
...🍁🍁🍁Happy Reading🍁🍁🍁...
Vian masih berusaha keras membujuk kedua orang tua Bening untuk bisa bertemu.
Dia sudah tidak tahan lagi ingin menemui istrinya,dia sudah sangat merindukannya.
"Mo...Mi...??"
ucap Vian memohon.
"Kami bukan mumi yaa!enak ajah!"
ucap mami Bening menahan tawanya melihat tampang memelas menantunya.
"Romo..mami?tolonglah..aku sudah sangat merindukan Bening,sudah lama sekali nggak bertemu?mami mau muka aku banyak jerawatnya,nanti menantu mami tidak tampan lagi lho!!"
ucap Vian putus asa.
"Ciiiihhh...dasar!hemm..apa aku kerjain aja ni bocah,Bening kan kemarin katanya mau balik hari ini,aku suruh aja dia keBandung!!"
ucap mami dalam hati sambil tersenyum.
"Ya sudahlah..karna mamimu ini baik hati,kamu temuilah Bening diBandung!"
ucap mami.
"Haaahh..Bening sudah sampai dibandung?bukannya tadi pagi dia masih dikafe?"
tanya Vian heran,pasalnya kejadian tadi itu pukul sembilan pagi.
"Tadi pagi?maksudmu kamu sudah melihat Bening?"
tanya mami.
"E...anu,iya mi..Tapi Vian harus menyelesaikan urusan dengan wanita penganggu itu dulu mi,jadi Vian baru sekarang bisa menemui Bening!"
ucap Vian.
"Tapi Bening belum sampai rumah nak dari tadi!"
ucap romo.
"Haaaahh..Ini sudah hampir malam mo,masak Bening belum pulang?ngelayap kemana tu bocah!"
sungut mami.
"Coba mami telpon dulu!"
suruh romo.
"Aaahh..Tidak diangkat-angkat mo?"
ucap mami risau.
"Kemana kamu yank?masak dari pagi kamu belom pulang-pulang?"
ucap Vian ikut khawatir.
"Coba kamu yang telpon Vian!!"
suruh romo.
"Apa bedanya sama mami yang telpon romo,kamu ini lah!"
ucap mami menggerutu.
"Siapa tau kalau suaminya diangkat mi,mami ini sudah tua baperan pula,biarkan dia mencobanya dulu"
Ucap ayah Bening.
"Hallooo?sayang?"
jawab Vian.
"Tuuuuhhhhkannn!!"
ucap ayah Bening bangga idenya cemerlang.
"Apaaaaahhhh?lalu dibawa kemana istri saya mbak?"
ucap Vian panik.
Vian segera berlari disusul romo dan mami Bening yang ikut panik.
"E....bocah,tunggu...Bening kenapa?mami ikut ya!!"
__ADS_1
teriak mami sedikit kewalahan mengejar kecepatan Vian.
Vian mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan fokus kedepan.
Jantungnya serasa berhenti berdetak ketika yang menjawab telponnya kasir kafe dan mengatakan wanita yang punya tas mengalami kecelakaan tadi pagi didepan kafe,dan dibawa kerumah sakit terdekat,sedangkan tasnya disimpan oleh kasir kafe.
"Viannnn,bisa pelan dikit ngak,mami ngeri nihh?"
ucap mami yang tidak dijawab oleh Vian.
Setelah sampai dirumah sakit terdekat dari kafe,Vian berlari menuju suster yang berada diruang pendaftaran.
"Suster apakah ada pasien kecelakaan tadi pagi,yang bernama Bening ayu handoko?"
tanya Vian panik.
"Haaaaahhh...Bening kecelakaan?"
lutut mami melemas dan ngambruk dilantai,sudah capek berlari,senam jantung naik mobil Vian,tambah putrinya kecelakaan.
"Benar pak..Sekarang sudah dipindahkan diruang rawat inap,ruang cempaka nomor satu!"
ucap suster jaga.
Vian segera berlari tanpa memerdulikan kedua mertuanya dibelakang,dia begitu khawatir dengan Bening.
Apa yang terjadi denganmu sayang,apa kamu terjatuh saat mengejarku tadi pagi,Ya Tuhan ampuni aku,tolonglah aku,semoga Bening dan calon bayiku tidak apa-apa.
(dasar menantu durhekong😂)
Saat Vian membuka pintu ruangan,dia terpaku berdiri ditempat,melihat Bening yang tertidur dilengan seorang laki-laki yang bersandar dibahu tempat tidur.
"Kamu siapa!"
ucap Vian berteriak,dia seperti tidak asing melihat cowok itu,tapi dia ragu.
"Pelankan suaramu,ini rumah sakit bukan hutan!!"
ucap Alan.
Bening tidak mendengarnya karena masih dalam pengaruh obat penenang yang disuntikkan tadi.
"Keluar,aku ingin bicara padamu!!"
ucap Vian.
ucap Alan.
"Apa maksudmu haaah?"
ucap Vian menarik kerah Alan.
"Heeiiii..Kalian ngapain berantem disini!haaahh...Bening?"
teriak mami.
Mami Bening menangis melihat putrinya terbaring diranjang rumah sakit,mukanya terlihat pucat dan tidak berdaya.
"Heh...Kamu..kamu Alan kan?mantan kekasih bening?kenapa Bening bisa berada disini?kamu apakan dia!!"
teriak mami.
"Mi...pelankan suaramu,ini dirumah sakit!"
ucap ayah Bening.
"Tante..bukan aku pelakunya tapi diaa!!"
ucap Alan menunjuk Vian.
"Tutup mulutmu,jangan asal bicara!!"
kilah Vian.
"Sudahh cukup,kita bicara diluar,biarkan Bening istirahat!"
ucap ayah Bening.
Mereka berdua mengikuti ayah Bening keluar menuju kursi tunggu.
"Sebenarnya apa yang terjadi pada putriku?"
tanya Handoko pada Alan.
"Begini om..Tadi pagi saat dikafe Bening tiba-tiba berlari mengejar buaya bajingan ini yang sedang selingkuh!!"
__ADS_1
ucap Alan berapi-api.
"Tutup mulutmu,kau tidak tahu apa-apa!jangan membuat suasana menjadi kacau!"
ucap Vian.
"Tidak tau bagaimana,aku menyaksikan sendiri Bening mengejarmu yang sedang berjalan berangkulan dengan wanita seksi,sampai ada mobil yang melaju kencang dan menyerempet Bening,sampai dia terguling kebahu jalan,kamu masih mau mengelak lagi hahh!!"
bentak Alan dan kembali membalas tarikan dikemaja Vian dengan mata melotot.
"Viannnnn,apa benar itu semua!!"
tanya ayah Bening emosi.
"Itu tidak seperti yang terlihat romo,aku..aku..tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan wanita itu..dia....!!"
ucapan Vian terputus.
"Pergiiii kamu dari sini dan jangan pernah kamu temui Bening lagi!kamu benar-benar audah keterlaluan!"
usir romo.
"Tapi romo..aku bisa jelaskan semuanya romo,dia adalah...!!"
ucapan Vian terpotong kembali.
"Apa kamu belum puas menyakiti hati Bening selama ini?apa masih kurang?"
"Tapi romo itu.."
"Pergi..atau aku suruh security untuk menyeretmu keluar!"
bentak romo.
"Tapi aku tidak...?"
"Pergiiiiiiiiiiii...!"
"Romo..aku pasti akan menjelaskan semuanya nanti"
"Aku tidak perduli"
"Maaf romo,maaf.."
"Keluar sekarang juga"
Vian mundur beberapa langkah,mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakannya,dia harus membawa saksi mata,untuk menjelaskan semua tentang wanita ular itu pikirnya dalam hati.
"Kenapa ini harus terjadi pada Bening Tuhan?aaahhhhhhh....!!"
Vian terduduk dilantai dengan beruraian air mata.
"Aku sangat merindukannya Tuhan,semoga Bening dan bayiku selamat"
ucap Vian.
"Aku akan tetap menunggunya disini,aku akan tetap menemaninya sampai dia sembuh!"
ucap Vian.
Setelah beberapa saat Vian menuju ruang rawat Bening,walau hanya disebalik kaca ruangan tapi dia bisa melihat Bening yang terbaring dengan wajah pucatnya.
"Sayanggg...Maafkan aku,aku tidak bermaksud melukaimu,aku hanya bersandiwara untuk menjebak wanita ular itu sayang,tolong cepat bangun yankkk!aku merindukanmu!"
ucap Vian meraba kaca dan menangis pilu.
"Aku akan segera menghubungi Doni!!"
ucap Vian mengambil hpnya.
"Nomor yang anda sedang tidak aktif atau sedang diluar jangkauan."
ucap sang operator.
"Shiiittt..!kemana tu manusia,saat begitu diperlukan dia tidak ada!!"
ucap Vian kesal.
"Aaah...Aku akan mencarinya saja,dasar asisten tidak punya akhlak."
Aku disini banggggg😂😂😂
Jangan lupa mohon dukungannya gaes ketik Like,vote dan komen kalian,terima kasih😊
Happy reading😘😘
__ADS_1