
...💘 HAPPY READING 💘...
.... " Berulang tahun memang indah. Akan tetapi lebih indah jika berulang kali bersamamu "...
Benar kata orang kalau udah Cinta, dunia serasa milik berdua, yang lain pada numpang gaess..🤣
Joe sudah sampai didepan apartement Eveline dengan membawa sesuatu ditanganya.
Apakah itu?
Tok.. tok..
Ceklek..
Saat pintu terbuka Joe sudah berlutut dengan kaki sebelah berjongkok dan membuka kotak kecil berisikan kalung emas putih, berbentuk hati mungil nan mewah yang dia beli siang tadi.
" Kakaaaak..?"
Eveline menutup mulutnya dan meneteskan air matanya karena terharu melihat keromantisan kekasihnya dihari pertama mereka kencan, disuasana malam takbir yang mungkin akan dia kenang sepanjang hidupnya.
Dengan diiringi suara Takbir yang berkumandang disekitar apartement, Joe mengungkapkan segala perasaan dihatinya malam ini.
" Sayang.. I love you.."
Joe masih berlutut menunggu jawaban Eveline.
" I love you more kakak.."
Eveline merunduk dan memeluk Joe sambil menangis bahagia.
Senyum Joe terbit begitu indahnya, sebuah rasa yang disambut dengan rasa yang sama adalah sebuah nikmat yang tidak bisa dilukiskan dalam bentuk apapun.
Bersyukur adalah kalimat yang mereka berdua ucapkan saat ini, atas nikmat yang Tuhan berikan.
" Sini kakak pakaikan?"
Ucap Joe berdiri setelah Eveline melepas pelukan hangatnya.
" Terima kasih kakak, cantik sekali liontinnya."
Ucap Eveline sambil melihat kalung dilehernya.
" Kamu suka?"
Tanya Joe lembut.
" Sukak banget."
Jawab Eveline dengan cepat.
" Bayarannya mana?"
Tanya Joe dengan imutnya.
" Haaahh? jadi bayar nih?"
Alexa terkejut.
Cup
Joe langsung menyambar bibir Eveline dan menautkan keningnya ke kening Eveline.
" Masuk ya.. entar jadi tontonan viral lagi kita?"
Bisik Joe dengan lembutnya.
Huppp..
Joe langsung mengangkat tubuh Eveline kedalam gendongannya, dan kembali menautkan bibirnya sambil berjalan masuk tanpa terlepas pagutannya.
Borong deh borongggggg uncle..! 🤪
Setelah habis nafas Eveline akibat ulah Joe yang nakal karena dehidrasi selama bertahun - tahun kekeringan akan kasih sayang dari seorang wanita.
" Makasih sayang, kakak bahagia sekali bisa memilikimu."
Ucap Joe sambil memangku tubuh langsing Eveline dan memeluknya dari belakang dengan kepala bersandar dibahu Eveline.
Eveline hanya tersenyum tanpa bisa berucap apa - apa.
" Kok diem..? jangan bilang kamu laper lagi ya?"
Ucap Joe cemberut.
" Hehehe.. ya enggaklah, udah makan takjil kok tadi."
Ucap Eveline malu mengingat kejadian kemarin.
" Kita keluar yuk kak, liat suasana malam takbiran? sambil jalan - jalan!"
Ajak Eveline sambil mengalungkan tangannya dileher Joe.
" Ngapain? enakan dirumah aja, bisa mesra - mesraan berdua!"
Ucap Joe menggoda Eveline yang langsung merona merah pipinya, seakan menemukan mainan baru Joe saat ini.
" Kakak iih.. ganjen deh!"
__ADS_1
Timpal Eveline.
" Ganjen ama pacar sendiri ini, nggak papa dong?"
ucap Joe sambil menengadahkan kepalanya memandang wajah kekasihnya.
" Udah dong, jangan dilihatin muluk, keluar nanti biji mata kakak!"
Umpat Eveline yang sebenarnya udah malu banget.
" Hehe.. makanya cantiknya biasa aja, jangan kebangetan kek gini dong? kakak kan jadi kagak nahan?"
Goda Joe kembali.
" Gomball.. udaah iih kak!"
" Belum juga diapa - apain? kok udah bilang udaah aja!"
Makin gencar Joe beraksi.
" Diiihh.. aku mau ambil sweater dulu, pokoknya kita jalan keluar, TITIK."
Eveline beranjak dari pangkuan Joe dan segera berlari kekamarnya.
Joe hanya geleng - geleng kepala melihat kekasih kecilnya, walau bagaimanapun juga Eveline masih abegeh, masih seneng jalan kesana kemari dan Joe memaklumi itu.
Andai Doni lihat kelakuan adeknya seperti ini, habis dia diceramahin tujuh hari tujuh malem, karena Doni masih menganggap Eveline bocah yang belum cukup umur untuk bermesraan dengan lawan jenis.
Akhirnya mereka sampai di Bukit Bintang, sebuah bukit tinggi yang didepannya terlihat hamparan rumah penduduk yang ketika malam hari lampu - lampunya terlihat seperti hamparan bintang - bintang berkerlipan, walaupun jalan keluar, bukan Joe namanya kalau tidak bisa mencari tempat yang indah yang tetep bisa romantis - romantisan dengan kekasihnya.
" Cantik banget tempatnya kak!"
Eveline kagum melihat pemandangan indah dimalam hari.
" Cantik, kayak kamu!"
Joe mulai mengombal lagi.
" Cieee.. kakak udah bisa dapet gelar raja gombal nie!"
Ucap Eveline.
" Sayang.. kamu punya spidol hitam kagak?"
Ucap Joe sambil memeluk Eveline dari belakang.
" Buat apah?"
Tanya Eveline heran.
Ujar Joe kembali.
" Eaaakkkk... waarr byasaahh kakak mah!"
Eveline geli sendiri mendengarnya.
" Andaikan satu bintang akan jatuh tiap kali kakak merindukanmu, bulan pasti akan protes!"
" Kenapa?"
Tanya Eveline tersenyum kembali.
" Soalnya dia bakal sendirian di angkasa, kakak kan setiap saat merindukanmu."
" Hahahaha.. astaga kakak, dapat wangsit darimana jadi pinter gombal gini deh?"
" Aku setuju-setuju aja kok kalau harga BBM makin mahal?"
Aksi Joe keluar lagi.
" Owh ya? Kenapa lagi tuh?"
" Asalkan senyum kamu tetap murah sama kakak, hehe.."
" Hahaha.. habis kata - kataku buat kakak deh!"
Eveline menggeleng - gelengkan kepalanya.
" Kakak suka lihat kamu tersenyum, jadi kakak akan selalu membuat kamu tersenyum, hanya untuk kakak tapi ya?"
Joe menyentil hidung mancung Eveline.
" Pastinya, hehe.. tapi kak..."
Eveline teringat sesuatu.
" Apa sayang?"
Joe mencium rambut Eveline yang beraroma rose itu.
" E.. itu.. anu.."
Eveline masih ragu mengatakannya.
" Apah? ngomong aja sayang?"
Joe mempererat pelukannya.
__ADS_1
" Aku lulus seleksi Polwan tahap pertama."
Ucap Eveline memberi jeda.
" Heemm.. terus?"
" Aku.. aku akan berangkat pendidikan selama kurang lebih tiga bulan."
Ucap Eveline memejamkan matanya, siap - siap mendengarkan ocehan Joe.
Pelukan Joe beringsut terlepas, senyum yang sedari tadi mengembang kini mulai surut mendengar penuturan Eveline.
" Ehemm.. Dimana?"
Tanya Joe sambil menetralkan perasaan terkejutnya.
" Luar kota, tapi belum sekarang kok, paling habis lebaran nanti."
Jawab Eveline perlahan.
" Weekend bisa pulang kan?"
Tanya Joe cemas.
" Enggak bisa kak, selama pendidikan aku nggak bisa pulang."
" Kalau kakak yang nyamperin kamu kesana, boleh kan?"
Tanya Joe berharap.
" Enggak boleh juga! hehe... maaf."
Eveline merasa tidak enak hati, tapi peraturan dari sana memang seperti itu.
" Tapi kalau telpon tiap malam tetep bisa kan?"
" Enggak boleh bawa handphone kak disana!"
" Apaaahhh? masak telponan aja nggak boleh sih, kejam banget deh!"
Joe benar - benar kesal.
" Tapi emang gitu kak peraturannya, tiga bulan aja kok, pleasee.. itu cita - cita aku kak dari dulu, jadi abdi negara!"
Ucap Eveline sambil menunduk.
Joe menghela nafas panjang sambil menjambak rambutnya kebelakang, bingung harus apa dan bagaimana.
Masak lagi anget - angetnya ditinggal pergi tanpa kabar selama tiga bulan, bisa gila aku.
" Kalau kakak bilang nggak boleh kamu gimana?"
Ucap Joe perlahan, dia sungguh tidak rela berpisah selama itu dengan Eveline.
Rindu itu berat, benar kata Dilan ya kan?
Eveline hanya terdiam sambil menundukkan pandangannya kebawah.
" Sayang?"
Tanya Joe kembali.
" Tapi itu..."
" Kamu bisa kuliah aja kan sayang? jadi pengusaha kayak Doni? lagi juga perusahaan kakak banyak cabangnya, kamu nanti bisa bantuin kakak mengelola perusahaan itu nantinya."
Rayu Joe sambil memegang kedua lengan Eveline.
" Tapi kan kak..."
" Sayang... kakak nggak bisa jauh dari kamu, baru juga sayang - sayangnya masak kakak udah ditinggal."
Joe mengerucutkan bibirnya dengan imut.
" Cuma tiga bulan kak, bukannya selamanya."
Eveline masih berusaha menawar.
" Sayang.. kakak nggak bisa, apapun yang kamu minta selain itu kakak ijinin deh, kamu penyemangat kakak, sehari nggak ketemu aja udah rindu berat, ini tiga bulan tanpa kabar? kamu mau kakak gila karena mikirin kamu terus?"
Susah kalau ngomong sama cowok yang udah bucin mah!
Ngalamat kamu Eveline?
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Senangnya dihari yang fitri ini Author bisa update yaa 🥰
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, bagi seluruh umat muslim diseluruh dunia.
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN, BILA AUTHOR BANYAK SALAH KATA SALAH UCAP MOHON DIMAAFKEUN..
MINAL' AIDZIN WALFAIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.
Kosong kosong ya sayangku semua.
Terima kasih😘😘😘
__ADS_1