CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
96. Nyidam terekstream part 2


__ADS_3

...πŸ’™πŸ€ Happy Reading πŸ€πŸ’™...


Kita lanjut nyidamnya ya gaes😊


πŸŽ‹


Vian tersenyum geli sendiri, melihat percakapan seorang ibu dan anak didepannya itu.


"Emm..kamu belom dateng bulan kan yank, bulan ini?"


Ucap Vian yang hafal betul tanggal berapa istrinya datang bulan, maju mundurnya pun dapat dia perkirakan, karena ini menyangkut kelangsungan hidup Juniornya.🀣🀣


"Kenapa kamu pula yang hafal?"


Tanya mami Bening terheran - heran.


"Haah..?"


Vian mati kutu, bingung mau memberikan alasan.


"Ahh.. sudahlah mi, mas Vian kan memang suka kurang kerjaan!"


Sela Bening menyelamatkan harga diri suaminya.


"Kalau begitu, mami kasih kerjaan, sekarang kamu beli tespeck ke apotik!"


Perintah Mami Bening.


"Tespeck itu obat apaan mi?"


Tanya Vian.


"Hahahahaha.."


Ibu dan anak itu serentak tertawa.


"Udah.. sekarang kamu pergi ke apotik, bilang aja beli tespeck, setelah itu baru kamu tanya sama mbaknya, tespeck itu obat untuk apa?"


Ucap mami Bening menjahili menantunya.


Kapan lagi ya kan, menjahili Ceo Tampan, Dosanya pikir belakangan aja. 😁😁


"Pffftt..."


Bening menahan tawanya, sambil memalingkan muka.


"Baik mi.."


Ucap Vian bergegas keluar kamar.


"Owh ya satu lagi..!"


Teriak mami Bening.


"Apa mi?"


Ucap Vian sambil berbalik.


"Em.. jangan lupa pake kaca mata hitammu!"


Ucap Mami sedikit menyelamatkan menantunya.


"Kenapa mi?"


Tanya Vian heran.


"Sudah pakai saja nanti yank, itu penting!"


Ucap Bening tersenyum.


"Baiklah sayang, aku pergi dulu."


Pamit Vian tidak ambil pusing.


Vian berangkat menggunakan celana jeans selutut dan kaos hitam ketat, memperlihatkan bentuk tubuhnya yang aduhai dimata para gadis - gadis yang memandang.


Saat Vian keluar dari mobil sportnya, semua mata memandang, tidak lupa dia menyematkan kaca mata hitam dihidung mancungnya sesuai anjuran mami mertuanya dan menambah kegantengan yang hakiki dari seorang Alvian Putra Herlambang.


"Permisi mbak!"


Sapa Vian dengan penjaga apotik yang sudah terhipnotis melihat Vian dari pintu masuk apotik.


"Iya mas ganteng, ehh.. iya mas, ada yang bisa saya bantu?"


Ucap mbaknya tersadar dari khayalan indahnya.


"Mbak mau beli tespeck!"


Ucap Vian santai.

__ADS_1


"Haah? owh.. okey mas, mau yang merk apa?"


Tanya mbaknya sedikit terkejut dan kecewa, harapan dan angan - angan ilusinya pupus sudah, ternyata dia sudah beristri.


" Merk? "


Tanya Vian bingung.


" Iya, banyak pilihannya mas, mau yang mana? "


" Terserah mbaknya saja, yang penting yang paling mahal aja! "


Ucap Vian, dia berfikir yang paling mahal pasti obat yang paling manjur.


" Baik mas, mau beli berapa?"


" Em.. 10 aja dulu mbak! "


Ucap Vian, dia memperkirakan kalau obat itu kan biasanya sehari tiga kali, kalau untuk tiga hari segitu cukuplah.


" Ini mas, tespecknya! "


Penjaga apotik menyerahkan satu kantong plastik pesanannya.


" Emm.. memangnya tespeck itu obat untuk apa mbak? "


Tanya Vian antusias.


"Haah?.. pfffttt.. tespeck itu bukan obat mas, tapi alat untuk mengecek kehamilan! "


Ucap Penjaga itu menahan tawa, sambil tersenyum.


Astaga malunya aku, ternyata ibu dan anak itu mengerjaiku, pantes saja aku disuruh pake kaca mata hitam, awas kamu yank.. tunggu pembalasan dari suami tampanmu ini.


Vian langsung mengeluarkan uang dari dalam dompetnya sebesar dua ratus ribu dan meletakkannya diatas meja kasir, lalu segera berjalan cepat keluar dari apotik.


" Mas.. mas.. uangnya kebanyakan, kembaliannya mas? "


Teriak Mbaknya.


" Ambil saja! "


Jawab Vian tanpa menoleh kebelakang.


"Terima kasih banyak mas.."


Ucap pelayan itu bahagia, rejeki nomplok pikirnya.


Terdengar lirih para penjaga apotik itu menertawakan dirinya.


Ternyata kedatangan Vian sudah ditunggu semua keluarga di ruang tamu.


" Kenapa cemberut mas, apa nggak dapet tespecknya? "


Tanya Bening sambil tersenyum jahil.


Vian tidak menjawab, hanya menaikkan keatas kantong plastiknya dengan ekspresi mendung hitam diwajahnya.


"Banyak banget belinya mas, mau cek satu RT ya?"


Ucap Bening tersenyum melihat raut wajah suaminya yang terlihat kesal.


" Utuuutuuutuuu.. sayang, kan udah pake kaca mata hitam, apa masih malu banget ya? "


Tanya Bening lagi sambil membelai rambut suami tercinta yang sedang menahan amarahnya.


" Hahahahaha "


Mereka sekeluarga serentak tertawa saat tau Vian dijahili.


" Awas kamu nanti yank, aku buat kamu gempor sampai pagi! "


Bisik Vian ditelinga istrinya.


" Sekarang kalian tes dikamar mandi! "


Perintah mami.


" Aku tes juga kah mami? "


Tanya Vian polos.


" Kalau kamu mau "


Ucap mami santai.


" Hahahahaha "


Mereka sekeluarga kembali tertawa melihat kepolosan Vian.

__ADS_1


" Haaiiiss.. "


Vian menahan malu sambil berlalu mengikuti istrinya ke kamar.


Bening masuk ke dalam kamar mandi dan membawa tespecknya, sedangkan Vian mondar mandir didepan pintu kamar mandi, dia sudah tidak sabar menunggu hasilnya.


Ceklek.. pintu kamar mandi terbuka.


Bening keluar dengan wajah tanpa ekspresi, Vian makin penasaran dengan hasilnya.


" Bagaimana hasilnya, kenapa wajahmu seperti itu, apa belom jadi adonan kita? sudahlah jangan bersedih, nanti kita bikin lagi yang buanyak ya? "


Ucap Vian memegang kedua tangan Bening.


Wajah Bening berubah berseri, seketika senyumannya mengembang dengan sempurna.


" Apa? Kenapa? "


Vian heran melihat perubahan ekspresi istrinya.


" Dua garis merah."


Ucap Bening menunjukkan hasil tespecknya.


" Artinya? "


Vian makin penasaran.


" Aku Hamil."


" Haaaahhh.. benarkah? Alhamdulilah..!"


Vian berteriak mengucap syukur, akhirnya dia dipercayakan kembali untuk mempunyai anak.


Vian mengendong Bening kepelukannya, sambil memutarkan tubuh istrinya dengan kegirangan.


" Eeh sayang.. jangan - jangan, Adonan yang kita buat di mobil saat di pinggir jalan tadi topcer, langsung jadi ini! "


Vian berasumsi gila sendiri.


Plaak..


Bening memukul dada bidang suaminya.


"Enak aja, ini yang kita buat di Korea tahu! "


Ucap Bening kesal.


" Masak sih yank, biasanya kan kalau tidak disengaja malah langsung jadi, aku rasa ini memang hasil karya kita di mobil tadi deh! "


Ucap Vian yang tidak mau kalah.


" Hasil karya apa? Mobil yang mana? "


Tanya Mami Bening bersedekap sambil bersandar didepan pintu daritadi.


Astaga.. Malunya aku, apa mami mendengar semua dari tadi, kenapa selalu saja aku dibuat mati kutu didepan mertuaku, harga diriku sudah jatuh berkali - kali dihadapan mami mertua.


Vian memejamkan matanya menahan malu, sambil menurunkan Bening dari pelukannya.


" Selamat ya sayang, akhirnya kamu diberi kepercayaan lagi, JAGA baik - baik cucuku kali ini, jangan sampai terjadi apa - apa!"


Mami Bening menekankan perkataan JAGA untuk menyindir menantunya mengingat kisah lampau.


" Iya mi, pasti."


Ucap Bening tersenyum.


Sedangkan Vian menunduk bersedih mengingat kisah ceritanya pada masa lalu, dia benar - benar tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan istrinya saat hamil yang pertama keguguran dan dia dengan kasarnya selalu saja berbuat dan berbicara seenaknya saja, tanpa mempedulikan keadaan istrinya.


Maafkan aku sayang, aku berjanji, kali ini aku akan benar - benar menjagamu dan menjaga calon buah hati kita, aku akan mencurahkan segala kasih sayangku kepada kalian, aku mencintai kalian.


" Vian, bawa istrimu periksa ke dokter, untuk mengetahui perkembangan janin cucuku."


" Baik ma, ayo sayang kita periksa! "


Ucap Vian langsung mengandeng tangan istrinya.


"Besok Viaaann.. ini sudah malam? mana ada dokter kandungan buka jam segini!"


Ucap Mami sambil mengelengkan kepalanya.


Jatuh lagi harga diri Vian didepan mami mertuanya, hancur lebur sudah harga diri seorang CEO muda tampan yang dia miliki sekarang.


Bening hanya tersenyum melihat raut wajah suaminya saat ini.


Sabar ya sayang, terimalah nasibmu jadi menantu kesayangan mami, haha..!


Jangan lupa..jangan lupa gaes..tinggalkan jejak kalian.

__ADS_1


Dan berbaik hatilah membagikan Vote untuk author 😍😍 biar author tambah semangat update.


Terima kasih😘


__ADS_2