
...🌼🌼 Happy Reading 🌼🌼...
Akhirnya Alexa sudah selesai dengan transfusi darahnya yang penuh drama, dan dia tertunduk malu melihat Doni yang berjalan disampingnya menuju ruang IGD kembali.
"Alexa..Terima kasih kamu sudah mendonorkan darahmu untuk suami kakak!"
ucap Bening memeluk Alexa.
"Iya kak, aku siap kapanpun jika dibutuhkan kembali!"
ucap Alexa.
"Walau harus dengan seribu drama!"
ucap Doni disebelahnya, Alexa langsung memelototi Doni.
Ceklekk..
Pintu IGD sudah terbuka, lampu merah sudah padam, tandanya operasi sudah selesai.
"Dokter bagaimana keadaan suami saya?"
ucap Bening segera mendekati dokter bedah itu.
"Suami anda sudah melewati masa kritisnya, kami sudah berhasil mengeluarkan peluru dilengannya, tapi untuk luka dikepalanya mungkin sedikit lama untuk penyembuhannya, karena pasien banyak mengeluarkan darah jadi mungkin butuh waktu juga untuk kembali sadar, tapi sekarang pasien sudah bisa dipindahkan diruang rawat inap!"
ucap dokter menjelaskan.
"Terima kasih banyak dokter!"
ucap Bening dan semua anggota keluarganya.
"Bening?"
ujar orang tua Vian yang baru saja datang.
"Ayah...mama..!!"
ucap Bening sambil memeluk mama Vian.
"Apa yang terjadi nak? kenapa bisa jadi begini?"
tanya ayah Vian.
"Aku nggak tau yah, saat aku dan mas Vian turun dari mobil mau makan dikafe, tiba-tiba ada suara tembakan dan mas Vian memelukku, ternyata mas Vian yang kena tembak!"
ucap Bening kembali menangis mengingat kejadian tadi.
"Donnn.. apa kamu sudah menyelidikinya?"
tanya Herlambang pada Doni.
"Saya sudah mengerahkan anak buah kita dan seorang detektif untuk menyelidikinya tuan, kita tinggal menunggu hasilnya!"
jelas Vian.
"Haaaahh...Siapa yang berani bermain api dengan keluargaku!"
ucap Herlambang mengepalkan tangannya.
"Lalu bagaimana keadaan Vian sekarang nak?"
tanya ibu Vian.
"Mas vian sudah berhasil melewati masa kritisnya ma, sebentar lagi dipindahkan ke ruang rawat inap"
ujar Bening.
"Syukurlah, kamu yang sabar ya, Vian anak yang kuat, dia pasti akan segera sembuh!"
ucap ibu Vian menenangkan menantunya yang terlihat sangat terpukul atas kejadian ini.
Vian dirawat diruangan VVIP, keluarga besarnya bisa ikut menjaga Vian tanpa menggangu pasien lain, ruangan itu sudah disulap seperti kamar mewah dengan peralatan medis yang lengkap dan beberapa suster yang selalu stanby 24 jam bergantian menjaga.
Hari berganti hari waktu terus berjalan, tapi Vian masih betah memejamkan matanya.
Bening tidak pernah meninggalkan Vian walau hanya satu jam, baju dan makanan selalu tersedia, Bening selalu setia menjaganya, bahkan dia sering tidur menemani suaminya dalam satu ranjang pasien.
Sudah sebulan dia lalui hari-harinya dirumah sakit itu.
"Kak Bening?"
ucap Alexa yang datang menjenguknnya.
__ADS_1
"Heh..Alexa? kamu datang?"
"Kakak sudah makan?"
tanya Alexa.
"Nanti..aku belum lapar!"
ucap Bening.
"Kakak, kamu harus makan, badan kakak kelihatan kurus sekarang!"
ucap Alexa prihatin melihat Bening yang semakin kurus dan pucat karena kurang tidur.
"Nggak papa, aku baik-baik saja!"
ucap Bening.
"Kak..Kalau kakak sakit, nanti kalau tuan Vian bangun dan melihat keadaan kakak seperti ini, tuan muda pasti bersedih, kakak mau suami kakak bersedih?"
ucap Alexa.
"Hiks...hiks...hiks... kenapa Vian belum bangun juga Lexa, aku takut ... aku tak tahu harus bagaimana lagi?"
Bening malah menangis dipelukan Alexa.
"Kak.. Mungkin tuan muda masih lelah, jadi masih membutuhkan waktu untuk bangun, kakak yang sabar ya?"
ucap Alexa menenangkan.
"Hemm...Kakak mau ke kamar mandi sebentar, perut kakak nggak enak!!"
Bening berlari kekamar mandi dan memuntahkan isi dalam perutnya yang tidak seberapa, karena akhir-akhir ini dia nggak berselera untuk makan.
"Hemm..Kasian kak Bening, dia pasti masuk angin karena sering bergadang dan jarang makan!"
gumam Alexa.
"Hey tuan muda...apa kamu nggak capek tidur terus? kasian tahu kak Bening jadi sakit!"
ucap Alexa seakan memarahi suami Bening.
Tanpa sadar dilihatnya tangan Vian yang mulai bergerak sedikit.
ucap Alexa berasumsi.
"Hey..Tuan muda, bangunlah,kak Bening sangat membutuhkanmu!"
ucap Alexa lagi.
Terlihat mata Vian yang mulai bergerak dan mulai sedikit membuka matanya.
"Haaahhh..Tuan muda? kamu sudah membuka matamu?"
ucap Alexa tersenyum bahagia.
"Kak bening...kak Vian bangun!!"
teriak Alexa berlari kekamar mandi.
"Benarkah?"
ucap Bening yang masih sempoyongan karena habis muntah.
"Sini kak aku bantu!"
ucap Alexa memapah Bening mendekati Vian.
"Alexa, tolong panggilkan dokter!"
"Baik kak!"
ucap Alexa segera berlari keruang dokter.
Saat itu orang tua Vian kembali dari sholat dimasjid rumah sakit, dan mendapati dokter berlari masuk keruang rawat Vian.
Sontak mereka ikut berlari takut terjadi apa-apa dengan putranya.
"Bening, apa yang terjadi?"
tanya ibu Vian melihat 3 dokter memeriksa Vian.
"Ma.. Mas Vian sudah sadar!"
__ADS_1
ucap Bening memeluk ibu Vian.
"Alhamdulilah.. doa kita semua terkabulkan!"
ucap ibu Vian dan semuanya bersyukur.
"Bagaimana keadaan anak saya dokter?"
ucap ayah Vian kepada dokter.
"Keadaan putra bapak sudah mulai normal, pelan-pelan pasti dia akan sembuh total!"
ucap dokter tersebut.
Vian hanya membuka mata saja tanpa berkata apapun, dan Bening mulai mendekati suaminya yang sangat dia rindukan itu.
"Sayang? bagaimana keadaanmu? apa yang kamu rasakan? apa masih sakit?"
tanya Bening beruntun.
Vian tidak membalas pertanyaan Bening, dia hanya menggelengkan kepala dan menatap bening secara intens.
"Sayang? apa kamu butuh sesuatu?"
tanya Bening membelai pipi Vian.
"Kamu siapa?"
ucap Vian sambil memalingkan wajahnya kesamping.
Jedaaaaarrrrrrrr...
Seperti tersambar petir disiang bolong, Bening sontak terkejut dan menoleh kearah dokter yang masih berbincang-bincang dengan ayah Vian.
"Dokter.. kenapa suami saya tidak mengingat saya?"
ucap Bening teriak.
Dokter dan orang tua Vian segera berlari mendekati Vian.
"Biar saya periksa sebentar nona!"
ucapnya.
Semua panik, terlebih Bening langsung kembali meneteskan air matanya.
"Tapi semua keadaanya normal, mungkin karena benturan dikepalanya dan sempat mengalami pendarahan yang serius dia jadi amnesia!"
ucap dokter.
"Sayang? apa kamu benar-benar tidak mengingatku? aku istrimu sayang, liat ini cincin pernikahan kita?"
ucap Bening.
"Kalau kami? apa kamu mengingatnya?"
ucap kedua orang tua Vian.
Vian kembali menggelengkan kepalanya dan mulai memegangi kepalanya.
"Aaaawwwwww..!"
ucap Vian mengerang kesakitan.
"Mungkin lukanya belum sembuh total, bantu ingatannya saat pasien sudah sembuh, pelan-pelan saja, jangan terlalu dipaksa, nanti dia bisa kesakitan, saya yakin dia bisa mengingatnya kembali!"
ucap dokter menjelaskan.
"Baik dokter!"
ucap mereka serentak.
Lutut Bening melemas, dia ambruk dikursi samping Vian.
"Yaa Tuhan, cobaan apalagi ini?"
ucap Bening lirih.
"Nak..Kita harus tetap bersabar, kita bantu Vian agar menemukan kembali ingatannya, mama yakin, Vian pasti bisa mengingat semuanya lagi!"
ucap mama Vian mengelus rambut menantunya.
Mari kita ikut mendoakan Vian gaess, agar cepat pulih😄😄
__ADS_1
Jangan lupa dukungan kalian gaes, klik LIKE, VOTE, dan COMENT kalian, terimakasih😊😘😘