
...❤❤Happy Reading❤❤...
Tok..Tok..Tok...
"Haaaahhh..apalagi ini ya Tuhan!"
Ini pasti hantu penggangu itu!"
ucap Vian mengumpat, sambil menyelimuti Bening yang setengah polos itu, Vian segera keluar menyembur hantu jadi-jadian itu.
Bening hanya tersenyum melihat kekonyolan suaminya, sambil memegang dadanya lega.
Dia masih membayangkan size junior suaminya yang terlihat waktu itu, dia masih saja ngilu membayangkan benda itu masuk kedalam sangkar emasnya.
"Kenapa lagi? apa kerjaanmu hanya bisa menggangu saja!"
ucap Vian menyemprot orang didepannya.
"Hahaha...Sabarlah tuan, malam masih panjang, sekarang silahkan anda dan nyonya bersiap tuan, kita akan segera memulai acaranya.
"Kauuuu memang makluk pengacau, pergilah, kami akan segera turun"
ucap Vian segera menutup pintu, dan segera bersiap-siap turun kebawah.
Vian dan Bening sudah turun kelantai dasar dan berjalan beriringan, Vian dengan setelan jas berwarna navy dan Bening menggunakan gaun berwarna dusty pink dibawah lutut dengan bahu terbuka membuat sejuk mata yang memandang.
Pasangan yang serasi.
Doni dan Alexa pun sudah menunggu dibawah.
Setelah Vian memotong pita dengan didampingi bening disampingnya, perusahaan Alvian Putra Herlambang sudah resmi dibuka.
Terlihat Bening menghampiri Alexa dan menikmati makanan yang telah disediakan sambil asyik mengobrol, mereka memang terlihat akrab,bahkan mereka saling curhat satu sama lain.
Vian dan Doni sedang berbincang-bincang dengan para klien dan investor perusahaanya.
"Donn..Apakah semua sudah selesai?"
tanya Vian.
"Sudah tuan, acara kita tinggal makan-makan saja!"
ucap Doni.
"Kalau begitu aku mau naik ke atas saja"
ucap Vian sudah tidak sabar.
"Tapi tuan, anda harus memberikan sambutan diacara penutupan nanti tuan"
ucap Doni.
"Kamu bisa melakukanya kan, tadi aku sudah memberikan sambutan diawal acara"
ucap Vian malas.
"Tuan? apakah anda sudah tidak sabar bermain bola? "
tanya Doni meledek.
"Kau tau ituu! jadi selesaikan acaranya sendiri"
ucap Vian
"Tuan?"
ucap Doni kembali.
"Apaaaa lagi?"
ucap Vian menajamkan matanya ke arah Doni.
Doni berjalan mendekat dan memasukkan sesuatu dikantong jasnya.
"Biar kuat sampai pagi"
bisik Doni ditelinga bossnya.
Dilihatnya sebuah botol kecil dan Vian tau betul apa itu.
"Kau kira aku lemah? aku bahkan kuat menerjangnya dua hari dua malam, kau tahu...?"
__ADS_1
ucap Vian kesal.
"Aku tahu tuan muda yang sombong, bekerja keraslah malam ini, aku tidak akan menggangu anda lagi"
ucap Doni meledek.
"Ciiiiihh...Baguslah kalau kau tahu"
ucap Vian berlalu sambil memasukkan kembali botol itu ke saku celananya.
Vian segera menarik Bening dan diajaknya kembali ke kamar.
"Sayang? apa sudah selesai? aku masih makan ini?"
tanya Bening.
"Nanti aku kasih sesuatu yang lebih enak dan bergizi tinggi daripada itu"
ucapnya asal.
"Haaaisss...Aku pergi dulu ya Alexa, kamu temuilah Doni jika kesepian"
ucap Bening menggoda Alexa.
"Semanggat kakak, Jangan lupa dipakai ya, aku berani sendiri kok!"
ucap Alexa yang tau apa yang akan terjadi dengan dua insan yang dimabuk cinta itu.
Sesampainya dikamar, Bening segera pergi ke kamar mandi mengganti pakaianya dengan baju tidur yang menurutnya sangat tipis pemberian dari Alexa.
Vian sedang berbaring memainkan ponselnya melihat foto - foto hasil jepretan kameramen saat hari pernikahanya yang dikirimkan ke galery ponselnya.
Jendela kamar sengaja dia buka full agar bisa melihat pemandangan cahaya lampu berwarna warni yang indah di Kuala lumpur saat malam hari.
Saat Bening berjalan keluar dari kamar mandi,Vian memandangnya lekat-lekat dari atas sampai bawah, Vian dengan susah payah menelan salivanya.
Gleeeekkkk...
"Let's start to game!"
teriak Vian mendekati Bening.
ucap Bening.
"Kenapa sayang?"
ucap Vian yang sudah memanas.
"A..aku ambil nafas dulu yank, aku takut."
ucap Bening.
"Ngapain takut, ini tidak seperti yang kamu bayangkan yank, belom dicoba kok udah protes aja!"
kesal Vian.
"Tapi di film-film itu, mereka itu...Anu... yank."
ucap Bening tidak melanjutkan kata -katanya.
"Itu akting aja yank, makanya mereka jadi artisss!Kamu mah ngapain nonton kek gituan sih?"
ucap Vian menyentil telinga istrinya.
Dan akhirnya permainan bola dimulai gaess😂😂
"Kalau kita mau olahraga, terutama bermain bola kita harus pemanasan dulu yank"
ucap Vian mulai berkomentar.
"Kalau nggak pemanasan? kenapa?"
tanya Bening penasaran.
"Waah...bahaya yank, bisa cedera dan yang paling mengerikan bisa langsung pingsan."
ucap Vian sambil menanggalkan kostum luar juga dalamnya satu persatu dan membuangnya ke sembarang arah.
"Tuhhh kan bener, jadi ngeriii, gimana ini ihh?"
Bening sudah tak karuan.
__ADS_1
"Yang penting kita cari keringat dulu yankk, biar semangat dan gampang masukin bolanya ke gawang!"
Ucap Vian sambil bergerilya menaiki dua bukit kembar kesayangannya sambil meninggalkan tato indah disekelilingnya.
"Hati-hati yank, awas melenceng ntar ditendang balik ama kipernya lho!"
Ucap Bening menahan segala rasa.
"Aku sedang berusaha keras ini mengiring bola!biasanya kalau bola tepat masuk sasaran, gawang akan bergetar hebat dan orang bersorak yankk!"
Ucap Vian merosot bermain ke area bawah.
"Truss? kalau bikin geger gimana dong?"
tanya Bening konyol.
"Yaa...nggak masalah, itu baguss, semakin keras teriakannya, semakin seru permainanya!"
ucap Vian yang sangat cocok berprofesi sebagai profokator amatiran itu, mulai memasukkan jarinya di goa cemara yang menimbulkan suara desahan panjang.
Dan terlihat pemain andalan sudah berlari kearah sasaran, ketika ada halangan disayap kiri, dia berlari meliuk-liuk ke arah sayap kanan, dan setelah dirasa bidikan bola sudah hampir mengenai gawang sasaran dia mulai mengambil ancang-ancang..
"Kamu siap yankk?"
Ucap Vian yang sudah memposisikan dedek imutnya tepat didepan sasaran.
Tanpa ada jawaban, hanya suara desahan tertahan yang Bening ucapkan.
Tanpa menunggu jawaban dari seorang kiper, pemain unggulan kita sudah menendang bola dengan kekuatan supernya tepat disasaran.
"Aww yank..sakit"
Bening menjerit kesakitan sambil menjambak rambut Vian.
Vian tidak perduli, dilahapnya bibir istrinya agar tidak berisik, sambil mengeluarkan tenaga ekstranya.
Dan akhirnya...
Gooooooooaaaaaaallllllllllllllllllllllllllllllll...
goaaalllll....goaaallll...goaaaallll...goaaaaalllllllll......
"Aaah.."
Suara riuh renyah terdengar saat bola sudah melewati gawang dengan gagahnya.
Vian terus memacu kudanya tanpa lelah dan tanpa memberikan ampun kepada istrinya yang sudah melayang sampai ke langit untuk keberapa kalinya.
Dan terlihat kiper jatuh terkulai, ambruk melemah di arena sepak bola malam ini dan meninggalkan suara desahan panjang yang mengema di ruangan VVIP room itu.
Vian segera mengakhiri permainan bolanya malam ini, dengan keringat yang bercucuran bahkan kalau diperas sudah satu emberr besar kayaknya, dilihatnya tanda-tanda penjebolan gawang tadi diatas sprei, bercak darah yang membuatnya merasa bangga akan keberhasilanya malam ini.
"Akhirnya.. kamu sepenuhnya milikku, terima kasih sudah menjaganya hanya untukku!"
Dikecupnya lama kening istri tercinta yang sudah tidak berdaya.
Vian segera menyelimuti istrinya yang sudah tertidur kelelahan karena pertempuran tadi.
Diambilnya sebuah botol kecil pemberian Doni tadi didalam laci narkas samping tempat tidurnya, diminumnya dalam satu tenggakan.
"Habisss kamu yank, akan ada babak kedua, ketiga, sampai ke sepuluh bahkan sampai besok malam!"
ucap Vian dengan seeringai liciknya.
"Ternyata, ada gunanya juga Hantu asisten yang satu itu!"
ucap Vian tersenyum
Dan akhirnya Vian mengistirahatkan tubuhnya sambil memeluk Bening.
Seorang pemain harus selalu bisa menjaga fisik dan kondisinya agar selalu fit untuk memenangkan segala jenis permainan dari segala rintangan dan hambatan lawan.
Author kasih bonus babang Vian tampan ya😂😂
Hayooo...Ada yang nunggu permainan selanjutnya! kalau kurang hot malam pertamanya, tambahin aja pake balsem, author udah di tolak berkali-kali ini😂😂😂
Tapi jangan lupa kasih LIKE, VOTE, dan COMENTnya yaa biar author tambah lagi iya-iyanya😋
Happy reading gaes😘😘
__ADS_1