
...๐ฎ๐ฎ Happy Reading ๐ฎ๐ฎ...
โโโโโโโโ
Dengan segala terapi dan pengobatan dari dokter spesialis dan pilihan dari berbagai negara dan juga peralatan medis yang lengkap dan modern akhinya Vian bisa mengingat semuanya kembali.
Didalam ruang keluarga rumah Alberto, Vian duduk melamun melihat hasil tesnya yang benar-benar ajaib, bisa sembuh total dari pendarahan yang ada diotaknya, dan itulah penyebab utama dari hilangnya ingatan Vian selama ini.
"Nakk? kamu disini?"
ucap ibu Vian.
"Iya mah!"
ucap Vian lesu.
"Kamu kenapa nak? harusnya kamu bahagia dong, ingatan kamu sudah pulih kembali? kenapa malah sedih?"
tanya mama Vian.
"Heemm..Iya ma!"
ucap Vian memaksa tersenyum.
"Apa kamu merindukan Bening?"
tanya mama Vian.
Vian tidak menjawab ataupun memberi tanda, dia hanya melihat kebawah dengan tatapan kosongnya.
"Telponlah Bening nak, beritahu kabar baik ini, dia pasti sangat merindukanmu!"
ucap mama Vian.
"Maa..Tolong beritahu semua, jangan ada yang memberi tahunya, sebelum aku melenyapkan Devina, wanita licik itu benar-benar membuatku hancur dua kali mah!"
ucap Vian mengepalkan tangannya.
"Gimana baiknya sajalah sayang, tapi jangan lama-lama ya, kasian Bening, dia sudah menderita terlalu lama!"
ucapnya.
"Baik ma..!"
"Apa mau mama yang telpon dia, untuk mengobati rindumu? apa kamu tidak merindukan gadis cantik itu? pasti sekarang perutnya sudah membesar"
ucap mama tanpa dijawab oleh Vian.
"Haaahh..Yasudahlah kalau tidak mau, mama mau beres-beres baju dulu, besok kita kembali ke Indonesia!"
ucap mama hampir berbalik melangkah tapi tidak jadi.
"A..aku merindukanya mah.. sangat merindukanya! hiks..hiks...!"
ucapnya lirih.
Dipeluknya putra kesayanganya yang ambruk ke lantai sambil menangis.
"Tapi aku malu..atas semua perlakuan burukku kepadanya!"
ucap Vian sambil sesenggukan menahan sesak didadanya.
"Sayang?"
ucap mama Vian sambil mengusap kepala putranya, dia tahu bagaimana perasaan Vian saat ini.
"Apa dia masih mau menerimaku atas semua perlakuan kasarku ma..?"
ucap Vian merana.
"Pasti nak.. Bening adalah perempuan yang lembut hatinya, dia pasti bisa menerimamu kembali, ini semua juga bukan kemauan kamu kan nak?"
ucap ibu Vian.
"Tapi aku sudah sangat jahat padanya ma...terakhir kali bertemu dengannya aku juga sudah membuatnya menangis ma, apa aku masih pantas disebut suami?"
ucap Vian dengan tangisnya yang pecah.
"Heemmm...mama yakin, Bening pasti bisa mengerti nak?"
"Tapi a..aku..aku malu ma!"
"Sudahlah sayang, kamu tenang ya? semua pasti akan baik-baik saja! sekarang istirahatlah, masih banyak hal yang harus kita lakukan, kita hanya bisa ikhtiar dan berdoa, selain itu kita serahkan semuannya kepada yang diAtas, Dia tahu mana yang terbaik bagi umatnya!"
ucap mama Vian menasehati.
"Baik mah.."
Keesokan harinya Herlambang sekeluarga sudah bersiap akan kembali kenegara tercintanya dan berpamitan kepada keluarga Alberto.
"Kawan..Terima kasih banyak atas semua bantuanmu dan keluargamu untuk kami?"
ucap ayah Vian.
"Jangan sungkan kawan, kita adalah keluarga!"
jawab ayah Alberto sambil mengantarkannya ke mobil.
"Viannn..!"
__ADS_1
panggil Alberto.
"Iya?"
Vian kembali mendekat ke arah Alberto.
"Hemmm..Aku dan Bening tidak ada hubungan apa-apa! kami sudah berteman sejak SMA, dia sangat menyayangimu, jangan sakiti dia...Atau kau mau merelakannya untukku? dari dulu aku sudah menjadi pengagum rahasianya, tapi karena dia sudah punya pacar aku diam saja, hahaha..."
ucap Alberto tertawa.
"Sialan kau, jangan berani-beraninya mendekati dia! atau kuhancurkan aset berhargamu!"
ucap Vian merangkul Alberto.
"Ciiiihhh...Waktu itu saja kamu tidak peduli dengannya, membuat jiwa jombloku ingin menikahinya! haahahah...."
Ucap Alberto meledek.
"Itu karena aku lupa ingatan, dan sudah dihasut wanita ular!"
ucapnya meninju pelan perut Alberto.
"Hahaha...Padahal aku sudah berencana menikungnya darimu!!"
ucap Alberto makin meledek.
"Tikunglah.. tapi jangan salahkan aku, kalau kamu pulang kesini tinggal nama saja!"
ucap Vian santai.
"Hahaahhahahaa!"...aku bercanda kawan! aku mana berani!"
ujar Alberto, mereka berdua tertawa terbahak - bahak.
Malam hari mereka sudah sampai dikediaman Vian.
Doni pun disuruh menginap disana, karena mereka sudah merencanakan dan mengatur strategi penjebakan untuk Devina si wanita ular.
Keesokan paginya Vian sudah bersiap dengan jas kantornya dan Doni yang selalu siaga disampingnya.
"Donnn, apa semuanya sudah siap?"
tanya Vian memastikan.
"Semua siap tuan, semua sudah diatur, pertemuan anda dan wanita ular itu dikafe pukul sembilan pagi tuan, jadi kalau terjadi kekacauan belum banyak pengunjung!"
ucap Doni.
"Baiklah..Kamu harus selalu standby di mobil ya, kita akan melenyapkan wanita itu bersama-sama!"
ucap Vian.
ucap ibu Vian yang mendengarkan obrolan dua pria tampan itu.
"Mama ini bisa saja!"
ucap Vian segera mengajak doni sarapan.
"Owh ya..Rencananya kapan kamu akan menjemput Bening? mama sudah sangat merindukannya!"
ucap mama Vian bersedih.
"Harusnya aku yang bersedih ma, kenapa mama ikut juga? setelah kami melenyapkan wanita ular itu, Vian pasti akan segera membawa pulang menantu kesayangan mama itu !"
ucap Vian tersenyum membayangkan.
"Apa anda yakin, nona Bening masih mau ikut dengan anda pulang, setelah tuan muda menorehkan beribu luka dihatinya?"
ucap Doni dengan tersenyum meledek.
"Doonnnnn...!"
ucap ibu dan anak itu teriak serentak.
"Hei...aku hanya bercanda!"
ucap Doni mengangkat kedua tangannya keudara.
"Berani kau bilang itu lagi, aku sumpahin kamu jomblo seumur hidup!"
ucap Vian kesal.
"Calmdown boss, aku akan membantumu mengendong nona Bening jika dia tidak mau kau ajak pulang!!"
ucap Doni memancing lagi.
"Heiiii..Awass kau berani menyentuhnya seujung jarinya saja, apalagi sampai berani menggendongnya, mau aku tenggelamkan kau?"
ucap Vian mengancam.
"Aahhh sayang sekali, tapi aku sudah pernah menggendongnya saat itu, weerrrkkkk!!"
ejek Doni sambil menjulurkan lidahnya.
"Kaauu mati ya...?"
bentak Vian
"Hahahaahahahaaha"
__ADS_1
"Sudah-sudah..Kalian ini berisik sekali, berangkat sana, bawa saja sarapan kalian, sakit telingaku mendengar ocehan kalian!"
teriak mami.
Pukul 09.00 tepat Vian sudah menunggu kedatangan Devina wanita jelmaan ular itu, dia akan pura-pura masih lupa ingatan.
Tak lama sebuah mobil Lamborgini hitam pun sudah terparkir cantik didepan kafe dan keluarlah wanita seksi dengan kaca mata hitamnya berjalan melenggak - melenggok seperti diatas karpet merah.
"E...haiii... Sudah lama menunggu?"
tanya Vina yang masih ragu, apakah pengobatannya berhasil atau tidak pikirnya.
"Menunggu gadis cantik sepertimu, suatu kehormatan bagiku!"
ucap Vian tersenyum.
Devina tersenyum lega mendengarnya,segera disambarnya bibir Vian oleh Vina, tidak melewatkan kesempatan emas ini pikirnya.
Walaupun sedikit jijik Vian mencoba bersikap tenang.
"Aku sangat merindukanmu sayang?"
ucap Vina yang bergelayut manja dilengan Vian.
"Aku pun sama sa..yang!"
ucap Vian sambil menahan rasa muaknya didada.
Disudut kafe, Bening yang bermaksud ingin mengenang saat-saat bersama suaminya dikafe ini sudah meneteskan air mata sejak melihat kedatangan Vina, sebenarnya dia tidak menduga disitu ada Vian, tapi karena kedatangan Vina yang mencolok dan menjadi bahan bisikan orang dia jadi ikut melihat, dan ternyata benar dugaannya suaminya ada disitu.
Bening yang baru saja kembali dari Bandung mampir sebentar untuk sarapan.
"Kalau begitu, maukah kita bermesraan disuatu tempat?"
ajak Vina.
"Aku sudah menyiapkannya untukmu!"
bisik Vian memasang umpannya.
"Benarkah? aku sudah tidak sabar menikmatinya!"
ucap Vina gila.
"Kita berangkat sekarang?"
ucap Vian.
"Tentu!"
ucap Vina semangat, sambil merangkul pinggang Vian.
"Mas viaaannnn...!"
teriak Bening dari belakang.
Vian dan Devina seketika menoleh.
Degggg...
Vian tidak menyangka Bening melihat semua ini, tapi umpan yang dia pasang sudah kena, tidak mungkin dia lepaskan begitu saja, bisa hancur rencananya pikirnya.
"Aah..Maaf sayang, sekali lagi aku melukaimu,aku janji ini yang terakhir! "
ucap Vian dalam hati.
"Haaahh...Wanita murahan itu lagi!"
ucap Devina malas.
"Ngapain kamu disini, Kan sudah aku bilang jangan ganggu aku lagi!"
ucap Vian ketus, padahal dalam hatinya dia ingin menangis dan memeluknya.
"Hahaha..Kamu dengar itu wanita jalang sialan!"
ucap Devina puas.
"Ayo kita pergi sayang!"
ucap Vian sambil menarik Vina segera kedalam mobil Doni.
"Masss.....mas Vian!"
teriak Bening sambil berlari mengejar.
"Mas Viaannn tunggu mas, maassss....!"
teriak Bening, tapi mobil sudah melaju cepat.
Aaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhh..!
"Beningggg...!"
Siapa yang memangil Bening hayo?
Jangan lupa dukungannya ya gaes,klik like,vote dan coment kalian.
Terimakasih๐๐
__ADS_1