
...🍃🍃🍃🍃Happy Reading🍃🍃🍃🍃...
Akhirnya setelah perjuangan panjang, Doni bisa mengusut tuntas bisnis yang dijalankan oleh Kenand, dan sudah mengumpulkan semua bukti untuk menangkap Kenand, hanya saja sampai hari ini polisi setempat belum bisa mencari keberadaan Kenand.
Sedangkan rencananya, malam ini Doni dan Alexa akan kembali ke tanah air.
"Bang.. jadinya kapan kita akan pulang?"
Tanya Alexa.
"Abang udah booking tiket nanti malam, mungkin sampai sana pagi yank."
"Emm.. jadi apa kita bisa jalan - jalan dulu, sebelum pulang?"
"Apa kamu nggak takut?"
Tanya Doni ragu.
"Takut sih bang, tapi kan sayang kalau kita nggak pergi jalan - jalan, kita udah jauh sampai sini lho, lagian juga pasti Kenand dalam pengawasan polisi kan bang?"
Alexa pun ragu, tapi jiwa sosialitanya memberontak untuk pergi cuci mata.
"Hemm.. iya juga sih, tapi nggak bisa lama - lama ya, soalnya malam kita harus balik ke tanah air?"
"Asiap abang!"
Alexa kembali semangat saat membayangkan pergi jalan berdua dengan kekasih hatinya, tanpa diganggu oleh pamannya yang kadang resek itu.
Setelah kurang lebih satu jam, Alexa turun menggunakan dress warna navy dibawah lutut, dipadukan dengan jacket jeans corp dan sepatu sniker agar tetap nyaman saat berkeliling nantinya.
"Bang.. aku udah siap, ayok kita jalan?"
"Duh.. cantiknya, punya siapa ini?"
Ucap Doni menyentil hidung Alexa yang mancung.
"Punya tetangga!"
Alexa menjawab dengan santainya.
"Enak aja, hati - hati kalau ngomong yank!"
Ujar Doni yang semula berniat mengombal malah jadi kesal sendiri.
"Dih..? habisnya udah tau pake nanya segala!"
Ucap Alexa tersenyum mengejek.
"Harusnya kamu bilang, punya abang Doni seorang dong, gituh kalau di tv mah!"
"Abang mah korban sinetron, udah kayak emak - emak pecinta sinetron seribu episode!"
"Hiis.. biar keliatan mesra gitu kalau dilihat orang yank?"
Ucap Doni sambil cemberut.
"Ngapain mikirin omongan orang bang, yang penting kita merasa nyaman, bahagia itu kita yang cipta in, bukan orang lain."
Alexa mulai mengeluarkan wejangan dari emak - emak penjual sayur komplek.
"Alexa?"
"Hemm?"
Alexa menaikkan kedua alisnya.
"Jikalau suatu saat nanti, kita ditakdirkan tidak bisa bersatu, maukah kamu berjanji satu hal dengan abang?"
"Abang ini ngomong apa sih, ngawur aja deh?"
Alexa kesal mendengar omongan Doni.
"Alexa.. dengerin abang dulu?"
"Enggak..! nggak mau denger, ngak mau tahu juga!"
Alexa berlari ke teras depan sambil menutup kedua telingannya.
Doni hanya bisa menghela nafas panjang, sebenarnya dia sempat ragu dengan hubungannya, karena dia sadar diri, siapalah dia dibandingkan keluarga Wilson.
__ADS_1
Walaupun Doni mungkin nanti bisa menyingkirkan Kenand, tapi apa mungkin orang tua Alexa tetap menyetujui hubungannya, bisa saja Rudy Wilson menjodohkan Alexa dengan orang lain yang lebih sederajat dengan keluarga Wilson.
"Alexa..?"
Doni berjalan mendekati Alexa yang termenung berdiri dengan pandangan kosong.
"Alexa.. maafkan abang, bukan maksud abang..."
"Aaaaaaaaa...!"
Belum sempat Doni menyelesaikan ucapannya, Alexa sudah kembali menutup kedua telinganya sambil menjerit, dia tidak mau mendengar ucapan Doni sedikitpun.
"Sayang.."
Ucap Doni melemah sambil memeluk Alexa dari belakang.
"Hiks..hiks..cukup bang, aku nggak mau dengar apapun itu."
Alexa mulai menangis didalam dekapan Doni.
"Oke..oke..baiklah, maafkan abang ya?"
Ucap Doni sambil mengusap air mata yang mengalir diwajah cantik Alexa.
"Abang kan udah janji mau memperjuangkan hubungan kita? apa abang lupa?"
Ucap Alexa disela - sela isakan tangisnya.
"Maaf.. maafkan abang, udah dong jangan nangis lagi, katanya mau jalan, ntar bedaknya luntur lho?"
Ucap Doni tersenyum.
"Bomat."
"Apa? kamu mau jus tomat?"
Ucap Doni meledek.
"Hiss.. dasar abang nyebelin!"
Alexa memukul dada bidang Doni.
Ucap Doni.
"Kita nggak pergi berdua aja bang?"
"Kita pergi berdua aja, tapi tetap dalam pengawalan, karena mantan kekasih julid mu itu sangat berbahaya, anak buahnya ada dimana - mana, kita harus tetap waspada."
"Nggak usah diperjelas kata mantannya kenapa sih bang?"
Alexa kesal mendengarnya.
"Diih.. baperan deh!"
"Hiss.. kenapa abang hari ini nyebelin banget sih?"
"Hehehe.. abang suka liat kamu cemberut, terlihat imut!"
Setelah melakukan perjalanan sekitar setengah jam mereka sampai di mall terbesar di negara itu.
"Bang.. gimana kalau kita nonton bioskop dulu, udah lama banget nggak nonton."
"Boleh.. mau nonton film apa?"
"Apa aja, yang udah mau tayang aja, ntar kelamaan nunggu kalau milih!"
"Siap yank"
Akhirnya mereka mendapatkan dua tiket nonton film action romantis, pas banget buat nonton dengan pasangan.
Dari arah belakang terlihat seorang laki - laki yang sudah tersenyum jahil melihat sepasang muda- mudi itu.
"Tidak akan aku biarkan kalian berbuat mesum didalam bioskop ya, haha..!"
Ucapnya lirih.
Siapakah dia?
Uncle Joe pastinya dong 🤪
__ADS_1
Joe segera memesan tiket di film yang sama dengan Doni dan Alexa.
Dia baru saja selesai meeting di restoran lantai atas dengan kliennya, dan saat turun dia tidak sengaja melihat keponakannya, walaupun dari jauh, Joe hafal dengan benar postur tubuh Alexa dan Doni.
Saat melihat mereka berdua mengantri membeli popcorn dan minuman, Joe segera mengikutinya dari belakang, tidak lupa dia memakai kaca mata hitam dan masker yang selalu dia bawa kemanapun.
Serasa mendapat Dewi fortuna, Joe mendapatkan kursi pas dibelakang Doni.
"Yank.. nih popcornnya? apa mau aku suapin?"
Bisik Doni di telinga Alexa saat filmnya sudah dimulai.
"Eherm.. eherm."
Terdengar suara deheman yang disengaja dari kursi belakang.
Ahh.. sial, siapa sih yang duduk dibelakang, kayak nggak pernah muda aja.
Doni mengumpat kesal tanpa menoleh kebelakang.
Saat di pertengahan film, Doni mulai merangkul bahu Alexa dan menyandarkan kepala Alexa dipundaknya.
Duugh..!
Joe menendang kursi Doni cukup kuat, dia langsung menaikkan kotak popcornnya didepan mukanya.
"Opsh..I'm so sorry."
Ucap Joe dibuat serak suaranya.
Alexa dan Doni menoleh kebelakang tanpa rasa curiga dan mulai menikmati filmnya kembali.
Saat adegan romantis berlangsung digelapnya lampu bioskop, Doni dan Alexa saling memandang, wajah mereka saling beradu, mendekat mengikis jarak yang tersisa diantaranya dan..
Bruuukk..
Joe menumpahkan popcorn diwajah mereka berdua dan berjalan cepat, kabur dari tempat duduknya sambil tertawa puas.
"Aah sial.. siapa sih dia? awas saja kalau ketangkap nanti, aku cincang jadi makanan kambing uwak dikampung!"
Ucap Doni sambil menarik tangan Alexa keluar dari bioskop mengejar pria yang duduk dibelakangnya tadi.
"Bang.. ngapain dikejar? filmnya kan belum selesai?"
Ucap Alexa yang sebenarnya juga kesal.
"Aku sudah tidak tertarik dengan filmnya, aku cuma pengen lihat wujud manusia jahil dibelakang kita tadi? berani sekali dia menumpahkan popcorn diwajah kita tanpa mengucapkan permintaan maaf sedikitpun tapi malah langsung kabur!"
Ucap Doni menahan amarahnya sedari tadi.
"Itu dia..!"
Ucap Doni berlari dan menarik kerah baju dari belakang dengan satu kepalan tangan yang siap mendarat diwajah orang itu.
"Bang..jangan..!"
Teriak Alexa mengejar Doni.
Saat Doni membalikkan badan pria itu, tiba - tiba..
"Apa..? kau mau memukul orang yang lebih tua darimu? apa kau tidak takut dosa? ha..?"
Ucap Joe berbicara dengan santainya.
"Uncle..!"
Doni dan Alexa serempak berteriak, dia benar - benar terkejut melihat Joe didepannya.
Ya..Tuhan, aku pengen sekali meratakan muka pria didepanku ini, tapi aku juga takut dosa.
"Haaahh.."
Doni menendangkan kakinya ke udara.
Enaknya di apain ya uncle Joe kita yang satu ini?
Jangan lupa, tinggalkan jejak kalian dibawah ya?
Dan yang sudah berbagi VOTE nih, author doain lancar terus rejekinya ya, sehat selalu🥰🥰
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya🙏🙏