
...🦋🦋Happy Reading🦋🦋...
Pagi-pagi sekali Bening sudah dijemput Vian mengendarai sebuah motor sport limited edition.
Mereka memilih menggunakan moge karena ingin berlibur naik kekawasan bukit yang udaranya masih segar.
"Vian.. hari ini planning kita kemana aja?"
tanya Bening dengan semangat.
Vian diam saja, tidak menunjukkan ekspresi maupun jawaban.
"Vian..! kenapa kamu diam saja!"
Bening mulai kesal.
"Apa nggak ada, panggilan yang lebih manis didengar ditelingaku ini?"
ujar Vian cemberut.
"Haahh.. Maksudnya?"
tanya Bening ragu.
"Panggil sayangg mungkin, cintaku, kasihku, belahan jiwaku, my soulmate atau errrrmmm apalagi yaa?"
Vian nampak seperti berpikir keras.
"Yaelaaahh lebay deh, udah kek abegeh ajalah".
ucap Bening sambil tertawa meledek.
"Terkadang ABG memang lebih manis!!"
Vian mulai kesal, dia bersidekap diatas motor dan belom bergerak sama sekali.
"Ayolah kita berangkat, keburu sunrisenya nyampe ataslah"
rengek Bening.
"Gimana kalau kita tiduran di sofa aja seharian?".
Vian memberikan pilihan, karena sepertinya Bening tidak mengabulkan permintaanya.
"Kok gitu sih? cckkk dasar pria ngambekkan".
ujar Bening pelan tapi masih didengar Vian.
"Apa kamu bilang?"
"Eeemmm.. sa.. sayangku..Ayok kita berangkat, udah jam berapa ini?"
Bening menerbitkan senyum sejuta watt.
Cup
Ciuman selamat pagi mendarat dengan tepat dibibir mungil Bening.
Bluussshhhh..
Pipi Bening terlihat merah merona seperti menggunakan blush on satu cm.
"Asiaaaap sayangku, kita beranggkat, pegangan yang erat ya!"
ditariknya tangan Bening melingkari perutnya dengan senyum kepuasan.
"Dasar pencuri!"
"Laaahhh kok pencuri?"
"Tadi..? dasar mesum!"
"Hahahaha.. tapi kamu suka kan?"
Tawa riang Vian sambil melajukan moge nya kejalan raya.
Mereka telah sampai di area perkebunan teh yang luas dan masih banyak kabut, karena memang mereka sengaja datang pagi-pagi untuk mencari udara segar dan mencari ketenangan dari ramainya hiruk pikuk suasana kota.
"Kamu suka tempatnya?"
dipeluknya Bening dari belakang dan disandarkannya dagu Vian kepundak Bening dengan manjanya.
"Iyaaa..sukak, udaranya seger bangett! tapi jangan peluk-peluk gini dong, malu ntar dilihat orang!"
Bening berusaha melepas tangan Vian, tapi usahanya sia-sia, karena bukan dilepas tapi malah makin mempererat pelukannya.
"Biarinnn! biar semua orang tahu, kamu milikku!"
__ADS_1
sambil diciumnya pucuk kepala Bening.
"Diiihhh malu taukk..!"
rengek Bening.
"Enggak ada orang sayang, cuma ada jangkrik ama kecoak itu deket kaki kamu!"
tipu muslihat Vian muncul.
"Aaarrhhhhhh..!"
Seketika bening berbalik, mengalungkan tangannya keleher Vian dan naik kegendongan Vian.
Vian tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
Cup.. sekali
Cup.. duakali
Cup..
Dan yang ketiga kalinya diperdalam ciumanya, dieksplorenya rongga mulut Bening.. terusss.. terusss sampai Bening kelihatan kehabisan nafas baru dilepasnya dengan senyum kemenangan dari Vian.
"Dasar pencuri mesum..!"
ucap Bening sambil mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
"Mau lagi? sepertinya tadi kamu cukup menikmati"
Vian tersenyum meledek.
"Diiiiihhh nyebelin! "
Dipukulnya dada Vian dan mulai berontak turun dari gendongan Vian, betapa malunya Bening karena terlihat menikmati bibir Vian yang terasa manis itu.
"Udah!!ngak usah cemberut gitu,ntar kalau mau nambah dirumah aja ya, ntar disini diliatin orang banyak."
Ujar Vian tak henti-hentinya mengoda Bening dengan senyum yang terlihat malu-malu meong.
"Apaan sih yank.. ngak jelas banget !"
sungut Bening kesal.
Vian terlihat mengembangkan senyumanya, karena Bening sudah tidak memanggil nama lagi, digenggamnya tangan Bening diajaknya jalan berkeliling kebun teh yang masih sangat asri itu.
"Kita foto berdua yuk yank, disana pemandanganya bagus deh".
ujar Bening bersemangat,dia memang paling doyan berselfie ria dimanapun dia berada,apalagi melihat pemandangan bukit dari atas gini yang super duper uwowww banget.
Mereka asyik berselfi dengan berbagai pose dan gaya, bahkan meminta orang disekitar memfotokan mereka berdua.
Tak terasa matahari mulai meninggi.
"Kita cari makan yuk sayang, udah siang nih?"
ajak Vian yang mulai kecapekan berjalan.
"Kita ke rest area yang dibawah sana yuk, disana kalau hari libur gini sering ada live musiknya!"
ajak Bening bersemangat.
Dia memang sangat menyukai musik sejak kecil, bahkan dulu cita-citanya waktu kecil ingin menjadi penyanyi biar bisa tampil di tv.
"Cium dulu dong! "
"Diiihh.. mesum muluk deh, ayolah udah siang nih!"
"Disini aja deh ?"
Vian menunjukkan jari kepipinya.
"Diiiihhh..."
Cupp
Walau kesal tetep diciumnya juga, karena kalau tidak diturutin ngak akan jalan-jalan, bisa ampe sore nanti bernegosiasi, bisa pingsan kelaparan pikirnya.
"Good girl"
Ucap Vian sambil mengelus puncak kepala Bening, banyak bonuss hari ini pikirnya dalam hati.
Bening sudah mengambil tempat duduk disudut dekat jendela yang mengarah ke pemandangan sekitar bukit yang sejuk nan indah dipandang mata.
Vian datang dengan membawa nampan berisikan dua mangkok mie ayam bakso dan teh panas yang masih berasap dan harumnya membuat perut keroncongan.
Udara sekitar menoreh memang selalu sejuk walaupun sudah siang, dan makanan yang panas memang paling cocok disini.
__ADS_1
"Sayang.. kamu udah jadi resign?"
tanya Vian.
"Udah.. kemarin aku udah kasih suratnya, emang kenapa?"
Bening bingung apa dia harus menceritakan soal mantan yang ditemuinya saat itu atau tidak.
"Eermmm.. besok aku harus kembali ke Jakarta, ada pekerjaaan sedikit disana yang harus aku selesaikan, kamu ikut aku kesana yaa ?"
ucap Vian.
"Haah..ngapain ?"
tanya Bening.
"Nanti aku kenalin sama orang tuaku disana, kalau pekerjaanku udah selesai kita juga bisa jalan-jalan lagi"
ucap Vian meminta.
"Eermm.. kayaknya ngak bisa deh yank"
ujar Bening.
"Kenapa? kamu ngak mau aku kenalin sama orangtuaku, ayahku teman ayahmu juga lho?"
Vian terus memohon agar Bening ikut dengannya.
"Bukan gitu yank.. Aku cuma ngak bisa sekarang aja, ada sedikit urusan yang harus aku selesaikan dulu"
ucap Bening tak enak hati.
Sebenarnya dia mau ikut, tapi dia harus menyelesaikan masalahnya dengan Alan agar tidak menjadi beban pikirannya lagi saat ini.
"Apa ngak bisa ditunda dulu? setelah pekerjaanku selesai kita akan segera kembali kesini lagi kok"
ucap Vian tak putus asa merayu.
"Nggak bisa sayang, ini lumayan penting, lain waktu janji deh aku ikut kamu ke Jakarta"
ujar Bening merasa tak enak hati.
"Heerrmm..padahal aku masih kangen sama kamu".
Vian memasang tampang cemberut seperti anak SD yang ngak dikasih uang jajan oleh ibunya.
"Emang berapa hari disana?"
tanya Bening.
"Paling seminggu yank"
jelas Vian
"Yaaa ampun yank cuma seminggu ini,kirain nyampe setahun.. hehe.. segitu cintanya ama aku yank, ampe seminggu aja ngak bisa pisah, hehe..."
ucap Bening meledek.
"Bangeett, sehari rasa setahun nggak ketemu kamu yank! "
Dipasangnya muka memelas,lebih lemas dari pada masmelow, bikin tambah gemessh.
"Eleh..eleh..eleh.. cintanya akuh, makin gemes deh, pengen uyel uyel tuh pipi, haha.."
ledek Bening.
"Mauuuu..!"
ucap Vian
"Diiiiihhh..beneran? tapi bohonggg! ngarep niye!haha.."
Bening tertawa lepas.
"Dasar tukang PHP!"
Mereka tertawa bersama, dan memutuskan pulang setelahnya, hari yang menyenangkan untuk sejenak melepas penat walau seharian mereka berada di alam terbuka.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya gaes😘😘
__ADS_1
Klik Like,Vote dan Komentar kalian.
Terima kasih sudah berkenan mampir🥰