
...🌷🌷Happy Reading🌷🌷...
Hari semakin cepat berganti dan hari pernikahan Bening dan Vian pun semakin dekat, tinggal menghitung hari saja.
Siang ini hujan deras menguyur kota Yogyakarta dan sekitarnya.
Dan didepan jendela kantor Vian memandang suasana kota kearah luar jendela dan merasakan hawa yang semakin sejuk menusuk ke tulang.
Vian jadi merindukan kekasih hatinya yang beberapa hari ini tidak dijumpainya karena kesibukan masing-masing, Vian dikantor dan Bening mempersiapkan pernikahanya yang sangat mewah dan seperti yang dia impikan, Vian sudah menyerahkan semuanya kepada Bening, dan sudah memberikan blackcard miliknya untuk segala keperluan dalam pernikahannya yang sudah mendekati hampir 99% selesai itu.
Tutttt....tutttt....
"Hallo sayang? lagi ngapain?"
tanya Vian menelpon kekasih hati yang dia rindukan saat ini.
"Aku lagi dirumah yank, ini lagi ngobrol ama mami juga! kamu udah makan siang belom?"
tanya Bening.
"Belom yankk?"
"Kenapa belom? kamu punya asam lambung kan, harus dijaga pola makanya, nggk boleh telat makan yaa!"
ucap Bening.
"Aku nggak selera!"
jawab Vian.
"Kenapa?"
tanya Bening.
"Aku rindu!"
Ujar Vian dengan suara menggoda.
"Hehe... Mau aku antar makan siang kesana?"
tanya Bening.
"Mauuukkk!"
jawab Vian cepat.
"Heeehhh... Kamu ini lagi dipingit, nggak boleh ketemu calonmu! kamu ini nggak boleh kemana-mana sampai hari pernikahanmu!"
sahut mami protes.
"Masak udah dipingiit mi, nggak bisa besok aja nihh!!"
ucap Bening merengut.
"Kamu ini tradisi kok ditawar! kamu kira jualan sayur apa? nggak boleh!"
ucap mami kemudian berlalu meninggalkan Bening sambil ngomel-ngomel.
"Halooo yank? ada apa? mami kenapa?"
tanya Vian khawatir karena mendengar suara ibu bening mengomel-ngomel tapi kurang jelas.
"Kata mami aku nggak boleh kesana!"
ucap Bening lemas.
"Kenapa? masak datengin calon suaminya kok nggak boleh?"
tanya Vian heran.
"Aku dipingit yank!"
jawab Bening.
"Apa itu pingit yank?"
tanya Vian penasaran.
"Ya nggak boleh ketemu kamu sampai dihari kamu melafazkan ijab qobul yank!"
jelas Bening.
"Diiihh mami mah tega banget deh! ini kan masih lama?"
Ujar Vian kecewa.
"Tinggal beberapa hari yank, bukan lama!"
Ucap Bening.
__ADS_1
"Tapi itu namanya mami melanggar hak asasi kita yank!"
tanya Vian sok tahu.
"Bukan mami yang salah, itu ikut adat jaman dulu yank!"
Jelas Bening.
"Emmm.. Gimana kalau nanti malam aku dateng kerumahmu yank, diem-diem aja gituh, jangan sampe ketauan siapa-siapa gitu?"
ucap Vian merayu.
"Diiihhh.. Ntar ketauan mami kena marah lho!"
Ucap Bening.
"Kalau mami marah kita dengerin aja yank, jangan ngelawan ntar dosa, yang penting Alloh nggak marah aja yank!"
Jawab Vian sok bener.
"Hihihi...Kamu ini yank, bisa aja!"
bening tertawa lirih mendengar ocehan Vian yang ngelantur itu, walapun memang ada benarnya juga sih pikirnya.
"Abisnya aku kangen banget yank, masak nggak boleh ketemu, bentar doank yank yaa, janji nggak lama deh, ketemu di taman samping rumahmu aja kalau gitu yank!"
ucap Vian memohon.
"Yawda, liat sikon ntar ya!"
jawab Bening, karna sebenarnya dia pun merindukan kekasihnya itu.
"Pokoknya aku dateng kerumahmu nanti jam 7 malam yaa!"
ucap Vian mantap.
"Yawda yang penting sekarang kamu makan dulu, jangan ampe telat okey!"
ucap Bening.
"Emmmm...Mana pengen makan ikan lagi!"
"Mau ikan apa? nanti aku suruh pelayan restoran anter kekantor kamu?"
"Ikan stop loving you!"
"Hahaahaha...Kamu dapat gombalan dari mana yank, siapa yang ajarin!"
ucap Bening tertawa.
"Pernah denger salah satu karyawan merayu pacarnya, hehehe..."
"Nggak jelas banget kamu yank!"
"Yawda sampai ketemu ntar malam ya?"
"Bye😘"
Vian segera memanggil Doni untuk membelikan makan siang, beberapa hari ini Vian memang jarang bertemu Bening, dia harus banyak lembur karena dia akan mengambil cuti panjang saat pernikahan dan berencana langsung berbulan madu.
Saat malam tiba, Vian benar-benar menepati omonganya, jam 7 tepat dia sudah sampai taman dan menghubungi kekasihnya agar segera keluar dari rumah.
Tutttt..
"Sayang..Aku udah di Tkp ini !"
ucap Vian dari telepon.
"Yawda aku kesana!"
"Okey"
Bening berjalan mengendap-endap seperti anak SMA yang ingin diam - diam berkencan dengan pacarnya takut ketahuan orangtuanya.
Dilihatnya ruang bawah sepi nggak ada orang, Bening berjalan santai keluar rumah.
Saat hendak keluar dan menutup gerbang rumahnya dengan pelan, ternyata....
Dorrrrrrrrrrr.....
Telinga Bening dijewer oleh ibunya, dan ditarik masuk kembali kerumah, ternyata maminya sembunyi dibalik pintu gerbang depan.
Sebenarnya saat Bening menerima telpon, mami Bening mendengarnya.
"Aaawww...awwww... Sakitt miii! ampunn!"
ucap Bening terkejut dan menjerit kesakitan.
"Masukkkk, kamu ini dibilangin bandel yaa! masuk sana! dibilang nggak boleh kemana-mana kok!"
__ADS_1
ucap ibu Bening merepet panjang lebar.
"Aku cuma sebentar aja mi!"
"Ngapain!"
"Keluar bentar ajah!"
"Hemmm... Pasti kamu mau ketemu calon kamu kan!"
"Iyaa..ehh.. Enggak mi..!"
Bening keceplosan.
"Masuk sana! sini pinjem sweater sama hp kamu!"
"Buat apa mi?"
"Bentar aja, mami mau pesen sesuatu didepan sana, kamu masuk sana!"
usir mami
Tanpa menaruh curiga Bening memberikan sweater yang dipakainya dan hpnya juga.
Ibu Bening berjalan keluar mencari seseorang,tak lupa dia meminta masker dipos penjaga rumahnya dan menggunakannya terlebih dahulu.
Saat dia melihat mobil berhenti ditaman samping rumahnya, mami Bening mendekat dan mengetuk pintu mobilnya.
Tok..tok..tok..
"Sayang sini masuk"
pinta Vian.
Tapi hanya gelengan kepala dan jentikkan jari yang didapatkannya.
Vian paham dan dia segera melepas sabuk pengaman mobilnya dan keluar dari mobil.
Vian mendekat kearahnya dan...
Greeeeeeepppppppppppp..
Dipeluknya erat sekali, seperti sedang melepas rindu satu tahun tak berjumpa.
"Sayanggg.. Aku kangen banget sama kamu! mami kamu tega banget nggak ngebolehin calon mantu ketemu putrinya, inikan jaman modern, masak masih percaya kata orang jaman dulu sih!"
ucap Vian panjang lebar sambil tetap memeluk dengan erat.
"Yaaa kan yankkk?"
ujar Vian lagi, walau tak mendapat jawaban apapun.
"Yankk... Beberapa hari nggak ketemu badanmu kok tambah berisi sih yank? kamu jadi tambah gemukan deh? apa perasaanku saja yaa"
tanya Vian lagi.
"Ppffftttttt..."
Yang dipeluk menahan tawa dan kesalnya dari tadi.
"Yankkk.. Kamu kok diam aja sihh dari tadi?"
tanya Vian lagi.
"Yankkk...Kamu kenapa sih? sakit gigi ya? kok malem-malem pake masker segala?"
ucap Vian mulai kesal.
"Emmppppphhhh....Pffttttt..!"
Dia berusaha kerass menahan tawanya.
"Yankkk...Kamu nyebelin deh, bukaa maskernya!ngapain ketemu aku pake ginian!"
Karena dari tadi tidak mendapat jawaban,Vian kesal dan dibukanya dengan paksa masker itu.
Dan.....
Tereeengggg..terenggggggggggggg.......
Tietieewwwwwwww....tietieewwwwwww......
Jedaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrr😂😂
Apa yang akan terjadi sodara-sodara?
Mohon dukungannya gaess,klik like dan tinggalkan jejak coment kalian,biar author makin semangat update😊
Terima kasih😊
__ADS_1