
...🍃🍃HAPPY READING🍃🍃...
Indahnya sinar matahari dikala senja sudah menghilang,berganti ribuan bintang yang bertaburan dengan cantiknya dilangit Korea.
"Yank kita pulang yuk,udah malem nih?besok kita udah harus kembali ke indonesia!"
ucap Vian.
"Heeemm..waktu cepat sekali berlalu!yuklah..aku juga udah laper!"
ucap Bening bergegas.
Jam sembilan malam mereka sampai dihotel kembali.
"Yank...kita makan dikamar aja yah,aku capek banget nih!"
ucap Vian manja.
"Okey..kita pesen aja!"
ujar Bening.
"Mau pesen apa?"
"Emm..terserah kamu aja yank,tapi tambahin teokboboki ya,minta yang pedess!"
pinta bening.
"Kamu ini yank..jangan kebanyakan makan yang pedes-pedes mulu,nggak baik buat pencernaan!"
nasehat Vian.
"Nggak papa yank...masih pedess omongan tetangga yang nyinyir,itu yang nggak baik buat pencernaan!"
ucap Bening santai.
"Diiihh...apa hubungannya nyinyir sama pencernaan yank?"
tanya Vian heran.
"Yaa..kalau digosipin tetangga kan jadi nggak doyan makan,banyak pikiran!penyakit jadi gampang bersaranglah!!"
ucap Bening panjang lebar.
"Curhat banget kamu yankk,kayak pernah ajah?haha...."
Vian tertawa lepas.
Tok..tok..makanan datang.
"Makan yang banyak yank,siapin tenaga ekstramu!jangan pikirin omongan tetangga,pikirin aja janjimu kemaren"
ucap Vian tersenyum jahil.
"Diiiiihh..janji apaan,ngak ada...!"
ucap Bening malu.
"Cieeee...pura-pura lupa?"
goda Vian.
"Emmm..enak banget teokbobokinya,besok beli banyak lah bawa pulang!!"
ucap Bening mengalihkan pembicaraan.
"itu apaan sih?emang enak banget ya?"
tanya vian penasaran melihat Bening melahap makanan itu dengan nikmat.
"Mau coba?nih..?"
ucap Bening menyodorkan piring didepannya dan memasukkan sepotong teokboboki ke mulutnya.
Huuuppp....
Vian menyambar mulut Bening dengan mulutnya dan mengambil makanan didalamnya serta mengusap saos yang menempel dengan bibirnya.
"Kyaaaaaaaa....iiihh,kamu ini ngagetin aja yank,ini kan di piring masih banyak,jorokk dehh"
ucap Bening kesal.
"Yang di mulutmu rasanya lebih nikmat!"
ucap Vian tersenyum mengunyah makanan tanpa merasa bersalah.
__ADS_1
"Dihhh...ngeri deh kamu yank!"
ucap Bening melanjutkan makannya.
"Mau lagi..."
ucap Vian.
"Nooooo!!"
ucap Bening memutar posisi dan menjauh dari Vian.
"Jangan mancing ya...?"
ucap Vian yang menyelesaikan makannya dan mendekati Bening perlahan.
"Apaan sih yank,aku belum selesai makan nih..!!"
ucap Bening memasukkan beberapa potong makanan langsung kemulutnya.
"Itu udah habis?"
ucap Vian mengambil piring yang Bening bawa dan meletakkannya disembarang tempat.
"Iniiii....!"
Bening menunjuk mulutnya yang penuh.
"Sinii..aku bantuin,berbagi itu indah,dapat pahala lagi yank!"
ucap Vian langsung menyambar mulut Bening lagi.
Vian segera membanting Bening kekasur empuk itu,dia tidak akan menyia-nyiakan malam terakhir di Korea ini.
"Yank..kamu mau kenangan dari sini nggak?"
tanya Vian disela-sela ciuman ganasnya.
"Mau...Ayokkk..kita beli dimana?kita kasih oleh-oleh buat orang tua kita di Indonesia!"
ucap Bening bersemangat.
"Ngapain harus beli?"
ucap Vian tersenyum licik.
tanya Bening memiringkan kepalanya.
"Kita buat ajalah,siapa tahu berhasil dan jadi baby made in Korea!"
ucap Vian yang berhasil melepas kimono Bening dengan sempurna.
"Haaaaiiiiisssss...itu mah akal bulusmu aja yank!!"
ucap Bening pasrah ketika muka Vian sudah mulai tenggelam di dua bukit kembar dan mulai memposisikan tubuhnya mengulang masa kecilnya.
"Yank...putuss nanti itu nggak ada yang jual spearpatnya!"
ucap Bening kesal karena Vian menarik-narik sesuatu diujungnya yang kenyal itu seperti bayi yang marah pada ibunya.
"Hehe...sakitkah?waaah..pantesan sewaktu aku kecil dulu selalu dijewer mama kalau lagi kayak gini?"
ucap Vian tersenyum riang mendapatkan mainan faforitnya.
"Udah dong yank..main-mainnya!"
ucap Bening yang sudah tidak tahan dengan kejailan Vian dan kedua tangannya yang bermain di bawah sana.
"Bentar lagi dong..nggak sabaran amat deh!!"
ucap Vian melanjutkan aksinya sambil tertawa puas menggoda istrinya.
"Yank....buruan,bocor kemana-mana itu nanti!"
ucap Bening yang sudah mulai melayang.
"Tenang yank..aku itu suami serba bisa,bisa jadi tukang bangunan,tukang kebun,apalagi tukang tambal dadakan kayak gini,a..a..aku ahliinyaa!!"
ucap Vian menekankan barang berharga miliknya poll mentok kesasaran.
Bening sudah terbang entah sampai langit keberapa,dia juga berharap kerja keras malam ini membuahkan hasil dan membawa oleh-oleh terindah dari Korea yang tak ternilai harganya.
Pagi menjelang Alexa dan Doni sudah bersiap dengan kopernya di kafe hotel untuk sarapan dan menunggu kedua bosnya yang entah mau turun jam berapa,karena penerbangan mereka sebenarnya tinggal setengah jam lagi.
"Bang...apa kak Bening dan suaminya nggak jadi pulang sekarang?ini sudah jam berapa?"
__ADS_1
tanya Alexa yang sudah mulai terbiasa memanggil Doni dengan sebutan abang.
"Cckkkkk...entahlah,mereka benar-benar lupa waktu kalau sudah berdua dikamar!"
ucap Doni yang sudah melihat jam tangannya berkali-kali.
"Emang ngapain aja ya kak Bening?aku aja bosan dikamar mulu,walaupun hotelnya bagus!"
sungut Alexa.
"Pasti dia tadi malam digempur habis-habisan lah!haaahh..dasar boss bucin gilaaa,kayak nggak ada waktu lain ajalah!"
ucap Doni kesal.
"Haaah...digempur?apanya?"
tanya Alexa polos.
"Haaah..sudahlah,makanlah sarapanmu biar kau cepat besar!"
ucap Doni malas menjelaskan.
Dan akhirnya Doni memesan ulang tiket penerbangannya sore nanti,karena sudah pasti hangus tiket mereka pagi ini,karena seharusnya mereka saat ini sudah bersiap menaiki pesawat diruang tunggu.
"Yank...bangun?jadi pulang kagak?"
ucap Bening menepuk nepuk lembut pipi suaminya yang dari semalam masih asik aja mengulang masa kecilnya.
"Hemmmm......!"
ucap Vian sambil mengecap-ngecapkan bibirnya.
"Ini udah jam berapa yank?matahari udah tinggi,bukanya kita pulang pagi ini ya?"
tanya Bening gemas melihat suaminya mulai memejamkan matanya lagi.
"Yankkk....!"
teriak Bening.
"Bentar lagi yank,masih ngantuk nih!!"
ucap Vian malas.
"Tapi ini udah siang yank,entar kita ketinggalan pesawat lagi,"ucap Bening kesal.
"Biarkan saja..Doni pasti sudah mengatur semuanya!"
ucap Vian melanjutkan tidurnya seperti bayi.
"Pasti Doni sudah sewot ini memesan tiket kembali!"
ucap Bening membayangkan muka doni yang pasti sudah seperti kain kusut.
"Dia aku gaji mahal untuk melakukan semua tugasnya,sudah ayok tidur lagi!"
ucap Vian tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Aku mau mandi yank,aku udah laper ini..perutku udah dangdutan daritadi!"
rengek Bening.
"Hiiiiiiissssss...baiklah,tapi ada syaratnya!"
ucap Vian tersenyum licik.
"Syarat apalagi yank?"
ucap Bening kesal.
"Aku ikut mandiii..haha...!"
ucap Vian segera membopong Bening kekamar mandi.
"Kyaaaaa....habislah aku..!"
sungut Bening kesal.
Dan benar saja,Vian mengulangi aktivitasnya tadi malam di dalam bathup kamar mandi,dia benar-benar tidak menyia-nyiakan waktu yang tersisa di negara Korea,dengan melakukannya berronde-ronde,tidak terhitung dari tadi malam.
Semangat gempurrrr teruss,jangan kasih kendorr babang Vian🤣😜
Jangan lupa tinggalkan LIKE,VOTE,dan KOMEN kalian gaess..
Ayo tunjukkan jempol kalian masing-masing😊😊
__ADS_1
Terimakasih😘