
...ππ HAPPY READING ππ...
πΈπΈπΈ
Pagi ini Doni bersiap untuk pergi ke Paris, untuk mengikuti pelelangan saham, walaupun dengan wajahnya yang sedikit pucat karena kurang tidur, tapi dia tetap bersemangat menjalankan pekerjaannya.
Tring.. hp Doni berbunyi.
Big boss is calling..
" Selamat pagi tuan muda? "
sapa Doni dalam telepon.
" Pagi, apakah kamu sudah siap berangkat? "
" Sudah tuan muda, penerbangannya nanti siang, saya juga sudah menyiapkan segala keperluan anda tuan."
" Anda? "
Ucap Vian heran.
" Iya, Anda juga ikut kesana kan tuan muda? "
" Kapan aku bilang ikut kesana? "
" Haah? jadi saya berangkat sendiri? "
Doni sedikit terkejut.
" Tidak, kamu pergi bersama Naisya sekertaris kita yang baru."
" Naisya? tapi dia baru satu minggu mulai bekerja tuan muda, apakah..?"
Doni sedikit ragu untuk pergi bersama sekertaris baru itu, karena dia masih baru, dan belum begitu faham dengan tender besar seperti ini pikirnya.
" Jangan kamu remehkan dia, dia pindahan dari salah satu perusahaan sukses di Jepang asal kamu tahu? karena keluarganya pindah kesini semua, jadi dia keluar dari perusahaan yang di Jepang itu."
Jelas Vian.
" Benarkah? "
Doni menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Datanglah kemari bersama Naisya sebelum berangkat, ada dokumen penting yang harus kamu bawa! "
" Baik tuan muda."
Doni segera memasukkan koper kedalam bagasi mobilnya, dan segera meluncur ke rumah Naisya, setelah dia mengirimkan pesan tadi.
Doni berbelok ke halaman rumah minimalis tapi sangat indah dan asri dipandang mata.
Tok..tok..
" Permisi tante, apa benar ini rumah nona Naisya?"
sapa Doni ketika melihat wanita paruh baya yang masih terlihat cantik membukakan pintu.
" Ya.. benar sekali, waah.. kamu tampan sekali, apa kamu kesini mau menjemput putri saya? "
Ucapnya tersenyum bahagia.
" Ahh.. benar tante, kami ada perjalanan bisnis dari kantor, kebetulan jalannya searah, jadi sekalian saya jemput saja."
" Waah.. kamu sudah tampan, baik hati pula itu, beruntung sekali nanti istrimu, ehh.. apa kamu sudah punya istri? "
Naluri seorang emak - emak ketika melihat seorang pria tampan dan mapan, langsung bergejolak.
" Hehe.. belom tante, minta doanya, semoga segera dipermudahkan jalan menuju ridhoNya."
Ucap Doni tersenyum.
" Apa kamu sudah punya pacar? "
Tanya ibu Naisya semangat.
" Alhamdulilah sudah tante."
" Haisss.. gagal maning punya calon menantu tampan, masuklah.. aku panggilkan putriku dulu."
Perubahan mimik wajah ibu Naisya sangat terlihat dari semangat membara jadi lembek seperti kerupuk kena air, satu kata untuk menyimpulkan perasaannya sekarang, kecewa..
Doni duduk dengan menyilangkan kedua kakinya sambil melamun.
" Maaf pak, sudah membuat anda menunggu."
Doni menoleh, terlihat seorang gadis cantik, berkulit putih, tinggi, langsing, berambut lurus dan panjang terurai dengan indahnya.
Sempurna.. astaga, astagfirulloh.. sadar Don, kamu punya Alexa.
" Its okey, bisa kita berangkat sekarang, tuan muda sudah menunggu."
" Baik pak "
Sekitar dua puluh menit perjalanan dari rumah Naisya sampai ke rumah Vian.
Bening yang sedang menyirami koleksi tanaman caladium faforitnya sedikit terkejut melihat perempuan cantik turun dari mobil bersama asisten suaminya.
" Siapa dia Don? apa kamu punya wanita simpanan lain?"
__ADS_1
Tanya Bening menginterogasi.
" Bukan nona, dia sekertaris baru tuan muda."
ucap Doni tersenyum.
" Apa? sekertaris baru suamiku? "
Haisss.. mas Vian, kamu pasti sengaja mencari sekertaris daun muda ya, awas kamu nanti.
" Siapa yank? "
Ucap Vian muncul dari ambang pintu.
Bening tidak menjawab, dia hanya menoleh dengan tatapan tajam menusuk ke arah suaminya.
" Hehe.. dia sekertaris baru Doni yank, dia yang akan menemani Doni ke Paris! "
Vian sudah merasakan aura negatif dari tatapan istrinya.
" Apa? Sekertarisku? "
Ucap Doni heran.
" Diamlah, mulai sekarang dia sekertarismu!"
Ucap Vian dengan menajamkan pandangannya setajam silet.
" Kamu tidak ikut ke Paris kan yank? "
Tanya Bening sambil mengeratkan gigi putihnya.
Cup
Ciuman manis mendarat dibibir mungil Bening.
" Tentu tidak yank, aku kan sudah berjanji mengajakmu kencan hari ini."
Ucap Vian memeluk Bening dengan mesra tanpa memperdulikan dua manusia didepannya yang sedang menyaksikan atraksinya sedari tadi.
" Astaga, dia mulai lagi, alihkan pandanganmu Sya, kalau tidak ingin sakit mata."
Ucap Doni melihat Naisya yang seakan terkejut melihat drama pagi ini.
" Hehe.."
Naisya tersenyum sambil memalingkan wajah cantiknya.
Astaga, benarkah itu tuan muda galak yang di kantor kemarin, kenapa dia begitu manis kalau berhadapan dengan istrinya.
" Kalian tunggu sebentar, aku akan mengambilkan dokumennya."
Ucap Vian cuek.
" Kenapa aku harus ikut masuk? "
" Ayolah sayang, ngapain di luar, mending kita masuk kedalam, aku akan mengunjungi dedek bayi kita sekali lagi."
" Enggak.. dedek udah bosan kamu tengokin mulu!"
" Ayolah.. tadi malam dia berpesan agar pagi ini ayahnya mengunjunginya lagi."
" Tidaakkk..! "
Vian sudah mengendong istrinya yang berontak ala bridal style.
" Wuuahh.. tuan muda benar - benar beda."
ucap Naisya tanpa sadar.
Setelah beberapa saat, bukan Vian yang keluar tapi si bibi yang membawakan dokumennya.
Doni sudah menduga, pasti big bossnya langsung melakukan serangan pagi tiada ampun.
" Ayo Sya kita berangkat, jangan bayangkan apa yang tidak seharusnya kamu bayangkan."
Ucap Doni berjalan menuju mobilnya.
Dilain sisi didalam sebuah kamar yang mewah, terlihat seorang gadis duduk menangis disudut kamarnya.
Abang kamu dimana, aku rindu..
" Sayang..kamu makan dulu ya? "
Mama Alexa sangat prihatin melihat keadaan putrinya, wajahnya yang pucat sudah bisa ditebak bahwa dia tidak tidur semalaman dan terus menerus menangis.
" Aku tidak lapar ma."
Jawab Alexa lirih.
" Sayang.. kamu tidak boleh menyiksa diri kamu seperti ini nak, makanlah walau hanya sedikit? "
Ucap mama Alexa menangis.
Alexa hanya menggelengkan kepalanya tanpa bersuara.
" Patah hati juga butuh tenaga kali.. makanlah, kalau kamu sakit, gimana mau melawan kekuatan super ayahmu itu?"
Kedua wanita itu serentak menoleh.
__ADS_1
" Uncle Joe..? "
Alexa seketika berdiri dan berlari memeluk paman jahil tersayangnya itu.
" Haaaah.. harusnya aku rekam tadi saat kamu berlari memelukku, biar ku kirim videonya sama pacar gilamu itu! "
ucap Joe membalas pelukan keponakan manjanya itu.
" Joe.. syukurlah kamu datang, suruh Alexa makan ya, dari kemarin dia belum makan sama sekali, tante tinggal ke bawah dulu."
ucap Mama Alexa perlahan meninggalkan kamar putrinya.
" Baik mbak."
jawab Joe.
" Uncle.. aku harus gimana, ayah tidak merestui kami, aku dikurung tidak boleh kemana - mana! "
Rengek Alexa masih didalam pelukan pamannya.
" Uncle sudah menduganya, lalu apa pria gilamu itu menyerah begitu saja? "
" Dia belom menghubungiku uncle, aku rasa dia diancam oleh ayah, kemarin ayah begitu murka, apalagi setelah mengetahui kalau abang hanyalah orang biasa."
" Haaah.. kenapa ayahmu tidak berubah, walaupun gila, aku rasa dia bisa membuatmu bahagia."
ucap Joe menghela nafas panjang.
" Ayah tidak pernah memikirkan kebahagiaanku uncle, atau jangan - jangan aku ini bukan anak kandung ayah ya uncle? "
Alexa melepas pelukannya dan memandang kedua bola mata pamannya.
Pletaakkk..
Joe menyentil dahi Alexa gemas.
" Awww..sakit uncle..! "
" Kamu ini kalau ngomong sembarangan !"
" Emang uncle ada, waktu ayah buat aku? "
" Haahh.. iya juga ya, aku mana lihat! "
" Tuhhh kan..!"
Alexa kembali memeluk pamannya, untuk saat ini hanya pamannya lah tempat ternyaman untuk bercerita.
" Tante nggak pernah bilang apapun padaku, ya kali uncle harus ngintip malam pertama orang tuamu, kamu ini lama - lama bucin jadi sableng sinto gendeng lah! "
" Uncle.. bantuin Alexa, aku harus gimana?"
" Kita pikirkan nanti ya, kita atur strategi, tapi sekarang kamu harus makan dulu, mau melawan ayahmu butuh tenaga ekstra tauk! "
ucap Joe sambil menyuapi Alexa makan.
" Dosa nggak sih uncle, kalau aku harus melawan ayah? "
" Kalau kamu takut dosa ya jangan ngelawan, turuti saja maunya? "
" Jadi uncle mendukung ayah! "
Alexa mulai kesal.
" Uncle tidak mendukung siapapun, uncle cuma ingin melihat kamu bahagia, jika itu yang terbaik untukmu dan masa depanmu, uncle pasti membantumu! "
ucap Joe masih telaten menyuapi Alexa.
" Terima kasih uncle, cuma uncle harapan satu - satunya untuk bisa membantuku! "
" Kamu baru menyadarinya? "
Joe tersenyum miring.
" Uncle.. aku rindu! "
" Uncle juga merindukanmu sayang."
Joe tersenyum memeluk erat kembali keponakannya.
" Abang Doni, bukan uncle! "
ucap Alexa perlahan.
" Haiiisss... dasar keponakan durjana, makan sendiri, habiskan makanmu! "
Ucap Joe sambil melepas pelukan Alexa dan berbaring di ranjang empuk Alexa sambil ngedumel nggak jelas.
" Hiiss.. uncle ini! "
" Bomatt..! "
Joe tidur tengkurap sambil menutupi kepalanya dengan bantal.
Biar tukang ngambekan, uncle Joe tetap tampan ya kan, hehe..
Tunggu keseruannya uncle tampan kita di next episode ya..
Jangan lupa, tinggalkan LIKE kalian.
__ADS_1
Yang udah kasih VOTE, semoga makin lancar rejekinya, amin
Terima kasih atas semua dukungannya.π