CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
14.Aku sudah lelah


__ADS_3

...🍀🌷Happy Reading🌷🍀...


Disudut kafe, disebuah meja yang menghadap jalan, terlihat lalu lalang kendaraan yang padat sekali.


Dua ingsan yang dulu pernah merajut cinta kasih itu terdiam, ada rasa kesal, benci dan juga rindu campur aduk menjadi satu.


"Bening.. minumlah, ini coklat varian rasa baru, kamu pasti suka?"


ujar Alan memecah kesunyian diantara mereka.


"Katakan !"


Bening memasang muka datar.


"Bening, apa kamu tidak lapar? kamu mau pesan sesuatu?".


Alan masih mencoba membuat suasana menjadi rileks, karena dia masih melihat wajah benci yang mendalam dari Bening.


"Katakan apa yang mau kamu katakan, aku ngak punya waktu banyak, aku sudah lelahh".


Sungut Bening kesal.


"Bening.. maafkan aku"


Alan tertunduk lesu.


"Hanya itu, yang mau kamu bicarakan!haaahh.. Buang-buang waktu saja".


ucap Bening seraya berdiri hendak meninggalkan tempat itu.


Namun secepat kilat, tangan Bening sudah diasambar Alan, digenggamnya erat, dituntunnya untuk duduk kembali.


"Bening.. Kamu salah faham, aku tidak bermaksud menghianatimu, semua terjadi begitu saja, orangtua kami yang merencanakan perjodohan ini, aku tak tahu apapun sayang, aku masih sangat menyayangimu Bening, percayalahh!"


Alan memohon sambil terus memegang tanan Bening.


Bening tak kuasa menahan air matanya,mengalir begitu saja membasahi pipinya yang putih itu.


"Bening.. Percayalah, aku masih sangat mencintaimu, aku akan mempertahankanmu, aku akan bilang pada orang tuaku".


Alan terus meyakinkan hati Bening.


"Tidak semudah itu lan, kalian sudah bertunangan bukan?".


ucap Bening dengan beruraian air mata.


"Aku bisa membatalkanya bening, tinggal menunggu waktu yang pas saja, karena ayahku masih sakit Bening, aku tidak mau membuat kondisi ayah memburuk".


Ternyata itulah alasan Alan menerima perjodohan tiba-tiba.


"Ayahmu sakit apa?"


"Jantung sayang.. kemarin habis keluar dari rumah sakit pasang ring jantung".


ucap Alan sambil menitikkan air matanya.


"Huuuff..."


Bening menghela nafas panjang, ditariknya Alan kedalam pelukanya, Bening ikut merasa sedih atas penyakit orang tua Alan, dia ikut menangis.


Seketika dia teringat sesuatu..


Sreekkk..!


Didorongnya tubuh Alan menjauh.


"Bening.. Kenapa? apa kamu masih marah padaku, apa kau tidak percaya? kau bisa menanyakan langsung pada Dewi?".


Alan merasa ada yang aneh pada diri Bening.

__ADS_1


"A..a.. aku harus segera pulang!"


Bening berlari menuju parkiran, dia bingung,apa yang harus dia lakukan.


"Bening..!".


Alan ingin mengejarnya, tapi dia harus membayar makananya.


"Aaaahhh siallll..!"


Dilihatnya mobil Bening sudah menjauh dari kafe.


Didalam kamar Bening masih menangis, dia masih bingung, disatu sisi dia masih menyayangi Alan, tapi di lain sisi dia sudah mempunyai Alvian, apalagi tadi malam dia baru saja dilamar oleh kekasih barunya itu dengan sangat romantis dan tidak pernah ia lupakan.


Dipandanginya cincin yang melingkar dijari manisnya, tak terasa mengalir air matanya.


"Yaa Tuhan.. aku harus bagaimana??"


Tringgg..tring... Hp bening berbunyi.


Terpampang foto dia dan Vian sewaktu di bali menjadi wallpaper hpnya.


Dia ragu, tapi dia tak mau membuat Vian khawatir kalau tidak menggangkatnya, perlahan..diaturnya nafas Bening dan menggeser tombol hijau dilayar hpnya.


"Hallo.. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam kesayanganku.. hehe.. Kamu lagi ngapain? kita jalan-jalan yuk, aku kangen nih".


ucap Vian dengan senyum mengembang.


"E....Vian, kayaknya ngak bisa deh, a... aku lagi ngak enak badan!".


ucap Bening berbohong.


Dia masih kalut dengan suasana hatinya.


"Kamu kenapa sayang,kamu sakit? sakit apa? aku antar cek ke dokter ya, tunggu.. aku akan segera kesana!"


"A.... Vian, nggak usah!".


Ternyata panggilanya sudah terputus, dia membanting hpnya ke atas kasur, bukan kelantai ya..sayang kali...i phone keluaran terbaru gitu lho...


(authornya pengen!😂😂)


Mobil Range Rover keluaran terbaru berwarna hitam memasuki halaman rumah Bening, keluarlah seorang pria tampan memakai kaca mata hitamnya berjalan masuk dengan tergesa-gesa.


Tok..tok..tok..


Dirumah bening jam segini sepi, orangtuanya masih bekerja disalah satu restoran terbesar miliknya, karena jam segini pasti ramai-ramainya orang berkunjung atau sekedar menikmati indahnya kota Yogyakarta disore hari.


Cekleekkk...


Terlihat Bening dengan wajah kusutnya membukakan pintu rumahnya.


"Sayangg...Bening.. kamu tidak papa?"


Ditariknya Bening dalam pelukan Vian, sepanjang jalan dia mengkhawatirkan gadisnya itu.


"A.. aku ngak papa Vian".


Sambil menikmati pelukan hangat Vian, ada rasa nyaman yang dia rasakan dalam pelukan Vian.


Matanya terpejam, dia makin merasa bersalah, dia tidak mau menyakiti orang yang beberapa hari ini selalu membuatnya tersenyum dan melupakan rasa sakitnya, tanpa terasa air matanya jatuh kembali.


"Sayang..kamu menangis? apa yang sakit? mana yang sakit hah? kita pergi ke dokter ya.. Ayokk!"


"enggak aku nggak papa, kepalaku cuma sedikit pusing, istirahat sebentar saja paling juga sudah sembuh"


ucap Bening berusaha tersenyum.

__ADS_1


"Kamu sudah makan?"


Bening menggelengkan kepalanya, tadi pagi dia cuma sarapan roti dan belum makan sampai sekarang karena tak henti-hentinya menangis daritadi.


"Aku belikan makanan keluar sebentar ya?"


"Ngak usah, kita kedapur aja,pasti disana ada makanan".


Diajaknya Vian kedapur.


"Loh...kok meja kosong? bik..bibik..?"


Hening,daritadi ia memang tidak melihat asisten rumah tangganya.


"Kemana ya? nggak ada makanan, tapi aku lagi males keluar".


Bening terduduk lesu di meja makan.


"Apa ada sesuatu yang bisa dimasak?".


tanya Vian dengan senyum indahnya.


"Kamu bisa masak?"


Ditunjuknya kulkas besar 2 pintu yang ada diujung sana.


Vian tidak menjawab,dia hanya tersenyum dan mengerlingkan matanya kepada Bening.


Dipasangkannya apron putih ketubuhnya, dilihatnya isi kulkas, Vian segera mengambil bahan-bahan yang ada disekelilingnya, dapur Bening memang luas, hampir seluruh bahan dan alat masak semua ada disana, karena disitulah tempat eksperimen orang tua Bening untuk membuat resep-resep masakan direstoranya.


"Taraaaaa....sudah jadi !".


Spaggeti dengan banyak daging cincang lada hitam dan keju meleleh diatasnya.


Bening melongo dibuatnya, sudah tampan, tajir, pinter masak lagi.. benar-benar makluk Ciptaan Tuhan yang tiada duanya.


"Waaooowww.. Kamu pinter masak ternyata, boleh aku coba?"


Hampir menetes air liur Bening melihat makanan didepan matanya.


"Tentuuu..habiskan, aku buat khusus untukmu".


Dipandangnya Bening yang dengan lahapnya menyantap masakan buatannya, sambil mengusap pucuk kepala wanita itu.


"Enak sekali.. kamu jago sekali masaknya?"


Diacungkan kedua jempolnya.


"Kamu suka?"


Bening menggangguk sambil mengunyah spaggeti yang ada dimulutnya.


"Suka masakanya apa suka orangnya?"


Tanya Vian menggoda.


"Suka dua-duanya..hehehe..!"


Mereka tertawa bersama sambil menikmati makanan dan saling menggoda satu sama lain, sejenak Bening melupakan apa yang sedari tadi membuatnya galau dan menangis.


Sungguh laki-laki itu menjadi sumber kebahagiaannya saat ini.


Hidup cuma sekali bukan, kalau kita bisa tersenyum untuk apa kita bersedih.


Nikmati dan jalani apa yang membuat kalian bahagia..💚


Setuju gaesss....?


Jangan lupa dukungannya ya gaes,ketik Like,Vote dan Koment kalian ya😘

__ADS_1


Jangan lupa sentuh ❤


Terima kasih🥰


__ADS_2