
...ππ HAPPY READING ππ...
..." Nilai seseorang terletak pada dua anggota kecil di tubuhnya, yaitu Hati dan Lisan, jika hati sudah berbicara Lisan pun hanya mampu terdiam tanpa kata "...
Saat mata Joe dan Eveline saling pandang, saat jarak mereka hanya terkikis oleh seutas mie yang masih tertarik dalam mulut mereka masing - masing dan saat hidung mancung mereka saling bertabrakan.
Tiba - tiba..
Tok.. tok.. tok..
Seseorang mengetuk pintu mobil mereka.
" Uhukk.. uhuk.."
Mereka berdua tersedak bersamaan.
" Astaga.. siapa sih, menganggu saja."
Umpat Joe kesal sambil menurunkan kaca mobilnya.
" Kalian sedang apa didalam?"
Tanya Doni berkacak pinggang.
Ternyata Doni lah mahkluk pengganggu mereka.
" Kamu..? kan aku sudah bilang prett.. nggak usah dijemput adekmu, nggak aku apa - apain deh, aku jamin utuh! kagak percayaan amat sih lu!"
Ucap Joe kesal.
" Aku bawain ban serep buat uncle, bukannya terima kasih malah marah - marah nggak jelas! turun kalian biar aku pasang ban yang bocor!"
Ucap Doni sewot.
" Aa' kok nggak bilang mau datang sih?"
Tanya Eveline ikut penasaran.
" Kalian berdua ini kenapa? aku bela - belain datang jauh - jauh buat bantuin, malah kayak kagak senang gitu, apa kalian menikmati tidur di dalam mobil mewah ini? atau jangan - jangan kalian...!"
Ucapan Doni terputus.
" Siapa bilang nggak senang aa mah, seneng banget malah, aku nggak harus tidur dengan kaki ditekukkan, hehe.."
Eveline salah tingkah sendiri.
" Yawda.. awas kalian minggir sana, aku mau ganti ban nya."
Ucap Doni sambil membawa kunci untuk beralih profesi sebagai montir dadakan.
Dasar si kutu kupret ini mengganggu orang lagi makan mie ayam hot aja deh, besok aja kenapa? buru - buru amat datangnya.
Joe mencebikkan bibirnya dan jongkok melihat Doni bekerja.
" Alexa udah tidur saat kamu kesini tadi?"
Tanya Joe basa - basi.
" Kenapa uncle tidak tanyakan sendiri saja?"
Jawab Doni sambil terus bekerja.
" Orang nanya ikut nanya balik, nggak jelas kamu mah!"
Ucap joe kesal.
" Udah.. soalnya besok pagi - pagi dia harus ke rumah tuan muda, ada acara syukuran empat bulanan istri tuan muda, jadi dia mau bantu - bantu katanya, jadi sekarang mau istirahat awal."
Jelas Doni.
" Owh ya?"
" Uncle juga diundang, uncle kan relasi bisnis kita juga sekarang, seluruh karyawan juga diundang semua, jangan lupa datang besok sore."
Ucap Doni.
" Okey sudah beres, ayok pulang dek!"
Doni mengajak Eveline ikut pulang bersamanya.
" Trus gue gimana ini?"
Ucap Joe kayak orang blo on.
" Ya pulanglah, udah jadi itu, mau ngapain lagi disini? cari wangsit kah?"
Tanya Doni heran, kenapa Joe jadi hela - helo kayak kebo malam ini.
Akhirnya Mobil Doni dan Eveline sudah melesat jauh duluan.
" Haaah.. ternyata realita tidak sesuai dengan ekspetasi!"
Joe mulai menghidupkan mesin dan kembali pulang ke rumah Alexa.
________________________________________________
__ADS_1
Keesokan harinya Alexa sudah bersiap untuk mengunjungi rumah Bening yang sangat dia rindukan.
" Nungguin siapa Le?"
Tanya Joe saat melihat Alexa sudah duduk cantik diruang tamu.
" Nungguin soulmate akulah, emang uncle? Joenes abadi, haha..!"
ledek Alexa.
" Dasar keponakan durjana!"
Umpat Joe kesal.
Tulilut..
Hp Alexa berbunyi.
" Hallo bang?"
Sapa Alexa.
" Sayang.. maaf abang nggak jadi jemput, ada klien datang dari luar negri dadakan sayang, jadi abang harus buru - buru ke kantor nie, kalau kamu diantar uncle Joe aja gimana?"
Tanya Doni disambungan teleponnya.
" Owh.. okey bang, nggak papa kok, abang berangkat aja, tapi nanti abang juga datang kan kerumah kak Bening?"
Tanya Alexa.
" Tentu sayang, kalau udah selesai rapatnya abang langsung ke rumah tuan muda kok!"
" Okey bang, sampai jumpa nanti, abang hati - hati ya, jangan ngebut lho? ingat kita belom nikah?"
Ucap Alexa mengingatkan.
" Jelas ingatlah, kita kan belum enak - enak, haha.."
Ledek Doni.
" Diihh abang mah ngaco aja pagi - pagi..!"
Alexa malu sendiri mendengarnya.
" Yawda abang tutup ya, lagi nyetir ni."
" Okey.. love you bang."
" Love you more baby.."
Dan sambungan telepon mereka pun terputus.
Umpat Joe jengah sendiri mendengarnya.
" Diiih.. syirik banget uncle ini, ingat uncle.. syirik tanda tak mampu, haha.."
" Enak saja kalau ngomong ya? Siapa yang tidak mampu, hanya saja uncle ini pemilih orangnya!"
Joe tidak terima.
" Banyak gaya..! Kak Nay aja sampai sekarang belom bisa uncle taklukin, mau sampai kapan coba jomblo ngenes terus? bisa kagak sih uncle ngrayu cewek? apa harus berguru dulu ke ufuk timur dan barat baru bisa topcer?"
Ucap Alexa sambil tersenyum jahil.
" Nay..?"
Joe berpikir sesaat.
Owh iya.. kenapa gue jadi lupain Nay, bukanya dia prioritasku saat ini, dia juga sudah mulai membuka hati untukku, tapi kenapa isi pikiranku dipenuhi bocah tengil si kuntill itu muluk ya? aku ini kenapa sih?
" Melamun terosss.. pantas aja jomblo abadi, buruan mandi dandan yang ganteng, lalu anterin aku kerumah kak Bening, entar mbak Nay juga ada kok, dia kan sekertarisnya abang, so.. jangan lupa pepet terus Nay, jangan kasih kendor nanti tauk!"
Ucap Alexa panjang lebar.
" Kayak apa aja? dia manusia bukan barang yang mudah didapetin."
Ucap Joe berlalu ke kamar mandi.
Setelah siap Joe segera mengantar Alexa ke alamat tujuan.
" Ayo masuk uncle.. aku kenalin sama kak Bening, dia baik banget orangnya."
Ucap Alexa sambil menarik tangan Joe dengan manjanya.
Saat pintu terbuka, dia sudah disambut oleh Bening yang memang sudah menunggu kedatangan Alexa.
" Alexa.. kamu sudah datang? aahh.. aku kangen!"
Ucap Bening memeluk Alexa tanpa mempedulikan perutnya yang sudah mulai nampak membesar.
" Aku juga kak, kangen banget malah, hehe.. owh iya kenalkan ini uncle aku kak, uncle Joe namanya."
Alexa memperkenalkan paman gantengnya itu.
" Bening.."
__ADS_1
Dia mengulurkan salam tanda hormat menghormati.
" Joe.."
Ucapnya perlahan.
" Yasudah.. aku mau ngobrol sesuatu dengan Alexa, kamu bisa tunggu di sini bentar, atau kamu mau keliling rumahku saja?"
Ucap Bening.
" Ahh.. tidak masalah nona, silahkan lanjutkan obrolan kalian?"
Ucap Joe santai.
Saat Joe berjalan - jalan keluar ke arah taman dihalaman rumah Bening yang luas seperti istana itu, dia melihat Sosok wanita yang akhir - akhir ini sering berlalu lalang dipikiranya.
Siapa lagi kalau bukan Eveline.
" Tiilll.. kuntilll? kamu juga kesini?"
Tanya Joe sumringah sambil berlari mendekati Eveline yang baru saja turun dari taksi.
" Diihhh.. kemana - mana ketemunya kakak lagi, kakak lagi? hemm.. kenapa bukan Song jong ki si duren kek, hyun bin kek? atau stefan william pun tak apalah!"
Umpat Eveline gemas.
" Kamu juga diundang ke acara ini? bukannya katanya para karyawan? apa kamu juga karyawan baru ditempatnya?"
Tanya Joe menyelidik.
" Kakak lupa aku ini adeknya siapa coba?"
" Iya.. iya ingat, si Doni kutu kupret yang gila kerja itu kan?"
" Bukan gila, tapi semangat membara tauk!"
Eveline langsung protes ketika ada yang mengusik kakaknya, padahal memang tidak dipungkiri kalau si Doni memang gila kerja.
" Serah lu lah Till kuntill, yang penting kamu seneng aja deh!"
Ucap Joe langsung merangkul bahu Eveline masuk kedalam tanpa canggung atau apapun itu.
" Ganti kenapa kak panggilannya? pikiranku langsung mengarah ke kuburan kalau denger tuh! mau aku panggil bapak tua lagi nie?"
Ancam Eveline sambil mengerucutkan bibirnya, membuat Joe tambah gemas.
" Jadi maunya apa dong? mbak sunder ***..."
" KAKAAAAAAKKK...! nyebelin banget sih jadi orang? yang lain kek selain nama hantu? kan banyak? lihat nih body gue.. seksih, anggun , gemooyy lagi, masak kagak nemu nama lain sih!"
Eveline sudah memamerkan bentuk tubuhnya yang memang seksi dan proporsional untuk ukuran cewek.
" Okey deh.. nanti kakak cari wangsit dulu untuk menganti namamu mooyyy.. gemooy asoyy!"
Ucap Joe sambil mengacak rambut Eveline dan merangkulnya untuk duduk bersebelahan di Sofa ruang tamu.
" Diihh.. kakak mah memang paling nyebelin sejagad raya deh! awas deh.. kusut rambut cantik aku ini nanti."
Ucap Eveline menjauhkan tubuhnya dari rangkulan Joe yang sudah tersenyum jahil.
" Ceilehhh.. gitu aja ngambek!"
Joe langsung mencubit gemas kedua pipi Eveline sambil tertawa.
Dari arah pintu taman, terlihat dua wanita cantik sedang memperhatikan mereka dengan sangat intens.
" Kamu yakin pamanmu itu cinta banget sama si Nay sekertaris tunanganmu itu?"
Tanya Bening heran melihat keakraban mereka berdua.
Padahal Alexa tadi sudah cerita panjang lebar tentang perjuangan pamannya saat mengejar Nay kepada Bening yang ahli dalam hal rencana jahil dan sudah mengatur strategi malam ini agar uncle Joe tidak jomblo lagi.
Tapi apa yang mereka lihat sekarang membuat mereka ragu, sebenarnya Joe itu suka sama Nay apa Eveline? atau mungkin suka sama Nay tapi nyaman dengan Eveline?
Maruk Loe Joe π
" Jadi gimana? tetep lanjut apa stop nie rencananya?"
Tanya Bening kembali melihat Alexa yang masih terbengong melihat pamannya sendiri, seakan tidak percaya.
" Aku nggak pernah lihat Uncle senyaman itu deh sama cewek? tapi masak iya dia suka sama adeknya abang Doni? gile aje kan kak? apa kata dunia coba?"
Alexa masih mencerna apa yang dia lihat.
" Yang namanya cinta tidak memandang apapun, mau tua? muda ? materi? itu tidak akan berpengaruh kalau sudah soal hati."
Ucap Bening ikut menyaksikan gelak tawa dua ingsan yang bertaut umur cukup banyak itu.
" Kalau begitu kita ganti strategi aja nih kak?"
Ucap Alexa.
" Strategi apaan dong?"
Strategi apa ya?
__ADS_1
Kepo?
Jangan lupa Hadiahnya dong buat author π