
...🏵🏵Happy Reading🏵🏵...
Hari ini dengan berat hati Vian kembali ke Jakarta, rasanya enggan sekali dia meninggalkan Yogyakarta, karena bening tentunya,Harinya terasa hampa kalau tidak melihat senyuman wanitanya, karena sebuah meeting penting dengan kolega perusahaan besar yang tidak bisa dia wakilkan dia dengan berat hati kembali kesana lagi.
Tringgg... telpon Bening berdering.
"Hallo.. Assalamualaikum cintaku, kasihku, sayangku, soulmateku?"
sapa Vian menggoda, sehari saja tidak menggoda Bening, kurang lengkap dunia terasa.
"Waalaikumsalam... diiihhh, pacar siapalah ini pagi-pagi sudah lebay banget"
balas Bening ikut menggoda.
"Entahlah.. Aku mana punya pacar!!"
ucap Vian acuh.
"Loohh...kok gitu ngomongnya? Trus aku ini kamu anggap apa?"
Bening sudah merasa kesal, niatnya balas menggoda malah bikin BT dipagi hari pikirnya.
"Kalau kamu kan calon istri aku! cieeee...pagi-pagi udah ngambekan?"
goda Vian.
Serrrrrr...
Jantung Bening bergetar "calon istri" Bening merasa bahagia mendengarnya, ada sebuah rasa yang sulit diungkapkanya.
"Mana ada, siapa yang ngambek !"
ucap Bening malu-malu karena ketauan.
"Hehe..Sayang, kamu beneran nggak bisa ikut? aku masih dibandara lho ini, kalau kamu berubah fikiran aku bisa jemput kamu sekarang?"
ucap Vian memelas.
"Nggak bisa yank, ada urusan penting yang harus aku selesaikan disini !"
ucap Bening perlahan.
"Heeemmmmm".
Vian hanya bisa menghela nafas panjang, dia berat sekali meninggalkan Bening walau hanya sekejap saja.
"Cuma seminggu ini kan, cepet lah itu yank!"
jawab Bening.
"Yawda deh, fixs kamu nyebelin!"
kesal Vian.
"Diiiiihhh... kok gitu sih?"
"Bye....!"
"Sayang!"
"Heeemm!"
"Kirain udah ditutup! hehe..."
"Mau ditutup ini!"
"Hehe... Safe flight ya sayang, nanti kalau udah nyampe kabarin yaa?"
ucap Bening
Dia heran kenapa Vian jadi kayak anak kecil yang mau pisah ama ibunya, ato jangan - jangan dia anggap aku ibunya pikirnya sambil tersenyum - senyum membayangkannya.
"Heemmm.. cium dulu!"
ucap Vian manja.
"Masak aku nyium hape sih yank! besok aja kali?"
"Maunya sekarang".
Ucap Vian dengan nada tegas.
"Diiihhh...Emang kamu itu Rajanya orang ngeselin !"
sungut Bening.
"Muuuaachhh".
Bening memonyongkan bibirnya didepan hp.
__ADS_1
"Kuuranggg!"
"Muuuaachhhhh muaachhhh"
"Masih kurang !"
"Muaaacchhhhhh 1000x".
ucap Bening.
"Masak dibilang 1000x nya? model apa lah itu!"
ucap Vian tertawa.
"Mau bibir aku jontor kejeduk hape!"
sungut Bening.
"Yawda deh.. Pesawatnya udah mau berangkat, aku pergi yaa.. Awasss jangan nakal-nakal saat aku tinggal pergi!"
ucap Vian.
"Emang aku anak kecil apah? "
ucap Bening keheranan.
"Emang kamu gede apah?"
ucap Vian tersenyum.
"Udah gedelah"
"Apanya?"
ucap Vian menggoda.
"Apaan sih, mesummm! ngak jelas banget deh."
sungut Bening.
"Siapa yang mesum, kamu tuh yang ngeres pikiranya yank, hahaha..."
puas Vian menggoda Bening, seakan menjadi moodbosternya pagi ini.
"Diiiihh.. Yawda berangkat aja sono, bikesss deh (bikin kesel😂) hati-hati dijalan.."
ucap Bening.
ucap Vian.
"Love u too.."
bales Bening dengan senyum manisnya.
Dua hari setelah kepergian kekasihnya, Bening berencana untuk menyelesaikan masalah yang sudah dia pikirkan matang-matang dari kemarin.
Sore menjelang bening berniat untuk menemui Alan dikafe deket tempat dulu mereka bekerja.
Bening memang tidak membuat janji, karena sudah pasti Alan mampir kesana sebelom pulang, karna sudah menjadi kebiasaan dari dulu untuk sekedar ngopi dan relaks sebelom pulang.
Bening melaju perlahan dengan mengendarai mobil honda jazz merahnya, dia tampak cantik hanya dengan berpakaian casual, blouse warna peach yang press dibadannya, celana jeans biru dan sepatu snikers, tak lupa dengan kaca mata hitamnya, penampilanya begitu menarik dipandang setiap mata, apalagi para lelaki.
Sesampainya dikafe, dia tidak segera turun dari mobil, matanya tertuju pada sebuah meja, terlihat laki-laki dan perempuan sedang menikmati hidangan sambil bercanda tertawa lepas sebebas merpati.
"Ciiiiiiiiihhhh.. aku rasa dia dengan senang hati menerima perjodohan ini!!"
Dilihatnya tangan Alan yang dengan luwesnya mengusap bibir Dewi dari sisa makanan yang menempel.
"Haaaahhhh..Mana mungkin dia memperlakukan Dewi sebaik itu kalau terpaksa! dasar buaya kampret dia mah!"
Bening uring-uringan sendiri didalam mobilnya.
Dia sudah tidak tahan rasanya untuk melihat mereka bermesraan, dia ingin segera menyelesaikan semuanya.
"Sudah benar keputusanku untuk tidak mempertahankanya, dasar cowok sialan, didepanku mulutnya manis, bilang kalau hanya mencintaiku, dibelakangku dia tertawa mesra dengan tunangannya itu! ciiihhhh... Aku sudah tidak tahan lagi!!"
Diambilnya hp Bening, dipencetnya nomor Alan yang baru saja dia buka blokirannya, ya..Bening memang sengaja memblokir nomor Alan dan Dewi dari kejadian hari itu.
Tuttt...tuttt..
Telpon Bening tersambung, dilihatnya Alan pamit mengangkat telpon menjauh dari Dewi.
"Ciiiiiihhhhh...Kalau memang terpaksa, nggak mungkin dia menjauh telpon dari Dewi, haaah....siall, kena kibul gue!!"
rutuk Bening.
"Halloo assalamualaikum sayang!!"
Ciiiihhh..Sayang palelu peyanggg batin Bening dalam hati.
__ADS_1
"Eeemm..Bisakah kita bertemu, aku sedang dalam perjalanan ke arah kantor sekarang?"
ucap Bening menahan kesalnya.
"E....Apa harus sekarang juga? atau aku jemput kamu aja nanti malam, inikan malam minggu, kita bisa nongkrong dikafe faforit kita?"
ucap Alan disebrang sana.
"Ciiihhh...Ya jelaslah lu nolak, orang lagi bermesraan dengan wanitamu"
batin Bening dalam hati.
Tapi dia tidak sekejam itu mengacaukan kencan mereka, Walau bagaimanapun mereka bertiga bersahabat dari dulu.
Ada kalanya kita menemukan orang yang salah **terlebih dah**ulu,sebelum menemukan orang yang benar-benar baik dan layak untuk menjadi pasangan kita kelak.
"Okeyy.. Sejam lagi aku tunggu dirumah ya, kita pergi ke kafe faforit kita"
ucap Bening.
"Okey sayang, aku otewe pulang nih, dan segera bersiap-siap jemput kamu!!"
balas Alan.
"Suka hatimulah..Menggakhiri hubungan dengan sesuatu yang romantis mungkin akan sedikit berkesan untukmu Lan, aaahhh... Malam ini adalah milikmu Alan bagaskoro! "
senyum licik Bening mengembang dengan sempurna.
Ketika malam tiba..
Bening sudah memakai dress selutut berrenda berwarna putih, yang dihiasi hiasan bunga rajut berwarna emas,dengan bahu terbuka dan sepatu highheelnya.
Cantik, seksi, elegan dan berkelas, ditambah memakai kalung emas yang berliontinkan mutiara putih didalamnya.
"Sempurnaa!"
Bening melihat penampilanya didepan kaca besar kamarnya.
Tuttt..tuttt...
Bening menghubungi seseorang.
"Hallo asalamualaikum mas Hendra"
ucap Bening.
Hendra adalah owner dari kafe faforit mereka dari jaman pacaran dengan Alan.
"Waalaikumsalam cantik, ada yang bisa dibantu?".
Hendra memang sudah kenal dekat dengan mereka berdua, karena hampir setiap hari Dua sejoli itu singgah kesana.
"Iiya mas..Maaf mau ngrepotin nih, entar aq mau bikin surprize buat dia, aku mau nyanyiin lagu kususs buat dia, ada ngak yang akustikan malam ini?"
"Kayaknya libur deh pemainnya,udah seminggu ini mereka ngak tampil, ada hal mendesak keluar kota katanya".
ujar Hendra.
"Yaaah..sayang sekali ya mas, padahal pengen nyanyi buat dia".
Ucap Bening.
"Eeerrmmmm...Gimana kalau sama aku aja? aku dikit banyak bisalah ngimbangin pemain musikku,hehe..."
"Beneran mas?"
"Iyaa..Nanti bisa diatur deh!"
"Okey dehh.. Makasih banyak ya mas!"
"Buat kalian langganan kafeku teromantis apa sih yang enggak? hehe.."
Romantis mas.. romantiss bangeettt emang! dan malam ini paling romantis selama perjalanan kisah cinta kita batin Bening ngedumel..
Kira-kira surprize apa an ya gaesss?
.
.
.
.
.
Jangan lupa ya gaes,tak henti-hentinya author minta dukungan kalian😘😘
Klik Like,vote dan koment kalian.
__ADS_1
Terima kasih🥰