CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
103. Dilema


__ADS_3

...🌲🌲 HAPPY READING 🌲🌲...


πŸ•Š


Di belahan negara Perancis, di kota Paris, akhirnya Doni bisa memenangkan pelelangan saham sesuai dengan harapan, dengan dibantu oleh Naisya yang ternyata punya kecerdasan yang luar biasa, Doni pun sempat kagum dengan sosok sederhana dan cukup pendiam itu.


" Akhirnya kita bisa mendapatkannya Sya, terima kasih atas semua ide cemerlangmu tadi."


" Sama - sama pak, sudah tugas saya selaku sekertaris bapak."


" Baiklah.. apa rencanamu setelah ini? "


Tanya Doni dengan senyum mengembang.


" Tidak ada pak."


" Apa? tidak ada? tidak mau pergi jalan -jalan atau shoping gitu, disini kan terkenal sebagai negara fashion? aku akan mentraktirmu apapun, sebagai ucapan terima kasih kami."


Doni menawarkan reward untuk Naisya.


" Tidak perlu repot - repot pak, sekali lagi terima kasih."


Naisya hanya tersenyum dan terus menunduk, dia selalu tidak berani memandang langsung bola mata lawan jenis.


" Benarkah? kamu yakin? "


" Iya pak, kalau begitu saya permisi istirahat dulu."


ucap Naisya pamit.


Tumben ada perempuan seperti itu, coba Alexa pasti kegirangan kalau disuruh jalan - jalan, aah.. bagaimana kabar gadisku itu, aku merindukannya..


Dirogohnya ponsel disaku celananya.


" Astaga, aku belum mengaktifkan mode pesawat dari tadi pagi."


10 miscalled from Kelinci Nakalku πŸ’•


" Ada apa Alexa menelfonku sebanyak ini, atau jangan - jangan, ayahnya yang menghubungiku."


Doni berfikir keras, dia benar - benar dilema, dia tidak mau Alexa terus menerus disiksa oleh ayahnya karena dia, tapi dia benar - benar sangat merindukannya saat ini.


" Aah.. aku hubungi saja, pake privat number."


Ide cemerlang Doni muncul dengan sendirinya.


Tuttt.. telepon tersambung.


" Hallo siapa ini."


Jawab Joe dengan ketus.


" Uncle..? "


Ucap Doni yang hafal betul suara cempreng Joe ketika sedang marah.


" Hei.. pria gila, kau kah itu? "


Tanya Joe yang juga hafal suara khas Doni.


" Uncle.. sesama pria gila jangan saling meledek! "


" Haiiss.. kemana saja kau kutu kupret, kau tau Alexa terluka saat ingin menemuimu! "


Ucap Joe.


" Apa..? Alexa kenapa uncle? Dia terluka kenapa? bagaimana keadaannya sekarang? "


Doni langsung panik.


Gue kerjain aja sekalian nie bocah kali ya..


Joe tersenyum miring dan mulai bersandiwara.


" Haaah.. kondisi Alexa masih belum tau, semoga saja tidak parah, tapi tadi darahnya mengalir banyak sekali, dan tadi dia pingsan, aku.. aku benar - benar takut kehilangannya Don, bagaimana ini? "


Joe bersuara pelan seperti sedang terpukul.


Padahal Alexa sudah sadar, lukanya sudah dijahit, dan dia baik - baik saja, dan sedang menikmati buah apel yang Joe kupaskan tadi.


" Astaga Alexa, maafkan abang..!"


Lutut Doni melemas dan seketika ambruk ke lantai.


" Kamu dimana sekarang? "


Tanya Joe mulai tersenyum.


" Aku masih di Paris uncle. "


" Apa kamu tidak mau say hai pada Alexa, atau mungkin melihatnya? ini mungkin saja, bisa jadi yang terakhir kalinya?"


Joe menahan tawanya.


" Uncle, jaga dia, aku akan segera pergi ke bandara sekarang juga! "


Doni berlari menuju hotel dan segera mengemasi barangnya.


" Sya.. apa kamu didalam? "


Doni menggedor pintu kamar hotel Naisya.


" Ada apa pak? "


Tanya Naisya terkejut.

__ADS_1


" Segera kemasi barangmu sekarang juga, kita akan pulang sekarang."


Ucap Doni tergesa - gesa.


" Baik pak."


Doni memesan 2 tiket VVIP, agar mendapat penerbangan tercepat.


" Sebenarnya ada apa pak? kenapa sepertinya terburu - buru? "


" Kekasihku terluka, dia masuk rumah sakit."


Doni menunduk meneteskan air matanya.


Astaga, ternyata dia sudah punya kekasih..


Naisya yang sejak pertama kali melihat Doni sudah menjadi pengagum rahasianya, apalagi saat melihat Doni melakukan presentasi di depan semua saingannya tadi, dia benar - benar terpukau melihat kecakapan Doni.


" Dia akan baik - baik saja kan sya? aku benar - benar takut kalau tidak bisa melihatnya lagi sya? "


Doni menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya, rasa malunya sebagai pria yang menangis didepan perempuan sudah hilang, dia benar -benar ketakutan saat ini.


" Kita berdoa saja ya pak? semoga kekasih bapak baik - baik saja."


Ucap Naisya menenangkan.


Beruntung sekali kekasihnya, mendapatkan pria sebaik pak Doni, yang sangat menyayangi dan sangat takut akan kehilangannya.


Tiba -tiba dada Naisya ikut sesak melihat Doni begitu ketakutan dan sedih.


______________________________________________


Di ruangan VIP sebuah rumah sakit swasta terbaik Alexa duduk bersandar dengan tangannya yang diperban dari lengan sampai bawah siku.


" Alexa? are you okey sayang? "


Mamah dan ayah Alexa datang tergesa - gesa saat mendengar kabar dari Joe.


Alexa hanya menggangukkan kepalanya tanpa suara.


" Siapa yang berani melakukan ini semua? "


Ucap Wilson menahan amarahnya.


" Lelaki pilihan ayahlah! yang ayah bangga - banggakan itu! "


Ucap Alexa ikut emosi.


" Apa? "


Wilson mengepalkan jari - jemarinya dengan kuat.


" Jadi? apa ayah akan tetap menikahkanku dengan pria yang akan menghabisiku itu? "


" Alexa? kau..?"


" Sudahlah yah, Alexa sedang sakit, jangan menambah bebannya lagi."


Mamah Alexa menarik lengan suaminya yang akan mendekati putrinya.


" Haaah.. aku akan memberikan pelajaran untuknya! "


Wilson segera keluar dari ruangan tersebut dengan amarah yang memuncak.


" Sayang.. maafkan kami ya? mamah tidak habis fikir, kenapa Kenand bisa berbuat nekad seperti itu! "


" Aku kan sudah berkali - kali bilang mah, Kenand itu sudah berubah, dia pria yang tidak baik dan kejam mah."


" Maafkan kami sayang, mamah yakin, ayahmu pasti akan membatalkan pernikahan kalian."


" Kalau kalian mau aku cepat mati, tetap nikahkan saja kami."


Ucap Alexa kesal dan memiringkan badannya memunggungi mamahnya.


" Jangan bicara seperti itu nak? "


" Aku mau istirahat mah, biarkan uncle Joe saja yang menemaniku! "


" Apa kamu marah kalau mamah nunggu kamu disini? "


Tanya mamah beruraian air mata.


" Mamah jaga saja ayah, agar dia tidak berbuat sesuka hati dan tidak memikirkan perasaan orang lain, aku baik -baik saja, mamah nggak usah kawathir."


" Tapi nak..? "


" Lukaku ini tidak seberapa sakitnya dibandingkan dengan luka hatiku karena semua ucapan dan perilaku ayah terhadapku, jadi kalau mamah ingin melihatku bahagia, bujuk ayah untuk merestui hubunganku dengan abang Doni, itu sudah lebih dari cukup."


" Sayang..mamah.."


Ucapan mamah Alexa terputus.


" Tolong mah, kali ini saja, tolong bantu Alexa, tolong restui hubunganku dengan abang, aku sangat menyayanginya mah, aku benar - benar takut kehilangannya mah."


Badan Alexa bergetar menahan isak tangisnya.


" Baiklah nak, mamah akan mencoba sebisa mungkin, mamah akan membujuk ayahmu, kamu cepat sehat ya nak, besok mamah kembali lagi kesini."


" Terima kasih mah."


Joe ikut meneteskan air matanya melihat perjuangan cinta Alexa.


Saat tengah malam tiba, Doni sudah sampai di bandara YIA, dia segera berlari mencari taksi untuk ke rumah sakit.


" Naisya, kamu pulang sendiri berani kan? aku mau langsung kerumah sakit."

__ADS_1


Ucap Doni terburu - buru.


" Aku akan menemani anda sampai dirumah sakit pak, nanti saya akan pulang setelahnya."


Naisya takut terjadi apa - apa dengan Doni, karena dia terlihat panik dan wajahnya berubah pucat, jadi dia akan memastikan Doni sampai rumah sakit, baru dia akan pulang.


" Baiklah, terserah kamu saja."


Mereka langsung bergegas menaiki taksi ke rumah sakit tempat Alexa dirawat.


Saat sampai dirumah sakit, Doni langsung berlari menuju ruang resepsionist tanpa mempedulikan Naisya yang terlihat kesulitan membawa kopernya sendiri dan juga koper Doni.


" Permisi mbak, pasien yang bernama Alexa Wilson diruangan mana? "


" Diruang VIP cempaka pak, paling atas."


jawab suster yang sedang berjaga.


Doni berlari menuju lorong -lorong rumah sakit.


Ceklek..


Doni membuka pintu perlahan, dilihatnya Alexa tertidur lemas dengan sisa air mata yang masih menetes di pelupuk matanya.


" Alexa.. sayang? maafkan abang.."


Doni mendekat kemudian mencium kening Alexa lama.


Buukkk...


Joe menendang perut Doni sekuatnya.


" Awwww.."


Doni mengerang kesakitan memegang perutnya.


" Haah.. ternyata kamu Don, aku kira Kenand yang akan menculik Alexa? "


" Hisss.. apa uncle tidak bisa membedakan?"


Joe memapah Doni untuk duduk disamping ranjang Alexa.


" Lemah sekali kau ini, satu tendangan aja udah terkapar di lantai! "


" Aku belum mengambil nafas uncle, dari tadi lari maraton sampai sini sudah ditendang."


" Hehe.. ini namanya ujian hidup!"


Joe menggaruk tengkuknya dan pergi keluar, malas melihat drama percintaan yang sebentar lagi akan segera LIVE.


" Abang? benarkah itu kamu bang? "


Ucap Alexa mengucek kedua matanya.


" Iya sayang, ini abang? apa kamu baik - baik saja? mana yang luka? mana yang sakit?"


Tanya Doni beruntun.


" Abang.. aku merindukanmu."


Alexa langsung memeluk Doni dengan satu tangannya.


" Abang juga sayang."


Doni membalas pelukan hangat kekasihnya.


" Bohong."


" Kok bohong? beneran ini lho? "


" Trus kenapa aku telpon berulang kali nggak aktif? "


" Hmm.. maaf sayang, hp nya abang mode pesawat, abang ada perjalanan bisnis ke Paris mendadak."


" Kirain abang menyerah dan kabur dariku? "


" Hehe.. abang kan udah janji akan berjuang! "


Cup


Alexa menyambar bibir Doni sekilas.


" Makasih abang, I love you."


" Love u too sayang."


Doni mencium kembali kening Alexa.


Naisya mematung berdiri melihat sepasang kekasih yang sedang melepas rindu dibalik kaca ruangan Alexa.


" Apa kamu jadi iri? dan ingin segera punya pacar atau menikah? setelah melihat live drama malam ini? "


ucap Joe tersenyum melihat seorang wanita yang tanpa berkedip melihat ke dalam ruangan.


Joe yang ingin keluar, mengurungkan diri ketika melihat seorang wanita berdiri mematung dibalik kaca, Joe malah berdiri bersandar di pintu ruangan Alexa dengan coolnya.


Bagaimana reaksi Naisya ketika melihat ketampanan uncle Joe, kita tunggu next episode ya?


Jangan lupa tinggalkan LIKE kalian ya..


Sentuhan jempol kalian begitu berharga buat author.


Jangan lupa hadiahkan VOTE untuk author, semoga kalian sehat selalu dan lancar rejekinya.


Terima kasih semua😘😘

__ADS_1


__ADS_2