
...π²π² Happy Reading π²π²...
Kita lanjutkan part yang kemarin ya gaes..
Jangan lupa, Like..Like..Like..π
πΈπΈπΈπΈπΈ
"Aaaaaaaaaahhhh!"
teriak Bening.
"Beninggggggggggggg!"
teriak Alan.
"Awaaaaaaasssssssssss!"
teriak Alan kembali.
Dia Alan, mantan kekasih Bening yang sedari tadipun ikut melihat kejadian itu, dia sebenarnya juga terkejut, dan tidak menyangka akan bertemu Bening dikafe tersebut, dia hanya berniat untuk sarapan.
"Bening..kamu tidak apa-apa?"
ucap Alan memangku Bening yang ternyata sudah pingsan.
Saat Bening mengejar Vian ternyata ada mobil yang melaju dengan cepat dan karna Bening tidak fokus pada jalan dia terserempet dan terpental ke bahu jalan.
"Bening...? Bangun Bening, astaga apakah dia hamil? kenapa darahnya mengalir deras!"
ucap Alan panik dan segera membawa kemobil dan melaju cepat ke rumah sakit.
"Susterrr..Tolong suster, dia mengeluarkan banyak darah!"
ucap Alan menggendong Bening dan membawa ke ruang IGD.
"Kami akan segera menanganinya mas, silahkan keruangan administrasi untuk mendaftarkannya!"
ucap suster itu membawa Bening masuk keruangan IGD.
"Baik suster, lakukan yang terbaik untuknya!"
ucap Alan panik dan dia segera berlari menuju keruang administrasinya.
Setelah selesai Alan kembali menunggu didepan ruang IGD.
Ceklek..
"Dokter bagaimana keadaannya?"
tanya Alan panik.
"Pasien mengalami pendarahan yang terlalu banyak, mungkin karena benturan keras dan karena itu janin didalam kandungannya tidak bisa diselamatkan!"
ucap dokter menjelaskan.
"Astaga Bening!"
ucap Alan meraup wajahnnya.
"Apakah anda suaminya? saya harus mendapatkan tanda tangan persetujuan operasi, karena harus membersihkan rahim pasien? kalau tidak ditangani segera akan berakibat buruk kedepannya!"
jelas dokter itu.
"Haaaah? hemm..i.. iya dokter, aku akan menandatangani surat itu, lakukan yang terbaik untuk kesehatannya!"
jawab Alan.
"Baik, silahkan ikuti suster ini, dan saya akan menanganinya segera!"
ucap dokter itu.
"Baik dokter, tolong selamatkan dia!"
jawab Alan.
Disebuah villa yang cukup jauh dari keramaian kota, akhirnya Devina, Vian dan Doni yang menyamar sebagai sopir dengan menggunakan kumis dan kaca matannya sudah memasuki halaman villa cantik itu.
"Waahh.. cantik sekali villanya sayang!"
ucap Vina yang dari tadi tak lepas dari tangan Vian dengan manjanya.
"Apa kamu menyukainya sa..yang? "
ucap Vian tersenyum licik.
"Tentu, aku sudah tidak sabar, ayo masuk!"
ajak Devina bersemangat.
"Aku pun sudah tidak sabar dari tadi!!"
ucap Vian dengan mantap.
Ceklek..
Saat pintu terbuka, dua buah pistol sudah berada di samping kepala kanan kiri Devina, dan satu orang lagi mengikat tangan Devina dibelakang.
"Sa.. sayang..a.. apa maksudnya ini?"
ucap Vina ketakutan.
"Bukanya kamu sudah tidak sabar? nikmatilah!"
__ADS_1
ucap Vian tersenyum puas.
"Sayang..jangan bercanda, aku tidak suka lelucon ini!!"
ucap Vina.
"Bawa dia kegudang bawah tanah!"
perintah Vian.
"Sayang.. apa-apaan ini, kamu kurang ajar ya!berani-beraninya menjebakku! "
ucap Vina berontak.
"Cek seluruh tubuhnnya, apakah ada pelacak atau apapun itu!"
ucap Vian.
"Boss.. Didalam kalungnya ada sinyal pelacaknya bos!"
ucap anak buahnya.
"Aku sudah menduga, Letakkan benda itu digudang dan segera bawa dia, di villa bawah gunung!"
"Siap bos!"
Mereka segera menyeret Vina kemobil, dan membawanya pergi.
"Donn.. Kita harus meledakkan villa ini!"
ucap Vian.
Doni segera mengambil sesuatu didalam mobilnya dan...
Booooooommmmmmmmmmmmm!
Villa mewah nan cantik itu mengobarkan api besar dan membakar rumah beserta isinya.
"Kita harus segera menyusulnya, untuk sedikit bermain-main dengannya, hahahhaa......!"
mereka berdua tertawa puas.
"Anak buahnya pasti mengira perempuan itu terbakar divilla itu!!"
ucap Doni.
"Haha.. aku sudah menduga dia bawa sesuatu, dan barang itu tidak akan hancur walau dibakar api sekalipun, mereka pasti tetap akan mendatangi villa itu.
"Kita akan segera sampai tuan muda!"
ucap Doni.
"Aaahh.. Kenapa tiba-tiba perasaanku jadi tidak enak ya?"
ucap Vian.
ucap Doni meledek.
"Aahhh..Sialan kau, aku sudah tidak punya perasaan apapun terhadapnya, mau kau cincang dia, mau kau buang dia kedasar laut, atau mau kau kasihkan ke buaya peliharaanmu juga aku tidak peduli!"
ucap Vian.
"Benarkah.. Hahaha!"
Doni tertawa meledek.
"Kau sudah mengumpulkan bukti-buktinya kan!!"
tanya Vian.
"Sudah tuan, tinggal mengusut semua anak buah dan orang-orang bawah yang bekerja sama dengannya"
ucap Doni.
"Baguss, aku sudah lelah menghadapi wanita ular itu, aku hanya ingin hidup bahagia bersama Bening dan anakku, aahhh... Bagaimana keadaan Bening tadi? aaahh... Kenapa sepagi itu dia ada disana, aku bahkan sudah melukainya kembali Don!"
ucap Vian melemah.
"Nona Bening pasti akan memakluminya setelah ini! nanti malam aku akan siapkan dinner paling romantis untuk kalian berdua!"
ucap Doni tersenyum.
"Good idea brother!"
ucap Vian menepuk bahu asistennya.
Vian tersenyum melihat Vina duduk dikursi dalam keadaan pingsan dan tangan diikat kebelakang.
"Bangunkan dia!"
titah Vian.
Byuurrrrrrrr...
Anak buah Vian menyiram Vina dengan seember air comberan.
"Aaaahhhh...Hoeekkk!"
Vina pun bangun dan ingin muntah mencium baunya sendiri.
"Vian..Aku mohon, lepaskan aku, aku tidak akan menganggumu lagi, aku akan pergi jauh dari hadapanmu!"
ucap Vina merengek.
__ADS_1
"Ciiihhh...Kau memang harus enyah dari hadapanku sampai kapanpun!"
ucap Vian.
"Vian..Lepaskan aku, kenapa kamu menyiksaku, bukannya kita saling mencintai Vian, tolong lepaskan aku !"
pinta Vina.
"Ciiiihh.. Mencintaimu? itu adalah kesalahan terbodohku dan itu tidak seberapa dari apa yang telah kamu perbuat terhadapku dan istriku"
ucap Vian marah.
"Viannn..lepaskan aku, atau aku akan menghancurkan seluruh keluargamu!"
ucap Vina kesal.
"Huuuuuu... atuuutttt... lakukan apa yang mau kau lakukan,aku tidak peduli dan tidak takut sama sekali !"
ucap Vian.
"Doonn.. sepertinya bermain-main sebentar asyik kali ya!"
ucap Vian sambil duduk manis didepan Vina.
"Siaap laksanakan, dengan senang hati tuan muda!!"
ucap Doni sambil tersenyum dan mengeluarkan sebilah pisau yang putih berkilau clingggg...π
"Aaaaauuuuuuu!"
teriak Vina kesakitan, karena Doni menyayat pipi putih mulus Vina dan mengalirkan darah yang banyak.
"Auuu.. auuu.. auuu.. Kau membuatnya tak cantik lagi Don,mungkin tambah pipi sebelah kiri lebih bagus !"
ucap Vian tersenyum.
"Viaaan..Cukup, sakit Vian!!"
teriak Vina.
"Lebih sakit hatiku saat kau membuat istriku menangis!!"
bentak Vian.
Sreeeettttt...
Doni menyayat pipi sebelah kiri.
"Huuww...Anda tidak perlu susah-susah beli skincare lagi nona!"
ucap Doni meledek.
"Apakah kau yang menyuruh seseorang untuk menembak Bening?"
bentak Vian.
"Bukan Vian.. Bukan aku!!"
kilah Vina.
"Lubangi tangannya yang mulus itu Don!!"
ucap Vian makin kesal.
"Dengan senang hati tuan!"
Dooorrrrrrrrrrr...
Doooorrrrrrrrr....
Vian menembak kedua tangan Vina.
"Kakinya juga mulus itu Don!"
ucap Vian.
Dooorrrrrrrrrrr....
Dooooorrrrrrrrrr....
Aaaaaahhhhhhhhh.....
Bruuukkk!
"Yaaahhh dia sudah pingsan tuan muda?"
ucap Doni setelah menembak dua kaki Vina.
"Aaaah..Sudah tidak seru bermain-main dengan orang yang sudah pingsan, panggil polisi dan kasih bukti yang kau kumpulkan dan juga pastikan dia dihukum seumur hidup dipenjara bawah tanah!"
ucap Vian.
"Asiap tuan muda!"
"Mari kita akhiri permainan yang kurang seru hari ini, Segitu saja sudah pingsan, payahhh, ayo cabuuttt..!"
ucap Vian segera meninggalkan tempat itu.
Main petak umpet lebih seru bang Vianπππ
Jangan lupa mohon dukungan Like, vote, dan komen kalian ya gaessπ
Terima kasihππ
__ADS_1