
...🌼🌼Happy Reading🌼🌼...
Tok..Tok..Tok...
Dengan wajah yang terus tesenyum Alan menjemput Bening dirumahnya, tak lupa dia membawa sebuket mawar merah yang cantik untuk Bening.
Ceklek...
Pintu terbuka, telihat wajah Bening yang begitu mempesona, baru kali ini dia melihat Bening dandan semaksimal ini, dengan rambutnya yang digerai dicurly bagian bawahnya dengan lipstik berwarna pink dan dress yang begitu seksi dan menawan siapapun yang memandang.
"Cantiikk"
ucap Alan tanpa sadar.
"Apa?"
goda Bening.
Dia tetap memasang senyum termanisnya walau dalam hati dia sudah benci dan muak melihatnya.
"Kamu cantik sekali sayang!"
ucap Alan dengan senyum mengembang.
"Kamu juga sangat tampan malam ini".
"Hueeeeekkkkkk..." batin Bening dalam hati.
"Makasih sayang, bisa kita berangkat sekarang?"
tanya Alan.
"Okey..Aku pamit dulu dengan mama ya"
ucap Bening.
"Biar aku yang pamit sama ibu kamu, aku kan ingin membawa anak gadisnya yang paling cantik malam ini"
ucap Alan sambil menoel hidung mancung Bening.
"Hoeeekkkk.. ahhh pengen nonjokk mukanya dosa ngak sih"
ucap Bening dalam hati.
"Tante, saya ijin mengajak Bening keluar malam ini ya?"
tanya Alan.
"Ooohhh yaa.. Kalian mau pergi kemana?"
tanya ibu Bening keheranan.
Katanya sudah putus, kok sekarang udah jalan, dasar anak muda jaman sekarang masih plin plan pikirnya.
"Cuma ke kafe langganan kami aja kok tante"
ucap Alan
"Owh ya..Jangan pulang larut malam yaa"
pesan ibu Bening.
Dia memang sudah tau kafe langganan mereka, karena Bening sering cerita dulu.
"Permisi tante"
"Aku pergi dulu ya mi"
pamit Bening sambil mencium pungung tangan maminya.
"Nggak masuk angin nak bajumu terbuka gitu?nggak biasanya?"
tanya ibu Bening.
"Enggak mi, sebentar aja kok"
ucap Bening
"Dih mami ini, ini perjuangan maksimal mi.. walaupun entar pulangnya kerokkan kagak masalah,yang penting rencananya sukses"
Ucap bening dalam hati.
Dikafe ini, terlalu banyak kenangan mereka berdua, dari makananya, minumnya,semua kesukaan mereka, apalagi mereka sering duwet menyanyi dipanggung ini.
Karena itu memang salah satu hoby mereka.
"Kita duduk diujung sana yuk sayang?"
ucap Alan mesra sambil menggengam jemari Bening.
"Aaah yaa".
Ucap Bening
Tahaaaannnn.. tahaannnn.. ini cobaan pikirnya.
"Kamu mau makan apa sayang?"
__ADS_1
"Steak sama coklat panas aja"
ucap Bening.
Dia sengaja memesan menu saat mereka jadian, yaa.. Tempat jadian mereka juga dikafe ini.
"Kamu masih ingat, pertama kali kita kencan?kamu memesan ini juga, dimeja ini juga? saat itu hatiku benar-benar deg-degan hampir copot jantungku, takut kamu tolak, hehe..."
Cerita Alan sambil menikmati pesanan mereka yang sudah datang.
"Hehe...iyaa"
Senyum bening terbit dengan manisnya.
"Sengaja emang aku ingin membuka kenangan kita sebelum aku menghancurkan semua kenangan indah kita dimasa lalu."
batin Bening dalam hati.
"Eemmm..Lan, kayaknya tas aku ketinggalan deh dimobil kamu, bisa tolong ambilkan?"
ucap Bening.
"Okey sayang, tunggu sebentar ya".
Alan bergegas pergi ke parkiran mobil.
Bening segera melancarkan aksinya, dia bergegas menemui mas Hendra owner kafe tersebut.
"Mas bisa kita mulai sekarang?"
tanya Bening pada Hendra.
"Tentu"
"Kita tunggu Alan masuk kafe, begitu dia masuk kita mulai ya mas?"
"Asiaapp cantik"
Jreengggggg..
"Cek..cek.. maaf semua saya menggangu makan malam kalian semua, disini saya ingin menyayikan lagu kenangan saya bersama seseorang yang sedang berdiri didepan sana"
"Alan Bagaskoro"
Terdengar suara merdu melantunkan lagu romantis yang sudah sangat Alan hafal..Lagu faforit mereka dari dulu yang sering mereka nyanyikan bersama, yaitu Lagu Terpukau yang dipopulerkan oleh Astrid.
...
Aku memang belum beruntung
Untuk menjatuhkan hatimu
Namun tinggi harapanku
Tuk hidup berdua denganmu...
Aku sempurna denganmu
Ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan..Jadikanlah ia jodohku
hanya dia yang membuat aku terpukau..
Oh..
Denganmu aku sempuna
Denganmu ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia..Jodohku
Hanya dia yang membuat..Aku terpukauuu..
...
Prokkk..prokkk...
Semua pengunjung kafe ikut menikmati suara Bening dan ikut berdiri bertepuk tangan.
Alan mendekati Bening keatas panggung.
"Suaramu memang benar-benar cantik seperti kamu?"
"Kamu menyukainya?"
tanya Bening.
"Tentu.. aku sangat menyukaimu, bukan hanya suaramu, i love you!"
ucap Alan sambil tersenyum bahagia.
Bening tidak menjawab ucapan cinta Alan, dia hanya tersenyum dan menarik tangan Alan ke mejanya kembali.
"Apakah kamu bahagia dengan hubungan kita?"
tiba-tiba Bening berucap.
__ADS_1
Digenggamnya tangan Bening dengan erat oleh Alan.
"Tentu, aku sangat bahagia, aku sangat menyayangimu dari dulu sampai sekarang."
ucap Alan bahagia, malam ini benar benar kejutan untuknya.
"Maaf kalau aku tidak bisa memberikan semua yang terbaik untukmu? dan terima kasih atas semua yang telah kamu berikan untukku..!"
Ucap Bening menunduk.
Ada rasa yang tak mungkin hilang begitu saja, walaupun rasa benci sudah menyelimutinya, sudah begitu panjang kisah mereka berdua, sudah bertahun-tahun lamanya menjalin asmara dan ternyata kandass begitu saja pikirnya.
"Sayang..Heiii.. ngomong apa sih,kamu adalah wanita terbaik yang kumiliki, jangan ngomong gitu.. Aku sangat menyayangimu.. sangat dan sangat"
Ucap vian mantap.
Tak terasa menetes air mata Bening mengingat perjalanan cinta mereka.
Ditolehnya seseorang diujung meja kasir, dia tersenyum dan datang mendekat membawa brownies berbentuk hati ditanganya.
"Makasih mas Hendra"
ucap Bening.
"Your wellcome, semoga kalian langgeng selalu yaa.."
ucap Hendra tanpa penasaran dengan apa yang akan terjadi.
"Ini untuk perjalanan kisah kita yang sudah sangatt lama..Terima kasih untuk semua."
Ucap Bening dengan senyum yang dipaksa.
"Sayang.. Kenapa sampai ada kue juga,kayak ulang tahun ajah? tapi by the way..thanks and i love u."
ucap Alan sambil meraih pipi Bening untuk dicium..
Dengan cepat Bening menghindar dan menoleh kesamping.
"Kenapa?"
"Aaahhh.. Malu diliatin orang!"
ucap Bening berkilah.
Aku sudah tidak sudi menerima ciumanmu lagi pikirnya dalam hati.
"Aaahh..Iyaa, kita bisa lanjut nanti, hehe.."
Alan ngarep.
"Potonglah kuenya pass ditengah-tengah dan belah jadi dua.."
suruh Bening sambil menyodorkan pisau kuenya.
Tanpa curiga Alan dengan penuh semangat memotong kue berbentuk hati pass ditengah-tengah dan......................
Jedaaaaarrrrrrrrrrrrrr!
Terlihat tulisan besar dibawah kue..
" KITA PUTUSS "
Alan melongo.. Mulutnya ternganga, dia terkejut hampir tidak percaya, seperti mimpi,baru saja Bening melakukan hal yang dia rasa sangat romantis mengingatkan tentang semua kisah perjalanan cintanya bersama.. kenapa jadi PUTUS pikirnya..
"Apa-apaan ini sayang, kamu jangan bercanda kek gini ,ini tidak lucu!"
bentak Alan.
"Aku tidak bercanda, aku serius, hubungan kita berakhir cukup sampai disini!"
ucap Bening dengan mantap surantap.
"Tapi kenapa? baru saja kamu sangat manis sayang? kenapa kamu lakukan ini padaku, apa maksudmu?"
ditariknya tangan Bening didepan dadanya.
"JANGAN MENYENTUH TANGANYA..!"
Terdengar suara keras dari depan pintu.
Bening dan Alan serentak menoleh..
Siapa..
Siapa hayoooo...
.
.
.
.
.
Jangan lupa dukungan like,vote dan komen kalian author tunggu ya..
__ADS_1
Terimakasih😘😘