CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
122. Cinta ini membunuhku


__ADS_3

...🍁🍁 HAPPY READING 🍁🍁...


" Aku lebih memilih memendam perasaan karena aku takut terluka, tapi justru memendam perasaanlah yang membuatku semakin terluka "


Naysia semakin kalut dengan perasaan yang dia miliki, dia pun sebenarnya enggan mengagumi milik orang lain, tapi apalah daya perasaan kita tidak bisa disetting begitu saja, hati kita ciptaan Tuhan bukan ciptaan pabrik yang begitu rusak bisa di restart ulang.


" Permisi pak, ini ada proposal yang harus anda lihat sebelum pulang."


Ucap Nay.


" Okey.. letakkan saja disitu."


Ucap Doni tanpa memandang wajah Nay dan masih berkutat dengan laptopnya.


Bahkan saat aku bicarapun dia tidak ingin memandangku, tapi kenapa aku masih mengaguminya, sebodoh itukah CINTA.


" Baik pak, permisi."


Ucap Nay pamit.


" Owh ya Nay, besok ada acara buka puasa bersama karyawan perusahaan di rumah tuan muda, kamu jangan lupa datang, kalau perlu ajak Joe sekalian untuk menemanimu, mulai sekarang dia relasi kita juga."


Ucap Doni kembali mendekatkan Joe dan Nay.


" Ee.. baik pak, saya usahakan, permisi."


Ucap Nay segera berlalu.


Idiiih.. males banget ngajak pria itu, mending aku berangkat sendiri aja.


Sore menjelang Doni sudah sampai di apartement miliknya, selagi menunggu buka puasa dia menelpon kelasihnya.


Tulilutt..


" Hallo bang?"


" Hai sayang, lagi ngapain?"


" Lagi kangen sama abang?"


Pergombalan Alexa sudah kumat lagi.


" Kangen apanya hayo?"


Ledek Doni.


" Kangen gesreknya, haha."


Alexa kembali mengingat awal mula perjumpaan mereka, yang tidak pernah akur sama sekali.


" Kirain kangen rasanya?"


" Rasa apa?"


" Rasa yang kumiliki..hehe..!"


" Kirain rasa yang pernah ada? hehe.."


Ucap Alexa.


" Sama siapa? Mantan kamu yang gila itu ya?"


Selidik Doni.


" Eitt.. sori ya, rasaku terhadap mantan, kayak deterjen anti noda dong, sekali kucek langsung hilang, haha...!"


Ratu gombal dilawan.


" Cieee.. udah move on nie?"


Ledek Doni.


" Jangan kebanyakan liat spion bang ntar nubruk lho! buanglah mantan pada tempatnya."


" Sampah kali yank? owh ya.. kamu mau nggak ikut abang buka puasa acara kantor di rumah tuan muda?"


Ucap Doni yang ingin selalu melihat wajah Alexa ketika menggombal.


" Maukk..Ada kak Bening nanti kan?"


Ucap Alexa riang.


" Bahagia lah tu, kalau ketemu teman gosipnya?"


" Hehe.. jadi jam berapa nanti abang jemput?"


Tanya Alexa menggebu.


" Kok nanti? besok acaranya yank? nggak sabaran amat deh?"


" Yaaahhh.. Kalau besok aku nggak bisa bang?"


" Emang kenapa? mau kemana? buka puasa sama siapa?"


Pertanyaan Doni beruntun.


" Dih.. ? ama Song jong ki, si Duren, emang kenapa?"


Ledek Alexa.


" Ciiihhh.. aku udah tau siapa itu sepeda Jengki..! artis korengan kan, kagak bakalan juga kamu ketemu sama dia, dia sibuk lagi syuting film on going, haha.."

__ADS_1


Ucap Doni santai.


" Tau dari mana?"


" Mbah gogle dong, emang besok mau kemana sih yank?"


" Di rumah nenek ada acara syukuran keluarga, ayah dan mama kan udah disana juga, jadi besok pagi aku dan uncle Joe berangkat kesana juga."


" Owh gitu? berapa lama?"


" Palingan sebulan aja kok bang."


Jahilnya Alexa kambuh lagi.


" Sebulan? syukuran aja nyampe sebulan? syukuran yang model kek gimana itu sih yank?"


" Model barulah.. orang lagi ngetrend!"


" Dikroting kenapa yank, lama amat nyampe sebulan?"


" Dikroting kayak emak - emak blanja di pasar aja deh?


Alexa tertawa dalam hati.


" Habislah abang?"


" Kenapa? habis isi ulang lah, hihi.."


" Mana rindu kagak ada obatnya lagi? "


" Derita abang deh, hehe.."


" Jangan sebulan, atau abang seret eneng ke KUA sekarang!"


" Dih ngancemnya kagak elit deh?"


" Atau aku ikut kesana skalian nglamar kamu aja gimana?"


" Sabar bosqu.. besok aja habis lebaran gimana?"


" Ya tapi perginya jangan sebulan ya? sehari nggak ketemu udah kayak setahun, ini syukuran doang kok sebulan!"


Doni kesal sendiri dibuatnya, dia nggak mau jauh - jauh terlalu lama dengan Alexa.


" Enggaklah, palingan tiga hari aja kok, hehe.. ciee.. abang dan bucin banget nie?"


" Ciih.. kamu sekarang emang tambah nyebelin?"


" Bukanya dari dulu? haha.."


" Yawda.. jangan nakal, jaga hati, jaga pandanganmu, ingat disini ada hati yang harus kamu jaga? mengerti?"


Ucap Doni.


" Kamu bahkan kayak bayi dimata abang, ngegemesin banget, pengen uyel - uyel deh itu pipi!"


" Serah abang deh, eh.. udah azan bang, buka yuk?"


" Buka yang lain boleh kagak?"


" Abaaaaaanggggg..!"


β™§β™§β™§


Pagi menjelang sorepun datang, di kediaman rumah Vian sudah berjajar menu buka puasa dengan lengkap, bermacam - macam menu takjil terhidang, dari menu pembuka sampai menu penutup.


Setiap bulan puasa Vian memang selalu membuat acara buka puasa bareng bersama seluruh karyawan di perusahaannya, halaman rumahnya sangat luas, jadi cukup menampung seluruh karyawan perusahaannya.


Terlihat Nay turun dari taksi dan menuju ke arah satpam rumah Vian, untuk menunjukkan tanda pengenal di perusahaan.


Karena Nay masih baru jadi tidak begitu banyak yang dia kenali, dia berjalan diantara kerumunan orang mencari seseorang.


Siapa?


Siapa lagi kalau bukan Doni, dan saat melihat Doni sedang berbincang dengan Vian, Nay mendekat dan menyapa.


" Selamat sore tuan muda, pak Doni, terima kasih atas undangannya."


Sapa Nay dengan senyum manisnya.


" Hei Nay? sendiri aja kamu? owh iya.. Joe kan sedang pergi ke puncak ya kan?"


Sapa Doni kembali.


" Ahh.. ya, tidak papa pak."


Nay malah merasa lega, tidak bertemu Joe hari ini pikirnya.


" Yawda kita ke meja sebelah sana aja yuk, udah mau buka nie?"


Ajak Doni yang tidak pernah tahu isi hati Nay sebenarnya.


" Baik pak."


Nay satu meja dengan para petinggi perusahaan, Vian dan Bening yang perutnya sudah mulai membuncitpun ikut dalam meja mereka.


" Selamat berbuka puasa, nikmatilah menu dari kami."


Ucap Tuan rumah itu.


Bening merasa ada yang aneh melihat perilaku Nay yang sangat perhatian dengan Doni, dia bahkan mengambilkan lauk dan minumam untuk Doni ditambah lagi dengan senyuman yang tidak pernah surut.

__ADS_1


" Yank.. kamu makan dong? kenapa melamun aja? atau mau aku suapin?"


Ucap Vian melihat makanan dipiring istrinya belum disentuh.


Bening hanya menggelengkan kepalanya, tapi matanya masih terus memperhatikan Nay.


" Sayang.. ayo makan? aaak dulu nie, aku suapin?"


Ucap Vian menyuapi Bening tanpa rasa malu dilihat oleh semua karyawannya.


Bening membuka mulutnya menerima suapan dari suaminya dengan mata yang tak lepas mengawasi Doni dan Nay.


" Sayang.. kamu liatin apa sih? hayoo.. liat siapa?"


Vian mulai kesal melihat istrinya yang tidak menatapnya.


" Yang disebelah Doni itu siapa sih?"


Bisik Bening di telinga Vian.


Vian memperhatikan orang disamping Doni.


" Yang mana? sebelah kanan atau kiri?"


" Itu yang cewek."


Bisik Bening kembali.


" Owh.. itu kan sekertaris dia."


" Yakin cuma sekertaris?"


" Emang kenapa sih yank?"


" Masak perhatian banget gitu, ambilin lauk, ambilin minum, senyumnya itu kayak senyum menggoda gitu yank."


Jiwa sensitif ibu hamil keluar dengan sendirinya.


" Dia kan sekertarisnya yank?"


" Nggak gitu juga kali walaupun dia sekertarisnya, emang kamu dikantor juga gitu sama sekertarismu?"


" Iya.. tapi kan sekertarisku cowok?"


Semenjak menikah Vian lebih memilih sekertaris cowok daripada ribet urusannya.


" Ckkk.. aku mau tanya Alexa lah."


" Sayang.. nanti bocah itu salah paham."


" Ya biar dia tahu, kalau dia lihat gitu pasti sakit hati yank, Alexa itu udah aku anggep adekku sendiri, aku tetap tidak terima kalau dia disakiti oleh pria, sekalipun itu asistenmu sendiri, pengen aku kuliti itu si Donnat, biar ngak ikut senyum - senyum gitu, udah punya cewek juga, masih aja tebar pesona, dulu aja kayak kulkas, sekarang gayanya selangit!"


Ucap Bening emosi sendiri.


" Sayang, kamu kok negatif thingking gitu sih?"


" Kamu kok jadi belain dia sih?"


Bening jadi kesal.


" Bukan belain yank, tapi.."


" Udah ah, aku jadi nggak mood makan!"


Bening bangun dari duduknya dan pergi masuk kedalam rumah.


" Sayang.. yank? kok jadi ngambek sih? gara - gara si Donnat nie, dia jadi marah, awas kamu ya Don!"


Vian ikut beranjak dan menyusul istrinya ke dalam rumah.


Dilihatnya Bening berbaring di kamarnya.


" Sayang.."


" Jangan sentuh aku!"


" Hey.. aku bukannya belain Doni, tapi takutnya nanti Alexa salah paham dan datang kemari dengan emosi dan bawa orang satu kampung yang ahli karate gimana? bisa kacau buka puasanya, kasian mereka yang tidak tau apa - apa?"


Bening menghela nafas panjang, benar juga pikirnya, kalau Doni langsung dipiting Alexa dan dibanting diatas meja makanan gitu kasian juga yang lainnya, walau itu hanya imajinasi orang hamil saja sih.


" Besok aku tanyain deh sama si Donnat, atau nanti kalau acaranya udah selesai ya?"


" Aku mau tanyain sendiri nanti, kalau dia berani selingkuhin Alexa, awas saja, aku pukul pake panci presto ikan dia!"


" Iya pukul saja sampai babak belur, aku rela asal bisa nengokin dedek, hehe.."


" Apaan sih yank? diluar banyak karyawanmu lho?"


" Habisnya jam segini kamu udah ngajak ngamar aja?"


Vian sudah bermain di area faforitnya.


" Aku kan lagi ngambek tadi."


Ucapannya saja menolak tapi tangannya menekan ke dalam.


" Sebentar saja kok, aku pelan - pelan."


Vian sudah tersenyum riang Bening mengimbanginya, juniornya juga ikut puasa beberapa hari ini, padahal biasanya tiap malam beraksi.


Akhirnya mereka melakukan penyatuan berulang kali, tidak peduli lagi dengan acara bukber di luar, dia lebih memilih bukber dengan istrinya yang semakin seksih dimatanya saat hamil.

__ADS_1


Eling.. eling.. puasa thor, jangan panas - panas?


Yang penting kasih jempol dan Vote kalian ya gaes🀩


__ADS_2