CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
91.Bos Mafia


__ADS_3

...🌼🌼Happy Reading🌼🌼...


🌸🌸🌸🌸🌸


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang akhirnya pesawat mereka sudah mendarat dengan selamat.


Doni berjalan mendekati Joe.


"Uncle..nanti saya akan dijemput salah satu anak buah teman bos saya, apa uncle mau tinggal bersamaku disana?"


"Ciih..kau mengenaliku?"


Jawab Joe berdecih sambil melengoskan pandangannya, dia masih kesal dengan dua makluk didepannya.


"Diih.. uncle ini, jadi orang jangan suka mendendam, tak baik tau uncle?"


Ucap Alexa ikut nimbrung.


"Aku akan ikut mobil anak buah Tuan Mike, kalau uncle mau tinggal bersama kami, naiklah taxi dengan Alexa dan ikuti kami dari belakang, karena mungkin disana lebih aman."


Doni sudah menghubungi Tuan Mike sebelum penerbangan atas saran dari bosnya, Vian sudah memberitahukan semua masalah geng mafia Kenand, dan Mike dengan senang hati akan membantu mereka, serta memberikan tempat tinggal sementara di salah satu villa nya.


"Kenapa kita tidak satu mobil aja bang?"


Tanya Alexa manja.


"Waah..sekarang kamu tumbuh menjadi gadis genit ya?"


Ucap Joe menjewer telinga Alexa.


"Aww.. sakit uncle?"


Alexa mengelus - elus telinganya.


Doni sedikit membungkuk ke arah Alexa dan mengacak rambut Alexa dengan senyuman termanis yang dia punya.


"Sayang.. takutnya nanti, anak buah ayahmu ada yang masih berjaga disekitar bandara ini, kita antisipasi aja, daripada nanti ketahuan bisa ribet urusannya."


"Baiklah abangku sayang."


Ucap Alexa sambil menyentuh pipi Doni.


"Hoeekk.. aku pengen muntah melihat drama ini?"


Joe mulai jengah melihat kemesraan keponakannya yang dulu selalu menempel kepadanya, ternyata sekarang sudah pindah ke lain hati.


"Iri..? bilang boss?"


Alexa tersenyum mengejek.


"Ya sudah, abang udah dijemput didepan, kalian ikuti saja mobil kami, sampai ketemu disana ya yank."


Ucap Doni tersenyum dan segera menarik kopernya keluar dari bandara.


"Daa abang, miss you?"


"Miss you too sayang."


Balas Doni sambil melambaikan tangannya.


"Diih..jijik betul aku melihatnya, kayak udah mau pisah lama aja kalian ini, lebay banget!"


Joe mulai bosan melihat pasangan muda - mudi yang lagi kasmaran itu.


"Haah.. orang kalau jadi jones memang selalu jadi pemarah!"


Alexa melenggang berlalu dari hadapan paman tampannya.


"Ciih..awas saja kau bocil, aku kerjain habis - habisan kalian nanti."


Joe mengumpat sambil berjalan mengikuti Alexa.


Sesampainya di salah satu Villa milik keluarga Mike, mereka sudah disambut hangat oleh penjaga villa disana."


"Good night, Can I help you?"

__ADS_1


Sapa penjaga Villa itu.


"Oh.. I'm Doni from Indonesia, Is Mr Mike there in the room?"


"Yess.. He is waiting for you."


Mike memang telah berpesan bahwa nanti akan ada tamu dari Indonesia bernama Doni.


"Thank you.."


"Your welcome"


Doni, Joe dan Alexa diantar ke dalam ruang tamu oleh penjaga Villa tadi.


"Hai.. Mr Mike, How are you?"


Sapa Doni ketika melihat sesosok pria yang sudah berumur tapi masih terlihat gagah dan kekar.


"I'm fine, apakah kamu yang bernama Doni?"


Ternyata Mike mahir berbahasa indonesia dengan baik dan benar.


"Ahh ya, saya Doni Tuan."


"Okey.. kalian boleh tinggal disini sampai urusan kalian selesai, dan saya bisa menjamin keamanan kalian disini."


"Terima kasih Tuan Mike, maaf kami merepotkan anda?"


"Tidak sama sekali, Keluarga Tuan Vian sudah sangat berjasa pada kami, dan ini tidak seberapa?"


"Terima kasih Tuan."


Ucap Doni bersyukur.


Bosnya kali ini benar - benar totalitas dalam membantunya, karena Mike dulu pernah menjadi ketua geng Mafia terhebat disini, tapi sekarang sudah insyaf dan memilih membangun perusahaan yang dirintis dengan bantuan dari keluarga Vian.


"Kamu boleh membawa anak buah kami berapapun yang kamu perlukan, dan kamu bisa membawa senjata apapun yang kamu perlukan, mereka akan menunjukkannya!"


ucap Tuan Mike.


"Terima kasih sekali lagi Tuan mike."


Mike pamit, karena dia tidak tinggal disitu, dia tinggal di mansion utama.


"Good night Tuan Mike, sekali lagi terima kasih"


Doni mengantarkan Mike sampai di depan pintu.


"Aah..aku lelah sekali abang, aku pengen mandi?"


"Baiklah.. naiklah ke atas dulu, penjaga tadi akan mengantarmu, temuilah dia."


Ucap Doni yang melihat wajah lelah kekasihnya.


"Baiklah..hati - hati berduaan sama uncle Joe ya bang, dia buas, bahaya kalau terkena gigitannya!"


Bisik Alexa yang masih didengar oleh Joe.


"Heeeii..kau pikir aku apa ha?"


"Hahahahaha.."


Alexa tertawa dan langsung berlari menaiki tangga, takut serigalanya ngamuk.


"Haisss.. dasar bocah gila?"


Umpat Joe kesal.


"Tapi dia selalu menggemaskan?"


Ucap Doni tersenyum memandang punggung Alexa.


"Dasar Bucin..!"


"Aah ya uncle, aku sudah sedikit menyelidiki gudang tempat penyimpanan narkoba itu, kita harus kesana dini hari."

__ADS_1


"Kenapa harus dini hari?"


"Karena saat itulah gerbang utama di buka, mereka beroperasi dini hari!"


"Tapi bukannya saat operasi penjagaan lebih ketat? mereka pasti melakukan pengamanan yang lebih saat itu!"


"Itu lah PR buat kita uncle, bagaimana cara kita menyusup masuk ke dalam?"


"Berapa anak buah yang kita punya?"


"Tuan Mike mantan mafia disini, pasti punya anak buah lebih dari cukup."


"Kita tidak harus membunuh mereka semua kan?"


Tanya Joe ragu.


"Apa uncle takut?"


"Ciih..kau pikir aku apa ha..?"


"Manalah ku tahu uncle, aku belum pernah melihat uncle beraksi..?"


"Woaahh.. kau benar - benar meremehkan ku?"


kita lihat saja nanti, berapa banyak hasil buronan kita masing - masing!"


"Ckk.. ide yang menarik, boleh dicoba!"


"Aah.. begini saja, siapa yang paling banyak, itulah pemenangnya, dan sang pemenang tentu harus dapat reward dong?"


"Tentu.. apa itu? sebutkan saja?"


"Kamu akan tahu nanti, setelah buronan pertama kita lumpuhkan?"


ucap Joe tersenyum licik.


"Setuju..!"


Doni berucap mantap sekali, tanpa memikirkan resiko terburuknya.


"Nanti pukul tiga pagi,kita mulai beraksi."


"Siaap uncle."


"Siapkan nyawa cadanganmu?"


"Aku cuma punya satu nyawa, tapi akan aku pertaruhkan hanya untuk kekasihku Alexa."


"Ciihh..kalian berdua benar - benar membuatku iri?"


"Benarkah? Ahaha..apa uncle sekarang sudah melihat apa itu cinta sejati? Hai uncle, iri itu tanda tak mampu? apa uncle belom pernah merasakan jatuh cinta? aah..sayang sekali!"


Doni berucap panjang lebar sambil menyilangkan kakinya dengan sombong.


"Ciih.. puyeng perutku, kembung kepalaku mendengar ocehanmu tentang cinta?"


Joe menarik sudut bibirnya, serasa pengen muntah diwajah Doni yang sombong tentang apa itu cinta sejati.


"Heiiis.. bukannya terbalik uncle?"


"Lupakan..! siapkan tenaga dan senjatamu, kita akan segera bermain game level dewa nanti!"


"Hmm.. aku pasti akan memenangkan game kita pagi ini!"


Ucap Doni yakin.


"Simpan dulu sombongmu, kita belum mulai lagi?"


Ucap Joe tak kalah yakin.


"Aku tunggu uncle!"


Mereka berdua berjabat tangan seperti tidak ada beban di pundaknya sebelum berlalu ke dalam kamar masing - masing, mereka seperti melakukan perjanjian untuk permainan menarik yang bahkan nyawa adalah taruhannya.


Kita lihat nanti ya gaess, seberapa serunya game yang mereka mainkan.

__ADS_1


Jangan lupa Like..Like..Like...kalian aku tunggu ya?


Mohon dukungannya ya🥰


__ADS_2