
...π€π€ Happy Reading π€π€...
...β Jangan berusaha terlalu keras, jika usahamu tak dihargai β...
Keesokan harinya pagi - pagi sekali Doni dan Eveline sudah berada di Bandara, mereka menunggu kedatangan Nay dan Joe.
" Aa' aku masih ngantuk, kenapa kita berangkatnya pagi buta gini sih? ayam juga belom bangun A'..!"
Eveline tiduran sambil bergelayut manja di bahu Doni sambil terus ngoceh kesana - kemari.
" Aa' kan sudah bilang, ini perjalanan bisnis buka piknik, kamu aja yang ngeyel dibilangin!"
Ucap Doni membiarkan semua kelakuan adeknya.
Orang lain kalau tidak mengenalnya mungkin kalau melihat mereka, mengira adalah sepasang kekasih yang lagi anget - angetnya.
" Hoahemm.. Aa' aja yang pelit, kagak mau ngajak adeknya piknik!"
Umpat Eveline.
" Bukan pelit, tapi nggak sempat, Aa' banyak kerjaan dek!'
" Aa' memang gila kerja!"
Eveline memejamkan matanya dan terus bersandar dibahu.
" Biarin aja, ini juga untuk kebahagiaan keluarga kita!"
" Hwaiting Aa'..! teruslah gila kerja, biar cepet kaya raya, biar orang kira kita melihara tuyul..!"
Ucap Eveline asal.
" Ciihhh.. dasar bocah satu ini."
Doni sangat merindukan kekonyolan adeknya yang tidak ada hentinya.
" Aa'..! apa Aa' punya mantan disini?"
Tanya Eveline makin mengeratkan pelukan dipinggang kakaknya.
" Tidak..!"
" Apa kita bukan dari rahim yang sama?"
" Apa maksudmu?"
Doni terkejut mendengar ucapan ngaco adeknya.
" Apa kita tidak terlihat mirip? seperti kakak adek?"
Ucap Eveline makin penasaran.
" Kamu ini ngomong apa? jangan nglantur deh!"
" Terus kenapa perempuan itu menatap kita tanpa berkedip sedari tadi? apa kita terlihat seperti orang pacaran? apa Aa' mengenalinya?"
Ucap Eveline mengamati perempuan yang duduk disebrang sana.
" Mana?"
Doni menoleh disekitar tempat duduknya.
" Itu.. yang pake baju hitam."
Eveline menunjuk dengan dagunya.
" Nay..? Nay..! kamu sudah sampai?"
Doni menemukan sosok Nay yang memang tengah melihat ke arahnya, kemudian dia menyapanya.
Nay tersenyum dan menunduk hormat pada atasannya.
" Siapa dia?"
Tanya Eveline penasaran.
__ADS_1
" Dia sekertaris Aa'.. dia ikut juga bersama kita."
Jelas Doni.
" Apa dia menyukai Aa'..?"
" Kenapa kamu bisa bilang gitu?"
" Tatapan matanya saat melihat kita, sepertinya dia kurang menyukainya."
" Itu firasat kamu aja! makannya jangan nempel kek gini, ntar orang salah tafsir, entar dikira kita pacaran mesum tidak tahu tempat lagi!"
Ucap Doni berusaha melepas tangan Evelin yang menggelendot dilengan Doni dengan manjanya.
" Ciihh.. biarkan saja, biar kalau ada orang mau godain aa' kagak jadi..! haha.."
" Lepaslah.. aa" gerah nie?"
" Ow... aku bilangin teh Alexa ya? aa" mau tebar pesona disini..! aku sudah menjalin kesepakatan untuk menjaga aa' dadi segala macam wanita yang mencoba mendekati aa' disini!"
Ancam Alexa.
" Ckk.. perjanjian apa? kamu dikasih apa emang sama cintanya aa'?"
" Ciiihh.. jijik kali aku dengernya! sejak kapan aa' jadi bucin parah kek gini?"
" Sejak kenal sama tetehmu itulah!"
Ucap Doni membayangkan wajah kekasihnya, baru berpisah semalaman saja sepagi ini dia sudah merindukannya.
" Astaga, sekarang aku percaya kalau cinta itu memang gila!"
" Tau apa kamu tentang cinta, kamu masih kecil, jangan memikirkan cinta dulu, katanya mau jadi Polwan, masak Polwan bucinan!"
" Polwan juga manusia keless!"
" Hehe.. okey.. okey, kembali ke topik utama, kamu dijanjikan apa sama tetehmu? kenapa kamu mau jadi satpamnya?"
" Hanphone keluaran terbaru."
" Handphone dari aa' memang seri terbaru, tapi terbaru tahun kemarin, bukan sekarang! hehe.."
" Kamu kira aa' nggak bisa apa beliin kamu ponsel lagi?"
" Bukan gitu a'..! tapi ini kan lain, this is a gift, jadi terima ajalah!"
Ucap Eveline dengan santainya.
Dilain sisi terlihat Joe sedang berjalan ke arahnya dengan menggunakan t - shirt polo warna hitam yang pas dibadan, dan menonjolkan ototnya yang kekar, serta celana jeans yang banyak kantongnya, tidak lupa kaca mata hitam yang selalu bertengger di hidung mancungnya membius setiap mata yang memandang.
Bahkan Nay pun tidak mengedipkan mata saat tidak sengaja melihat Joe yang melewati dirinya tanpa menyapa apalagi berbasa - basi dengannya.
Nay merasa aneh sendiri, seperti ada yang kurang dari dirinya.
Dulu saat Joe bertemu dengan Nay, dia pasti menghangatkan suasana dengan omongan dan rayuan gombal recehnya.
Sekarang dengan santainya Joe melewati Nay dengan menarik kopernya, Nay yang tengah duduk terbengong sendiri melihatnya.
Apa itu beneran dia? kenapa dia seperti tidak kenal denganku?
Nay berusaha menetralkan perasaan kehilangannya sendiri.
Benar kata Bang Roma, setelah kehilangan baru terasa, bahwa kehadirannya begitu berharga.
" Hai Don, maaf aku sedikit terlambat, tunanganmu itu cerewet sekali, ngasih pidato pagi - pagi, bikin orang terlambat aja!"
Ucap Joe yang sudah diberi sarapan omongan oleh Alexa.
" Memang kenapa dia uncle?"
Tanya Doni penasaran.
" Dia nyuruh aku ngawasin kamu disana, bla.. bla.. bla.. banyak lah pokoknya, males juga dengerin ocehannya, bahkan telingaku udah aku sumbat pake tissu juga masih terdengar suara cemprengnya!"
" Hei Kun.. kamu ngapain ikut juga?"
__ADS_1
Sapa Joe saat melihat gadis disamping Doni.
Dugghhh..
" Awwww.. sakit Kun!"
Eveline langsung menendang kaki Joe sekuat tenaganya.
" Sudah berapa kali aku bilang jangan panggil aku Kun! Eveline Maharani Setyawati, punya telinga nggak sih!"
Ucap Eveline kesal.
" Diiihhh.. pengen banget gue jitak kepalanya itu, tapi takut pula aku dilaporin ke KOMNASHAM karena menganiaya anak dibawah umur!"
Ejek Joe dengan senyaman liciknya.
" Heii.. mas! aku udah punya KTP ya, brati aku udah dewasa, nikah pun sudah sah dimata agama dan hukum tauk!"
" Ciee.. yang udah bisa panggil mas? mau ngode - ngode nih ceritanya? eeitss.. sory ya kagak MEMPAN..!"
Ucap Joe dengan ketus.
" Diamlah kalian..! sakit telingaku mendengar ocehan kalian, ayo kita naik pesawat, ini sudah waktunya."
Ucap Doni segera beranjak meninggalkan kucing dan tikus dibelakangnya.
" Owh ya.. Nay, ayo berangkat!"
Sapa Doni teringat dengan sekertarisnya, walaupun dia banyak dibenci netizen, tapi saat ini dia sangat diperlukan oleh Doni.
Siang hari mereka sudah sampai di Resort terbaik di Lombok.
Terlihat Joe sedang berdiri dibalkon dengan melihat pemandangan pantai yang sangat indah di pandang mata.
Doni yang melihatnya segera mendekat.
" Bagaimana menurutmu? apa kamu sudah menemukan ide yang bagus untuk desain grafisnya?"
Tanya Doni.
" Tentu.. aku akan menunjukkan karya terbaikku untuk hotel itu!"
Jawab Joe santai.
" Good.. aku mengandalkanmu Uncle, aku yakin desain Uncle tidak akan pernah mengecewakanku!"
Ucap Doni.
" Kenapa ucapanmu seperti sedang mengancamku!"
" Ahaha.. itu perasaan uncle saja! owh ya.. kenapa uncle tidak pepetin Nay lagi, aku sengaja mengajak uncle kemari untuk itu! gimana baikkan aku?"
Joe menghela nafasnya dengan panjang, seakan membuang semua rasa kesal didada.
" Kenapa? apa ada masalah?"
Taya Doni mengerutkan keningnya melihat raut wajah Joe yang berubah.
" Heemm.. Dia seperti batu, sulit untuk aku luluhkan!"
Ucap Joe sambil memejamkan matanya.
" Apa uncle akan menyerah begitu saja?"
" Aku bukan tipe orang yang mudah menyerah, tapi kalau terlalu lama berjuang tapi tidak dianggap itu rasanya.. gimana ya? Intinya yaa.. aku mulai malas sekarang meneruskan perjuangan cintaku, yang tanpa akhir ini."
Curhat Joe.
" Cobalah sistem Tarik Ulur uncle, sekeras apapun batu karang itu, pasti akan berlubang kalau terkena air terus menerus! cobalah sekali lagi uncle.. ingat, perjuangan yang keras tidak akan pernah jadi sia - sia, setidaknya suatu saat nanti, uncle tidak akan menyesal karena sudah mencobanya."
Doni menepuk bahu Joe, dan pergi meninggalkan tempat itu, memberikan sedikit ruang untuk Joe berfikir sendiri.
Akankah Joe akan maju terus atau malah mundur alon - alon?
Atau mungkin Loss doll?
__ADS_1
Hayoooo.. jempooolll..mana jempolll kalian?