CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
114. BAPER part 2


__ADS_3

...πŸ€πŸ€ HAPPY READING πŸ€πŸ€...


..." Aku butuh kamu seperti Jantung butuh Detak, aku tak merencanakan mencintaimu, tapi aku bahagia telah melakukannya."...


Mereka masih berbincang hangat sambil bernostalgia mengenang masa - masa indah bersama mendiang kakek.


" Kakek dulu tampan kagak yank?"


Tanya Bening, seketika senyuman Vian memudar.


" Tampan banget nona, bahkan sampai rambutnya memutih pun masih terlihat tampan, dulu kata kakek banyak wanita yang naksir padanya."


Sela Doni membayangkan kakek Vian dulu.


" Wuaahh.. pengen liat foto kakek deh."


Bening tersenyum gembira memamerkan lesung pipit di wajahnya.


" Masih tampanan aku yank dari pada kakek."


Vian memasang tampang percaya diri penuh.


" Berati kamu dulu, lebih banyak lagi dong wanita yang deketin kamu!"


Bening sudah ganti dengan mood angry birdnya.


" Ehh.. kok jadi ngomongin yang itunya sih?"


Vian jadi salah tingkah, perubahan mood istrinya ketika hamil memang sering terjadi, salah sedikit saja ngambeknya bukan main.


" Hiks..hiks.. jangan - jangan kamu dulu sering mainin wanita ya?"


Bening mulai menitikkan air matanya.


" Haah.. mewek lagi."


Vian sudah lemas, hari ini entah sudah berapa kali Bening mewek hanya karna hal sepele.


Tadi malam saat dia gagal buat telor ceplok setengah matengpun meweknya nggak ketulungan.


" Aduh duh.."


Bening memegang perutnya yang sudah mulai membuncit.


" Kenapa yank? apa kamu sudah mau melahirkan?"


Tanya Vian mendekat dan mengelus perut Bening.


Plaaakkk..


Bening memukul lengan Vian.


" Yank.. kalau lagi hamil nggak boleh KDRT tau yank..!"


Vian mengaduh.


" Habisnya kamu aneh, orang lagi beberapa bulan kok sudah mau melahirkan, aku mules, mau ke kamar mandi, bantuin!"


Ucap Bening dan Vian langsung sigap memapah Bening.


Orang hamil memang susah kalau mau berdiri, dan Vian sudah terbiasa melakukan hal itu dengan telaten.


" Hati - hati yank, pelan - pelan saja."


Ucap Vian sambil merangkul tubuh Bening yang mulai membengkak.


Setelah itu Vian meninggalkan satu kecupan sayang dikening istrinya, dia merasa perjuangan wanita saat hamil begitu berat, mau tidur miring pun salah, tidur terlentang juga salah, mau bangun apalagi, tambah lagi mau jongkok, suatu nikmat yang tidak bisa dilukiskan dengan gambaran dari seorang wanita hamil.


" Yank.. kita nikah yuk?"


Ucapan Doni terlepas begitu saja, saat melihat sepasang suami istri yang kadang romantis kadang berantem, kadang bikin orang iri melihatnya.


" Haah?"


Alexa melongo mendengar ucapan kekasihnya.


" Will you mary me?"


Doni memegang tangan Alexa sambil tersenyum bahagia.


Werrrr..


Alexa menjewer telinga Doni.


" Aawww.. sakit yank, kok malah dijewer sih?"


Ucap Doni sambil mengusap telinganya yang panas, Alexa menariknya dengan energi ekstra.


" Berobat yuk bang!"

__ADS_1


Ajak Alexa segera berdiri.


" Ngapain? emang kamu sakit?"


" Abang itu yang sakit!"


" Emang abang sakit apaan? abang sehat segar bugar ini lho?"


Doni tidak terima.


" Sakit BAPERan..!"


Ucap Alexa berdiri dan segera keluar dari rumah Vian.


" Mbok.. nanti bilangin ke kak Bening ya, kami pamit pulang dulu."


Ucap Alexa saat melihat simbok melintas.


" Baik neng."


Jawab bibi sambil tersenyum.


" Heh yank.. kita beneran mau ke rumah sakit? mana ada penyakit baper yank, nggak ada obatnya?"


Doni mengejar langkah Alexa.


" Kunci motor?"


Ucap Alexa menengadahkan telapak tangannya.


" Biar aku saja yang didepan."


Ucap Doni melangkah ketakutan kalau pacarnya benar - benar membawanya ke rumah sakit.


Alexa langsung merogoh saku celana depan Doni dengan paksa, karena disitulah dia menyimpan kunci motornya.


" Awwww.. yank?"


" Kenapa?"


Alexa tidak merasa bersalah sama sekali, malah menantangnya.


" ENAK.."


" Haiissss.. kamu ini bang!"


Alexa kesal sendiri dengan tingkah Doni.


" Abaaaaang ihh.. mesum banget deh! cepet naik, atau aku tinggal nih!"


" Naik dong, kamu suka dibawah atau diatas?"


Ledek Doni makin menjadi.


" Apaan sih bang? ngeres mulu deh."


" Cie..kamu tuh yang ngeres, orang maksud abang kamu suka dibawah atau diatas kamar kita nanti?"


" Bodo amatlah."


Alexa menjalankan motor sport hitam itu dengan santai, menikmati suasana malam yang tenang, dibawah sinar lampu kelap - kelip jalanan dan angin yang berhembus sepoi - sepoi menambah kesan romantis bagi setiap pasangan.


Tangan Doni kemana?


Jangan tanya lagi, tangan kiri memeluk pinggang Alexa yang ramping itu, tangan kanan berada di pundak kanan memeluk tubuh bagian depan Alexa dengan kepala Doni yang bersandar santai dipundak kiri Alexa.


" Kita mau kemana bang?"


" Kita ke hotel yuk?"


Ledek Doni tak habis - habis.


Cekiitttttt..


Alexa mengerem dadakan motor Doni, hampir saja Doni terlempar kedepan.


" Astaga yank? kenapa ngerem dadakan?"


Doni mengelus dada bidangnya.


" Kalau abang masih ngeres aja, aku mending jalan kaki."


" Hehe.. abang bercanda yank, gitu aja ngambek, mana mungkin abang bawa eneng ke hotel bulan puasa gini?"


Doni mulai tertawa kembali.


" Jadi kalau nggak bulan puasa?"


" Abang nggak janji?"

__ADS_1


" Abaaangg? tuh kan mulai lagi, aku turun nih?"


Ancam Alexa.


" Kamu ini, maksud abang nanti kalau kita udah menikah?"


Doni menoyor kening Alexa pelan.


" Ngomong dong!"


Alexa tersenyum malu.


" Eh.. itu ada taman, kita duduk bentar yuk, jantung abang masih dag dig dug nih karena ulahmu!"


Doni menarik lembut tangan Alexa ke sebuah taman kota.


" Waaah.. asyik juga ini tempatnya bang, eh ada jagung bakar juga."


" Kamu mau?"


Tanya Doni melihat Alexa yang memandang jagung bakar itu dengan menggelora.


" Mauk.."


Dan dua jagung bakarpun sudah ditangan mereka masing - masing.


" Alexa?"


" Hemm..?"


" Apa kamu tidak mau menikah dengan abang?"


Tanya Doni sambil mengigit jagung manis bakarnya.


" Siapa yang bilang?"


Tanya Alexa yang juga menikmati jagung bakarnya.


" Tadi?"


" Kapan?"


" Waktu di rumah tuan muda?"


" Abang serius mau nglamar aku kayak gitu aja?"


" Jadi?"


Doni menaikkan satu alisnya.


" Astaga, abang ini titisan dari apa? masak iya nglamar cewek kek gitu aja? nggak ada dinner romantis gitu, lampu kerlap - kerlip kek? apa kek? nggak gaul banget deh abang, kagak ada sweet - sweetnya sama sekali, itukan moment sekali seumur hidup, harus berkesan dong!"


Greeepp..


Doni langsung memeluk tubuh Alexa dengan erat, dia kira tadi Alexa masih belum siap dan masih membutuhkan waktu lagi untuk ke jenjang lebih serius, ternyata hanya karna lamarannya yang tidak romantis.


" Abang?"


" Makasih sayang, aku kira kamu tadi menolaknya?"


Ucap Doni menghujani kepala Alexa dengan ciuman bertubi - tubi.


" Mana mungkin aku menolak abangku yang tampan ini, aku bahkan ingin selalu ada didekat abang."


Alexa membalas pelukan Doni dengan erat.


" Terima kasih sayang, i love you."


Doni menyambar bibir rasa jagung manis itu dengan segera tanpa ba.. bi.. bu.. terkam langsung.


" Tapi..."


Alexa melepas pagutan indah dibawah temaramnya lampu taman kota itu.


" Apa? kenapa?"


Tanya Doni terkejut.


" Aku nggak mau kalau kayak tadi nglamarnya? ulangi sekali ya besok, yang romantis pokoknya? nggak mau tau!"


Bibir Alexa mengerucut dengan imutnya.


" Pasti sayang."


Doni langsung menahan tengkuk Alexa dan mulai mengeksplor semua yang ada didepan mata, tanpa peduli orang disekitar, karena suasana yang mendukung dan hati yang sedang bermekaran seakan menebarkan bunga - bunga indah disekeliling mereka.


Namanya juga lagi kasmaran ya kan, emang pada gile - gile kalau sudah tentang CINTA.


Ini ceritanya malam lho ya? jadi kalau dirasa nggak kuat bacanya entar pas udah buka ya?

__ADS_1


Jangan lupa mawar indahnya, atau yang sudi kasih secangkir kopi?


Author sayang kalian nih makanya khilaf up dua kali hari ini πŸ’


__ADS_2