
...ππ€ HAPPY READING π€π...
Didalam ruangan Doni.
" Tadi ngobrol apa yank sama si Nay? kayaknya seru banget."
" Bentar yank, aku telpon uncle Joe dulu, ada misi penting yang harus aku beritahukan, sebelum uncle bertemu dengan Nay."
Alexa segera mendail nomor pamannya, Doni menggeser kursi kebesarannya mendekat ke arah Alexa, menempelkan telinganya untuk menguping pembicaraan tentang misi penting itu.
Tulilut..
" Wey.. anyonggaseo?"
Sapa Joe asal dibalik telponnya.
" Apaan? manada burung beo jam segini?"
Pekik Alexa mendengar celotehan pamannya.
" Haha.. kenapa? ada apa?"
" Emm.. aku mau kasih tau rahasia penting mbak Nay."
" Rahasia apa?"
" Tapi.. ada imbalannya kagak?"
Alexa tersenyum licik.
" Yaelah.. ama pamannya sendiri itung - itungan, mau aku kutuk kamu jadi boneka anabel apa?"
Ucap Joe kesal.
" Rahasia ini berpengaruh besar untuk keberhasilan uncle, menaklukkan seorang Nay pujaan hati uncle."
" Apaan? nggak usah bikin orang kepo deh? buruan kasih tau!"
Joe makin penasaran.
" Motor... eh bentar uncle!"
Alexa menjeda permintaannya dan menoleh ke arah Doni yang masih setia menempelkan telingannya.
" Bang.. kalau aku naek motor nggak papa kan?"
Alexa menatap Doni penuh harap.
" Kenapa emangnya? mau kemana?"
Tanya Doni heran.
" Kalau aku punya motor gede, abang benci kagak sama aku?"
" Kenapa mesti benci?"
" Abang illfil kagak kalau liat aku naek motor gede?"
" Enggak masalah, biasa aja, asal naek sama abang, jangan ama pria lain?"
" Benarkah?"
" Iya."
Mata Alexa berbinar, bibirnya sudah dia monyongkan ke arah wajah Doni, segera Doni mengambil dokumen diatas meja kerjanya dan menempelkan ke bibir Alexa.
" Puasa neng.. puasa? eling - eling!"
Ucap Doni tertawa.
" Astaga, aku lupa! asyiikk.. abang debess deh!"
Alexa tersenyum girang sambil kembali berbicara dengan Joe yang sudah mengeratkan giginya mendengar perbincangan sepasang kekasih itu.
" Imbalannya Motor sport limited edition! gimana? yes or yes?"
Seringai licik Alexa terbit.
" Dasar bocah, masih aja ngidam motor!"
Jawab Joe pasrah.
" Mau kagak nie? kalau enggak aku tutup sekarang!"
__ADS_1
Ancam Alexa.
" Okey.. okey, tapi kalau kagak ngefek habis kamu nanti sama uncle!"
" Haha..kagak bakalan deh, tadi aku udah korek informasi langsung dari mbak Nay sendiri."
" Owh ya? benarkah?"
Joe kembali bersemangat.
" Jadi ternyata mbak Nay itu trauma ama cowok agresif dan alergi sama cowok tukang gombal!"
Jelas Alexa.
" Masak sih?"
" Iya.. jadi kita rubah strategi awal aja uncle, nanti uncle pura - pura saja menolak tawaran kerjasama dengan kak Nay, buat dia yang mengejar uncle karena proyek itu, abang udah bilang sama dia kalau kerjasama ini sangat penting, so.. mbak Nay pasti melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya."
" Good girl, kamu memang the Real Mak Comblang terrr_wow lah."
" Alexa gitu lorh! "
" Yawda uncle berangkat sekarang ya."
" Okey, semangat uncle! Horas bahh!"
Ucap Alexa memberikan semangat pada pamannya agar tidak jomblo lagi.
Dilain sisi, Nay sudah menunggu taksi online nya menuju ke perusahaan kakak Joe, yaitu perusahaan Wilson group, Alexa dan Joe sudah mempersiapkan semua secara matang disana sejak pagi tadi.
" Wuah.. besar sekali perusahaannya!"
Nay berdecak kagum melihat gedung tinggi menjulang ke langit itu.
Saat dia akan segera masuk, dia melihat Joe berjalan dari arah tempat parkir.
" Haiis.. apa pria itu kerja disini juga? malas banget aku lihatnya."
Nay buru - buru masuk perusahaan itu tanpa menoleh sama sekali.
" Nay..!"
Teriak Joe tanpa mendapat jawaban, jarak mereka masih cukup jauh, tapi mata jeli mereka sama - sama bisa saling mengenal.
Saat waktu sudah hampir mepet, Nay segera keluar menuju ruang resepsionist, dia menyangka Joe pasti sudah naik ke ruang kerjanya.
Saat sudah didepan meja resepsionist, Joe tiba - tiba nongol disampingnya.
" Sedang apa kamu disini?"
Tanya Joe tepat disamping telinga Nay.
" Astaga, kamu mengagetkanku saja!"
Nay mundur menjauh dari posisi Joe berdiri.
" Kamu cari siapa?"
" Aah.. aku buru - buru, maaf permisi."
" Kenapa kamu menghindariku terus dari tadi? apa aku semenakutkan itu bagimu?"
Joe tersenyum kecut.
" Aah.. tidak tapi saya harus bertemu klien secepatnya, maaf!"
Nay berjalan ke arah resepsionist dengan langkah seribu.
" Maaf mulu, lebaran masih lama ini neng!"
Joe berjalan santai meninggalkan Nay dan menuju ke ruangan baru untuknya.
Lihat saja nanti, akan ku buat kamu yang ngejar - ngejar aku, jangan panggil aku Joe, kalau tidak bisa melakukannya.
Joe sudah duduk dikursi kebesarannya, mulai hari ini Joe menjadi desain grafis di perusahaan kakaknya, dia memang arsitek handal dan sudah terkenal di negara Korea sana.
Tok.. tok..
Pintu ruangan Joe diketuk.
" Maaf pak, ada wakil dari perusahaan Herlambang group ingin bertemu dengan bapak?"
Ucap sekertaris dadakannya.
__ADS_1
" Suruh dia masuk."
Ucap Joe, kemudian memutar kursi membelakangi pintu masuk.
" Baik pak, silahkan nona."
Ucap sekertaris tadi.
Hidup ini keras nona, tapi aku jauh lebih keras, dan tidak mudah dikalahkan.
Joe menyungingkan senyumannya dibalik kursi.
" Selamat siang pak, saya perwakilan pak Doni dari perusahaan Herlambang group."
Ucap Nay dengan sopan.
" Perkenalkan namamu?"
Ucap Doni tanpa memutar kursinya.
" Nama saya Naisya pak, sekertaris dari Pak Doni."
Ucap Nay memperkenalkan diri.
Perlahan Joe memutar kursinya dan..
Jeng.. jeng..π
" Haahh.. pppp.. pa.. pak Joe?"
Nay terkejut bukan kepalang, kakinya melemas, mulutnya bergetar, tangannya panas dingin.
" Nay? kamu ternyata?"
Joe menampilkan wajahnya tanpa ekspresi.
" E.. maaf pak maafkan saya."
Nay teringin sekali kabur dari sana, tapi apalah daya, dia harus berhasil mendapatkan kontrak dengan perusahaan ini, karena itu permintaan kusus dari Doni atasannya.
" Okey.. kalau melihat ekspresimu yang seperti itu, sebaiknya kita batalkan saja perjanjian kita, nanti saya akan menghubungi langsung atasanmu, aah.. brati atasanmu Doni kan, PACAR alexa?"
Joe menekankan kata pacar agar Nay tidak lupa diri bahwa atasannya sudah ada yang memiliki.
" Aah.. tidak, jangan pak, saya mohon?"
Ucap Nay menyesali sikap acuhnya tadi.
" Kamu tenang saja, aku jamin kamu tidak akan dipecat hanya karna membatalkan kontrak ini, kamu akan tetap baik - baik saja."
Ucap Joe tertawa dalam hati.
" Ti.. tidak pak, saya mohon, jangan batalkan kontrak kita?"
Nay membungkukkan badannya memohon.
" Kenapa?"
" E.. anu pak, saya.."
" Berikan alasanmu agar saya tidak harus membatalkan kontrak kerja ini?"
Mampus gue, harus memberikan alasan apa ini? aku harus bagaimana? kenapa harus dia arsiteknya? aah.. aku benar - benar hampir gila karenanya.
" Katakan? sebelum aku berubah pikiran, sekarang juga."
Joe menyandarkan badannya dikursi putarnya sambil menunggu jawaban Nay.
Wajah Nay sudah pucat dan mengeluarkan keringat dingin, sepertinya dia sudah mati kutu, maju salah mundur apalagi.
Dia benar - benar tidak mau mengecewakan kepercayaan yang sudah diberikan kepadanya, apalagi sebuah kepercayaan dari orang yang dia kagumi secara diam - diam.
" Jangan menjadi EGOIS, kamu akan kehilangan segalanya jika terus seperti ini"
Nay mengingat sebuah pesan dari almarhum kakek kesayangannya dulu.
Apa ya kira - kira jawaban Nay?
Author khilaf terus nie, up dua kali lagi
Jangan lupa bersedekahlah VOTE buat author kalian, dibulan puasa ini ya..
Berkah.. berkah.. berkah ππ€©
__ADS_1