
...๐ธ๐ธ๐ธ Happy Reading ๐ธ๐ธ๐ธ...
๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ
Setelah dua hari Vian kembali dari komanya di masih seperti kemarin, Vian menjadi sosok yang dingin dan pendiam, dia tidak seperti Vian yang selalu hangat pada istrinya, bahkan sekarang Bening sering dicuekin.
"Sayang kamu makan ya? dari pagi belum makan?"
ucap Bening yang sudah memangku piring untuk menyuapi.
Vian hanya memalingkan muka dan menggeleng.
"Sayang sedikit saja, kata dokter besok kamu sudah bisa pulang lho!"
ucap bening lagi.
Praaaanggggg...
"Astaga yank.. kamu kenapa? apa kamu tidak menyukai makanannya?"
ucap Bening masih dengan intonasi yang lembut.
"Apa kamu mau makan yang lain? aku akan membelikannya untukmu?"
ucap Bening lagi.
"Diaaammm..! aku tidak mau makan!"
ucap Vian keras dan tidur membelakangi Bening.
Bening hanya bisa mengelus dadanya dan segera membersihkan tumpahan makanan ditempat tidur Vian.
Dari depan pintu ada dua pasang mata menyaksikan kejadian tadi.
"Yah.. Kenapa Vian jadi seperti itu yah?"
tanya ibu Vian bersedih.
"Dia jadi seperti Vian saat masa ditinggalkan kekasihnya dulu ma, pendiam dan keras kepala, kasian Bening, dia pasti sangat sedih!"
ucap ayah Herlambang.
"Lakukan apa saja yah, agar Vian cepat kembali ingatanya!"
ucap ibu Vian.
"Aku sudah mencarikan dokter terapi terbaik untuknya, besok dia akan datang dari luar negri!"
ujar ayah Vian.
"Semoga Bening kuat ya pah? aku benar-benar khawatir!"
ucap ibu Vian.
"Ayo kita temui mereka, kata dokter tadi, sekarang Vian sudah boleh pulang, dia sudah sehat, hanya tinggal menunggu pemulihan ingatannya saja perlahan!"
jelas ayah Vian.
"Vian sayang..Ternyata hari ini kita sudah boleh pulang sayang, dan kamu bisa makan makanan yang kamu sukai, kamu suka nasi goreng seafood buatan mama kan?"
ucap ibu Vian mengingat makanan faforit Vian saat masa muda dulu.
Vian hanya menggangukkan kepalanya.
"Bening sayang.. Ayok kita beresin barang kamu dan Vian, kita akan segera pulang, sudah sebulan lebih kamu tidak melihat dunia luar!"
ucap ibu Vian.
"Iya ma!"
Jam tiga sore mereka sudah kembali kerumah, Vian dituntun Bening masuk kedalam kamar mereka.
"Istirahatlah sayang.. Aku beresin barang-barang kita dulu!"
ucap Bening membantu Vian tidur tanpa ada balasan kata-kata sedikitpun.
Setelah itu Bening menuju kedapur membuatkan makanan untuk Vian.
__ADS_1
"Ma..Biar aku saja yang membuatkan nasi gorengnya!"
ucap Bening ketika melihat ibu mertuanya menyiapkan bahan-bahannya.
"Baiklah..Jangan terlalu pedas ya nak?"
ucap ibu Vian.
"Iya ma!"
"Bening..Kamu harus kuat ya, yang sabar, Vian seperti itu bukan atas kemauannya!"
nasehat ibu Vian.
"Bening mengerti ma, semoga Bening bisa membantu ingatan mas Vian kembali!"
ucap Bening sambil meracik bumbu nasi goreng seafoodnya.
"Dulu..dia pernah seperti itu, saat dia ditinggalkan kekasihnya, dan saat itu kami sempat kuwalahan menghadapinya, tapi saat dia pulang dari Bali, dia sedikit berubah, dan moodnya kembali membaik lagi!"
ucap mama Vian.
"Pasti mas Vian akan segera menemukan kembali ingatannya ma!"
ucap Bening tersenyum mengingat pertemuan pertamannya dengan Vian dibali saat itu.
"Qaahh...Wangi sekali nasi goreng buatanmu nak?Vian pasti menyukainya!"
ucap ibu Vian.
"Aku bawa keatas dulu ya ma?"
"Yang sabar ya?"
nasehat ibu Vian dan dibalas dengan senyuman oleh Bening.
Ceklek..
Bening melihat isi dalam kamar, ternyata Vian sudah bangun dan bersender pada bahu kasur.
ucap Bening lembut dan hanya dijawab anggukan oleh Vian.
"Kamu suka?"
tanya Bening sambil menyuapi Vian dan tetap hanya dibalas anggukan, mahal sekali suara Vian melebihi emas 24 karat.
"Apa kamu mengingat sesuatu? saat melihat kamar ini? atau kamu mengingat sesuatu tentang pulau Bali?"
tanya Bening mencoba mengingatkan.
"Ahh yaa..Aku punya foto kita di Bali dulu, kamu coba liat ya?"
ucap Bening menunjukkan foto yang waktu itu dia ambil bersama sebagai kenangan.
Vian tersenyum melihat foto-foto mereka yang gokil, dan Bening pun ikut bahagia bisa melihat senyuman Vian lagi.
"Aku rindu kamu yang dulu sayang, kamu yang selalu tersenyum untukku, kamu yang selalu hangat dan selalu bertingkah manja padaku !"
Bening berucap dalam hati, tanpa terasa tergenang air matanya.
Setelah seminggu Vian dirumah, dia sudah mulai bosan, Bening pun dengan segala cara sudah membantu mengingatkan Vian dengan masa lalunya tapi nihil, Vian masih belum bisa mengingat apapun.
"Nak..Apa kamu mau melihat-lihat suasana kantormu lagi? siapa tahu kamu bisa mengingat sedikit masalalu mu?"
ucap ayah Vian.
Kedua orang tua Vian memutuskan akan tinggal di Yogyakarta sementara sampai Vian kembali mendapatkan ingatannya.
"Baik yah!"
"Kalau begitu Bening ke resto dulu ya yah, sudah lama sekali Bening tidak mengecek keadaan resto?"
ucap Bening pada ayah mertuanya.
"Iya nak,aku akan menemani Vian kekantor!!"
ucap ayah Vian.
__ADS_1
Setelah sampai dikantor Vian disambut oleh seluruh karyawan dan terutama Doni,yang langsung menunjukkan ruangan bosnya dan mencoba ikut membantu memulihkan ingatannya.
"Dia Doni asisten kamu? dia yang selalu membantu pekerjaanmu dan selalu setia menemanimu?apa kamu mengingatnya?"
tanya ayah Vian.
Vian hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Tidak apa-apa tuan, nanti saya akan coba membantu menceritakan semuannya."
ucap Doni ikut prihatin melihat bosnya.
Seharian Doni membantu Vian menjelaskan tentang pekerjaannya dulu, ternyata Vian masih bisa melakukannya dengan baik, walau memang belum ingat apapun.
Ayah Vian pulang dulu karena ingin beristirahat, tubuhnya yang sudah mulai menua walau masih terlihat gagah tapi tetap harus banyak istirahat.
"Don.. Aku lapar, apa kamu tahu tempat makan yang dulu biasa aku kunjungi?"
tanya Vian.
"Tentu tuan muda, aku akan mengantarkan anda ke kafe faforit kita!"
"Kita?"
"Yaa..Dulu kita sering sekali makan dan nongkrong disana, terkadang rapatpun kita sering disana?"
ucap Doni.
Vian dan Doni memasuki kafe langganannya,dia mengernyitkan matanya memandangi kafe itu.
"Apa anda mengingat sesuatu tuan muda?"
tanya Doni.
"Tempat ini memang tak asing bagiku!"
ucapnya segera mengambil tempat yang biasa dia tempati.
"Ini juga kursi faforit kita tuan muda, kita selalu duduk disini, aku akan memesankan makanan kesukaan anda tuan!"
ucap Doni.
Tuliluttt..tulilutt..hp Doni berbunyi.
"Yaa ada apa?"
tanya Doni.
"Tuan, anda harus segera memulai meetingnya tuan, kolega kita dari Malaysia sudah datang menunggu!"
ucap sekertarisnya.
"Baiklah..Tunggu sebentar, aku akan segera kembali!"
ucap Doni pada sekertarisnya.
"Tuan muda, saya sudah memesankan makanan faforit anda, tapi mohon maaf, saya harus mewakili anda untuk meeting dengan kolega kita, apa anda tidak keberatan?"
tanya Doni.
"Lakukan tugasmu, aku bisa disini sendiri!"
ucapnya.
"Baik tuan muda, sopir tadi tetap akan menunggu anda disana, permisi tuan muda!"
pamit Doni.
"Baiklah!"
Dari sudut kafe seorang wanita cantik berpakaian seksi tersenyum melihat Vian, dia sudah mengorek informasi tentang keadaannya,dan dia tidak akan melewatkan kesempatan emas ini pikirnya.
Siapakah wanita itu gaess..Bisa ditebak dong?
Jangan lupa klik LIKE,VOTE,dan COMENT kalian ya gaes๐biar autor tambah semangat.
Mohon dukungannya yaa๐๐
__ADS_1