CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
140. Hanya kamu


__ADS_3

...🍁🍁 HAPPY READING 🍁🍁...


..." Suara yang paling manis yang kita dengarkan, adalah suara orang yang kita cintai "...


Saat Alexa hampir sampai didepan pintu rumah Bening terdengar suara rem motor yang sangat keras.


Ceeekkiiiiiiiiiiiittttttt....


" Awaaasss..... Naaaayyyyyy..!"


Terdengar suara teriakan histeris Joe.


" Ehh.. kenapa yang dipanggil Nay? bukan Eveline ya?"


Ucap Alexa santai dan segera menoleh melihat TKP.


Saat bersamaan juga Doni berlari keluar, karena memang setingannya memang seperti itu.


" Gimana yank? siapa yang dipilih uncle Joe?"


Tanya Doni penasaran.


Alexa masih menoleh dan mlongo ke arah TKP tanpa menjawab pertanyaan Doni.


Doni pun ikut melongo ketika menyaksikan drama setingan mereka berdua.


Doni memang sudah menelpon salah satu teman pembalap terbaiknya, dan menyuruh pura - pura menerobos lampu hijau dan mengarah ke kedua perempuan itu, dan Doni menyuruh anak buahnya untuk mensterilkan jalan depan rumah tuan mudanya, dalam waktu lima belas menit, jadi sudah dipastikan mereka bertiga akan aman dan pastinya tidak akan terjadi apa - apa.


" Habiisss.. kita bang? gimana ini? "


Alexa masih tidak habis pikir saat melihatnya.


" Jadi aku harus manggil adekku tante gituh yank?"


Ucap Doni lemas.


" Sabar ya bang, aku pun bingung nanti harus manggil eveline apa? masak adek tante ipar?"


Ucap Alexa bingung.


" Aaarrggghhhh.."


Doni menyandarkan kepalanya dibahu Alexa, dan Alexa pun menepuk pipi tunangannya dengan lembut.


Apa yang mereka lihat?


Joe memang berteriak menyebut nama Nay dengan histeris, tapi kedua tangannya memeluk Eveline dengan erat seakan memberikan perlindungan, kalaupun kena tabrak Joe lah yang akan menjadi tameng.


Sedangkan Nay masih berdiri dengan tegak walau kedua tangannya memegang dadanya sendiri, merasakan degub jantung yang tidak beraturan karena terkejut.


Terkejut melihat motor tersebut, dan juga lebih terkejut melihat Joe memeluk Eveline dengan erat.


" Haiiisss.. sialan tuh motor, bikin orang jantungan aja! sembarangan aja free style dijalanan!"


Umpat Joe melihat motor itu berlalu pergi.


" Nay.. kamu nggak papa?"


Tanya Joe mendekat ke arah Nay, tanpa melepaskan pelukan dipinggang Eveline.


" Aahh.. enggak.. a.. aku nggak papa."


Ucap Nay terbata.


" Yasudah kita balik aja, biar aja pesanannya nanti orang lain yang ambil."


Ucap Joe mengajak mereka masuk kembali ke kediaman rumah Vian.


Mereka berjalan kembali dengan satu tangan Joe masih tetap menggengam jemari Eveline yang masih gemetaran itu.


Sedangkan Motor sport tadi berhasil mengerem dadakan, bahkan yang bawa motor tadi sempat melakukan aksi atraksi jumping mogenya dengan keren dan wooow banget, karena itu memang pekerjaannya.


" Kalian kenapa malah mematung berdua disini?"


Tanya Joe saat melihat Doni dan Alexa mematung dengan posisi yang sama sedari tadi.


" Kami ikut shock melihat aksi kalian!"


Ucap Doni dengan lemas.


" Aksi?"


Tanya Joe bingung.


" Aaah.. sudah.. sudah, ayok kita masuk, yang penting kalian tidak ada yang terluka."


Ucap Alexa langsung menarik tangan Eveline agar terlepas dari genggaman tangan Joe.


Acara buka bersama sekaligus syukuran itupun segera dimulai, Vian dan Beningpun terlihat bahagia dan begitu serasi dengan memakai baju warna senada.


Setelah acara buka bersama dan santunan anak yatim piatu berakhir, tamu undangan silih berganti pulang meninggalkan kediaman rumah Vian.


Masih tersisa kedua keluarga Vian dan Bening juga teman dekat mereka diperusahaan, mereka berencana mengadakan acara barbeque sambil berbincang - bincang membicarakan proyek terbarunya dan mengobrol ringan - ringan dengan mereka termasuk Nay.


Bening, Alexa dan Eveline yang tidak tergabung dalam perusahaan itu memilih duduk bertiga dan bercanda riang sambil memanggang daging dan sosis yang aromanya sudah menggoda selera.


" Uncle.. ayok gabung ikut makan?"


Ucap Doni saat melewati Joe yang terduduk menyendiri dikursi taman.


" Kalian saja, aku sedang tidak selera makan, bawaannya kagak laper mulu."


Jawab Joe.


" Ciiihhh.. udah kagak doyan makan nasi lagi uncle? doyannya makan daun muda sekarang?"

__ADS_1


Sindir Doni.


" Haaaiissss.. ngomong apa sih preettt..! jam segini nglindur loe..!"


Joe masih belum menyadari dirinya sendiri dan juga sindiran Doni.


Suara gelak tawa dari para rekan kerja Vian dan Doni meramaikan suasana taman samping rumah Vian yang disulap menjadi tempat barbeque mewah dan terlihat romantis karena dikelilingi lampu hiasan kerlap - kerlip yang memanjakan mata.


Terlihat bumil sudah mulai bosan, hanya duduk melihat orang - orang yang tidak semuanya dia kenal.


" Alexa.. coba perutku masih langsing, pasti udah ku ajak kamu nyanyi dangdut diujung sana!"


Ucap Bening perlahan.


" Kakak bosan ya?"


Tanya Alexa yang paham betul sifat dari Bening.


" Emm.. dek kamu bisa nyanyi kagak?"


Tanya Alexa pada Eveline.


" Ehh.. eng.. enggak, hehe..!"


Jawab Eveline malu - malu meong.


" Bohong.. dosa lho puasa - puasa?"


Ledek Alexa.


" Kalau dangdut beneran teh.. aku nggak bisa!"


Jawab Eveline jujur.


" Brati kalau pop bisa kan? kakakmu aja dulu bisa kok!"


sahut Bening mengingat Doni pernah nyanyi buat Alexa.


" Hehe.. sedikit sih!"


" Yawda.. nyanyiin sebuah lagu deh buat kita, diujung sana ada piano tuh, si calon debay pengen dengerin lagu pake piano nih!"


Ucap Bening kembali mode on.


" Tapi aku nggak bisa maen piano teh, beneran deh!"


Ucap Eveline nyengir.


" Uncle Joe ahlinya! bentar aku cari dia dulu!"


Alexa langsung beranjak mencari pamannya yang memang mahir bermain piano.


Terlihat Joe dengan Doni masih berbincang hangat di sofa kecil taman.


" Hei sayang.. kamu udah makan belum?"


" Udah tadi dengan kak Bening dan Eveline."


Ucap Alexa menyambut uluran tangan Doni agar duduk disamping Doni.


" Kangeeeenn.."


Bisik Doni ditelinga Alexa.


" Diih.. abang, dirumah orang ini?"


Alexa membalas bisikan Doni.


" Mojok disana yuk.. abang tau tempat mojok asyik disini!"


Bisik Doni yang paham betul seluk beluk rumah tuan mudanya.


" Haaahh.. mulai deh kalian! dasar pasangan mesum!"


Teriak Joe sambil melempar bantal sofa ke arah mereka berdua.


" Haiiiss.. uncle ini ngagetin aja! owh ya.. uncle dicariin Eveline tuh!"


Ucap Alexa terkejut.


" Apa? Eveline? mana? dimana dia?"


Joe langsung beranjak berdiri mencari sosok Eveline.


" Ngalamat deh bang.. abang bakalan punya adek yang lebih tuirrr dari abang, haha.."


Ledek Alexa sambil tertawa.


" Biar aja, entar abang kerjain tiap hari, haha.."


Doni sudah membayangkan rencana jahilnya mulai sekarang.


Joe sudah mendekati tempat duduk Eveline dan Bening.


" Kamu cari kakak dek..?"


Tanya Joe kepada Eveline.


" Haaah..?"


Eveline malah kaget sendiri.


" Aaahh.. iya, dia mau duet nyanyi dan kamu maen piano!"


Ucap Bening to the point.

__ADS_1


" Piano..?"


Tanya Joe mengulang.


" Tidak ada penolakan! ini calon debay yang minta, hehe.."


Ujar Bening mengelus - elus perutnya yang buncit.


" Baiklah.. ayok dek!"


Joe langsung mengulurkan tangannya untuk mengandeng tangan Eveline menuju tempat piano.


" Beneran nih kayaknya?"


Umpat Bening perlahan.


" Apa kak?"


Tanya Eveline kurang jelas.


" Aah.. jangan lupa nyanyi lagu romantis ya, hehe.."


Eveline dan Joe tidak menjawab, mereka hanya tersenyum saja.


Joe sudah duduk dikursi, tangannya sudah menyentuh tombol nada satu persatu, mengecek semua.


Eveline berdiri disamping Joe sambil memegang microfon.


Semua mata tertuju padanya, tidak terkecuali Nay yang langsung menajamkan pandangan ke arah mereka berdua.


Mereka menyanyikan sebuah lagu romantis berjudul " Sampai aku tutup usia "


β™‘β™‘β™‘


Eveline sing..


Aku tercipta olehnya


Untuk selalu cintai kamu


Beri aku kesempatan


'Tuk bahagiakan dirimu


Joe sing..( Eveline mengarahkan mic nya untuk Joe)


Kamu tercipta olehnya


Untuk selalu aku cintai


Genggam erat tangan ini


Jangan sampai kau lepaskan


( Mereka bernyanyi bersama dengan satu mic)


Sampai aku tutup usia


'Kan kujaga hatimu


Sampai aku tua


Walau keriput di pipimu terlihat


Takkan goyahkan cintaku yang begitu kuat


Hm-mm


Kamu tercipta oleh-Nya


Untuk selalu aku cintai


Genggam erat tangan ini


Jangan sampai kau lepaskan


Sampai aku tutup usia


'Kan kujaga hatimu


Sampai aku tua


Walau keriput di pipimu terlihat


Takkan goyahkan cintaku yang begitu kuat


β™‘β™‘β™‘


Prokk.. prokk.. prokk..


Suara gemuruh tepuk tangan terdengar nyaring, saat mereka berdua menyelesaikan satu lagu indah itu.


Kedua mata Eveline dan Joe masih saling pandang, jarak wajah mereka hanya terhalang oleh microfon.


Jantung mereka berdetak lebih cepat melebihi ritme sebuah lagu, senyum mereka tak kunjung pudar.


Dibawah temaramnya lampu kerlap - kerlip dan indahnya sinar bulan, mereka menyadari ada rasa lain dihati mereka.


Cinta..? apakah itu cinta? bertanya tanpa sengaja?


Othor nyanyi ini lho..🀣


Malang sekali nasibmu mbak Nay?


Jangan lupa like..

__ADS_1


Dan yang kasih VOTE semoga rejekinya lancar selalu, hehe..


__ADS_2