CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
109. Dosa termanis


__ADS_3

...๐ŸŒธ๐ŸŒธ HAPPY READING ๐ŸŒธ๐ŸŒธ...


Mencintai dan mengagumi milik orang, tanpa bisa kita miliki, ibarat menelan air perasan sayur Pare satu hektar, PAHIT nya tidak terkira.


Itulah yang Naisya rasakan saat ini, entah sampai kapan dia mengagumi sosok Doni yang belom lama ini menjadi atasannya.


" Astaga..!"


Naisya tersadar dari Dosa termanis yang dia dapatkan saat itu.


" Aww..!"


Doni terhantuk sudut meja saat Naisya mendorongnya dengan kuat.


Apa yang aku lakukan, kenapa jantungku seperti mau copot.


Naisya membetulkan bajunya yang berantakan, dan segera menuju ke dapur apartement Doni untuk mencari sesuatu yang bisa menyadarkan atasannya dari efek minuman setan itu.


" Aah.. untung ada jeruk limau disini."


Naisya segera memeras beberapa jeruk kedalam gelas.


" Pak.. minumlah."


Naisya menuntun Doni untuk meminum perasan air jeruk dengan sedikit paksaan.


Setelah menunggu beberapa saat, kesadaran Doni mulai kembali, walau belum seratus persen.


" Pak.. apa bapak sudah sadar?"


Tanya Naisya sedikit canggung.


" Hemm.. kamu?"


" Saya Naisya pak, apa bapak sudah mengenali saya?"


Naisya beringsut mundur dari hadapan Doni.


" Aww.. apa tadi Alexa datang kemari?"


Tanya Doni sambil memegang kepalanya yang terasa berat.


" Ti.. tidak pak."


Ucap Naisya terbata - bata.


" Jadi..?"


Doni mencoba mengingat kembali kejadian tadi, saat dia menghabiskan beberapa botol cairan nista itu.


" Maaf pak, saya kemari ingin mengambil file hasil meeting bapak siang tadi, karena klien kita sudah menunggu."


Ucap Naisya mengalihkan pikiran Doni.


" Aah ya.. ada didalam tas meja, ambilah.. kepalaku pusing sekali."


Ujar Doni menunjuk tas kerjanya diatas meja tamu.


" Kalau begitu saya permisi kembali ke kantor pak, saya harus mengirimkannya segera."


Pamit Naisya tak ingin berlama - lama berdekatan dengan sosok lelaki idamannya.


" Sya.. "


Panggil Doni.


" Iya pak?"


" Maaf.. maaf kalau tadi saya berbuat sesuatu yang kurang ajar terhadapmu."


Ucap Doni sedikit mengingat perlakuannya ketika mabuk tadi.


" Aah.. tidak terjadi apa - apa pak, jangan dipikirkan."


Ucap Naisya berbohong.


" Maaf.. aku lagi banyak pikiran, tadi aku kira kamu Alexa, kekasih saya."


Ucap Doni merasa bersalah dan tidak enak hati.


Iya pak, saya tahu betul nama kekasih hati bapak Alexa, nggak harus diperjelas gitu juga kan.


" Aah.. sudahlah, lupakan kejadian tadi, saya permisi pak."


Naisya segera pamit dengan memegang dadanya yang terasa sakit.


Aku tidak boleh seperti ini, aku tidak mau merusak kebahagiaan orang lain, karena aku percaya bahwa apa yang kita tabur, itulah kelak yang kita tuai, cukup aku rasakan Cinta ini dalam Hati saja.


Naisya bertekat melupakan kejadian tadi, walau dia tidak yakin, tapi sentuhan bibir Doni masih membayangi seluruh isi otak dan pikirannya saat ini.


_______________________________________________


_______________________________________________


Didalam kamar sebuah hotel berbintang lima, Alexa bersin - bersin saja dari tadi.


" Hachimmm.. ha..hachimmm.."


" Alexa? apa kamu sakit?"


Tanya Joe duduk disamping Alexa.


" Tidak uncle, mungkin AC nya terlalu dingin, biar aku kecilkan saja."


Ucap Alexa mencari remot AC kamarnya.


" Badan kamu juga nggak panas kok?"


Ujar Joe memegang kening Alexa.


" Tapi mungkin aku memang sakit uncle."


" Sakit apaan?"


" Sakit menahan rindu."


Alexa memegang dadanya.


Pletaak..

__ADS_1


Joe menyentil kening mulus Alexa.


" Uncle ini hobi banget njitak kepala orang deh!"


Alexa kesal sambil mengusap keningnya.


" Heran uncle dengan isi kepalamu, kenapa isinya cuma si kutu kupret itu aja."


" Habis dari tadi telponku nggak diangkat - angkat uncle?"


" Ini kan masih jam kerja, apa kamu mau dia standbye angkat telponmu?"


" Mau.. mau banget malah."


" Suruh pacarmu jadi pengangguran mulai sekarang, hahaha.."


Joe berjalan melengang keluar kamar.


" Dasar uncle kagak jelas! mending aku datengin aja besok ke apartement abang."


Malam berlalu pagi pun menjelang, tapi masih belom ada notifikasi pesan ataupun panggilan dari abang terzeyeng.


Alexa langsung menyambar handuk segera mandi dan bersiap.


" Alexa.. mau kemana kamu sepagi ini?"


Tanya Uncle Joe yang hanya memakai kolor tidurnya sambil membawa secangkir kopi hitam.


" Mau sidak uncle."


Jawab Alexa asal.


" Kapan kamu alih profesi jadi petugas anti korup?"


Joe makin heran dibuatnya.


" Kapan - kapan kita berjumpa lagi."


Alexa malah menyanyikan lagu sang legendaris sambil berlalu mencari mamanya di dapur.


" Ma.. aku keluar bentar ya."


" Mau kemana kamu pagi - pagi gini?"


" Mau ke rumah abang, dari kemarin sampai pagi ini, hpku nggak bunyi -bunyi."


" Habis kuota kali."


" Walaupun habis, ini hotel berbintang ma, wifi gretongan, emang abang aja kali, yang minta dijotosin!"


" Husss kamu ini kalau ngomong ya, nggak pake saringan."


" Hehe.. bye ma."


Alexa udah ngacir turun kebawah mencari taksi.


Sesampainya di apartement Doni, Alexa masih mengingat nomornya.


Ting.. tong..


Ting.. tong..


Tong..


Tong..


Doni yang masih lemas, pucat pasi bagai ikan tanpa tulang berjalan sambil sempoyongan membuka pintu.


Ceklek.. pintu terbuka.


" Alexa..?"


Doni malah memejamkan matanya lama, dia tidak ingin mengulang kejadian kemarin.


" Abang?"


Tanya Alexa heran melihat kekasihnya memejamkan mata dan menggeleng -ngelengkan kepalanya.


" Apa kamu benar Alexa?"


Doni masih belum sepenuhnya percaya.


" Astaga? baru sehari tidak berjumpa? apa abang sudah amnesia dadakan?"


" Kalau kamu benar Alexa, coba tunjukkan salah satu gerakan taekwondo yang kamu kuasai!"


Perintah Doni meyakinkan.


" APAAA..?"


Alexa terkejut bukan maen.


" Lakukan..! atau aku tutup pintunya ini?"


Doni mulai memegang handle pintunya.


" Allohuakbar.. kejedot apalah calon imamku ini ya Rabb."


" Haiiiitttt."


Alexa mulai memasang kuda - kuda dan menunjukkan satu gerakan dasar dalam ilmu bela diri.


" Lagi.."


" Haaaiiitt.."


Gerakan kedua mulai di tunjukkan.


" Lagi.."


" Haaaiiittt.."


Tendangan ke udara mulai dia praktekkan.


" Lagi.."


" Abaaanggggg..! abang ngerjain aku ya?"


Alexa mulai menaikkan satu oktaf suaranya.

__ADS_1


" Haiiss.. kalau denger suara teriakan cempreng ini aku yakin kalau kau benar - benar Alexa ku."


Ucap Doni lega, kali ini dia tidak akan salah terkam lagi.


Doni mendekat dan mulai memeluk Alexa dengan erat.


" Abang ini kenapa?"


" Alexa.. sayangku, aku merindukanmu."


" Astaga badan abang kenapa panas, coba sini liat keningnya."


Alexa menempelkan tangannya ke kening Doni.


" Abang demam lho ini, kenapa abang nggak istirahat, rebahan aja gitu"


" Kan bukain pintu buat kamu, berisik sekali bunyi bell dari tadi."


" Habisnya aku kesal, dari kemarin abang nggak jawab telponku, pesanku juga nggak dibaca!"


Alexa mengeluarkan unek - unek yang menganjal dari kemarin.


" Haaiss.. dimana ya aku letak ponselku?"


" Astaga, ponsel satu aja bisa sampai lupa, bagaimana nanti kalau punya istri."


" Apa kamu mau abang punya dua istri selain kamu?"


Doni malah tersenyum.


" Boleh kalau abang mau."


Ucap Alexa sambil menyelimuti tubuh Doni.


" Wuaahh.. benarkah?"


" He em.. asal terong abang aku potong jadi dua!"


Alexa menaikkan kedua alisnya sambil mengompres kening Doni.


" Diiihh.. ngeri amat yank?"


" So? "


" So.. soto ayam yank, buatin abang soto ayam, hehe.."


Doni mengalihkan pembicaraan.


" Abang belom makan?"


" Belom, pahit rasanya lidah abang buat nelen."


" Yawda abang istirahat dulu, aku buatin sarapan ya."


Alexa membetulkan kompresan di kening Doni dan segera pergi ke dapur.


" Bang makan dulu."


Alexa membawakan semangkuk bubur hasil karyanya.


" Nanti aja yank, abang masih lemes nih."


" Makannya makan biar ada tenaga, trus minum obat, untung abang selalu sedia obat."


Ucap Alexa saat menemukan kotak obat di nakas kekasihnya.


" Owh iya, kamu kok bisa kesini? ayahmu nggak marah?"


" Heem.. aku belom cerita ya ke abang."


" Apa?"


" Kami semua lagi main drama."


" Drama apaan?"


" Drama istri dan anak yang terabaikan!"


" Wuaaah.. udah kayak di sinetron azab aja kalian?"


" Hmm.. sebenernya nggak tega juga liat wajah ayah yang muram, saat kami meninggalkan rumah kemarin, tapi ini juga buat kebaikan ayah, biar tidak menjadi pribadi yang serakah dan gila harta."


Jelas Alexa.


" Kamu yang sabar ya? suatu saat nanti ayahmu pasti akan menyadari semua kesalahannya, dan menyadari betapa pentingnya arti sebuah keluarga."


Doni memeluk Alexa menyalurkan rasa kehangatan.


" Abang berapa hari kagak mandi."


" Haah?"


Doni mencium bau badannya sendiri.


" Abang bau asemlah!"


" Kamu cinta kagak sama abang?"


" Cintalah."


" Sayang ngak?"


" Sayang dong."


" Kalau begitu cium abang."


" Dihh ogahh..abang bau!"


" Brati rasa sayang mu masih seujung kuku, bau dikit aja kamu menjauh!"


Doni mulai memegang kedua pipi Alexa dan menggesekkan kumisnya yang mulai tumbuh karena lupa dicukur.


" Abaaangggg.. geli ih!"


Alexa tertawa menahan segala serangan jahil Doni diatas tempat tidur mewahnya.


Hayooooo...jempollll mana jempoll..


Votenya juga jangan lupa dong?๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2