, kalau yang lain atau ayah kamu? haaah...bisa malu setengah mati aku yankk!


ucap Bening kelabakan.


"Makanya.. kita harus cepet nikah, biar bisa bebas nglakuin apa aja dan dimana aja!"


senyum Vian mengembang melihat wajah panik kekasihnya.


"Yaa nggak gitu juga yankk! walaupun udah nikah kalau ada yang lihat malu juga taukk!"


sungut Bening.


"Jadi kapan keluargaku bisa datang kerumahmu, ayahku udah nanyain mulu, udah nggak sabar nikahin anaknya!"


tegas Vian.


"Ayahmu atau kamu hayooo...?"


ledek Bening, sambil memeluk leher Vian dari samping.


"Sayang... Jangan mancing ya, ntar ketauan lagi lho!"


"Diiihhh kamu mah..gitu aja dibilang mancing!dasar mesum!"


ujar Bening.


"Tapi...kamu suka kan?"


"Mana ada!"


ucap Bening berkilah.


"Dihhh... kamu tadi aja mendesah keenakan!"


ledek Vian puass.


"Apaan sih yankk!"


"Mau lagiii?"

__ADS_1


"Nggakk! aku mau pulang aja!"


"Nantilahhh...masa gitu aja ngambek yank?"


"Bukan ngambek, tapi kalau aku disini terus ntar kamu nggak kerja-kerja! bisa merengut mulu ntar asistenmu itu!"


jawab Bening.


"Emmm...Kalau gitu kamu tunggu dikamar belakang sana aja yank !"


ucap Vian sambil menunjukkan kamar kecil yang ada diruangannya yang sering dia pergunakan istirahat jika merasa lelah.


"Emang nggak apa-apa?"


"Ya enggaklah, bentar lagi juga kerjaanku selesai, nanti skalian aku anter kamu pulang..sekalian aku mau ngobrol sama bapak kamu!"


ucap Vian.


"Yaudah aku tinggal kedalam ya"


"Okey sayang!"


ucap Vian sambil mengerlingkan matanya.


"Diiih...Geniit"


ujar Bening.


"Geniitt sama calon istri sendiri sah aja kan yank!"


ledek Vian.


"Iyain ajalah biar cepet!"


ucap Bening berlalu masuk kamar dan menutup pintunya.


Vian tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat wanitanya mengomel.


Vian segera menghubungkan pangilan telponnya keruangan Doni.


"Donn..berkas hasil meeting tadi sudah siap belum?"


"Sudah tuan!"


ucap Doni disebrang sana


"Kenapa tidak segera kamu berikan padaku,itu harus segera dikirim secepatnya!"


titah Vian.


"Maaf tuan, saya lihat tadi tuan sedang sangaaaaattt sibuk sekali dengan kekasih anda, jadi saya tidak mau menggangu!"


sindir Doni.


"aaahhh kamu mau iri dengan saya yaa! cepatt bawa kemariii..!"


titah Vian segera menutup telponnya.


"Nasib jomblo selalu saja disalahkan!"


umpat Doni segera pergi keruangan bosnya.


Vian tersenyum mengingat kejadian tadi, entah kenapa dia kalau melihat bibir bening selalu menginginkanya, bahkan dulu ketika dengan masa lalunya dia tidak senekad seperti ini, bibir Bening seakan candu baginya.


Tok..tok..


"Masukkk...! tumben ketok pintu!"


ucap Vian.


"Mulai sekarang saya akan selalu mengetuk pintu dulu sebelum masuk keruanganmu tuan!"


jawab Doni


"Kenapa?"


"Saya tidak mau menodai mata saya yang suci ini tuan!"


"Sialannn kamu..!kamu meledek saya?"


Dilemparnya pulpen kearah Doni, namun berhasil ditangkapnya.


"Saya mana berani tuan!"


ucap Doni tersenyum miring.


Ketika didalam kantor dan masih jam kerja Doni memang selalu bersikap formal, tapi kalau diluar mereka bersikap layaknya teman satu tongkrongan.


.


.


.


.


Jangan lupa,tinggalkan Like,vote,dan komen kalian ya geng😘😘


Mohon dukungannya🙏🙏

__ADS_1


Terima kasih🥰


__ADS_2