
...🐱 Happy Reading 🐱...
⚘⚘⚘⚘⚘
Back to belahan negara Amerika ya gaes.
Disebuah Restoran berbintang lima yang mewah dan megah, disinilah Alexa dan Doni membawa uncle Joe untuk menjalankan misi pembalasan.
"Abang mau makan apa?"
Tanya Alexa melihat buku menu.
"Emm.. kayaknya pengen makan steak deh yank, atau tenderloin ya, tapi spagettinya juga kelihatan enak, waah.. kentang gorengnya dibuat spicy yank, mantap ini."
Ucap Doni sambil mengedipkan satu matanya, tanda memulai aksi pembalasan yang lebih kejam.
"Kalau gitu pesen aja semua yank, uncle Joe lagi banyak duit, nggak bakalan bangkrut kalau cuma pesen kayak gitu, benar itu uncle?"
Ucap Alexa tersenyum jahat.
"Tentu, pesanlah sesuka hatimu, penuhi perut kalian biar buncit, lagian juga aku bingung mau letak dimana uangku yang berjibun itu, jangan kayak orang susahlah!"
Ujar Joe sombong sambil menyilangkan kaki panjangnya.
"Haha.. baiklah Tuan muda yang sombong."
Alexa mulai jengah melihat ekspresi pamannya yang gila itu.
Kamu lihat aja uncle, setelah dari sini, apa masih bisa uncle menyombongkan diri seperti itu, bukannya pembalasan harus lebih kejam?
Alexa mengetikkan pesan kepada Doni yang berisikan rencana gilanya.
"Kalau gitu aku tambah Steak lada hitam, minumnya apa ini ya, yang paling mahal, ahh.. tambah desert juga lah kalau begitu."
Alexa menambahkan pesanan yang dia pun tak tahu entah habis apa tidak.
"Kau ya, badanmu saja kecil tapi makanmu rakus sekali Alexa!"
Ucap Joe terheran.
"Aku masih dalam masa pertumbuhan uncle, jadi harus banyak - banyak makan makanan yang bergizi, ya kan bang?"
Ucap Alexa manja.
"Tentu sayang."
Senyum Doni mengembang sempurna sambil mencubit gemas pipi mulus Alexa.
"Haah.. aku lupa kalau kalian pasangan yang gila, aku mau ke toilet dulu, pesankan aku steak dan orange jus aja!"
Titah Joe sambil berlalu ke toilet.
"Siap uncle."
Ucap Alexa semangat.
"Bang kita ganti strategi saja, abang sekarang ikut pergi ke toilet, dan ambil dompetnya disaku kirinya."
Alexa mengatur strategi.
"Kalau ada yang lihat nanti aku dikira copet yank, yang benar saja, bisa dibawa ke kantor polisi nanti aku yank!"
Doni mulai protes.
"Jangan sampai ada yang lihatlah?"
"Itu kan kamar mandi umum yank, pasti banyak oranglah!"
"Aah.. abang mah penakut sekali, ya sudah biar aku saja yang nyusul uncle kesana!"
Ucap Alexa berdiri.
"Ehh.. yank, kamu lupa kalau kamu itu cewek, masak mau masuk toilet pria, yang benar saja!"
Doni menarik tangan Alexa.
"Kalau mau ngerjain orang itu harus totalitas bang, jangan setengah - setengah!"
"Jangan main - main Alexa, ganti strategi yang lain aja lah!"
Doni yang mulai ketakutan.
"Abang tunggu saja disini, biar aku yang jalankan misi ini!"
Alexa sudah bergegas pergi.
__ADS_1
"Tapi yank..! astaga bocah satu ini, kalau sudah ada maunya nggak bisa dicegah."
Gumam Doni.
Alexa sudah sampai didepan toilet, dia menunggu unclenya keluar, dia juga masih waras, pikir - pikir seribu kali kalau harus masuk toilet pria.
Saat melihat Unclenya keluar Alexa langsung bergegas memulai aktingnya pura - pura berjalan melewati toilet.
"Hei Lexa, dari mana?"
Tanya Joe saat melihat Alexa melintas didepannya.
"Ini.. mau isi pulsa, tapi nggak tau mana tempatnya."
Tipu muslihat Alexa mulai muncul.
"Cih.. kamu ini, kan bisa lewat aplikasi saja, masak anak muda ketinggalan jaman!"
Ejek Joe.
"Aah.. iya juga ya, maklum uncle, sudah lama berkelana tanpa fasilitas mewah, jadi lupa caranya hidup gaul jaman now!"
Ucap Alexa pura - pura menunduk lesu.
"Hemm.. ya sudahlah, dalam hidup memang selalu ada masalah, itu namanya bumbu - bumbu kehidupan."
Ucap Joe mulai ceramah dan merangkul keponakan tersayangnya sambil berjalan.
"Kena kamu uncle..!"
Umpat Alexa dalam hati.
Alexa ikut merangkul pinggang pamannya,dan perlahan menarik dompet di saku celananya.
"Emm.. tapi aku bahagia punya paman sebaik uncle, yang selalu bisa menghiburku dikala aku sedih dan selalu ada jika aku membutuhkan, terima kasih uncle!"
Ucap Alexa mengalihkan perhatian.
"Tentu sayang, uncle akan selalu ada untukmu!"
Joe memeluk Alexa dengan erat, merasakan betapa menyedihkan kehidupan yang Alexa alami sejak kecil, walaupun bergelimpangan harta tapi tidak pernah merasakan kasih sayang yang tulus dari orang tuanya.
Dengan cepat Alexa memasukkan dompet pamannya ke saku celananya sendiri.
"Ya sudah kita makan yuk, pasti makanannya sudah datang!"
"Lets go..!"
Senyum Alexa bermekaran dimana - mana.
Maaf kan keponakanmu yang manis ini ya uncle, aku menyayangimu, hehe.
Saat mereka sudah hampir sampai di tempat duduknya, Doni langsung berdiri mendekati mereka.
"Apa ini main rangkul - rangkulan, lepas yank!"
ucap Doni menarik paksa tangan Alexa.
"Cih.. Dasar pria gila, aku pamannya!"
Joe tidak terima.
"Tapi kan nggak harus rangkulan disini juga kan uncle!"
Doni mencari pembelaan.
"Kenapa? bahkan aku bisa menciumnya disini!"
Cup
Joe mengecup kening Alexa didepan mata Doni.
"Uncle..!"
Doni teriak sambil menarik Alexa ke belakang tubuhnya.
"Dia keponakanku, dari kecil aku selalu menjaganya, kening itu, pipi itu, dulu setiap hari aku menciuminya asal kau tahu!"
Joe tersenyum jahat, sengaja membuat suasana lebih panas.
"Haiss.. sudah lah! kalian ini kayak anak kecil deh, sudah yank, ayo kita makan saja!"
Ucap Alexa mulai jengah melihat dua pria tampan kesayangannya adu mulut.
"Tapi dia menciummu disini yank, astaga.. mana sini aku lihat!"
__ADS_1
Doni mengusap kening Alexa, seperti membersihkan kotoran yang menempel.
"Dasar pria posesif!"
Joe tersenyum sambil duduk dan mulai menikmati hidangannya.
"Udah.. udah yank, ayo kita makan, dilihatin orang tu!"
Ucap Alexa menarik Doni untuk segera duduk.
Dasar uncle gila, lihat saja setelah ini, apa uncle masih bisa tersenyum gila seperti ini.
Doni masih mengumpat dalam hati, merasa tidak terima.
Dan akhirnya mereka mulai menikmati hidangannya, perut Alexa dan Doni hampir penuh, karena menghabiskan makanan yang mereka pesan.
"Abang.. anterin aku ke kamar mandi yuk, begah perutku, aku takut ambruk dijalan nanti!"
Ucap Alexa sambil mengedipkan satu matanya ke arah Doni.
"Makannya, jangan serakah jadi orang, semua mau dimakan, jadi kembung kan tuh perut, aku tahu kalian cuma mau ngerjain aku kan, haah..kalian kira aku miskin, cuma segitu mah kecil, kalau kalian mau aku bisa beli restoran ini sekalian."
Ucap Joe sombong.
"Baiklah uncle yang kaya raya, kami kebelakang dulu, kita semua sayang uncle, bye.."
Ucap Alexa buru -buru kabur.
"Bentar yank..!"
Doni berhenti dan merogoh uang sepuluh Dolar disaku celananya.
"Kenapa yank?"
Bisik Alexa.
Doni berbalik kemeja dan meletakkan uang sepuluh Dolar di depan Joe.
"Uncle..ini buat pegangan, siapa tahu nanti uncle membutuhkannya."
Ucap Doni langsung berlari menghampiri Alexa.
"Heii.. kau kira aku apa! ciiih.. sepuluh Dolar? Dia kira aku pecinta uang receh apa!"
Umpat Joe kesal.
Joe segera memangil pelayan restoran untuk meminta bil tagihan makanan.
Dan saat Joe merogoh saku celananya, dia terkejut dibuatnya.
"Astaga, kemana dompetku?"
Joe meraba semua saku dibajunya, NIHIL kosong semua.
"Astaga..!! pasti ini ulah dua pasangan gila itu, Haisss..sialll..!!"
Joe langsung berfikir keras bagaimana cara dia membayar tagihan makanan yang lumayan mahal itu, karena makanan di hotel berbintang lima memang bisa empat atau bahkan lima kali lipat harganya dari restoran biasa.
"Exuse me, can i meet the manager of this restaurant?"
Ucap Joe pada pelayan tadi.
"Of couse, folow me!"
jawab pelayan tadi yang sepertinya mengetahui gelagat Joe yang kehilangan Dompetnya.
Akhirnya Joe mulai berbincang dengan manager restaurant itu, tidak sulit bagi pembisnis sukses seperti Joe untuk bernegosiasi hal kecil seperti ini, tapi dia harus merelakan jam tangan kesayangannya sebagai gantinya, daripada dia harus lembur cuci piring di restoran itu.
"Dasar keponakan durjana, handphone ku kemana lagi ini, ahh.. di mobil!"
Joe segera berlari ke parkiran.
"Aaahh.. Siaalll, Doni yang membawa kunci mobilku tadi, pasti mereka sudah kabur!"
Joe kembali berlari ke arah meja direstoran tadi, dan mengambil uang sepuluh Dolar yang dia campakkan diatas meja tadi.
"Ciih.. pantesan dia kasih aku uang sepuluh Dolar! mereka pasti sudah merencanakan semuanya, aaah.. siallll, benar kata orang bijak bahwa, kita tidak boleh menyia - yiakan uang walau receh sekalipun, sepuluh Dolar ini begitu berarti saat ini..!"
Ucap Joe lemas sambil berjalan keluar mencari taksi.
Satu lagi Uncle Joe, jangan ngerjain orang kalau tidak mau dikerjain, hehe..
Hayo..hayo..jangan lupa sentuh jempol kalian,tinggalkan like ya, sedih lho author kalo kalian tidak meninggalkan jejak.
Yang mau meninggalkan VOTE, aku sayang kalian 😉😉
__ADS_1
Terima kasih atas semua dukungannya🥰